Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Topeo Vs Anton


__ADS_3

Saat ini Anton telah mencurigai pria yang sedang duduk di puncak salah satu gedung yang ia lihat sebelumnya.


Anton pun segera masuk ke dalam markas dan menutup pintu markas mereka dengan tenang.


Ia bersikap seolah biasa-biasa saja agar pria itu tak mengira bahwa ia sudah menyadari keberadaan si pria yang sedari tadi mengamati mereka.


"Ehh?... Dia langsung masuk begitu saja?... Hmm... Mungkin dia memang hanya kebetulan menoleh ke sini." Ucap pria itu.


Lalu pria itu segera berdiri, lalu ia pun langsung melompat dari gedung itu dan mendarat di salah satu gedung terdekat dengan markas serikat pembebasan saat ini.


Di sisi lain, Anton yang sudah masuk ke dalam markas kini langsung berjalan hingga ke dapur dan menemui Karina yang sedang menyiapkan kopi untuknya.


"Karina, bisa kau simpan saja kopinya di meja ruang tengah?... Aku ingin menemui kenalanku sebentar." Ucap Anton sambil memegang gagang pintu belakang.


"Menemui kenalan-mu?" Tanya Karina sambil menoleh dengan ekspresi bingung karena Anton sedang berada di pintu belakang.


"Kenapa lewat pintu belakang?... Apa kenalan-mu itu akan datang dari belakang?" Tanya Karina lagi dengan ekspresi bingung.


"Ya... Kira-kira begitu." Jawab Anton sambil membuka pintu dan langsung keluar.


Anton pun kemudian langsung menutup pintu itu, lalu ia segera menyelinap lewat di belakang markas.


Ia kemudian terbang menggunakan pedang miliknya.


Tujuan Anton saat ini adalah menemui pria yang mengawasi mereka sejak tadi.


Anton penasaran, siapa sebenarnya orang itu, dan apa tujuan orang itu sampai-sampai terus mengamati mereka.


"Tidak ku sangka pria itu bergerak mendekat setelah aku masuk ke dalam markas... Sepertinya ini bukan kebetulan!... Orang itu pasti memang sedang mengawasi kami!" Pikir Anton setelah berhasil mendeteksi pergerakan pria itu saat Anton masuk ke dalam markas.


Dengan kemampuan pendeteksian Anton, kini Anton bisa tahu pasti di mana posisi pria yang sedang mengawasi mereka itu.


"Dia berpindah ke gedung yang itu ya?" Ucap Anton dalam hati saat merasakan keberadaan pria itu menggunakan jurus pendeteksian miliknya.


Di sisi lain, pria misterius itu kini hanya terus menatap ke markas serikat pembebasan.


Ia Seperti-nya memang sedang mengawasi pergerakan serikat pembebasan.


"Sial!... Apa perlu langsung ku datangi saja bocah itu?!" Pikir pria misterius tersebut.


Baru saja pria misterius itu berkata demikian, tiba-tiba terdengar suara dari belakang pria itu.

__ADS_1


"Bocah mana yang mau kay datangi?" Tanya Anton yang saat ini sedang berdiri di belakang pria tersebut.


Seketika pria itu langsung terkejut dan dengan segera ia langsung menoleh ke belakang.


"Kau!... Sejak kapan kau datang ke sini?!" Ucap pria itu dengan tatapan yang menggambarkan rasa terkejutnya saat ini.


"Tidak perlu terkejut seperti itu!... Sebaiknya kau jawab saja pertanyaan ku." Ucap Anton menegaskan karena saat ini Anton sedang dalam keadaan waspada karena dirinya sedang di targetkan oleh kelompok peneliti serta empat pemimpin asosiasi cabang pemburu monster di kerajaan Sulteng.


Oleh karena itu Anton pun berpikir bahwa kemungkinan orang ini sedang mencari dirinya karena alasan itu.


Namun ternyata bukan itu alasan pria misterius ini mencari dirinya.


Sementara itu, si pria misterius itu pun kini langsung menepis rasa terkejutnya karena Anton kini sudah ada di depan matanya.


"Akhirnya kau datang juga Zero!... Ku pikir kau tidak akan menyadari keberadaan ku di sini." Ucap pria misterius itu.


"Ternyata kau memang mencari ku ya... Jadi apa alasan sampai kau datang ke sini untuk mencari-ku?" Tanya Anton.


"hahahaha."


Pria misterius itu hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan Anton.


