
Pertarungan Anton dan Topeo kini semakin sengit.
Anton kini sudah melompat turun dari pedangnya dan ia melesatkan pedang yang ia naiki itu ke arah Topeo sambil ia juga berlari ke arah Topeo.
Melihat pedang tersebut mendekat, Topeo pun langsung memblokir pedang Anton itu menggunakan kedua pedang yang ada di tangannya saat ini.
Serangan dari pedang yang di naiki oleh Anton itu terbilang cukup kuat karena saat Topeo memblokir serangan itu, Topeo sampai terdorong ke belakang dengan kaki yang terseret-seret di tanah.
"Tekanan pedangnya sangat kuat!" Batin Topeo.
Meskipun saat ini level Topeo lebih tinggi dari Anton, namun bukan berarti semua jurus milik Anton adalah yang terlemah.
Bisa di bilang, semakin sering menggunakan jurus tertentu, maka jurus itu akan semakin kuat dan semakin terlatih, serta si pengguna jurus pun akan semakin ahli dalam menggunakan jurus tersebut.
Jurus pedang ini sudah sering di gunakan oleh Anton, oleh sebab itu, ia sudah semakin ahli dalam menggunakan jurus tersebut dan bahkan ia bisa meningkatkan kekuatan dari jurus itu seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya pengalaman yang ia dapatkan dari setiap pertarungan yang ia lalui.
Setelah Topeo berhasil menahan serangan Anton, kini Topeo langsung meluruskan kembali tubuhnya dari posisi bertahan sebelumnya.
Baru saja meluruskan tubuh dan berdiri tegak, kini Anton sudah berada di depannya dan tampak sudah siap melakukan tebasan ke leher Topeo menggunakan pedang petir.
Topeo pun dengan refleks melompat ke belakang menghindari tebasan tersebut.
Namun serangan Anton tidak cukup sampai di situ saja.
Dengan gerakan yang cepat Anton langsung memutar tubuhnya dan mengarahkan pedang api di tangannya ke arah Topeo, dan dari pedang api itu melesat satu persatu bola api.
Bola api di tembakkan dari pedang api itu dan langsung melesat ke arah Topeo.
Topeo yang bahkan masih berada di udara dengan cepat menebas beberapa bola api itu sebelum ia mendarat, dan bahkan setelah mendarat pun bola api itu masih di tembakkan ke arahnya.
Namun dengan gerakan cepat sambil memutar tubuh Topeo langsung menebas semuanya dan melakukan serangan balik menggunakan tebasan bulan sabit.
Tebasan bulan sabit itu memunculkan api dan petir berbentuk bulan sabit dan langsung melesat ke arah Anton.
__ADS_1
Namun dengan pergerakan yang lincah Anton langsung menghindar.
Anton melompat ke beberapa batang pohon serta dahan pohon di sekitarnya untuk menghindari serangan tersebut. Sementara si Topeo terus menyerang dengan brutal.
"Jangan hanya lari terus bocah!" Ucap Topeo dengan suara keras karena sejak ia menyerang menggunakan tebasan bulan sabit Anton sudah berhenti menyerang dan lebih banyak menghindar serta berpindah-pindah dari satu pohon ke pohon lainnya namun masih berada di sekitaran Topeo, atau bisa di sebut hanya mengelilingi topeo saja.
Anton tak menjawab ucapan Topeo, ia saat ini terus bergerak mengelilingi topeo dengan memanfaatkan pepohonan di hutan itu.
Karena kesal serangannya tak ada yang mengenai Anton satu pun, kini Topeo pun langsung menggunakan jurus terkuatnya saat ini, yakni pengendali seratus ular api.
Jurus ini memungkinkan Topeo untuk menciptakan seratus ular api yang bisa bergerak mengejar target dengan sendirinya.
Lebih tepatnya, saat si pengguna jurus menargetkan lawannya, maka saat itulah seratus ular api ini akan menyerang dan mengejar orang yang sudah di targetkan itu sampai orang yang di targetkan itu benar-benar terbunuh olehnya.
Topeo mulai menyiapkan jurusnya itu.
Ia menghilangkan kedua pedang di tangannya saat ini, dan setelah itu ia mulai menggerakkan kedua tangannya dengan beberapa variasi gerakan.
Di akhir gerakan itu ia mengangkat tangan kanannya ke udara dengan posisi telapak tangan terbuka dan mengarah ke langit.
