
Anton saat ini hanya bisa terus berusaha menghindari semua serangan yang datang secara bertubi-tubi ke arahnya.
dengan kelincahan Anton saat terbang tentu Anton bisa meminimalisir resiko terkena serangan telak.
Namun tetap saja Anton menjadi sedikit kesulitan kalau hanya terus menghindar sambil sesekali menahan serangan menggunakan serangan lainnya seperti semburan racun maupun tebasan sabit racun.
"Aku harus memikirkan cara lain untuk menyerang!... Mungkin ini saatnya untuk menggunakan tombak itu?!" Pikir Anton yang saat ini mengingat kembali bahwa di kehidupan sebelumnya ia memiliki satu tombak yang cukup kuat.
Tombak itu adalah sebuah pusaka yang di sebut sebagai pusaka tombak piton petir karena pusaka itu Anton temukan dari seekor raja piton petir yang pernah ia kalahkan di masa lalu saat dirinya belum menjadi seorang ksatria tingkat legendaris.
Setelah Anton memunculkan pusaka tombak piton petir itu, kini Anton pun dengan lincah memainkan tombak itu.
Ia memutar-mutar tombak itu dengan berbagai variasi gerakan dan setelah itu ia mengangkat tombak itu ke atas dan ia mengarahkan ujung tombaknya ke atas.
Seketika itu juga dari ujung tombak itu menyambar petir yang langsung melesat ke langit dan menembus awan-awan.
Seketika itu juga awan yang ada di atas area perkebunan itu langsung berubah menjadi gelap dan kepulan awan gelap itu hanya ada di wilayah yang di penuhi oleh monster tersebut.
"Kali ini kalian semua akan mati!" Ucap Anton dangan tegas.
Lalu Anton pun segera mengayunkan tongkatnya ke bawah dengan hentakkan yang cukup kuat.
"Sambaran! Halilintar!!" Ucap Anton.
Seketika itu juga kini petir yang sangat besar pun turun dari langit di sertai dengan suara gemuruh yang sangat kuat dan memekakkan telinga.
Kini petir yang sangat besar itu pun menghantam salah satu monster tirex tersebut dan seketika itu juga terjadi ledakan yang luar biasa sehingga monster itu langsung mati seketika.
Tidak cukup sampai di situ saja, setelah petir itu menyambar tanah dan membunuh satu monster itu, kini dari ledakan yang di hasilkan itu petir-petir lainnya bermunculan dan merambat ke berbagai arah serta menyambar semua monster yang ada di sekitarnya.
Sekitar lebih dari 30 monster kini berhasil terbunuh oleh Sambaran petir-petir tersebut.
Setelah Sambaran petir itu selesai dan membunuh lebih dari tiga puluh monster, kini Anton langsung melemparkan tombaknya ke arah monster yang sebelumnya berada cukup jauh dari wilayah yang dapat di serang oleh Sambaran petir sebelumnya.
Begitu tombak piton petir milik Anton menghantam dan tertancap di tanah, seketika itu pula tombak tersebut mengeluarkan sangat banyak petir yang merambat di bawah tanah.
Petir-petir itu merambat layaknya akar serabut di dalam tanah dan setelah itu ia keluar dari permukaan tanah dan menusuk semua monster yang ada di dekat tombak tersebut.
Cukup banyak monster yang berada di sekitar tombak itu dan semua monster yang berada di area yang dapat di capai oleh serangan petir itu kini sudah terbunuh akibat serangan petir yang menusuk tubuh mereka hingga tembus.
Sesudah itu Anton pun segera melesat dengan cepat menggunakan pedangnya.
Ia kini terbang ke arah tombaknya yang saat ini tertancap di tanah dan dengan cepat ia pun meraih tombaknya dan membawanya kembali-kan terbang ke atas.
__ADS_1
Sambil terbang ke atas, Anton memutar-mutar tombak itu dengan beberapa variasi gerakan dan setelah itu dengan satu hentakan dan ayunan tombak kini sosok piton petir raksasa pun muncul di udara.
Kemudian Anton pun langsung mengayunkan tombaknya lagi ke arah salah satu monster tirex dan seketika itu juga piton petir raksasa itu langsung bergerak cepat ke arah monster itu.
Si monster yang melihat kedatangan jurus Anton itu kini langsung membalas jurus itu dengan serangan laser petir.
Namun laser petir milik monster itu ternyata tidak cukup kuat untuk menandingi wujud dari raja piton petir dari pusaka tombak piton petir itu.
Kini piton petir itu pun langsung menghantam si monster itu hingga terjadilah ledakan yang cukup kuat yang membuat monster itu terbunuh.
Tidak cukup sampai di situ saja, berhubung wujud dari raja piton petir itu masih ada, kini Anton pun kembali mengendalikan jurus piton petir itu dan mengarahkannya ke arah monster yang ada di sekitar tempat ini.
Satu persatu monster kini berhasil Anton tumbangkan dan Anton bunuh menggunakan jurus piton petir itu.
Alhasil kini semua monster yang ada di perkebunan milik warga itu kini sudah tak tampak lagi yang masih bisa berdiri karena kini mereka semua sudah mati dan hanya terlihat wujud para monster yang sedang dalam keadaan tumbang tak bernyawa.
"Akhirnya selesai juga meskipun harus banyak menguras energi Saga ku!" Pikir Anton sambil menghela nafas lega.
Di sisi lain, tepatnya di kantor asosiasi cabang ke lima kini tampak para pekerja di kantor itu tampak sangat terkejut dengan aksi yang di lakukan oleh Anton seorang diri.
