Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Melawan Utusan Peneliti


__ADS_3

Saat ini Anton dan pria misterius yang di kirim oleh peneliti untuk memata matai Anton kini sedang melakukan pertarungan.


Tampak pria misterius itu terus melancarkan serangan ke arah Anton secara beruntun.


Pria itu terus memunculkan belati yang sudah di perkuat di tangan kanan dan tangan kirinya.


Ia terus menerus memunculkan enam belati lalu di gunakannya keenam belati itu untuk menyerang Anton.


Sementara itu, Anton yang sedang di serang menggunakan belati itu kini langsung bergerak dengan cepat dan menghindari semua serangan belati tersebut.


Anton kini terlihat sedang melompat dari satu pohon ke pohon lainnya saat ia di serang oleh pria itu.


Beberapa dahan pohon hancur dan patah saat terkena serangan dari belati yang di lemparkan oleh pria itu.


Hal itu tentu saja bisa membuktikan bahwa belati yang di lemparkan itu benar-benar sangat kuat, dan bahkan lebih kuat daripada saat pertama kali melawan Anton.


"Benar-benar daya hancur yang mengerikan!... Kira-kira seperti apa jurus terkuat dari belati miliknya ini?!... Aku jadi sedikit penasaran!" Ucap Anton dalam hati sambil terus menghindar.


Namun Anton tidak hanya sekedar menghindar saja, sesekali Anton mencoba menahan serangan itu menggunakan pedang miliknya dan bahkan ia juga mencoba menebas belati itu dengan pedang miliknya.


Meskipun awalnya ia bisa merasa kesulitan menahan serangan itu, namun semakin banyak ia menangkis serangan belati tersebut kini ia pun semakin terbiasa dengan serangan itu dan mulai bisa sedikit mengimbangi kekuatan dari serangan belati tersebut.


Melihat hal itu, pria yang menyerang Anton itu pun segera mengubah dua belati di tangan kiri dan tangan kanannya menjadi pedang.


Kini pria itu susah memegang dua pedang di tangannya dan ia siap menggunakan kedua pedang itu untuk melawan Anton.


Pria itu pun segera maju menghampiri Anton dengan kecepatan yang luar biasa dan tak butuh waktu lama pria itu pun sudah berada di hadapan Anton.


Anton sedikit terkejut saat ia melihat pria itu susah berada di depannya, dan selagi pria itu masih berada di udara, pria itu pun langsung memutar tubuhnya sambil mengayunkan kedua pedangnya ke arah Anton seperti sebuah gasing yang sedang berputar.


Melihat hal itu, Anton pun segera melompat ke belakang menghindari tebasan tersebut.


Begitu pria tersebut mendarat di dahan pohon tempat Anton berdiri sebelumnya, kini pria itu kembali melompat ke arah Anton dengan cepat.

__ADS_1


Sementara itu Anton kini sudah mendarat di salah satu dahan pohon lainnya dan dengan segera Anton pun menyambut kedatangan pria itu.


Pria itu langsung menebas-kan kedua pedangnya ke arah Anton, namun dengan segera Anton memblokir kedua pedang itu menggunakan pedang petir miliknya.


Setelah itu ia pun langsung melangkah ke samping karena tekanan dari tebasan kedua pedang pria itu sangat kuat dan tak bisa ia paksakan menahannya hanya dengan satu pedang saja.


Oleh karena itu Anton membiarkan tangan kirinya bergerak ke bawah bersamaan dengan berbeloknya arah tebasan pria itu karena pergerakan Anton yang berhasil membelokkan-nya.


Setelah Anton melangkah cepat ke samping, tampak pria itu mendarat begitu saja ke samping Anton, sementara Anton pun dengan segera menusukkan pedang yang ada di tangan kanannya ke arah pria itu.


Pria itu terkejut dengan pergerakan Anton yang seperti itu.


Beruntung pria itu masih bisa mengantisipasi serangan Anton dengan mengayunkan satu pedang-nya untuk menangkis serangan pedang Anton.


Jika tidak pria itu pasti sudah mati terkena tusukan pedang Anton.


