Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Di Serang Mendadak


__ADS_3

Saat ini Anton telah keluar dari markas dengan niatan membiarkan Karina tidur dengan tenang.


Saat Anton pergi, Karina pun merasa kalau perasaan gelisah-nya itu kini menghilang.


Namun menghilangnya rasa gelisah itu membuat Karina bisa mengetahui bahwa saat ini Anton pasti sudah tidak ada di markas.


Ia pun jadi merasa bersalah karena sudah bercerita seperti itu pada Anton.


Karina pun kembali bangun dan duduk di atas ranjangnya.


"Ku harap ia tidak tersinggung dengan kata-kata barusan... Aku sampai-sampai membuat dia menjauh seperti ini... Ku harap dia tidak marah padaku." Ucap Karina dalam hati.


Lalu Karina mengaktifkan layar virtual miliknya dan kemudian mengirimkan pesan pada Anton.


Melalui pesan yang kirimkan itu ia menanyakan keberadaan Anton saat ini dan sedang apa Anton sekarang.


Namun ia mendapat balasan dari Anton dan balasan dari Anton itu menyuruhnya untuk segera beristirahat dan tidak perlu mengkhawatirkan tentang Anton sendiri karena saat ini Anton sedang melakukan semedi di atas gedung.


"Tenang saja, aku baik-baik saja dan tidak merasa tersinggung dengan ucapanmu... Aku hanya ingin kau beristirahat dengan tenang malam ini... Lagi pula saat ini aku sedang bersemedi dan melatih ketajaman dari kemampuan yang ku miliki... Aku saat ini berada di atas gedung yang tinggi, dan dari sini aku bisa melihat kondisi dan situasi markas kita saat ini." Ucap Anton dalam teks pesan yang ia kirim pada Karina.


"Hah... Gadis itu terlalu sungkan." Ucap Anton Sambil menghela nafas dan kembali bersemedi.


Sementara itu, Karina yang menerima pesan itu kini langsung kembali berbaring.


"Sudahlah... Dia sendiri yang mau menjauh... Aku tak berniat mengusirnya dari hidupku... Tapi..." Ucap Karina dengan ekspresi yang tampak sedikit menyesal.


"Bukankah ini seperti aku yang secara tidak langsung mengusir Anton agar menjauh dariku?" Pikir Karina.


"Ahhh!!... Aku tak peduli lagi!... Aku harus tidur!" Ucap Karina lagi dan langsung menutup matanya menggunakan kedua tangannya yang kini ia silangkan di atas wajahnya.

__ADS_1


********


Hari-hari terus berjalan, Anton dan para anggota serikat pembebasan lainnya terus menjalani hari mereka seperti biasa di mana mereka akan berburu dan menukarkan hasil dari perburuan mereka.


Seperti kesepakatan mereka sebelumnya, mereka akan mencari tempat baru untuk melakukan perburuan, jadi saat Anton sedang pergi melakukan observasi wilayah dan mengecek wilayah perburuan yang baru, maka anggota yang lainnya tetap melakukan perburuan di tempat sebelumnya hingga Anton kembali dan membawa informasi tempat yang pas untuk mereka.


Saat ini, Anton sudah menemukan satu hutan baru yang berisikan monster-monster dengan level yang sudah mencapai level 80-100. Dan selama tiga hari ini Anton sudah mencoba memata-matai wilayah hutan itu untuk mencari tahu apakah benar-benar hanya monster level 100 ke bawah saja yang ada di sana ataukah ada monster lainnya yang levelnya jauh lebih tinggi lagi.


"Sudah tiga hari aku berkeliling di sekitar tempat ini... Tapi sejauh ini semua aman-aman saja, jumlah monster dengan level 80 ke atas masih sangat banyak!... Tempat ini cocok untuk di jadikan wilayah perburuan yang baru bagi kami!" Ucap Anton dalam hati.


Lalu Anton yang saat ini sedang duduk jongkok di atas dahan pohon kini langsung berdiri dan memunculkan pedang besar di depannya.