"di... Dia mengalahkan semuanya seorang diri?" Ucap salah satu pekerja.
"Kalau begini sih harusnya Zero bukan level nol lagi sih!" Timpal yang lainnya.
"Benar!... Harusnya sih begitu, tapi jika di lihat-lihat kembali semuanya sama saja!... Ia tetap berada di level nol meskipun ia sekuat itu!" Sanggah yang lainnya.
Tidak ada jawaban yang bisa mereka temukan, semuanya masih sangat tertutup dan tidak ada sedikit pun informasi yang pasti yang mereka miliki tentang Anton.
Mereka sama sekali tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya membuat Anton sekuat itu dan apa yang sebenarnya membuat level Anton masih nol meskipun sebenarnya ia sangatlah kuat seperti saat ini.
Sementara itu, Anton yang kini telah berhasil membunuh para monster itu kini mulai mengumpulkan semua kristal energi dari tubuh para monster yang sudah ia kalahkan itu.
"Aini benar-benar sangat banyak!... Jika sebanyak ini, aku yakin ini bisa membantu cukup banyak di markas." Pikir Anton.
Setelah selesai mengambil semua kristal energi itu, kini Anton pun langsung terbang mendekati portal yang saat ini tampak berada di udara.
Saat ini dari portal itu tampak tak sada sedikit pun pergerakan dan semuanya jadi sudah lebih tenang.
Namun untuk saat ini Anton merasa bahwa ia harus sedikit lagi berada di tempat itu untuk memastikan apakah benar-benar sudah tak ada lagi monster yang keluar atau justru masih ada saja monster yang akan keluar saat itu.
Setelah sudah cukup lama Anton mengawasi portal tersebut, tampak tak ada satu pun monster yang keluar dari portal itu.
Tak lama setelah itu kini para pemburu monster lainnya tiba di tempat itu.
__ADS_1
Para pemburu monster itu adalah orang-orang yang sebelumnya merupakan bantuan yang di panggil oleh para pekerja dari kantor asosiasi cabang ke lima.
Niatnya mereka datang untuk membantu membunuh semua monster itu tapi nyatanya yang mereka temukan saat ini sudah tak ada lagi monster yang masih hidup di tempat itu.
Seketika semua orang yang baru datang itu tampak sedikit terkejut dengan apa yang terjadi saat ini.
Setelah salah satu dari para pemburu monster itu menengadah ke atas barulah mereka melihat sosok Anton yang sedang melayang di atas pedang miliknya.
Semua orang kini hanya bisa menatap Anton dengan tatapan bingung karena mereka saat ini benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi di tempat ini dan mengapa sudah tak ada lagi monster di sini.
"Apa jangan-jangan bocah bernama Zero itu sudah mengalahkan semua monster ini?" ucap salah satu pemburu monster tersebut.
"Entahlah!... Aku juga sama sekali tidak tahu akan hal itu!... Yang jelasnya sebelumnya kit di panggil dan di perintahkan untuk datang ke tempat ini!"
"Kau benar!"
Di sisi lain, Anton yang saat ini sedang berada di udara kini langsung menoleh ke bawah karena ia kini bisa merasakan kehadiran pengguna energi gelap lainnya di tempat itu.
"Monster?" pikir Anton sambil menoleh ke bawah.
"Oh... Rupanya ada pemburu monster lainnya yang baru datang!" ucap Anton lagi setelah melihat para pemburu monster tersebut.
Setelah melihat cukup banyak pemburu monster di tempat itu, kini Anton pun terpikirkan untuk segera pergi dan membiarkan orang-orang itu yang mengawasi portal ini.
"Benar juga!... Ini kesempatan untuk pergi dan menyusul Karina dan yang lainnya!" Pikir Anton.
Setelah itu Anton pun melesat dengan cepat menuju ke kota di mana Karina dan yang lainnya sedang berada dan sedang berhadapan dengan penyerang dari para monster.
"Hei... dia langsung pergi begitu saja!" Ucap salah satu pemburu monster sambil menunjuk ke arah Anton yang kini sudah melesat cepat menjauh dari tempat tersebut.
Orang-orang yang ada di sana kini hanya bisa memandangi Anton dari belakang.
"Bocah itu benar-benar sangat mengejutkan!... Siapa sebenarnya dia? dan dari keluarga mana ia sebenarnya sampai-sampai ia bisa sekuat itu padahal masih level nol?"
Kini beberapa pemburu monster yang ada di sana memiliki satu pemikiran yang sama dan memiliki satu pertanyaan yang sama atas kebenaran yang tidak mereka ketahui dari sosok Anton yang mereka kenal sebagai Zero itu.
Sementara itu, Anton yang saat ini terbang cepat ke tempat Karina dan yang lainnya kini tak butuh waktu yang sangat lama untuk tiba di kota di mana Karina dan yang lainnya berada saat ini.
"Ternyata sudah tak ada lagi monster di tempat ini!" Pikir Anton setelah melihat bahwa kita itu kini sudah lebih tenang dari sebelumnya.
Tampak para pemburu monster kini sedang mencari para korban di reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan para monster tersebut.
Evakuasi kini terus berjalan dan Anton hanya bisa melihat hal itu dan segera setelah itu ia pun mulai mengedarkan pandangannya dan mencari keberadaan Karina dan yang lainnya saat ini.
__ADS_1
Hingga akhirnya Anton pun berhasil menemukan mereka setelah Anton terbang beberapa meter ke depan.
"rupanya mereka semua berkumpul di sana!" Ucap Anton dalam saat melihat semua anggota serikat mereka ada di sana.