Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Mencari Tempat Untuk Di Jadikan Markas


__ADS_3

Saat ini Anton telah mendapatkan anggota untuk membentuk sebuah kelompok untuk mencapai tujuannya saat ini.


"Baiklah, jika kalian memang sudah mengetahui apa yang menjadi tujuan kita, maka kali ini aku hanya akan menjelaskan secara singkat mengenai kelompok yang akan aku bentuk bersama kalian saat ini." Ucap Anton.


Lalu Anton pun menjelaskan semua tentang Kelompok yang akan di buat itu dengan singkat namun jelas dan bisa di pahami oleh mereka semua yang ada di ruangan itu.


"Nah, sebelum kelompok ini benar-benar resmi kita bentuk, maka akan lebih baik jika kita memperkenalkan diri satu persatu." Ucap Anton.


Setelah itu Anton pun memulai perkenalan dari dirinya sendiri.


"Baiklah, pertama-tama perkenalkan, Namaku Zero, berdasarkan alat pendeteksi level, levelku saat ini masih berada di tingkat nol." Ucap Anton memperkenalkan diri.


Setelah itu Anton menoleh ke salah satu anggota yang paling ujung dan memberi kode untuk memulai perkenalan selanjutnya dari dirinya.


Anggota yang Anton beri kode itu pun kini langsung berdiri.


"Perkenalkan, namaku Natan Andrikel... Levelku saat ini adalah level 80 Umur 22 tahun." Ucap Natan memperkenalkan dirinya.


Setelah itu Anton pun mengangguk sekali dan sesudah itu Natan pun kembali duduk.


Lalu seorang wanita di samping Natan berdiri dan memperkenalkan namanya.


"Perkenalkan, namaku Lisa Susanti... Saat ini aku berada di level 63... Usiaku saat ini 19 tahun." Ucap gadis yang bernama Lisa itu memperkenalkan dirinya.


Sesudah itu gadis di samping Lisa pun berdiri dan memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan, namaku Anita Sitara, Levelku saat ini berada di level 67 dengan usia saat ini berada di usia 19 tahun, sama seperti Lisa." Ucap Anita memperkenalkan diri.


Anita adalah teman baik Lisa, dan mereka berdua merupakan tim duo dalam pertarungan memburu monster.

__ADS_1


Sesudah itu pria di samping Anita pun berdiri dan memperkenalkan diri-nya.


"Perkenalkan, namaku Bruno Subrigo... Level saat ini 86 dan usia saat ini adalah 23 tahun." Ucap Bruno memperkenalkan diri.


Sesudah itu perempuan yang duduk di sebelah Bruno kini berdiri saat Bruno sudah duduk.


"Perkenalkan, namaku Sisilia Antiar... Level saat ini level 84 dan umurku saat ini sudah 24 tahun." ucap Sisilia memperkenalkan diri.


Setelah mereka berlima memperkenalkan diri, kini Aris dan Karina pun memperkenalkan diri mereka masing-masing.


Sesudah saling memperkenalkan diri, kini mereka pun memulai membuat rapat kecil-kecilan untuk membahas pembentukan kelompok ini serta memilih siapa yang akan menjadi pemimpin kelompok itu.


"Untuk memimpin saat ini, apa perlu kita pilih dari yang levelnya tertinggi saja?" Ucap Lisa menyarankan.


"Level tertinggi ya?... Kalau begitu berarti kita bisa memilih Bruno saja yang memimpin." balas Natan sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Itu benar, lagi pula hanya Bruno yang levelnya paling tinggi dan bisa di pastikan Bruno pasti memiliki kemampuan yang jauh di atas kita." Timpal Anita yang tampak sedikit bersemangat.


Tak lama setelah itu Bruno pun mulai angkat bicara.


"Aku rasa ini tidak begitu pantas untukku, lagi pula bukan aku yang mengusulkan pembentukan kelompok ini, jadi jika malah aku yang mengambil alih kelompok ini, bukankah itu akan membuat Zero yang membentuk kelompok ini jadi terlihat konyol dan tak di anggap oleh kita semua?" Ucap Bruno memberi argumennya.


Seketika semuanya terdiam sesaat mendengar ucapan Bruno.


