
Saat ini si monster tirex berelemen petir sedang menyerang Bruno dan Sisilia dengan brutalnya.
Serangan demi serangan yang berupa laser petir terus di lancarkan oleh monster itu.
Monster itu tampak terus menerus menembakkan laser petir dari mulutnya, sementara Bruno dan Sisilia yang saat ini sedang di serang kini hanya bisa menghindari serangan demi serangan itu sebisa mungkin.
Hal itu di karenakan perbedaan level membuat kekuatan mereka berbeda jauh dari si monster tersebut, jadi apa bila mereka terkena serangan telak dari si monster tirex itu, maka besar kemungkinan mereka akan langsung mati begitu saja.
Setelah beberapa kali menghindari serangan dari si monster itu, kini Bruno mencoba menahan laser petir monster itu menggunakan perisai petir miliknya.
DUAAARRRR!!
Perisai petir hanya bertahan sebentar saja dan langsung retak hingga akhirnya hancur berkeping-keping dan di sertai dengan ledakan energi saat perisai itu hancur.
Di saat yang bersamaan Bruno pun segera melompat ke samping dengan sangat cepat agar terhindar dari serangan laser petir yang tidak bisa ia tahan dengan perisai petir miliknya itu.
Meskipun sudah berhasil melompat ke samping, namun tampak lengan Bruno kini mengalami luka yang cukup dalam, dan baju yang menutupi lengannya kini sobek akibat efek dari serangan laser yang sedikit terkena dirinya.
"Hampir saja!... Jika aku kena telak pasti akan jadi masalah besar!" Ucap Bruno.
Setelah itu Bruno dan Sisilia pun langsung saling menatap.
Mereka kemudian langsung melesat saling mendekati dan saat keduanya berdiri bersebelahan, kini mereka berdua pun langsung mencoba menyatukan kekuatan mereka dalam satu jurus.
"Bagaimana kalau kita gabungkan kekuatan?!" Tanya Bruno.
"Boleh saja!... Tapi sebagai informasi, aku sama belum pernah melakukan penggabungan kekuatan, jadi jika ada sedikit kesalahan tolong di maklumi." Ujar Sisilia.
"Tidak masalah!... Lakukan saja!... Hanya ini satu-satunya cara kita untuk melawannya sekarang.
Lalu Bruno dan Sisilia pun langsung mengambil jarak yang sedikit lebih jauh lagi dari si monster tirex itu.
Begitu sudah sedikit jauh, kini keduanya pun mulai menyiapkan jurus yang akan mereka gabungkan.
Di sisi lain, si monster tirex itu ternyata saat ini juga sedang mempersiapkan jurus yang kuat untuk menyerang Bruno dan Sisilia.
Monster itu kini sedang mengumpulkan petir padat di depan mulutnya yang menganga.
__ADS_1
Tampak di depan mulut si monster yang sedang menganga ini terbentuk gumpalan petir yang sangat padat dan semakin lama semakin membesar ukurannya.
Jurus ini sebelumnya hendak di gunakan oleh si monster, namun ia terus di gagalkan oleh serangan dari Bruno maupun dari Sisilia
Namun karena Sisilia dan Bruno saat ini sedang menyiapkan jurus mereka, kini monster itu pun menganggap ini sebagai kesempatan untuk memunculkan serangan terkuat miliknya itu.
Sementara itu, tampak Bruno kini mengangkat tangan kanannya ke udara tepat di atas kepalanya.
Sementara di udara tepat di atas kepala Bruno kini terlihat sebuah tombak petir raksasa yang sedang melayang.
Tombak petir raksasa itu adalah tombak yang sudah di perkuat dengan sangat hati-hati.
Namun saat ini bukan hanya tombak petir saja yang sedang melayang di udara, karena saat ini tampak ular api milik Sisilia juga sedang berada di udara.
Setelah jurus mereka berdua sudah selesai, kini mereka menarik tangan mereka dari atas dan kemudian langsung menyatukan kedua telapak tangan masing-masing di depan dada.
Seketika itu juga proses penyatuan ular api dan tombak petir pun langsung dimulai.
Tampak ular api milik Sisilia langsung melilit tombak petir milik Bruno.