Anton hendak kembali ke markas dan memberikan informasi wilayah ini pada para anggota mereka.


Namun tak di sangka-sangka, baru saja Anton hendak melompat ke pedangnya, tiba-tiba sebuah belati melesat tepat ke wajah Anton.


Anton yang masih sempat menyadari kedatangan belati itu kini dengan refleks yang cepat langsung menghindar dan memiringkan kepalanya ke samping.


"Belati?" Pikir Anton saat melihat belati yang tertancap di batang pohon yang ada di belakangnya saat ini.


"Apa jangan-jangan orang yang waktu itu datang lagi?" Pikir Anton mengingat orang yang pernah menyerang dirinya saat ia hendak mendatangi kantor asosiasi pusat.


Baru saja Anton berpikir seperti itu, kini pria yang pernah menyerang dirinya sebelumnya kini benar-benar muncul lagi di hadapannya dan pria itu kini sedang berdiri di salah satu dahan pohon yang berada kira-kira dua puluh meter di depan Anton.


"Kita bertemu lagi bocah." Ucap pria itu sambil menyilangkan kedua tangannya di memandangi Anton.


"Kau datang lagi ya... Apa masih belum puas ku hajar waktu itu?" Ucap Anton mengungkit saat pria itu kabur dari dirinya.


"Hahaha... Diam kau bocah!" Ucap pria kiriman peneliti itu sambil tertawa. "Waktu itu aku masih ada urusan lain, dan saat itu aku juga merasa tidak harus segera menangkap-mu... Jadi jangan kira aku takut padamu dan kabur begitu saja." Ucap pria itu dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Tak usah banyak alasan... Bilang saja jika kau memang kabur karena ketakutan." Ucap Anton yang sengaja memancing amarah pria tersebut.


Pria itu pun tampaknya terpancing dan ia pun langsung memunculkan tiga belati di sela-sela jari tangan kiri dan tiga belati pula di sela-sela jari tangan kanan.


Setelah memunculkan enam belati itu, kini pria dengan wajah yang terbungkus bagaikan ninja itu pun langsung mengalirkan energi gelap miliknya ke belati-belati yang ada di tangannya itu guna memperkuat belati tersebut.


Setelah itu pria itu pun langsung melemparkan belati-nya ke arah Anton.


"Terima ini bocah!" Teriak pria itu sambil melemparkan belati-nya ke arah Anton.


Melihat enam belati itu melesat ke arahnya, Anton pun segera memunculkan dua pedang di tangannya, yakni pedang angin dan pedang petir.


Dengan kedua pedang itu Anton pun langsung menangkis serangan belati itu dengan penuh percaya diri.


Namun hal yang mengejutkan terjadi, Anton tak menyangka kalau ternyata kekuatan enam belati yang melesat ke arahnya itu ternyata lebih kuat dari pada belati-belati lainnya saat ia pertama kali bertarung dengan pria tersebut.


Hak itu pun membuat pedang Anton langsung bergetar kuat saat mengenai belati itu. Sampai-sampai pedang Anton hampir terlepas dari tangannya.


Namun dengan cepat Anton kembali memperkuat genggamannya pada pedang yang ia gunakan dan ia menahan lima belati lainnya yang tersisa menggunakan kedua pedang itu.


Hantaman belati pada pedang Anton pun sangatlah kuat dan hal itu membuat Anton terdorong ke belakang.


Karena saat ini Anton sedang berada di atas dahan pohon, Anton pun hampir terjatuh ketika ia terdorong ke belakang.


Hal itu pun membuat Anton mau tak mau harus melompat dan mendarat ke dahan pohon lainnya yang ada di belakangnya saat ini.


"Sial!... Serangan belati-nya kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya!... Apa pria ini sebelumnya benar-benar hanya menahan diri saja saat melawan-ku waktu itu?" Pikir Anton dengan ekspresi serius.


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...

__ADS_1



__ADS_2