Memang benar apa kata Bruno, dan selain itu Bruno sendiri juga merasa tidak enak jika harus mengambil posisi sebagai pemimpin padahal bukan ia yang berinisiatif untuk membentuk tim ini.


Hingga akhirnya Anton pun mulai berbicara agar mereka semua berhenti terdiam.


"Masalah itu tidak perlu terlalu di pikirkan, karena bagiku, selama yang memimpin adalah orang yang kompeten, maka tidak ada yang perlu ku permasalahkan." ucap Anton. Lanjutnya, "Selain itu tampaknya banyak dari kita yang percaya padamu dan itu adalah hal yang baik, karena salah satu kunci seorang pemimpin bisa memimpin dengan benar adalah kepercayaan dari para rekan-rekannya yang ia pimpin." Ucap Anton.

__ADS_1


"Ya, itu benar." Balas Natan sambil menepuk bahu Bruno.


Setelah itu, karena mereka semua mempercayai Bruno, maka mereka pun kini menjadikan Bruno sebagai pemimpin kelompok yang mereka buat itu dan Bruno pun akhirnya sudah tak bisa menolak lagi dan pasrah untuk di angkat sebagai pemimpin kelompok tersebut.


Setelah semua sudah selesai, kini mereka pun memikirkan sebuah markas yang cocok untuk di jadikan tempat mereka berkumpul sebelum melakukan pekerjaan serta misi-misi yang mereka atur sendiri.


"Baiklah, jadi sekarang di mana tempat yang pas untuk markas kita?" Tanya Anton membuka pembahasan yang baru.


Lanjutnya, "biar bagaimana pun juga, kita yang saat ini masih harus punya satu tempat untuk di jadikan sebagai markas agar bisa berkumpul dan membahas berbagai hal mengenai kelompok kita di markas itu." Ucap Anton.


"Benar juga, tidak mungkin kita harus menjadikan tempat ini setiap kali kita berkumpul dan menyusun rencana." timpal Aris.


"Kalian benar." Sanggah Bruno. lanjutnya, "menurutku akan lebih baik jika kita memiliki sebuah markas itu di area yang paling dekat dengan wilayah luar, dengan kata lain, kita harus memiliki markas di salah satu tempat di tembok ke enam." Ucap Bruno memberikan saran.


"Kau benar ketua, bagaimana kalau sekarang kita langsung cari saja apakah ada tempat tertentu yang bisa kita tempati di sana?" Balas Sisilia.


Setelah itu mereka pun langsung berpamitan pada tuan Hiruzwen dan segera berangkat ke wilayah tembok ke enam untuk mencari tempat yang bisa di jadikan markas oleh mereka.


"Usahakan mencari tempat yang luas agar bisa menampung barang-barang yang kita perlukan saat berada di markas." Ucap Anton memberi saran.


Kini mereka semua pun pergi dari tempat itu dan saat mereka tiba di wilayah tembok ke enam, mereka pun langsung berpencar untuk mencari tempat yang bisa di jadikan markas.


"Mungkin di tempat ini ada rumah yang di kontrakan atau semacamnya yang ukurannya lebih luas dari rumah yang ada di perumahan tempat tinggal ku." Pikir Anton.


Kini Anton pun mulai mencari, namun saat ini Aris tampak masih belum berpencar dari dirinya sementara yang lainnya sudah mulai berpencar untuk melakukan pencarian.


"Hei Zero, kenapa kau tak jujur saja kalau kau itu lebih kuat dari Bruno... Ku rasa jika kau jujur aku yakin mereka akan memilihmu untuk menjadi ketua tim ini... dengan kemampuan yang kau miliki itu kau pasti akan mendapat kepercayaan dari mereka semua." Ucap Aris menyayangkan momen pemilihan ketua kelompok Sebelumnya.


Namun Anton yang mendengar hal itu kini hanya menggelengkan kepalanya perlahan.

__ADS_1


"Masalah itu tak perlu lagi di pikirkan, lagi pula sejak awal aku membentuk tim ini untuk mencapai satu tujuan, yakni melakukan observasi wilayah dan menaklukkan wilayah tersebut... Jadi, selama yang memimpin tidak melenceng dari hal itu serta bisa menyadari tanggung jawabnya sebagai seorang ketua tim, maka aku akan tetap diam saja dan membiarkan semuanya mengalir seperti air." Jawab Anton.


__ADS_2