Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Terbebas (3)


__ADS_3

Setelah beberapa saat si pria misterius itu menunggu, akhir-nya dari gedung kantor pusat penelitian energi gelap itu kini keluarlah sosok Anton dan yang lainnya.


Mereka semua keluar secara bersamaan dan saat pria tersebut melihat sosok Anton yang kini sudah tidak mengenakan energi Saga tingkat legendarisnya, pria itu pun jadi semakin penasaran.


Selain itu, pria misterius itu juga kini jadi semakin penasaran ketika melihat sosok Anton yang saat ini dalam mode penyamaran sebagai Zero, dan hal itu membuat pria tersebut jadi tidak mengenali Anton.


Hal itu pun menambah rasa penasaran dari si pria misterius itu. Ia pun akhirnya berasumsi bahwa kekuatan tingkat Legendaris yang ia rasakan sebelumnya itu berasal dari Zero, namun satu hal yang membuatnya jadi bingung, hal itu di karenakan saat ini ia sudah tidak merasakan bahwa Zero memiliki kekuatan tingkat legendaris itu.


Hal itu pun membuat pria misterius itu menjadi pusing memikirkannya.


"Ahh... Benar-benar membingungkan!... Siapa sebenarnya orang itu?... Kenapa dia juga punya energi Saga?... Apa jangan-jangan dia datang ke tempat ini sama seperti yang ku lakukan?" Pikir pria misterius itu sambil memijat kecil kepalanya.


Sementara itu, Anton dan kawan-kawannya yang baru saja keluar dari tempat itu kini bisa mendeteksi kekuatan dari si pria misterius itu.


Seketika Anton yang baru saja melakukan pendeteksian itu langsung terkejut karena ia bisa merasakan sebuah energi yang sama dengan yang ia miliki.


"I... Ini energi Saga!" Ucap Anton dalam hati.


Lalu Anton pun langsung menoleh ke puncak gedung yang jaraknya tidak jauh dari kantor pusat penelitian energi gelap saat ini, dan begitu ia menoleh, ia pun melihat sosok seorang pria misterius yang sedang berdiri dan memperhatikan mereka dari atas puncak gedung itu.


Anton dan pria itu pun akhirnya saling bertemu pandang, namun saat ini keduanya sama sekali tidak saling mengenali karena mereka berdua sedang dalam mode penyamarannya masing-masing.


"Siapa lagi orang itu?" Pikir Anton.


Anton pun berhenti melangkah, sementara rombongan lainnya terus berjalan.


Aris dan Natan yang melihat Anton yang sedang berhenti itu pun kini langsung ikut berhenti.


Lalu keduanya pun memperhatikan Anton dengan seksama dan saat mereka berdua menyadari bahwa Anton sedang menatap sesuatu, mereka berdua pun akhirnya menoleh ke arah yang sedang di tatap oleh Anton saat ini.

__ADS_1


Begitu keduanya menoleh ke arah yang sama dengan yang di tatap Anton itu, kini mereka berdua pun juga bisa melihat sosok pria tersebut yang sedang berdiri dan menoleh ke arah mereka.


"Apa kau mengenali orang itu Zero?" Tanya Natan tanpa menoleh ke arah Anton dan terus menatap pria misterius tersebut.


"Aku tak mengenalinya, tapi sepertinya sedari tadi ia terus-menerus memperhatikan kita dari atas sana dan itu membuatku merasa tidak nyaman!" Jawab Anton yang juga tidak menoleh dan hanya terus menatap pria itu.


"Apa perlu kita datangi dia?" Tanya Aris.


"Tidak perlu!" Jawab Anton dengan suara yang sedikit di tekan. "Orang itu jauh lebih kuat dari kalian!... Bahakan ia jauh lebih kuat dariku... Sebaiknya sekarang kita diam saja dan lihat apa yang akan terjadi berikutnya... Lagi pula kita juga tidak tahu apakah dia kawan atau lawan... Yang jelasnya untuk sekarang sebaiknya kita tak mengusik orang itu." Jawab Anton memberi alasan.


