Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Senjata Pusaka


__ADS_3

Saat ini, Anton telah berhasil menancapkan pedang halilintarnya ke mata si raja monster iguana itu dan membuat raja monster iguana itu langsung meraung kesakitan dengan suara keras yang menggema di udara.


Anton pun kini langsung melompat menjauh setelah berhasil menusukkan pedangnya ke mata monster itu.


"Sekuat apa pun pertahanan tubuhmu, namun kau tetap tidak akan bisa bertahan jika otakmu di bakar oleh listrik bertegangan tinggi!" ucap Anton sambil mengangkat tangan kanannya ke arah pedang yang ada di mata raja monster iguana itu.


"Sambaran halilintar!" Ucap Anton dengan suara tegas.


Seketika itu juga dari tangan Anton menyambar sebuah petir yang sangat kuat dan tampak cukup besar.


Petir itu kini melesat lurus ke arah pedang yang ada di mata raja monster iguana itu, dan saat petir itu menyambar pedang tersebut, kini petir itu pun mengalir masuk ke dalam tubuh raja monster iguana itu melalui matanya dan Sambaran petir itu pun langsung masuk ke bagian otaknya dan membakar otak raja monster iguana itu.


GGGRRRUUUUAAAAAA!!!!


Raja monster iguana itu pun langsung meraung kesakitan dengan suara yang sangat kuat.


Namun raungannya itu hanya bertahan sesaat saja dan kini suara raungannya langsung berhenti bersamaan dengan tubuhnya yang langsung loyo dan jatuh begitu saja.


Kini raja monster iguana itu pun berhasil Anton kalahkan dengan kemampuannya sendiri.


Setelah mengalahkan raja monster iguana itu, seketika seluruh anggota kelompok Nawiora, Dilo, dan Sagio langsung berteriak kegirangan.


Mereka semua langsung memberikan sorakan pada kemenangan Anton.


Tidak hanya itu saja, para pemburu monster lainnya kini hanya bisa tersenyum puas melihat kemenangan Anton. Mereka semua pun kini jadi semakin penasaran dengan identitas Anton yang sebenarnya.


Sementara tiga pria yang hanya mengejar popularitas itu kini merasa kesal pada Anton, apa lagi saat mendengar banyak orang yang memberikan sorak kemenangan pada Anton. Hal itu tentunya membuat hati mereka menjadi panas dan menimbulkan rasa iri di dalam hati mereka.


Namun Anton yang melihat itu semua saat ini tampak tidak begitu peduli, karena bagi Anton, bukan popularitas yang ia cari, melainkan dunia tanpa adanya monster yang mengancam nyawa umat manusia.


Tak lama setelah itu, kini dari tubuh si raja monster iguana tampak muncul cahaya berwarna ungu.


Cahaya itu tampak redup dan perlahan keluar dari tubuh si raja monster iguana tersebut.


Melihat hal itu, seketika Anton pun menyadari bahwa gumpalan cahaya itu adalah sebuah benda pusaka yang di miliki oleh raja monster tersebut.

__ADS_1


"Tidak ku sangka bahkan raja monster iguana yang tidak begitu kuat ini ternyata menyimpan sebuah benda pusaka di dalam dirinya!" Ucap Anton dalam hati.


Lalu Anton pun mengangkat tangan kanannya dan menjulurkannya ke arah gumpalan cahaya itu.


Kini gumpalan cahaya itu pun perlahan bergerak ke arah Anton.


Semua orang yang melihat hal itu tentunya langsung terkejut karena mereka pastinya juga tahu bahwa sebuah gumpalan cahaya yang bergerak ke arah Anton saat ini pastilah sebuah benda pusaka.


"Be... Beruntung sekali dia!"


"Jika saja aku seberuntung itu?"


"Itu bukan keberuntungan bodoh! Coba pikirkan bagaimana cara mendapatkan benda pusaka?! Tidak semudah membalikkan telapak tangan bukan?!"


Kini berbagai komentar mulai terdengar dari rombongan Dilo, Sagio, dan Nawiora.


Sementara itu, gumpalan energi itu pun kini hinggap di atas telapak tangan Madika dan gumpalan energi bercahaya itu langsung membentuk sebuah benda, yakni sebuah tongkat sihir dengan panjang mencapai 40 cm.


