Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Buronan Kerajaan


__ADS_3

Setelah Anton memberi tahukan pada tuan Hiruzwen dan Ligoso tentang ia yang memutuskan untuk keluar dari serikat pembebasan, kini tuan Hiruzwen dan Ligoso pun hanya bisa terkejut.


"jadi kau sudah mengantisipasi agar tak ada rekan-rekan mu yang menjadi korban dari masalah ini?" Tanya tuan Hiruzwen memastikan.


"Ya benar... Memang itulah tujuanku." Jawab Anton dengan pasti.


"Begitu ya... Jadi apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Ligoso.


"Untuk saat ini aku akan memilih untuk bersembunyi terlebih dahulu di hutan... Namun apa bila terjadi penyerangan terhadap diriku, maka aku tak punya pilihan lain selain melawan." Ucap Anton.


Kemudian Anton pun berdiri dari duduknya dan langsung melangkah ke arah jendela serta membelakangi tuan Hiruzwen dan Ligoso.


"Untuk saat ini sebaiknya kalian jangan berpihak padaku lagi... Karena saat ini, besar kemungkinan aku akan menjadi buronan bagi seluruh umat manusia!... Semua orang akan menjadi musuhku, oleh karena itu, sebaiknya kalian jangan berhubungan denganku lagi." Ucap Anton sambil membuka jendela.


Setelah itu Anton pun memuncul-kan pedang besar milik-nya di luar jendela dan setelah itu ia melompat ke atas pedang itu


"Oh iya... Jangan beritahukan hal ini pada anggota serikat pembebasan, karena jika mereka mengetahui kebenarannya, bisa saja mereka akan berniat untuk memihak-ku dan jika hal itu terjadi, maka sia-sia saja tindakan ku yang membuat mereka sakit hati kemarin." Ucap Anton.


"Baiklah, kami akan jaga rahasia ini." balat tuan Hiruzwen.


********


Hari sudah semakin siang dan saat ini orang-orang dari pihak peneliti telah memberikan sebuah informasi ke kerajaan dan memberikan usulan untuk melakukan penangkapan terhadap Anton.


Para peneliti tersebut memberikan informasi yang menjelaskan tentang kekuatan Anton yang sangat misterius namun juga sangat kuat.


Saat ini tampak salah satu peneliti sedang berbicara dengan sang raja Banesu, yakni raja yang memimpin kerajaan Sulteng saat ini.

__ADS_1


"Apa kalian yakin dengan proyek penelitian kalian ini?" Tanya raja Banesu.


"Tentu saja yang mulia, kami sangat yakin akan hal itu... Saat ini kami sudah membuat beberapa penemuan dan hanya perlu menggunakannya pada bocah itu, dan jika bocah itu menjadi kelinci percobaannya maka kekuatan bocah itu pasti bisa di kloning dan bisa bagikan dengan para pemburu monster lainnya... Dengan begitu, maka semua pemburu monster yang ada di kerajaan ini akan menjadi semakin kuat dan hal itu akan sangat menguntungkan umat manusia!" Ucap sang peneliti dengan semangatnya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menyetujui rencanamu itu." Ucap raja Banesu.


Lalu raja Banesu pun langsung memberikan sebuah surat perintah pada si peneliti itu, dan melalui surat itu sang raja memberikan perintah untuk mengumpulkan seluruh pemburu monster di seluruh kerajaan ini dengan tujuan untuk memburu Anton.


Dengan demikian, kini Anton pun sudah di tetapkan sebagai buronan kerajaan dan dengan surat tersebut serta desakan dari masyarakat yang sepemikir dengan para peneliti tersebut, kini seluruh pemburu monster pun mau tak mau harus mengikuti perintah tersebut.


Hari berikutnya pun telah tiba dan kini seluruh pemimpin kantor asosiasi pemburu monster baik dari kantor pusat dan kantor cabang kini semuanya mendapat peringatan untuk mengumpulkan semua pemburu monster yang ada saat ini.


Semua pemimpin asosiasi pemburu monster melakukan hal itu dan tidak terkecuali pula dengan tuan Hiruzwen.


