
Saat ini Anton merasa sedikit kerepotan menahan dan menangkis semua serangan dari terbiasa pedang pria itu, sementara pria itu juga sedang kesulitan menembus pertahanan Anton yang sedari tadi selalu berhasil menahan serangannya.
Begitu kedua pedang mereka berhantaman dengan sangat kuat, terjadilah ledakan energi dan menghasilkan gelombang energi yang bergerak meluas dari titik pusatnya.
Setelah kedua pedang mereka saling berhantaman, kini mereka berdua pun langsung melompat ke belakang.
Keduanya kini masing-masing menjaga jarak.
"Sepertinya kemampuanmu sudah semakin berkembang bocah." Ucap pria itu sambil menatap Anton dengan tatapan sinis.
"Hah?... bukan justru kebalikannya?" Balas Anton menanggapi dengan ekspresi serius dan menyembunyikan kenyataan bahwa sebenarnya ia kerepotan menghadapi serangan pria itu.
"Hah?... Kebalikan?... Jadi kau meremehkan ku ya hah?!" Ucap pria itu lagi dengan ekspresi sedikit kesal.
Anton hanya diam dan menatap tajam ke arah pria tersebut, dan karena Anton hanya diam, pria itu pun jadi tambah kesal.
"Tchi!... Kau benar-benar ingin bertarung serius hah?" Ucap pria itu yang kemudian melemparkan kedua pedangnya ke atas.
Setelah kedua pedang itu berada di udara, pria itu langsung menggerakkan kedua tangannya dengan beberapa variasi gerakan dan dengan cepat.
Setelah itu tampak kedua pedang yang ada di udara itu langsung berputar-putar dan terbang dengan pola melingkar di atas kepala pria itu.
Tak lama setelah itu, kedua pedang itu pun terbang lurus ke atas dan langsung berputar hingga akhirnya menjadi satu dan ukurannya pun semakin bertambah besar seiring berjalannya.
Kini jurus milik pria itu sudah siap.
Di sisi lain, Anton kini mencoba mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan dari jurus milik pria itu.
Namun, tiba-tiba pria itu terlihat menghentikan pergerakkan-nya saat ini, hal itu di karenakan pria tersebut mendapatkan pesan dari orang yang mengirimnya untuk menghadapi Anton.
Setelah pria tersebut melihat isi pesan yang di kirimkan pada dirinya, kini pria itu pun langsung mengulas senyum di wajahnya.
Anton yang melihat si pria tersebut yang tampak tersenyum kini mulai merasa aneh dan bingung.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?... Kenapa dia menghentikan pergerakkan-nya?!" Pikir Anton bertanya-tanya dalam hati.
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak Anton itu pun kini mulai terjawab ketika pria itu menutup layar virtual miliknya yang hanya bisa di lihat olehnya seorang.
"Hahahaha... Ternyata sudah selesai ya." Ucap pria itu sambil mengibaskan tangan kanannya.
Seketika itu juga pedang raksasa yang sudah ia siapkan sebelumnya kini langsung menghilang dan berubah menjadi seperti asap dengan warna khas warna energi gelap.
"Tugas-ku di sini sudah selesai... Sebagai informasi, aku akan memberitahukan-mu alasan-ku yang sebenarnya sehingga aku bisa berada di sini dan menemui dirimu... Alasan-ku sederhana, aku di sini hanya untuk menahan dirimu, dan saat kau tak sempat kembali ke markas mu, kami pun kini bisa dengan mudah menangkap semua anggota-mu saat ini." Ucap pria itu.
"Menangkap?" Seketika Anton langsung terlihat kesal saat ia mendengar kata-kata pria itu.
"Apa yang kau lakukan pada teman-teman ku?!" Tanya Anton dengan ekspresi kesal serta dengan suara yang mulai meninggi.
"Hahaha... Apa kau penasaran apa yang terjadi pada teman-temanmu?... Hahahaha." Ucap pria itu menanggapi sambil terus tertawa mengejek Anton.
