Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Dua Pria Misterius


__ADS_3

Setelah kemunculan kedua pria misterius itu membuat mereka terkejut, kini mereka juga terkejut setelah mengetahui level dari kedua pria itu yang ternyata hanya level nol saja.


Namun, meskipun demikian, mereka semua kini tak bisa bertingkah sok jago di hadapan kedua pria itu mengingat pengalaman yang sudah-sudah, apa lagi saat ini kedua pria itu datang dengan hawa intimidasi yang sangat kuat dan bahkan membuat beberapa pemburu monster dengan level yang rendah langsung gemetaran di buatnya.


"Orang-orang ini!... Apa jangan-jangan mereka juga sama dengan bocah itu?!" Pikir ayah Karina.


Sementara itu, kedua pria misterius itu tampak sangat tenang dan hanya berdiri di hadapan para pemburu monster yang jumlahnya cukup banyak itu.


Jumlah pemburu monster itu kira-kira lebih dari 200 orang.


Salah satu pria misterius pun kini mulai berbicara pada para pemburu monster tersebut dengan tenang namun bisa terdengar oleh seluruh pemburu monster tersebut.


"Hanya mahluk dengan kekuatan rendahan seperti kalian ini ingin menyerang tuan muda?... hump!... Sebaiknya kalian berpikir dua kali untuk melakukannya!" Ucap pria tersebut.


"Tuan muda?... Apa maksudnya?" Ucap salah satu dari para pemburu monster itu.


Lalu pria misterius itu langsung menangkupkan kedua tangannya pada seorang pria misterius yang satunya yang saat ini sedang berdiri di sampingnya.


"Yang mulia... Bolehkah aku menghabisi orang-orang ini agar tak sampai pada tuan muda?" Tanya pria tersebut.


"Hmm... Lakukan saja... Toh tujuan kita ke tempat ini memang untuk membantunya membereskan orang-orang bodoh seperti ini." Jawab pria yang di sebut yang mulia itu.


"Baik yang mulia!" Balas pria itu dan kemudian kembali menoleh ke arah para pemburu monster yang ada di depan mereka saat ini.


Lalu pria itu pun segera menggerakkan kedua tangannya dengan beberapa variasi, dan setelah itu ia menyatukan kedua telapak tangannya itu di depan dadanya.


Setelah itu ia perlahan menarik kembali kedua tangannya ke samping dan di saat bersamaan terbentuklah sebuah gumpalan energi petir di depan tubuh pria itu.


Gumpalan petir itu memancarkan percikan petir yang cukup besar dan menyambar dengan panjang Sambaran mencapai 4 meter lebih.


Melihat hal itu, seluruh pemburu monster itu pun segera berwaspada dengan apa yang mereka lihat saat ini.


"Orang itu akan menyerang!... Bersiap untuk bertarung!" Ucap Ricardo dengan tegas.

__ADS_1


Kemudian Ricardo pun segera mengangkat tangan kanannya ke udara dan seketika terbentuklah puluhan jarum beracun di udara.


Sementara itu enam pemburu monster terkuat lainnya kini juga mulai menyiapkan serangan mereka.


Namun belum selesai mereka menyiapkan serangan mereka, kini pria misterius itu pun sudah melesatkan gumpalan petir itu ke arah mereka.


Gumpalan petir itu pun melesat cepat.


Melihat hal itu mereka pun segera melompat ke samping dan belakang untuk menghindari gumpalan petir tersebut.


"Serangan macam apa yang sebenarnya di lakukan orang ini?!" pikir Ricardo Arsila.


Kini gumpalan petir yang berhenti dan melayang di tengah-tengah kerumunan mereka itu pun membuat mereka penasaran karena gumpalan petir itu sama sekali tak bereaksi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Karinto Manodo si peringkat 2 di top ranking Pemburu Monster.


"Jangan pikirkan hal itu!... Yang jelasnya jangan lengah dan segeralah menjauhi benda itu!" Balas Bangka Sipago si peringkat ke empat dalam top ranking pemburu monster.