Namun memang benar bahwa pria itu jauh lebih kuat dari Anton saat ini, karena pria itu saat ini sudah berada di tingkat Epic, yaitu tingkatan yang hanya berada satu tingkat di bawah tingkat Legendaris.


Setelah Anton berkata seperti itu, tak lama kemudian pria misterius itu pun langsung berhenti menatap Anton.


Ia kemudian berbalik badan dan segera beranjak dari puncak gedung tersebut.


Pria itu langsung melompat dari gedung tersebut dan memunculkan sebuah pedang besar di udara.


Seketika Natan dan Aris yang melihat jurus yang di gunakan oleh pria itu untuk terbang kini langsung terkejut karena jurus itu sama seperti yang jurus yang biasa Anton gunakan untuk terbang.


"Itu kan!" Ucap mereka berdua terkejut.


"Orang itu memiliki jenis energi yang sama denganku... Namun tingkatan kekuatannya sangat jauh di atasku... Oleh karena itu aku melarang kalian untuk berurusan dengannya." Ucap Anton menyela.


Natan dan Aris pun langsung menoleh ke arah Anton dengan serentak.


"Zero... Sebenarnya kekuatan apa yang kau miliki itu, dan apakah itu akan membawa bencana atau membawa keselamatan?" Tanya Natan dengan ekspresi wajah yang tampak serius.


Lalu Anton pun menoleh ke arah Natan dan Aris serta menjawab pertanyaan Natan barusan.

__ADS_1


"Tidak ada yang pasti dari sebuah kekuatan... Setiap kekuatan itu bergantung pada pemakainya... Jika pemakainya ingin menggunakan kekuatan itu untuk menghancurkan dunia, maka kekuatan itu bisa berpotensi menghancurkan... Namun jika di gunakan oleh orang yang ingin melindungi dunia, maka kekuatan itu ada untuk melindungi." Jawab Anton dengan ekspresi datar.


Lalu Anton pun kembali melanjutkan langkanya yang sempat terhenti itu tanpa menunggu tanggapan dari Natan setelah ia berbicara seperti itu pada Natan.


"Hah... Memang benar sih... Selama kau berjalan di jalan yang benar maka aku tidak perlu khawatir." Ucap Natan sambil menghela nafas dan kemudian mengikuti Anton dari belakang.


"Hahahaha... Pada dasarnya semua jenis kekuatan memang seperti itu sih... Akan berguna jika di tangan yang tepat." Ujar Aris sambil berjalan di samping Natan.


Karena saat ini hari sudah malam, kini Anton dan yang lainnya kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat.


Sementara itu, karena saat ini mereka kebetulan berada di kota awal, akhirnya Karina pun memutuskan untuk menginap di rumah kedua orangtuanya malam ini, sementara yang lainnya langsung kembali ke rumah masing-masing.


"Tempat tinggal kalian masih jauh dari sini bukan?" Ucap Karina mencoba mengajak para anggota serikat pembebasan untuk menginap di rumahnya.


"Bagaimana jika malam ini kalian menginap saja di tempatku... Lagi pula malam sudah larut." Ucap Karina mengajak.


"boleh juga.... Tapi, apa orangtuamu tidak akan keberatan?" Tanya Sisilia.


"Tenang saja... Mereka pasti memakluminya." Jawab Karina sambil tersenyum.


Setelah itu Karina terus membujuk mereka semua hingga akhirnya mereka pun mau menginap di kediaman orangtua Karina saat ini.


Setelah membuat keputusan, kini Karina pun meminta izin pada ayahnya untuk membawa teman-temannya ke rumah.


"Boleh saja... Lagi pula di rumah masih ada beberapa kamar kosong." Jawab ayah Karina membolehkan mereka untuk menginap.


"Kalau begitu kami sangat berterimakasih paman." Ucap Natan dan yang lainnya.


"Uhmm." Gumam Ricardo menanggapi.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku dan para anggotaku akan kembali ke markas, biar Surip saja yang mengantar kalian sampai ke rumah dan memastikan kalian aman sampai tujuan." Ucap Ricardo.


Lalu Ricardo menyuruh salah satu anggotanya yang bernama Surip itu untuk menemani Karina dan yang lainnya hingga sampai ke rumah.


__ADS_2