
Karina yang tidak tahu apa-apa mengenai Angkura kini hanya bisa menatap Angkura dengan ekspresi heran dan bingung.
"Si... Siapa orang yang memancarkan aura yang sangat menakutkan itu?" Tanya Karina.
"Dia adalah rekanku!" Jawab Anton sambil menoleh ke arah Karina.
"Rekanmu?" Tanya Karina memastikan.
"Ya... Dia yang sebenarnya adalah seekor hewan monster yang sudah hidup sangat lama dan dia sudah berada di level yang jauh di atas level dari semua hewan monster yang ada saat ini... Ia adalah salah satu dari tujuh hewan kuno legendaris." Ucap Anton mencoba menjelaskan.
Karina yang mendengar penjelasan itu kini terlihat masih bingung karena apa yang Anton perkenalkan padanya masih sangat asing di telinganya. Ia sama sekali tak bisa menangkap apa yang sedang di bicarakan dan di perkenalkan Anton padanya.
"Hewan monster?... Apa maksudnya?" Tanya Karina lagi.
Lalu Anton pun mulai menjelaskan pada Karina mengenai identitas Anton dan angkura yang sebenarnya. Namun Anton masih belum berniat memberitahukan tentang dirinya yang merupakan seorang ksatria legendaris dan tentang Angkura yang juga merupakan hewan kuno legendaris.
Anton hanya menjelaskan tentang dirinya yang berasal dari dunia lain.
"Begini... Sebenarnya aku bukanlah manusia yang berasal dari dunia ini... Aku berasal dari dunia lain yang di sebut Agrilis... Di dunia itu terdapat para monster seperti yang muncul di bumi ini, dan sebenarnya, para monster yang ada di dunia ini adalah monster yang berasal dari Agrilis itu sendiri... Sementara itu, pria yang ada di depanmu ini sebenarnya ia adalah seekor monster, namun karena kekuatan dan levelnya sudah jauh lebih tinggi, maka ia pun mendapatkan kemampuan untuk berubah wujud menjadi manusia." Ucap Anton menjelaskan tentang dirinya.
Karina tampak masih sedikit bingung untuk menanggapi cerita Anton. Namun saat Karina mencoba mendeteksi kekuatan Angkura yang katanya sudah jauh lebih kuat dari para monster lainnya, kini Karina tampak terkejut karena yang muncul di layar virtual miliknya bukanlah angka, melainkan sebuah simbol yang berarti tidak terhingga atau tanpa batas.
Melihat simbol tersebut, seketika Karina pun kebingungan dan tak tahu harus bilang apa.
Ia menjadi sangat terkejut dan kini ia pun mempercayai apa yang Anton ucapkan sebelumnya.
Setelah Karina mencerna pikirannya sejenak, kini Karina pun sudah percaya dengan hal itu.
Dan saat Karina sudah percaya akan hal itu, kini Anton pun memberitahukan solusi dari masalah yang di hadapi Karina saat ini.
"Baiklah, sekarang langsung ke inti permasalahannya." Ucap Anton sambil menoleh ke sampingnya karena saat ini Karina sedang duduk di sampingnya.
Karina pun langsung menoleh ke arah Anton dengan ekspresi yang tampak sedikit penasaran.
__ADS_1
"Solusinya adalah menjadi hewan peliharaan sama seperti Angkura." Ucap Anton dengan ekspresi serius.
"eh?"
Karina terkejut mendengar ucapan Anton dan ia tentunya langsung bisa menangkap maksud dari ucapan Anton.
"Ma... Maksudmu aku harus jadi peliharaan-mu begitu?" Tanya Karina.
"Ya... Itu benar... Karena itulah aku bilang bahwa ini adalah solusi yang tidak berperikemanusiaan... Karena ketika kau sudah membuat kontrak tuan dan peliharaan dengan-ku, maka kau harus mematuhi semua perintah-ku dan mengabdi padaku untuk seumur hidupmu, dan jika kau mengkhianati ku, maka kau akan mati." Ucap Anton dengan serius.
"I... Itu terdengar seperti sebuah pengekangan." Ucap Karina sedikit ragu.
"Memang benar... Itu adalah sebuah pengekangan... Namun hal itu di lakukan demi memastikan agar monster yang menjadi hewan peliharaan tersebut tidak mengkhianati dan mencoba membunuh tuannya sendiri." Ucap Angkura menyela.