Meskipun tuan Hiruzwen sudah mendapatkan informasi lengkap mengenai tugas yang akan di berikan sehingga semua pemburu monster harus di kumpulkan, namun tuan Hiruzwen hanya bisa mengikuti aturan saat ini.


"Anton... Semoga kau bisa selamat dari semua masalah ini." Ucap tuan Hiruzwen.


*******


Tujuan mereka saat ini adalah menghadiri panggilan mendadak yang mengharuskan semua pemburu monster untuk hadir dan berkumpul di tempat tersebut.


Setelah bersiap-siap, kini Karina dan yang lainnya pun segera pergi ke kantor asosiasi pemburu monster.


Tak butuh waktu lama mereka pun tiba di halaman depan kantor tersebut dan di halaman kantor asosiasi itu kini sudah di penuhi oleh para pemburu monster lainnya yang sudah datang sejak tadi.


Banyak dari mereka yang sudah mendengar rumor tentang Anton dan mereka tampak sedang membahas hal itu dengan suara kecil.

__ADS_1


Selang satu menit kedatangan Karina dan seluruh anggota serikat pembebasan, kini datang pula salah satu serikat yang cukup berpengaruh di tembok ke enam itu.


Mereka adalah serikat Kirasu yang di pimpin oleh seorang pria yang saat ini berada di level 112.


Pemimpin mereka itu bernama Satno, dan anggota yang di pimpin oleh Satno saat ini berjumlah 31 orang.


"Ohh... Bukankah ini serikat yang di pimpin oleh pengkhianat yang di rumorkan itu?" Ucap satno sambil menatap Karina dan yang lainnya dengan tatapan angkuh.


"Di mana pemimpin kalian itu hah... Apa dia takut menunjukkan wajahnya karena sekarang sudah jadi buronan banyak orang?" Ucap satno lagi.


Mendengar ucapan Satno, kini seluruh anggota serikat pembebasan pun langsung menatap tajam ke arah Satno.


"Sebaiknya kau jaga ucapanmu itu ikan teri... Lagi pula orang yang kau sebut penghianat itu sudah tak ada di serikat kami!... Dia sudah keluar dari serikat pembebasan!" Ucap Natan dengan tegas sambil terus menatap tajam ke arah Satno.


"Hei, Karina, apa kau juga sudah mendengar rumor tentang Zero baru-baru ini?" Tanya Natan dengan suara kecil tanpa menoleh ke arah Karina.


"Uhm..." Gumam Karina sambil mengangguk.


"Aku juga sudah mendengarnya." Ucap Sisilia menyela.


"Kami juga sudah mendengarnya." Ucap Natan.


Tak lama setelah itu, kini pemimpin asosiasi cabang ke lima itu pun tampak memunculkan diri di hadapan para pemburu monster yang sudah berkumpul saat ini.


Pemimpin asosiasi cabang ke lima itu bernama Nadoyo, dan Nadoyo saat ini sudah berdiri di sebuah beranda lantai dua dari kantor tersebut serta menghadap ke arah halaman kantor tempat para pemburu monster sedang berkumpul saat ini sehingga dengan begitu seluruh pemburu monster bisa melihat dirinya di atas sana.


"Para pemburu monster sekalian!" Ucap Nadoyo dengan suara yang terdengar tegas.

__ADS_1


Suara Nadoyo pun terdengar oleh seluruh pemburu monster yang sedang berkumpul tersebut, dan setelah itu semua pemburu monster itu langsung menghentikan segala percakapan mereka dan langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah Nadoyo.


"Hari ini, berdasarkan keputusan dari yang mulia raja Banesu, bahwa saat ini, di adakannya pertemuan serentak untuk semua pemburu monster di masing-masing wilayah tembok yang ada... Oleh karena itu kami dari kantor asosiasi cabang ke lima mengumpulkan kalian semua di sini untuk menyampaikan perintah dari sang raja." Ucap Nadoyo memulai pembahasan yang akan ia sampaikan hari ini.


__ADS_2