Lalu pria itu pun membuka masker yang menutupi hidung dan mulutnya.


Mendengar nama Topeo Antiar, Anton jadi sedikit terkejut.


"Tidak ku sangka akan secepat ini!" pikir Anton mengingat bahwa dirinya telah menggeser posisi ayah Sisilia dari top 10 ranking pemburu monster.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Anton mencoba memastikan.


"Hahaha... Pake nanya!" Jawab Topeo sambil tertawa kecil.


Melihat tanggapan Topeo, kini Anton pun langsung mengetahui maksud dan tujuan dari kedatangan Topeo saat ini.


"Sepertinya memang harus bertarung ya." Pikir Anton yang kemudian langsung menghela nafas dengan ekspresi lelah.


"Kalau begitu sebaiknya kita pindah lokasi!... Aku tak ingin mengganggu waktu istirahat malam orang lain." Ucap Anton yang kemudian langsung memunculkan pedang di udara.


Lalu tanpa banyak basa-basi Anton langsung melompat ke atas pedangnya dan dengan segera ia melesat menjauh dari tempat itu.


Melihat Anton yang kini langsung pergi begitu saja, Topeo pun langsung tersenyum tipis dengan ekspresi wajah yang terlihat seperti tertantang oleh sikap dan cara bicara Anton saat ini.

__ADS_1


"Bocah ini benar-benar menarik!... Sama seperti rumornya!... Sepertinya dia memang pemburu monster satu-satunya yang bisa terbang di udara!" Ucap Topeo dalam hati.


Lalu Topeo pun langsung melompat dari satu gedung ke gedung lainnya.


Ia mengejar Anton dari belakang, dan tujuan mereka adalah hutan di luar tembok ke enam ini karena hanya di hutan-lah mereka bisa bertarung dengan bebas tanpa mengganggu ketenangan orang lain.


Tak butuh waktu yang terlalu lama, kini keduanya pun tiba di salah satu hutan yang sudah cukup jauh dari kota.


"Sepertinya tempat ini sudah cukup jauh dari wilayah tembok!" Ucap Anton sambil mengedarkan pandangannya.


"Apa ini sudah cukup jauh bocah?!" Tanya Topeo dengan ekspresi datar.


Anton hanya menoleh ke arah Topeo yang saat ini berada di salah satu dahan pohon sementara Anton kini sedang berada di atas langit melayang dengan pedangnya.


"Kenapa kau diam saja?!... Ayo bertarung bocah!" Ucap Topeo dengan tegas.


"Majulah jika kau merasa lebih kuat dariku!" Ucap Anton dengan ekspresi datar dan dengan suara yang dingin.


"Tchi!... Bocah ini sepertinya sedang meremehkan ku!" Pikir Topeo yang kini mulai kesal pada Anton.


Lalu Topeo pun langsung menarik keluar pedang dari sarungnya yang bawa di punggungnya itu.


Pedang itu adalah pedang energi dengan tipe petir.


Pedang energi itu membuat penggunanya bisa menggunakan beberapa jurus petir tertentu.


Lalu Topeo pun langsung mengangkat pedang itu ke atas dengan posisi ujung pedang lurus ke langit.


"Menyambar-lah!" Ucap Topeo.


Seketika dari pedang itu menyambar petir yang langsung melesat ke dalam awan, dan dari awan itu petir mulai menyebar ke berbagai awan lainnya hingga akhirnya ada beberapa petir yang langsung menyambar ke arah Anton.


"Kekuatan serangan-nya luar biasa!... Senjata energi itu pasti berada di level yang cukup tinggi!" Ucap Anton dalam hati.


Anton pun kini langsung menghindari semua serangan petir tersebut.


Dengan kemampuan terbangnya menggunakan pedang itu, kini Anton bisa menghindari semua serangan petir itu.


Bahkan saat serangan petir itu hendak menyambar ke arah dada Anton, dengan cepat dan tanpa ragu-ragu Anton langsung melompat dari pedang yang ia gunakan itu.


Dan dengan segera ia memutar tubuhnya di udara hingga berhasil menghindar.

__ADS_1


Lalu pedang yang ia biarkan terbang bebas tadinya kini langsung bergerak kembali ke arah Anton dan dengan cepat Anton mendaratkan kakinya ke pedang tersebut.


"Sial!... Lincah sekali bocah itu!" Ucap Topeo dalam hati dengan ekspresi kesal.


__ADS_2