Pria itu pun kini langsung jatuh ke tanah karena ia melakukan gerakan tiba-tiba dan di luar dugaan-nya saat ia harus menangkis tusukan pedang Anton.


SREEETTT


Pria itu jatuh namun ia tetap bisa mempertahankan posisi berdiri-nya dan hal itulah yang membuat kedua telapak kakinya saling bergesekan dengan tanah.


"Sial!... Hampir saja aku mati di buatnya!" Pikir pria itu sambil melihat bajunya yang sedikit sobek akibat tusukkan yang hampir saja mengenai tubuhnya.


"Lambat sedikit saja nyawa-ku benar-benar akan melayang!" Pikir pria itu sambil menatap Anton dengan tatapan waspada.


"Bocah ini!... Pergerakkan-nya benar-benar tidak mudah di prediksi!... Aku harus tetap waspada saat bertarung dengannya!" Ucap pria itu dengan tatapan serius menatap Anton.


Baru saja pria itu berkata demikian, kini Anton pun sudah melompat ke bawah dan mendarat tepat sekitar jarak dua puluh meter dari tempat pria itu berdiri.


"Pertarungan masih belum berakhir!... Kenapa kau terlihat terkejut dan waspada seperti itu?... Apa ada sesuatu yang tidak kau duga sedang terjadi?" Tanya Anton dengan tatapan tajam.


"Hahah... Ketahuan ya." Balas pria itu sambil tertawa.

__ADS_1


"Kau tak perlu khawatir!.. Hal itu tidak akan membuat pertarungan ini terhenti bocah!" Ucap pria itu lagi, dan kali ini pria itu pun kembali berlari ke arah Anton dengan cepat.


Lalu pria itu pun langsung menebas-kan pedang-nya ke arah Anton. Tebasan-nya itu ia lancarkan dari jarak yang masih berjauhan dari Anton karena tebasan itu merupakan tebasan yang memunculkan beberapa belati.


Kira-kira jumlah belati itu sebanyak empat belati dan keempat belati itu langsung melesat ke arah Anton.


Melihat belati itu, Anton pun dengan segera menghindar.


Ia menggunakan teknik melangkah untuk menghindari serangan itu.


Jadi hanya dengan langkah kecil sambil mengubah posisi tubuhnya saat bergerak, Anton pun bisa menghindari serangan empat belati itu dengan mudah dan hanya dengan gerakan yang minim.


Baru saja empat belati itu berlalu, kini pria misterius kiriman peneliti itu sudah berada di hadapan Anton dan posisi pria itu berada di udara.


Pria itu kemudian langsung menebas-kan pedang-nya ke arah Anton.


Namun dengan sigap Anton langsung menangkis serangan pedang itu.


Tak cukup sampai di situ saja, pria itu kini mendarat ke tanah dan baru saja ia mendarat kini ia pun segera menebas-kan lagi pedangnya ke arah Anton dengan sangat cepat.


Namun Anton pun masih bisa menangkis serangan itu menggunakan pedang-nya.


Akhirnya pria itu pun kembali menyerang lagi. Ia mengayun-kan lagi pedangnya dengan cepat ke arah Anton.


Lagi, lagi, dan lagi!... Namun tak satu pun serangan pria itu berhasil menembus pertahanan dari gerakan Anton saat menangkis serangan pria itu.


Semua serangan pria itu berhasil di tangkis oleh Anton.


Namun, meskipun Anton berhasil menangkis semua serangan, akan tetapi bukan berarti Anton sedang unggul, karena sebenarnya saat ini Anton juga hanya bisa bertahan karena pria itu sama sekali tak memberi kesempatan pada Anton untuk melakukan serangan balik sehingga Anton pun hanya bisa terus-terusan menangkis serangan pria itu tanpa sempat memberi serangan balik.


"Sial!... Cepat sekali serangannya!" Batin Anton dengan ekspresi kesal.


"Sial!... Bocah ini terlalu lincah!... Pertahanannya sama sekali tak bisa ku tembus!" Pikir pria itu yang saat ini juga menunjukkan ekspresi kesal di balik topeng penyamarannya.

__ADS_1


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...



__ADS_2