Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Mengalahkan Monster


__ADS_3

Karina yang saat ini sedang panik kini tak bisa lagi mengimbangi pergerakan yang sangat cepat yang Anton lakukan saat sedang terbang.


Hal itu pun membuat keduanya yang seharusnya melesat dengan arah yang lurus kini malah jadi berkelok-kelok dan tidak tepat pada sasaran yang di inginkan oleh Anton.


"Tolong jangan banyak bergerak!... Jika seperti ini bisa-bisa malah kita berdua yang akan terkena serangan!" Ucap Anton memberi peringatan.


Mendengar perkataan Anton itu, Karina pun hanya bisa mengeluh karena saat ini ia tidak memiliki posisi berdiri yang membuat-nya bisa berdiri dengan benar dan menyeimbangkan tubuhnya.


"Maaf, tapi aku kesulitan menyeimbangkan tubuhku kalau kau bergerak secepat ini." Ucap Karina.


Anton pun kini langsung berhenti di jarak yang cukup jauh dari si monster tersebut.


Begitu Anton berhenti, Tiba-tiba serangan besi berujung runcing langsung melesat ke arah mereka berdua.


Anton yang menyadari hal itu pun kini dengan segera langsung menghindari serangan tersebut secara mendadak.


Hal itu pun kembali membuat Karina terkejut dan kehilangan keseimbangannya.


"Aku tidak tahan lagi!" Ucap Karina yang kemudian langsung memutar tubuhnya ke belakang dan dengan segera ia memeluk tubuh Anton dengan sangat erat dan sangat lekat.


Saat Karina melakukan hal itu, Anton pun kini dengan refleks langsung bergerak lebih cepat lagi karena kini Karina sudah berada di posisi yang tampaknya sudah cukup bagus untuk mengimbangi pergerakan Anton saat ini.


Anton pun tanpa berbasa-basi lagi langsung melesat ke arah monster kerbau itu dan langsung menebas beberapa besi runcing yang di tembakkan oleh monster tersebut.


Tembakan besi runcing itu sama sekali bukan masalah bagi Anton, dengan sangat lincah angin bisa menebas semua serangan itu dan hingga akhirnya Anton pun kini berada tepat di depan si monster kerbau itu dan segera setelah itu Anton pun langsung menebaskan pedangnya hingga menembus leher monster kerbau tersebut.


WHUUUSSSS!!!


Kini kepala monster kerbau itu pun jatuh ke tanah dan tampak dari lehernya darah terus menyembur keluar serta membuat tanah di sekitarnya menjadi berlumuran darah.


Setelah menyelesaikan pertarungan itu, kini Anton pun segera turun dari pedang yang ia gunakan untuk terbang itu, sementara Karina saat ini masih memeluknya.


"Apa sudah selesai?" Tanya Karina sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah karena sebelumnya ia merapatkan wajahnya ke dada Anton sehingga ia tidak bisa melihat situasi dan pertarungan saat Anton memenggal kepala si monster kerbau itu.

__ADS_1


"Uhhm... sudah selesai." Ucap Madika.


Setelah itu Karina pun langsung melepaskan pelukannya dan mulai menjaga jarak dari Anton.


"Terimakasih sudah menolongku." Ucap Karina dengan tulus.


"Tidak masalah." Jawab Anton dengan santai.


Setelah Anton berkata seperti itu, Karina pun kini langsung berbalik badan dan kembali ke rumahnya.


Anton hanya menatap kepergian Karina, namun saat ia melihat Karina yang tampak kesakitan dan sedikit kesulitan untuk berjalan kini langsung mendekati Karina.


"Ahw!"


Karina terkejut karena saat ini tubuhnya tiba-tiba di gendong oleh seseorang yang datang dari belakangnya.


Namun ia kini bisa mengetahui bahwa orang yang menggendongnya itu adalah Zero.


"Ap... Apa yang kau lakukan?!" Tanya Karina sambil menoleh ke wajah Anton.