Baru saja Bangka Sipago berkata seperti itu, kini si pria misterius itu pun segera mengangkat tangannya ke depan dan langsung mengepalkan tangannya.


Seketika dari gumpalan petir itu menyambar puluhan petir yang sangat kuat.


Jarak Sambaran petir itu sangatlah luas dan mencakup semua pemburu monster yang ada di sekitarnya saat ini.


Seluruh pemburu monster itu pun di buat terkejut.


Petir itu menyambar dengan cepat dan langsung mengenai beberapa pemburu monster dengan level rendah.


Sementara beberapa pemburu monster dengan level 140 ke atas berhasil menghindari serangan petir tersebut.


Selain itu, Ricardo dan enam orang pemburu monster top ranking lainnya saat ini berhasil menghindar dan bahkan melakukan serangan balik terhadap petir tersebut hingga petir itu hancur dan tak lagi mengincar mereka.


Tampak Ricardo Arsila menembakkan jarum beracun miliknya ke arah petir yang melesat ke arahnya. Namun satu jarum saja tidak cukup karena Sambaran petir itu sangat kuat dan membuat jarum miliknya langsung hancur begitu saja.

__ADS_1


Akhirnya Ricardo pun langsung menyatukan semua jarum beracun miliknya dan menembakkan jarum itu ke arah petir tersebut dan berhasil menghancurkan petir yang bergerak ke arahnya.


Setelah itu, tampak dari arah samping Ricardo terlihat Angkio Sibonu yang sedang menghentikan petir menggunakan es berujung runcing.


Angkio menggerakkan kedua tangannya dan memunculkan sebuah balok es dengan ujung yang tajam.


Balok es berujung runcing itu melayang di depan Angkio dan setelah itu Angkio pun menembakkan es berujung runcing itu ke arah petir yang menyerang-nya.


Petir itu pun berhasil di hentikan meskipun es milik Angkio juga ikut hancur di buatnya.


"Orang ini tak bisa di remehkan!" Ucap Angkio dalam hati.


Lalu Angkio pun segera mendekati Ricardo.


"Ricardo!... Sebaiknya sekarang kau dan anggotamu serta beberapa dari top ranking pemburu monster yang ada saat ini segera mengejar bocah itu!" Ucap Angkio.


"Bagaimana dengan orang ini?!" Tanya Ricardo.


"Tenang saja!... Serahkan orang ini padaku dan rekan-rekanku." Jawab Angkio dengan percaya diri.


"Baiklah kalau begitu!" Balas Ricardo setelah berpikir sesaat.


Setelah itu, kini Karinto Manodo, Bangka, Sipago, dan Tindolo Saligotu langsung mengikuti Ricardo Arsila, sementara Partono Sintuwu dan Saruto Sarisono saat ini tetap bertahan untuk membantu Angkio karena mereka merasa bahwa Angkio tidak akan mungkin bisa menahan kedua pria misterius itu seorang diri.


"Jangan biarkan kedua orang ini mengejar Ricardo dan yang lainnya!" Ucap Angkio dengan tegas.


Lalu kini seluruh anggota Angkio segera mengepung kedua pria misterius itu dari segala sisi.


Tidak hanya anggota Angkio saja, kini anggota serikat yang di pimpin oleh Saruto dan Partono pun juga ikut mengepung, sementara itu Saruto, Partono, dan Angkio saat ini berdiri di depan para anggota mereka dengan pola segitiga di mana kedua pria misterius itu saat ini berada di tengah-tengah mereka.


Namun kedua pria misterius itu tampak tenang-tenang saja dan tidak begitu peduli dengan para pemburu monster yang sedang mengepung mereka.


"Apa kita perlu mengejar orang-orang yang pergi ke tempat tuan muda?" Tanya si pria misterius pada orang yang sangat ia hargai yang saat ini berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Tidak perlu... Anak itu Tidak sepenuhnya membutuhkan perlindungan jika lawannya hanya mereka saja... Lagi pula aku juga ingin memastikan sesuatu darinya." Balas pria misterius yang di sanjung-sanjung oleh pria misterius sebelumnya.


"Baiklah kalau begitu."


__ADS_2