
Kini Anton berhasil mengkombinasi-kan antara pedang petir dan busur kristal milik-nya itu.
Kini pedang petir milik-nya pun menjadi semakin kuat ketika di jadikan sebagai anak panah.
Tampak pedang petir itu langsung memancar-kan cahaya kebiruan dan terlihat ada begitu banyak petir yang menyambar dari pedang petir dan panah kristal tersebut.
Kemudian Anton pun segera melepas-kan pedang itu dan menembak-kan pedang petir-nya itu mengguna-kan busur milik-nya.
WHUUUSSSS!!
Seketika busur itu pun melesat cepat ke arah pria misterius yang menyerang-nya.
Pria itu sedikit terkejut karena lesatan pedang yang di jadi-kan anak panah itu sangat-lah cepat.
Hal itu pun membuat si pria misterius tak sempat menghindar sehingga mau tak mau ia harus memblokir serangan itu mengguna-kan kekuatan-nya saat ini.
Pria itu segera menahan pedang petir milik Anton mengguna-kan pedang milik-nya.
Namun tekanan dari pedang petir itu ternyata jauh lebih kuat dari yang pria misterius itu bayang-kan.
Alhasil pria misterius itu pun langsung terdorong mundur dan tak lama setelah itu pedang Anton pun meledak akibat pertahanan kuat dari pria misterius itu.
Namun sayang-nya pria misterius itu kini terkena efek dari ledakan tersebut sehingga kini ia terlempar cukup jauh dan menghantam dinding gedung hingga retak.
Pria itu terjatuh dan mendarat-kan kembali kaki-nya ke tanah.
Pria itu kemudian menatap Anton dengan tatapan tajam.
"Sial!... serangan-nya jadi lebih kuat dari yang sebelum-nya!" Ucap pria tersebut.
Lalu pria itu kini segera melompat mundur dan menjaga jarak dari Anton.
Namun Anton tidak puas hanya dengan satu serangan itu saja sehingga Anton yang kini sudah mendarat ke tanah langsung menarik tali busur milik-nya itu hingga terbentuk-lah tiga anak panah di tali itu.
Lalu Anton pun melepaskan tali itu dan seketika itu juga tiga anak panah segera melesat cepat ke arah pria itu.
__ADS_1
Namun pria itu berhasil menghindari ketiga anak panah itu dengan mudah sehingga anak panah itu malah menancap di dinding dan lantai serta membuat dinding dan lantai yang di kenai-nya itu memuncul-kan kristal yang saling menumpuk sehingga anak panah itu seolah-olah menancap di atas tumpukan kristal tersebut.
Setelah berhasil menghindari semua serangan itu, kini si pria misterius itu pun tiba-tiba kabur begitu saja tanpa memberi alasan sama sekali.
Hal itu pun membuat Anton sedikit kebingungan karena sebelum-nya pria itu berkata bahwa ia harus membawa Anton tapi kenapa malah kabur begitu saja.
"Dasar orang aneh" pikir Anton.
Setelah kepergian pria misterius itu, kini Anton pun kembali melanjut-kan perjalanan-nya ke kantor pusat asosiasi pemburu monster yang ada di kota awal.
Sesampai-nya di kantor pusat asosiasi pemburu monster, Anton pun segera masuk dan menemui tuan Hiruzwen yang ada di kantor asosiasi itu.
Anton dan tuan Hiruzwen pun kini berbincang-bincang di ruang kerja tuan Hiruzwen.
Anton dan tuan Hiruzwen berbicara panjang lebar dengan berbagai topik dan tidak lupa pula Anton memberitahukan tentang penyerangan yang ia alami sebelum tiba di tempat ini.
"Beruntung aku berhasil bertahan hingga orang itu memilih untuk kabur, jika tidak, mungkin aku akan kewalahan berhadapan dengan-nya." Ucap Anton mengungkit apa yang ia alami sebelum-nya.
"Hah..." Tuan Hiruzwen menghela nafas seperti orang lelah. "Sudah ku duga ini akan segera terjadi entah itu cepat atau lambat." Ucap tuan Hiruzwen.
Setelah mendengar himbauan dari tuan Hiruzwen, Anton kini hanya mengangguk menanggapi apa yang di sampai-kan oleh tuan Hiruzwen pada-nya.
Setelah itu Anton pun mulai membahas tentang apa yang sedang terjadi di kelompoknya saat ini, yakni tentang masalah kematian Bruno serta masalah yang membuat Natan menjadi emosional karena hal itu.
"Apa Natan memang seakrab itu dengan Bruno?" Tanya Anton memulai percakapan baru.
"Hmm?" Tuan Hiruzwen hanya bergumam dengan ekspresi menyelidik.
"Memangnya ada apa?" Tanya tuan Hiruzwen.
Mendengar pertanyaan tuan Hiruzwen, Anton pun segera menjelaskan semua yang terjadi hari ini pada tuan Hiruzwen secara mendetail karena ia juga ingin memahami seperti apa sifat seorang Natan yang sebenarnya.
"begitu ya..." Ucap tuan Hiruzwen menanggapi cerita Anton.
Lanjutnya, "Kalau soal itu sebenarnya aku tak tahu secara pasti seperti apa keakraban antara Natan dan Bruno, hanya saja aku sempat dengar kalau Natan itu pernah berada dalam masalah besar dan yang membawanya keluar dari masalah itu adalah Bruno, jadi sejak saat itulah mereka bisa akrab." Jawab tuan Hiruzwen.
__ADS_1
"Begitu ya..." Balas Anton menanggapi.
"Kau tenang saja." Ucap tuan Hiruzwen mencoba menenangkan Anton karena ia berpikir mungkin Anton merasa tidak nyaman dengan masalah ini.
"Natan pasti akan segera membaik setelah menenangkan diri."
Anton kini hanya mengangguk sekali mendengar ucapan tuan Hiruzwen.
Tak lama setelah itu tiba-tiba tuan Hiruzwen mendapatkan sebuah informasi dari Ligoso melalui sebuah pesan yang ia kirimkan pada tuan Hiruzwen.
Tuan Hiruzwen pun segera membaca isi pesan yang ada di layar virtual yang terpampang di depannya saat ini.
Seketika tuan Hiruzwen pun jadi sedikit terkejut melihat apa yang di kirimkan oleh Ligoso padanya.
Lalu tuan Hiruzwen pun menatap Anton.
"Sepertinya aku tahu apa yang membuat dirimu kini di lirik oleh para peneliti itu." ucap tuan Hiruzwen.
Anton yang mendengarkan hanya bisa memiringkan kepalanya dengan ekspresi meminta penjelasan lebih lanjut.
"apa itu?" Tanya Anton.
"Itu karena sekarang kau sudah masuk dalam top 10 ranking pemburu monster terkuat di seluruh kerajaan ini." Ucap tuan Hiruzwen dengan ekspresi serius.
"Hah??"
Seketika Anton pun ikut terkejut mendengarnya.
"Top 10?"
"Ya... kau berada di peringkat sepuluh dalam top ranking di seluruh kerajaan ini!" Ucap tuan Hiruzwen.
"A... apa-apaan itu?" Ucap Anton yang masih belum percaya.
"Ini sepertinya hasil kerjaan Ligoso... Aku yakin pasti pihak penilai ranking telah menerima informasi sebenarnya tentang dirimu dan itulah yang membuat mereka memasukkan mu ke peringkat sepuluh." Ucap tuan Hiruzwen.
__ADS_1
"Maksud anda pihak penilaian ranking telah menerima semua informasi tentang kinerjaku selama ini?" Tanya Anton lagi.