"Rumahku tidak jauh... Aku bisa berjalan sendiri!" Ucap Karina yang tampak merasa tidak enak di gendong seperti itu oleh Anton.


"Tidak jauh? di mana tepatnya?" Tanya Anton.


"Di depan itu." Ucap Karina sambil menunjuk ke arah rumah yang tidak begitu jauh dari tempat mereka saat ini.


Saat Karina menunjukkan arah rumahnya itu, kini Anton pun tampak sedikit terkejut karena rumahnya juga ada di arah yang di tunjuk oleh Karina saat ini.


"Tu... Tunggu dulu?... Jangan bilang gadis ini penghuni baru di rumah sebelah?" Pikir Anton.


Setelah itu Anton pun dengan segera membawa Karina ke rumah tetangganya yang ia lihat semalam.


Anton kini mencoba menebak apakah benar Karina itu adalah tetangga barunya atau tidak.

__ADS_1


"Apa di sini kau tinggal?" Tanya Anton.


"Ya, aku tinggal di sini... Bisa kau turunkan aku sekarang?" Ucap Karina.


Mendengar ucapan Karina itu, kini Anton pun segera menurunkan Karina tepat di depan pintu rumahnya itu.


Lalu Karina yang sudah di turunkan oleh Anton kini langsung mengambil kunci rumah-nya yang ia simpan di saku celananya dan setelah itu ia pun segera membuka pintu rumah tersebut.


Namun saat hendak masuk ke rumah, Karina sadar bahwa saat ini ada seseorang yang masih berdiri di belakangnya. Orang itu adalah anton yang tampak seolah sedang menunggu sesuatu.


"Ada apa?... Apa kau tidak ingin pergi dari sini?" Tanya Karina dengan ekspresi yang tampak datar.


"Boleh aku masuk ke dalam?" Tanya Anton.


"Tidak boleh!... Masuk ke rumah seorang gadis yang bahkan baru kau kenali adalah sebuah hal yang tahu." Jawab Karina dengan tegas.


Mendengar ucapan Karina itu, kini Anton pun hanya bisa menghela nafas panjang.


"Sepertinya gadis ini tidak mudah untuk di dekati." Pikir Anton. "Meskipun begitu, di saat-saat tertentu ia bisa saja lengah, padahal tadinya dia memelukku dengan sangat erat seolah tak ada masalah?... Apa itu karena ia mementingkan keselamatan dan terpaksa harus melakukannya?... Apa mungkin aku terlalu terbawa perasaan sampai-sampai berpikir bahwa aku bisa mendekatinya setelah kejadian barusan?... Ya ampun... Ini benar-benar hal yang membingungkan!" pikir Anton.


"Aku hanya ingin bertamu, lagi pula ada satu hal penting yang harus ku beritahukan padamu!" Ucap Anton yang kini terdengar serius karena memang sebenarnya tujuan utama Anton saat ini bukan sekedar mendekati Karina saja.


"Apa yang ingin kau katakan?... Jika bisa katakan saja di sini, tak perlu sampai masuk ke dalam, aku masih belum bisa sepenuhnya percaya pada orang asing sepertimu." Ucap Karina dengan tegas.


"Huaa... Dia berhati-hati sekali!" pikir Anton.


Lalu Anton pun membalas perkataan Karina.


"Tidak bisa, ini adalah hal yang bersifat rahasia dan hanya kau yang boleh mengetahuinya." Ucap Anton dengan jujur.


"Rahasia?" Balas Karina.


Mendengar perkataan Anton itu, kini otak Karina pun mulai menebak-nebak apa yang sebenarnya menjadi tujuan Anton saat ini.

__ADS_1


Ia berusaha mencari tahu apakah apa yang Anton jadikan sebagai alasan ini adalah sesuatu yang tepat atau hanya sebuah modus saja.


Bagaimana pun juga Anton itu jauh lebih kuat dari Karina, dan hal itu membuat Karina sedikit waspada jika Anton masuk ke rumahnya dan ternyata malah memiliki niatan lain terhadap Karina.


__ADS_2