Lanjutnya, "Contohnya diriku saat ini... Meskipun saat ini tuan Anton berada di level yang jauh lebih rendah dariku, namun aku akan tetap mengabdi padanya, karena hidupnya adalah hidupku juga." Ucap Angkura.
"Be... Begitu ya." Ucap Karina dengan ekspresi yang tampak ragu.
"Tapi kau tenang saja." Sela Angkura lagi. "Setelah kau membuat kontrak tuan dan peliharaan dengan tuan Anton, maka kekuatanmu saat ini akan meningkat dan ada pula kemungkinan bahwa kau bisa menggunakan dan mewujudkan kekuatan sejati dari energi gelap yang ada di dalam tubuhmu itu."
Kemudian Karina pun turun dari ranjang, ia kemudian berjalan keluar dari ruangan kamar Anton tanpa mengeluarkan suara sama sekali.
"Hah... Ini benar-benar perkara yang sangat merepotkan... Tidak ku sangka kepekaannya itu malah membawa kesulitan bagi dirinya sendiri." Ucap Anton dalam hati.
"Tuan, apa gadis itu yang kau bicarakan denganku sebelumnya?" Tanya Angkura memastikan.
"Ya... Dia orangnya." Jawab Anton.
"Gadis itu sangat cantik, apa anda yakin tidak tertarik dengannya?" Tanya Angkura dengan ekspresi bergurau.
"Sudahlah... Tak perlu bahas hal itu lagi." Ucap Anton sambil memunculkan lingkaran energi di belakang Angkura.
"Cepat masuk sana!... Aku mau istirahat." Ucap Anton.
__ADS_1
"Hahaha... Oke." Jawab Angkura.
Lalu Angkura pun segera masuk ke dalam lingkaran energi tersebut, dan setelah Angkura masuk ke lingkaran energi itu, kini Anton pun langsung turun dari ranjangnya.
"Hah... Mungkin sebaiknya aku tidak mengganggu Karina... Setidaknya biarkan dia tidur nyenyak malam ini." pikir Anton.
Lalu diam-diam Anton pun berjalan keluar dari kamarnya saat ini.
Ia kemudian keluar dari markas melalui pintu bekang.
Setelah keluar dari markas, Anton pun memunculkan salah satu hewan peliharaan miliknya dari sebuah lingkaran energi.
Hewan peliharaan yang satu ini adalah seekor burung hitam layaknya burung gagak. Namun burung itu bukanlah burung biasa karena kemampuan terbang dari burung itu sangatlah cepat, bahkan lebih cepat dari kecepatan terbang yang di miliki oleh burung tercepat di bumi ini.
Mata burung itu tampak berwarna merah menyala, sementara paruhnya terlihat sangat kokoh dan ia memiliki sayap lebar serta jari-jari kaki yang sangat kuat di lengkapi dengan cakar yang sangat tajam.
"Kau jaga tempat ini... Di dalam sini hanya ada satu perempuan saja, dan jika ada orang lain yang mencoba masuk dari luar, maka segeralah beritahukan hal itu padaku." Ucap Anton.
"Siap tuan." Balas burung tersebut dengan sopan.
Lalu burung itu pun segera terbang mengelilingi markas, dan saat terbang, ia menjatuhkan beberapa bukunya di setiap sudut markas itu.
Setelah menjatuhkan bulunya, ia pun langsung terbang dan hinggap di atas atap dan bertengger di sana.
Bulu-bulu yang sengaja ia jatuhkan itu berfungsi untuk membantunya mendeteksi wilayah sekitar agar ia bisa mengetahui keadaan di sekitar tempat tersebut.
Setelah melihat si burung sudah melakukan tugas yang ia berikan, kini Anton pun langsung menjauh dari markas.
Namun, meskipun menjauh, Anton saat ini memilih untuk pergi ke sebuah puncak gedung yang jauh dari markas namun dari puncak gedung itu ia bisa melihat markas dengan sangat jelas.
Setelah berada di salah satu atap gedung, Anton pun segera melakukan semedi-nya di tempat tertinggi dari atap itu, yakni di atas pintu masuk ke atap gedung itu karena dari sana Anton bisa melihat dengan jelas ke bawah karena tidak ada pembatas yang menghalangi pandanganya.
"Hah... Waktunya melanjutkan kegiatan yang sempat terhenti." Ucap Anton dalam hati sambil duduk bersila dan memulai kembali semedi-nya.
__ADS_1
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...