Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Top 10 Ranking Pemburu Monster


__ADS_3

Saat ini, tepat di ruangan tuan Hiruzwen, tampak Anton tengah duduk dan berbincang dengan tuan Hiruzwen.


"Hah... Sepertinya sistem ranking ini akan sangat merepotkan." Ucap Anton dengan ekspresi malas.


Note: saat ini Anton telah melepaskan semua pakaian penyamarannya dan ia menggunakan identitas aslinya sebagai Anton di depan tuan Hiruzwen.


"Memang benar!... Sistem ranking ini pasti akan membuatmu kerepotan." Ucap tuan Hiruzwen dengan ekspresi serius.


"Hmm?" Gumam Anton sambil menatap tuan Hiruzwen dengan ekspresi meminta penjelasan lebih lanjut.


"Apa ada masalah dalam sistem ranking ini?" Tanya Anton mencoba memastikan.


"Ya... Tapi masalahnya bukan di sistem ranking, melainkan orang-orang yang berada di sistem ranking itu sendiri... Sebagai contoh, saat ini kau telah menggantikan posisi orang yang sebelumnya berada di rank 10, dan orang itu kini berada di rank 11... Jadi, orang yang merupakan mantan rank 10 Sebelumnya pasti memiliki niat untuk menantang-mu dalam suatu pertarungan untuk memastikan apakah kau pantas di rank 10 atau tidak." Ucap tuan Hiruzwen memastikan.


"Begitu ya." Ucap Anton menanggapi. Lanjutnya, "Lalu jika aku kalah apa itu akan berpengaruh dengan ranking ku saat ini?" Tanya Anton.


"Tentu saja... Jika kau kalah maka rank 10 itu akan di kembalikan pada orang yang merupakan mantan rank 10 itu." Jawab tuan Hiruzwen.


"Begitu ya." Ucap Anton. Lanjutnya, "Lantas siapa saja yang saat ini berada di sepuluh besar Rankin pemburu monster itu?" Tanya Anton.


Mendengar pertanyaan Anton, tuan Hiruzwen pun mulai memberitahukan siapa saja dalam top sepuluh rangking pemburu monster di kerajaan ini.


TOP 10 RANGKING PEMBURU MONSTER



Ricardo Arsila.


Karinto Manodo.


Angkio Sibonu.


Bangka Sipago.


Argo Maroso.


Tindolo Saligotu.


Partono Sintuwu.


Saruto Sarisono.

__ADS_1


Nego Aleson.


Zero.



"Rupanya begitu." Ucap Anton menanggapi pernyataan tuan Hiruzwen tentang 10 top ranking saat ini.


"Oh iya... Siapa orang yang sudah ku gantikan posisinya saat ini?" Tanya Anton.


"Ah... Orang itu adalah Topeo Antiar." Ucap tuan Hiruzwen menjawab pertanyaan Anton.


"Topeo Antiar?... Nama belakangnya sama seperti Sisilia... Apa jangan-jangan dia adalah..." Ucapan Natan terhenti dan langsung di sela oleh tuan Hiruzwen.


"Ya benar sekali... Dia adalah orangtua Sisilia." ucap tuan Hiruzwen menyela.


"Wah... Apa jangan-jangan nantinya aku akan berhadapan dengan ayahnya Sisilia?... Jika itu terjadi apakah aku harus mengalahkannya ataukah aku harus mengalah agar hubungan kelompok kami dengan Sisilia tidak terjadi pergesekan?" Pikir Anton.


"Selain itu..." Ucap tuan Hiruzwen lagi. "Di posisi pertama ada Ricardo Arsila, dia adalah orangtua dari Karina Arsila, orang terkuat di kerajaan Sulteng saat ini... Sejauh ini dialah yang masih tidak bisa di geser posisinya oleh para pemburu monster lainnya." Ucap tuan Hiruzwen menjelaskan.


"Wah... Ku harap aku tak membuat masalah dengan orang itu!" Ucap Anton dengan ekspresi malas.


Setelah membicarakan banyak hal, kini Anton pun berpamitan pada tuan Hiruzwen.


Hanya beberapa orang saja yang masih ada di kantor itu, yakni para petugas yang sedang bekerja untuk melakukan penjagaan secara bergantian.


Setelah keluar dari kantor pusat asosiasi pemburu monster, kini Anton pun langsung melesat dengan cepat dari satu gedung ke gedung lainnya.


