Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Monster Gurita


__ADS_3

Saat ini, Lisa dan Anita tampak terdiam.ketika Bruno mengatakan bahwa tuan Hiruzwen memperlakukan Anton seperti orang penting.


Memang benar, Hal itu juga bisa Anita dan Lisa sadari karena saat kedatangan Anton ke ruangan tuan Hiruzwen tampak tuan Hiruzwen langsung berdiri menyambut Anton, padahal saat yang lainnya datang tuan Hiruzwen sama sekali tidak melakukan hal yang sama.


Selain itu, tindakan tuan Hiruzwen untuk mengumpulkan mereka semua itu atas dasar keinginan dari Anton yang mereka kenal sebagai Zero.


Hal itu tentunya memperkuat pendapat Bruno tentang Anton yang memiliki kemampuan istimewa yang tidak bisa di samakan dengan yang lainnya.


"Untuk saat ini kita manfaatkan saja situasi ini untuk melihat seberapa kuat Zero yang sebenarnya sampai-sampai tuan Hiruzwen tampak sangat menghargai Zero." Ucap Bruno yang masih terus melesat dari satu pohon ke pohon lainnya dan di ikuti oleh Lisa, Anita serta Anton.


"Kau benar, kurasa ini memang saat yang tepat untuk itu!" Balas Lisa.


Sementara itu, Anton yang berada sedikit lebih jauh dari mereka tampak tidak begitu peduli dengan apa yang sedang di bahas oleh mereka bertiga.


Bahkan Anton pun tampak sangat acuh dan tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan mereka karena ia sadar diri bahwa dirinya sama sekali masih belum bisa sepenuhnya berbaur dengan mereka.


"Karena kebiasaan bertarung sendiri rasanya jadi sedikit rumit jika harus bertarung secara berkelompok." Pikir Anton.


Setelah beberapa saat mereka melakukan penyisiran di wilayah hutan itu, kini mereka berpapasan dengan seekor monster gurita.


Saat mereka berempat sedang asik-asiknya berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya, tiba-tiba mereka di kejutkan oleh empat tentakel gurita yang langsung melesat ke arah mereka berempat.


Seketika Bruno langsung terkejut melihat tentakel itu dan dengan refleks yang cepat Bruno langsung menciptakan perisai petir untuk melindungi dirinya dari serangan itu.


Serangan tentakel itu berhasil di hentikan oleh Bruno, namun sayangnya tidak bagi Lisa dan Anita.


Kini Lisa dan Anita tampak terlilit oleh tentakel gurita itu dan keduanya di tarik oleh gurita tersebut.


"Huaaa!!" Teriak Anita dan Lisa saat si monster gurita menarik mereka.


SING!!


SINGGGG!!


Dua tebasan petir berhasil di lesatkan dan membuat tentakel monster itu langsung putus sehingga Lisa dan Anita berhasil bebas dari tentakel tersebut.


Keduanya kini jatuh karena tiba-tiba terlepas dari tentakel gurita.

__ADS_1


"Aaaaa!!"


Keduanya kembali berteriak.


Namun tiba-tiba tubuh mereka berdua langsung di tangkap oleh sosok Zero menggunakan kedua tangannya.


Tampak Anton membuat sebuah tangan raksasa yang berasal dari elemen angin miliknya untuk menangkap Lisa dan Anita.


Tangan raksasa milik Anton itu tersambung dengan tangan Anton dan sebelumnya Anton jugalah yang telah menyerang tentakel gurita itu menggunakan kekuatan petir milik-nya.


"Apa kalian baik-baik saja?" Tanya Anton yang saat ini sedang terbang menggunakan pedang miliknya.


Seketika Lisa dan Anita pun langsung takjub melihat apa yang sedang di lakukan oleh Anton saat ini.


"Ka... Kau bisa terbang?!" Ucap Lisa yang tampak seperti tidak percaya akan apa yang di lihatnya.


"Sejak kapan kau bisa terbang?!" Tanya Anita.


"Itu tidak penting!" Balas Anton sambil menarik mereka berdua dan menurunkan mereka berdua ke salah satu dahan pohon yang ada di dekatnya.


"Yang terpenting saat ini kita harus menemukan dari mana datangnya serangan tentakel monster ini." Ucap Anton yang tampak tetap tenang sementara Lisa dan Anita terlihat tegang.


Monster itu tampaknya sedang mencoba menyergap mereka saat mereka lewat namun alhasil ia gagal melakukannya karena Anton bisa bergerak cepat mengantisipasi keadaan itu.


Tak lama setelah itu kini Bruno pun langsung mendarat di samping Lisa dan Anita.


