Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Pertarungan Kelompok Aris


__ADS_3

Di sisi lain, tepat di tempat Aris, Natan, Karina, dan Sisilia tampak sedang dalam keadaan yang juga cukup menegangkan karena mereka saat ini tengah berhadapan dengan seekor monster dengan wujud mirip harimau putih namun memiliki satu tanduk kecil di bagian dahinya serta bisa menggunakan elemen petir yang cukup kuat.


Monster harimau putih itu saat ini sudah berada di level 91 dan level itu sudah jelas berada di atas level mereka berempat saat ini.


"Sial! dia kuat sekali!" Ucap Sisilia setelah menyerang menggunakan tebasan api yang berkobar-kobar namun berhasil di tahan dengan mudahnya hanya menggunakan raungan suara saja.


"Tenang saja!... Kita berempat! dia hanya sendiri!... Umumnya para monster semuanya tidak berotak! Jadi sudah jelas mereka semua akan lebih mudah di hadapi selama kita melakukan kombinasi yang benar saat melawan mereka!" Ucap Aris.


"Kau benar!" Balas Karina sambil mengangguk sekali.


"Natan! Gunakan tanaman rambat-mu dan cobalah kunci pergerakan monster itu!" Ucap Aris memberi perintah.


"Hoi!... Jangan asal memerintah-ku!... Begini-begini aku ini lebih tua dari-mu!" Ucap Natan yang tampak seolah tak suka di perintah.


"Ayolah!... Apa kau tak ingin kita mengalahkan monster ini?" Balas Aris dengan ekspresi malas seolah terusik dengan keberadaan orang-orang yang sulit di ajak melakukan kombinasi.


"Hahaha aku hanya bercanda kok... Jangan di ambil pusing." Balas Natan sambil tertawa ringan.


Setelah itu Natan pun langsung menundukkan tubuhnya dan menapaki telapak tangannya ke tanah.


"Benalu pengikat!" Ucap Natan, dan seketika itu di depan Natan pun muncul tumbuhan benalu yang jumlahnya cukup banyak.


Tumbuhan benalu itu memiliki ukuran yang cukup besar, kira-kira ukurannya sama seperti ukuran lengan bawah orang dewasa.


Tumbuhan benalu itu pun bergerak ke arah monster harimau itu layaknya seekor ular yang sedang mengincar mangsanya.


"Karina! Sisilia!... Kacau-kan Pergerakan monster itu dengan beberapa serangan api dan buat ia terdesak sampai tanaman rambat milik Natan berhasil mengikatnya!" Ucap Aris memberi perintah.


"Baik!" Jawab Karina cepat dan langsung memunculkan pedang api di tangannya.


"Oke!" Jawab Sisilia yang hampir bersamaan dengan Karina.

__ADS_1


Lalu Sisilia pun memunculkan sebuah busur api di tangan kirinya.


Kini Karina dan Sisilia pun langsung melesat ke arah kiri dan kana dari posisi si monster saat ini.


Setelah itu kini mereka berdua pun langsung melesatkan serangan mereka secara bersamaan.


Tampak Karina melancarkan sebuah serangan api yang berbentuk seperti ular api.


Karina melakukan tebasan sambil memutar dan dari ayunan pedang api yang ia lakukan saat berputar terbentuklah kobaran api bagaikan seekor ular dan saat Karina melepaskan tebasan itu ke arah si monster harimau putih itu, kini serangan kobaran api berbentuk seperti ular itu pun langsung bergerak cepat ke arah si monster.


Di waktu yang bersamaan, Sisilia juga melakukan sebuah serangan menggunakan busur api miliknya.


Ia menarik tiga anak panah di busur apinya itu. Tiga anak panah itu muncul dengan sendirinya saat ia mulai menarik tali dari busur tersebut dan setelah Sisilia melepaskan anak panah itu, Sisilia pun langsung mengucapkan nama dari jurus panahnya saat ini.


"Panah duplikat!!" Ucap Sisilia.


Di saat itu juga anak panah yang tadinya hanya tiga kini langsung berubah menjadi lebih dari tiga, bahkan jumlahnya sudah mencapai puluhan anak panah dan puluhan anak panah itu kini melesat ke arah monster harimau putih itu bersamaan dengan melesat-nya serangan api milik Karina.


Serangan demi serangan di lancarkan oleh Karina dan Sisilia, dan hingga akhirnya monster itu berhasil terjebak oleh tindakan mereka dan akhirnya si monster itu pun berhasil di lilit menggunakan benalu pengikat milik Aris.