"Sialan kau!" Bentak Anton sambil melesatkan tebasan bulan sabit tipe petir dan angin secara bersamaan ke arah pria itu.
Namun dengan mudahnya pria itu menghindari serangan Anton.
"Hoi-hoi... Harusnya sekarang kau paham situasi." Ucap pria itu dengan suara dingin namun terasa seperti ada ancaman tertentu dari ucapannya.
"Sudah ku bilang bukan?... Teman-temanmu sudah kami tangkap, dan jika kau berani macam-macam sekarang, maka teman-temanmu akan segera kami bunuh tanpa ampun!" Ucapnya mengancam Anton.
Mendengar ancaman yang keluar dari mulut pria itu, seketika Anton pun semakin kesal. Namun apalah daya, Anton kini hanya bisa kesal dalam diam karena dirinya juga menyadari bahwa jika benar-benar semua anggota serikat pembebasan berhasil di tangkap oleh mereka, maka mereka pun benar-benar akan membunuh anggota serikat pembebasan itu jika Anton berbuat macam-macam.
Karena Anton masih sedikit ada keraguan, Anton pun mencoba mengirim pesan pada seluruh anggota serikat pembebasan saat ini, namun semuanya tidak ada yang membalas pesan tersebut.
Sementara itu, di pria utusan peneliti itu kini kembali tertawa karena Anton hanya diam saja sambil mengotak-atik layar virtual miliknya.
"Hahahaha... Apa kau mencoba menghubungi mereka?... Coba saja kalau bisa." Ucap pria itu dengan ekspresi licik sambil tertawa.
Anton pun semakin kesal, apa lagi sudah cukup lama ia mengirim pesan namun benar-benar masih belum di balas juga oleh mereka.
__ADS_1
Bahkan Karina yang biasanya membalas pesan Anton kini tidak langsung membalas pesan tersebut.
"Sialan!... Berani-beraninya kau melibatkan teman-temanku!!... Dasar pengecut!" Bentak Anton dengan ekspresi kesal di balik topeng penyamarannya sebagai Zero.
"Hahaha... Benar sekali!... Pengecut!... Para peneliti itu memang pengecut karena sudah membuat rencana seperti ini!" Ucap pria itu dengan bersemangat.
Namun sedetik kemudian ia langsung menatap Anton dengan tatapan tajam mengintimidasi.
"Tapi kepengecutan mereka itu justru membuat kelicikan mereka semakin kuat, dan bahkan mereka menjadi semakin cerdik dan bijak dalam menghadapi lawan yang sudah jelas tak bisa mereka lawan secara langsung!... Jadi mereka pun mencari kelemahan lawan tersebut dan menyerang di bagian terlemahnya itu!" Ucap pria itu dengan nada suara yang dingin namun terkesan memberi penekanan.
"Sialan!" Ucap Anton dalam hati.
Anton kali ini benar-benar kesal karena dirinya tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Kali ini dirinya benar-benar hanya bisa mengikuti apa yang di perintahkan oleh pria misterius yang ada di depannya saat ini.
Sementara pria itu kini hanya terus tertawa mengejek Anton yang sudah terjebak dalam permainan para peneliti yang sedang mengincar dirinya saat ini.
"Sekarang kau ikutlah denganku tanpa banyak alasan!... Lagi pula dengan mengikuti-ku mungkin saja kau akan kembali bertemu dengan teman-temanmu itu." Ucap pria itu dengan tatapan datar.
Lalu pria itu mendekati Anton, dan memborgol kedua tangan Anton serta memasang rantai pada borgol itu.
Lalu rantai tersebut ia pegang sebagai bentuk jaga-jaga agar Anton tak memberi perlawanan pada dirinya.
"Ayo ikut aku sekarang!" Ucap pria itu.
Lalu Anton dan pria itu pun segera bergerak.
Keduanya langsung melompat dari satu pohon ke pohon lainnya dengan cepat.
Tujuan mereka adalah lokasi para peneliti itu berada dan Anton saat ini pun tampak hanya bisa mengikuti pria misterius itu dengan patuh dari belakang.
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...
__ADS_1