Ia melompat dan mendarat dengan suara yang tidak terlalu keras di atap-atap gedung yang ia lewati.


Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya Anton pun tiba di tembok ke enam dan langsung pergi ke rumahnya untuk beristirahat.


*******


Keesokan harinya, kini seluruh anggota kelompok, yakni serikat pembebasan sudah berkumpul di markas mereka, kecuali Natan.


Saat ini Natan masih belum bergabung dengan mereka di tempat itu sementara yang lainnya sudah ada di markas.


"Baiklah, apa kegiatan kita hari ini?" Tanya Sisilia meminta saran.


"Untuk sekarang lebih baik kita sempurnakan dulu isi markas ini." Ucap Anton memberi saran.

__ADS_1


"Kau benar juga... Akan tetapi uang kita belum cukup untuk memenuhi semua yang di butuhkan di markas ini." Ucap Karina.


"Tidak masalah... Hari ini kita hanya perlu menjual semua kristal energi yang kita dapatkan dari pertarungan sebelumnya." Ucap Anton.


"Tapi aku hanya mendapatkan tiga kristal energi karena aku tak sempat mengumpulkan Kristal energi saat sedang bertarung." Ucap Aris.


"Baiklah, kalau begitu pertama-tama keluarkan semua kristal energi yang kalian miliki saat ini." Ucap Anton.


Setelah itu mereka semua pun menunjukkan kristal energi mereka dari tas kecil yang mereka bawa-bawa.


Aris mengumpulkan 3, Lisa keluarkan 1, Anita keluarkan 1, Karina keluarkan 4, dan Sisilia mengeluarkan 2.


Total kristal energi yang terkumpul dari mereka berlima adalah 11 kristal energi.


Setelah mereka mengeluarkan semua kristal energi mereka, kini mereka pun langsung menoleh ke arah Anton.


"Kristal energi kita hanya segini, ku rasa ini tidak akan cukup." Ucap Sisilia.


"Bagaimana dengan-mu Zero?" Tanya Aris sambil menoleh ke arah Anton.


"Tenang saja... Biar aku yang menutupi kekurangan kristal energi itu." Ucap Anton yang kemudian langsung mengibaskan tangan kanannya dengan santai ke samping, dan seketika itu juga lebih dari seribu kristal energi langsung bermunculan di lantai dan menumpuk seperti gunung berapi.


Seketika semua anggota serikat pembebasan yang ada di tempat itu langsung terkejut dengan mata yang terbelalak melihat hal itu.


"I... Ini?..."


"Kau mengumpulkan semua ini?!" Tanya Lisa.


"uhm." Gumam Anton sambil mengangguk.


"Ini sangat banyak!... Bagaimana kau membawa semua ini?... Tidak...!" Sisilia langsung menggelengkan kepalanya karena bingung dengan apa yang Anto tunjukkan.


"Maksudku bagaimana kau menyimpan semua ini dan dari mana kau mengeluarkannya?" Tanya Sisilia.


"Itu adalah jurus penyimpanan yang ku miliki... Dengan jurus itu aku bisa menyimpan apa saja yang aku inginkan selama itu adalah benda mati." Jawab Anton dengan santainya.


"Bagaimana kau bisa mendapatkan jurus seperti itu?" Tanya Lisa yang tampak bersemangat.


"Ehm?... Itu hanyalah jurus yang ku dapatkan dengan cara kebetulan." Ucap Anton berbohong karena pada dasarnya ia tahu bahwa semua jurus yang di miliki oleh para pemburu monster adalah jurus yang paten dan bukan jurus yang bisa di peroleh dari latihan. Oleh karena itu Anton harus berbohong agar tak ada yang mencurigai dirinya.


"hahaha... Bocah ini adalah gudangnya hoki!" Ucap Aris yang langsung menepuk bahu Anton. "Oleh sebab itulah dia bisa memiliki jurus yang bahkan tidak bisa kita miliki." Ucap Aris lagi.

__ADS_1


"Benar juga... Selama ini dia selalu menunjukkan jurus yang tidak biasa pada kita." Balas Anita.


Sesudah itu, kini mereka semua pun memutuskan untuk menjual semua kristal energi yang mereka miliki itu agar uangnya bisa di gunakan untuk memenuhi semua kebutuhan di markas mereka.


__ADS_2