Sesaat setelah tombak itu terlilit oleh ular, kini cahaya yang cukup silau pun langsung terpancar dari tombak tersebut dan di saat cahaya itu menghilang, kini tombak milik Bruno itu langsung berubah bentuk.
Tampak tombak yang tadinya hanya memiliki satu mata saja kini terlihat memiliki dua mata, sementara gagang tombak itu kini memiliki motif layaknya sisik-sisik yang ada di sekujur tubuh ular api.
"Rasakan ini!" Ucap Bruno sambil menghentakkan tangan kanannya ke depan saat jurus tongkat petir api itu sudah menyatu sempurna.
Seketika itu juga pedang petir api itu langsung melesat cepat menghampiri si monster tirex itu.
Namun di lain sisi si monster tirex itu saat ini juga sudah menyelesaikan jurusnya yang ia siapkan sebelumnya, dan dengan segera si monster itu juga langsung menembakkan jurusnya ke arah Bruno dan Sisilia yang berada di depannya.
Seketika itu juga jurus keduanya pun saling berhantaman.
Gumpalan petir yang sangat padat sebelumnya kini berubah menjadi laser petir yang sangat kuat yang melesat ke arah Bruno dan Sisilia serta menghantam tombak petir api yang Bruno lesatkan ke arah si monster itu.
DUAAARRRR!!
Ledakan pun terjadi akibat dari kedua jurus yang saling berhantaman itu.
__ADS_1
Meskipun ledakan terjadi, namun tampak kedua jurus tersebut masih saling beradu kekuatan, entah siapa yang akan menghancurkan siapa.
Adu kekuatan dari jurus yang saling berhantaman dan saling mendorong satu sama lain itu kini menghasilkan gelombang energi yang cukup kuat yang kini terlihat menyebar dan meluas di udara.
Namun pada akhirnya tombak petir api milik Bruno dan Sisilia itu pun tampak mulai retak akibat dorongan dan tekanan yang sangat kuat dari serangan laser petir yang sudah di perkuat oleh monster tersebut.
"Tidak bisa bertahan lagi!" Ucap Bruno.
DUAAARRRR!!!
Seketika ledakan pun terjadi dan tampak tombak petir api itu meledak dan hancur berkeping-keping.
Sementara efek dari meledaknya tombak petir api itu kini berbalik menyerang Bruno dan Sisilia yang mengendalikan jurus itu menggunakan energi gelap milik mereka.
Bisa di bilang saat ledakan terjadi, energi gelap yang mereka gunakan untuk mengendalikan dan menekan tombak agar maju dan menggempur serangan musuh kini malah berbalik dan memberikan kerusakan pada tubuh mereka sendiri.
Akibatnya mereka berdua pun mengalami luka dalam yang cukup parah dan keduanya pun kini terhempas cukup kuat akibat efek ledakan serta tekanan dari energi mereka yang berbalik pada diri mereka sendiri.
Bruno dan Sisilia pun kini langsung terbatuk darah akibat dari tekanan energi mereka sendiri.
Keduanya kini tergeletak di atas tanah dan sudah kesulitan untuk bergerak.
Namun si monster saat ini tampak baik-baik saja dan masih dalam keadaan yang siap bertarung.
Monster itu kemudian membuka kembali mulutnya, pertanda bahwa ia akan segera melesatkan satu serangan lagi ke arah Bruno dan Sisilia.
Melihat hal itu kini Bruno dan Sisilia pun segera mencoba untuk berdiri.
Bruno berhasil berdiri dengan baik meskipun sedikit pincang, namun lain halnya dengan Sisilia yang saat ini malah kembali terjatuh karena kakinya sudah tak sanggup lagi menyeimbangkan tubuhnya.
Sementara itu, si monster pun kini tanpa banyak basa-basi lagi segera menyerang menggunakan laser petir miliknya dan yang menjadi sasaran pertamanya adalah Sisilia.
Laser petir pun di tembakkan ke arah Sisilia.
"Lia!!" Teriak Bruno.
Sementara Sisilia kini hanya bisa menatap terbelalak ke arah serangan laser petir tersebut.
__ADS_1
Tampak wajah Sisilia kini seperti orang yang sudah pasrah akan keadaan.