Monster harimau putih itu pun langsung mengaum dengan suara yang sangat keras.


Namun dengan segera Aris melilit mulut monster harimau itu hingga mulut si monster harimau itu langsung tertutup dan dengan cepat Aris menggerakkan tangannya ke bawah dengan satu hentakkan yang kuat. Bersamaan dengan hentakkan tangan Aris itu kini kepala si monster harimau putih itu langsung di tarik oleh tanaman rambat dengan satu tarikan kejutan yang langsung membuat kepala serta seluruh tubuh monster harimau putih itu langsung menyentuh tanah.


"Serangan terakhir!" Ucap Aris sambil menggerakkan tangan kanan dan tangan kirinya ke depan dengan sedikit hentakkan.


Dan seketika itu juga dari kaki Aris tampak seperti ada sesuatu yang sedang menjalar di bawah tanah dan bergerak ke arah monster harimau putih itu.


Begitu sesuatu yang bergerak di bawah tanah itu mencapai tubuh si monster harimau api, tiba-tiba tepat di tengah-tengah bagian dada monster harimau api itu menjulang sebuah tanah runcing yang langsung menembus tubuh monster tersebut.


Monster harimau itu pun mengaum sangat kuat karena kesakitan. Namun Aris kini akan segera langsung membuat monster itu mati agar tidak terlalu lama merasakan rasa sakit.

__ADS_1


"Bermekarlah!!" Ucap Aris sambil mengepalkan tangan kanannya.


Seketika itu juga, sebagian dari pilar tanah yang ada di dalam tubuh monster harimau putih itu langsung memunculkan tanah runcing lainnya dalam jumlah yang sangat banyak dan menyebar kemana-mana hingga menembus seluruh tubuh monster harimau putih itu bahkan sampai membuat kepalanya di tembus oleh tanah runcing yang cukup banyak dari dalam tubuhnya sendiri.


Seketika itu juga si monster harimau api pun mati begitu saja.


"Hahaha Kerja bagus semuanya!" Ucap Aris yang tampak sangat senang dan bersemangat atas pencapaian mereka berempat.


"Hah... Akhirnya monster ini bisa kalah juga." Balas Sisilia sambil berjalan mendekati Aris dan Natan.


"Sudah ku bilang kan?... Selama kombinasi pertarungan kita lebih kuat dari monster itu, maka kita masih memiliki peluang sekalipun monster yang kita hadapi adalah monster yang levelnya lebih tinggi dari kita." Ucap Aris.


"Kali ini kita sudah berhasil membunuh satu monster level 90an, ku rasa harganya akan sedikit lebih lumayanlah ketimbang monster-monster kecil berlevel 50 ke bawah." Ujar Natan.


"Kau benar, Akan tetapi jika kita terus berhadapan dengan monster yang seperti ini, bisa-bisa kita sendiri yang akan kehabisan energi gelap bahkan sebelum mengalahkan mereka!" Balas Karina.


Karina berkata seperti itu karena saat ini ia memang merasa bahwa pertarungan barusan lebih banyak memakai energi gelap ketimbang melawan monster-monster yang levelnya berada di bawah mereka.


"Kau benar Karina!... Aku juga berpikir seperti itu." Sanggah Sisilia.


"Baiklah, kalau begitu untuk saat ini sebaiknya kita berburu santai saja, jika kita merasa monster yang kita hadapi akan sulit di kalahkan, maka sebaiknya kita mundur! Tapi jika bisa kita kalahkan, maka kita hajar!" Ucap Aris menyarankan.


"Oke!" Jawab mereka bertiga secara serentak.


Setelah itu kini mereka pun mengambil kristal energi yang ada di tubuh monster harimau putih itu dan setelah mengambil kristal energi itu, kini mereka berempat pun kembali melakukan perburuan mereka selanjutnya.


"Kali ini kita harus mengumpulkan beberapa kristal energi lagi sebelum malam tiba!" Ucap Aris.


Kini kelompok Aris dan kelompok Anton pun mulai bergerak mencari lebih banyak monster lagi sebelum malam tiba.


Setelah Hari sudah mulai malam, kini mereka pun langsung berkumpul di titik kumpul yang sudah di setujui dan setelah berkumpul, kini mereka pun segera kembali ke tembok ke enam serta langsung pergi ke kantor asosiasi untuk menyerahkan hasil buruan mereka hari ini sekaligus sebagai bentuk pernyataan mereka bahwa hari ini mereka telah melakukan perburuan.

__ADS_1


__ADS_2