Begitu tongkat sihir itu terbentuk, Anton pun langsung menggenggamnya dan mulai mengaktifkan tongkat sihir itu.


Semua itu kini langsung terukir di ingatan Anton dan langsung membuat Anton bisa menggunakan semua jurus itu seolah jurus itu memang sebuah jurus miliknya sejak awal.


"Tali racun, semburan cairan beracun, tebasan racun, dan memunculkan wujud raja monster iguana." Ucap Anton saat berbagai informasi jurus masuk di kepalanya.


Semua yang di ucapkan oleh Anton barusan adalah nama-nama jurus yang bisa ia gunakan saat ia sedang bertarung dan memakai tongkat sihir tersebut.


*******


Setengah jam setelah raja monster iguana berhasil terbunuh, kini seluruh pemburu monster yang ada di hutan saat ini mendapatkan pemberitahuan bahwa dengan terbunuhnya si raja monster iguana itu, maka misi kali ini sudah di nyatakan selesai.


Pemberitahuan itu masuk melalui alat pendeteksi level milik mereka karena pada dasarnya alat ini memang memiliki cukup banyak fungsi lain selain mendeteksi level monster maupun level pemburu lainnya.


Setelah mendapatkan informasi itu, kini seluruh pemburu yang masih selamat langsung di arahkan untuk datang ke kantor asosiasi untuk menukarkan kristal energi yang mereka kumpulkan dalam misi saat ini.


"Baiklah, kita berpisah di sini!" Ucap Anton pada Karina setelah mendengar pemberitahuan tersebut.

__ADS_1


Karina yang mendengar kata perpisahan dari Anton kini hanya mengangguk sambil bergumam. Setelah itu ia pun langsung tersenyum pada Anton.


"Ku harap ke depannya kita masih bisa bertemu dan bertarung bersama lagi." Ucap Karina sambil tersenyum.


Anton yang melihat senyuman itu kini hanya diam dan langsung berbalik badan tanpa menghiraukan Karina.


Ia hanya menoleh sekali ke arah Karina yang berada di belakangnya dan kemudian langsung melompat ke udara.


Saat berada di udara, Anton pun segera memunculkan pedang halilintar yang besar untuk ia pijaki, dan setelah itu ia pun terbang dan melesat menjauh dari tempat itu dengan menggunakan pedang halilintar di kakinya.


Setelah beberapa jam Anton terbang di udara, kini Anton pun tiba di kantor asosiasi yang berada di ibukota ke enam, yakni kota yang berada di dalam tembok ke enam.


Saat ini Anton sedang melayang di atas kantor asosiasi itu.


Berhubung saat ini sudah sore, jadi di kantor asosiasi itu sudah tidak begitu ramai lagi, apa lagi jika di bandingkan dengan keramaian di pagi hari.


Hal itu di karenakan saat ini para pemburu monster banyak yang belum kembali dari perburuan-nya, meskipun begitu, namun saat ini kantor asosiasi itu masih terdapat banyak pemburu monster yang sedang memiliki kepentingan masing-masing di tempat itu.


Lalu Anton pun kini perlahan turun ke depan pintu kantor asosiasi itu menggunakan pedang petir yang ada di kakinya.


Begitu Anton sudah berada tidak jauh dari tanah, kini seluruh pemburu monster yang saat ini berada di halaman dan hendak masuk ke dalam kantor asosiasi langsung terkejut melihat Anton karena hal seperti ini merupakan yang pertama kalinya bagi mereka.


Sebelum-sebelumnya mereka tak pernah melihat sebuah jurus yang bisa di manfaatkan untuk terbang seperti yang di lakukan oleh Anton.


Hal itu pun sontak membuat orang-orang di tempat itu langsung terkejut melihat kemunculan Anton.


"Ba... Bagaimana dia melakukan hal itu?"


"Luar biasa! Aku juga mau seperti itu!"


"Keren sekali?!"


"Siapa orang itu?!"


Berbagai komentar berdatangan dari orang-orang yang melihat hal itu.

__ADS_1


Seketika semua yang ada di di halaman kantor asosiasi pun langsung heboh melihat hal itu, dan mereka semua langsung terlihat kagum dengan jurus yang Anton tunjukkan itu.


__ADS_2