"Maaf, aku tak sempat membuat perisai untuk melindungi kalian berdua!" Ucap Bruno meminta maaf karena ia yang berada dekat dengan Lisa dan Anita seharusnya bisa lebih cepat melindungi Lisa dan Anita ketimbang Anton, tapi nyatanya malah Anton yang lebih dulu bergerak cepat serta refleks untuk menyelamatkan Lisa dan Anita.


"Tidak masalah, lagi pula jika kau tidak menebas tentakel gurita tadi mungkin Zero tak akan sempat menangkap kami berdua." Balas Lisa yang tidak mengetahui bahwa yang sebenarnya memotong tentakel gurita itu adalah Zero.


"Memotong tentakel gurita?... Aku tidak melakukan itu." Ucap Bruno yang tampak bingung karena memang Bruno juga tak sempat melihat pergerakan Anton saat menyelamatkan Lisa dan Anita.


Saat itu Bruno hanya fokus menahan serangan tentakel gurita itu serta mencoba mematahkan serangan tentakel monster gurita itu.


"Lah?... Tapi tadi kami jelas-jelas melihat kalau itu adalah tebasan petir... Kalau bukan kau lantas siapa lagi yang melakukannya?" Tanya Anita memastikan.


Saat ini mereka bertiga sama sekali belum mengetahui bahwa Anton memiliki dua jenis elemen yang bisa ia kendalikan.

__ADS_1


Namun karena tak ada orang lain di sekitar mereka, kini mereka pun langsung menoleh ke arah Anton dengan ekspresi penuh tanya dan meminta jawaban.


"Zero... Apa jangan-jangan kau?..." Tanya Bruno menggantungkan perkataan-nya.


"Tidak usah di pikirkan, aku memang punya dua elemen... Sebenarnya sejak awal aku ingin mengatakannya pada kalian, tapi rasanya kalau aku mengatakannya mungkin kalian akan berpikir bahwa aku hanya mengada-ada saja, jadi aku pun memutuskan hanya mengatakan bahwa aku punya elemen angin." Ucap Anton menjelaskan tanpa menoleh ke arah Bruno dan yang lainnya.


Mendengar hal itu, seketika mereka bertiga jadi terdiam, terutama Lisa dan Anita yang selama ini selalu berpikir bahwa Anton hanyalah mengada-ada saja tentang kekuatannya.


"Te... Ternyata dia memang orang yang sangat mengejutkan." pikir Lisa yang tampak menyesali perkataannya sebelumnya yang telah meremehkan Anton.


Sementara itu Anton kini langsung mendarat ke tanah.


Ia saat ini mencoba untuk mencari keberadaan monster yang menyerang mereka secara tiba-tiba itu.


"Sebaiknya kalian berhati-hati, kita tidak tahu seperti apa monster yang bersembunyi saat ini." Ucap Anton.


Mendengar perkataan Anton, kini mereka bertiga pun langsung saling memandang satu sama lain dan setelah itu mereka menganggukkan kepalanya serentak.


Sesudah itu mereka bertiga pun langsung turun dari dahan pohon itu dan menghampiri Anton.


"Apa sebaiknya kita bergerak bersama-sama untuk mencarinya?" Tanya Anita pada Anton.


"Ya... Akan lebih aman jika kita tetap saling bersama agar bisa saling membantu, oleh karena itu kita harus tetap waspada." Ucap Anton.


"Oke." Balas Lisa menanggapi.


Setelah itu Anton pun langsung menggunakan jurus pendeteksian miliknya untuk mendeteksi keberadaan monster yang menyerang mereka saat ini.


Setelah melakukan pendeteksian, kini Anton pun menoleh ke arah kanan.


"Ayo ke sebelah sana!... Aku merasakan adanya monster di tempat itu." Ucap Anton setelah melakukan pendeteksian dan merasakan keberadaan monster di tempat yang ia tunjuk saat ini.


"Kau bisa merasakan keberadaan monster?" Tanya Bruno yang tampak sedikit terkejut karena hampir seluruh pemburu monster sama sekali tak bisa merasakan keberadaan monster karena mereka memang tak memiliki kemampuan pendeteksian seperti yang di miliki oleh Anton.


"Ya, aku bisa merasakan keberadaan monster... Bukan hanya monster saja, aku juga bahkan bisa merasakan keberadaan pemburu monster lainnya di sekitarku meskipun begitu para pemburu monster itu memancarkan gelombang yang sama dengan para monster sehingga terkadang aku salah mengira bahwa pemburu monster adalah monster." Jawab Anton.


"Be... Begitu ya." Balas Bruno yang tampak sedikit terkesima.

__ADS_1


Sementara itu, Lisa dan Anita kini hanya bisa diam. Dan saat Anton mulai melangkah ke tempat monster itu berada, kini mereka bertiga pun langsung mengikuti Anton dari belakang.


"Rasanya peran ketua tim malah berpindah pada Zero." Pikir Bruno sambil menghela nafas panjang sambil mengikuti Anton dari belakang.


__ADS_2