Meskipun ukuranya tidak begitu besar, seperti para monster lainnya yang ukurannya sangat besar, namun jumlah ular ini ada seratus dan ia sudah di arahkan untuk menyerang Anton hingga Anton terbunuh.
Selain itu ketahan ular api ini cukup kuat dan hal itu membuat ular api ini tidak akan mudah di hancurkan.
Namun kelemahan dari jurus ini adalah penggunaan energinya sangat banyak dan tentunya itu bisa menguras sangat banyak energi dari tubuh Topeo saat ini.
"Meskipun jurus ini menguras banyak energi gelap di tubuhku!... Tapi setidaknya ini akan membuatku bisa mengalahkan-mu!" Ucap Topeo dengan penuh percaya diri.
Melihat seratus ular api itu, Anton pun kini hanya bisa menghela nafas panjang.
Ia saat ini sedang mencoba memikirkan solusi untuk membalas jurus yang sedang di gunakan oleh Topeo saat ini.
Namun saat Anton masih dalam keadaan berpikir, kini Topeo sudah melesatkan serangan ke arah Anton dan seratus ular api itu pun segera bergerak mengincar Anton.
__ADS_1
"Mati kau!" Ucap Topeo sambil mengayunkan tangan kanannya ke arah Anton.
Seratus ular api pun melesat dan bergerak ke berbagai arah dengan niat mengepung Anton.
Begitu Anton terkepung, para ular api itu pun langsung melesat ke arah Anton dengan sangat cepat.
Anton yang masih dalam keadaan berpikir kini terpaksa harus berpikir sambil menghindari semua serangan ular itu.
Para ular api itu mendekati Anton dan langsung membuka mulutnya dengan niat menerkam Anton.
Namun dengan gerakan yang lincah Anton menghindar bahkan sesekali menebas mereka menggunakan kedua pedang di tangannya, yakni pedang petir dan pedang angin.
"Monster ular ini cukup merepotkan!... Tapi apa pun yang terjadi aku harus tetap bertarung dengan kekuatanku sendiri agar pengalaman bertarung ku semakin meningkat dan kemampuan dari setiap jurus yang ku punyai juga semakin kuat!" Pikir Anton.
Lalu Anton pun langsung melompat ke udara, dan dengan segera ia menghilangkan pedang angin miliknya.
"Akan ku coba kombinasikan satu jurus lagi!" Ucap Anton dalam hati sambil memunculkan busur di tangan kirinya.
Busur itu adalah senjata energi yang ia miliki, yakni senjata energi yang bisa membuat objek tertentu mengkristal, bahkan udara sekali pun bisa di kristalkan meskipun jangkauannya tidak begitu luas dan hanya kira-kira bisa mencapai diameter 30cm saja, dan itu pun bagian yang di buat mengkristal hanya di bagian yang terkena atau tertusuk oleh anak panah dari serangan panah itu saja.
Setelah memunculkan panah busur itu, sesegera mungkin Anton mengubah pedang petir-nya menjadi anak panah yang cukup besar dan panjang.
Tidak hanya itu, Anton juga langsung memunculkan pedang petir lainnya di udara tepat di sekitar ia berada saat ini.
Lalu semua pedang petir yang ada di udara itu langsung berubah bentuk menjadi anak panah dan semua anak panah petir itu kini memiliki jalinan seperti sebuah benang petir ke arah anak panah petir yang saat ini sedang Anton gunakan di buat tersebut.
Tanpa berlama-lama lagi, Anton pun segera menargetkan beberapa ular api dengan cepat, dan setelah ia menargetkan ular api itu, ia pun langsung melepaskan anak panah miliknya itu.
Anak panah pun langsung melesat, dan bukan hanya satu saja, melainkan semua anak panah yang sebelumnya terjalin benang petir itu semuanya melesat dan bergerak ke arah para ular api yang sudah di targetkan oleh Anton.
Jurus ini sama dengan jurus penargetan milik Topeo.
Dengan kata lain, anak panah milik Anton akan melesat dan bergerak ke arah ular api milik Topeo, dan meskipun ular api itu menghindar, anak panah milik Anton itu akan memutar arah dan kembali melesat ke arah ular api tersebut sampai ia mengenai targetnya atau bahkan hanya mengenai objek tertentu barulah ia akan berhenti bergerak.
__ADS_1
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...