
Saat ini Anton telah masuk dalam daftar ranking sepuluh pemburu monster terkuat di kerajaan Sulteng, dan hal itu bisa terjadi karena Ligoso telah menyampaikan semua informasi tentang keberhasilan Anton selama ini.
Mulai dari pembantaian monster yang saat ini sudah mulai di laksanakan pembangunan sampai pembantaian monster di tengah-tengah kota serta di wilayah kemunculan portal baru.
Dengan adanya informasi itu, pihak penilaian menyatakan bahwa Anton berhak masuk sepuluh besar karena prestasinya itu sudah cukup bagus apa lagi lawan yang ia sudah tumbangkan itu kebanyakan berada di level yang jauh lebih tinggi darinya.
Tim penilai kini memandang Anton sebagai orang berbakat namun sangat misterius karena selalu pakai topeng serta masih berada di level nol.
"Sepertinya anda benar!... Ku rasa orang-orang dari pihak penelitian itu kini melirik ku karena hal ini!" Ucap Anton setelah membuka daftar rangking melalui layar virtual miliknya sendiri.
"Kalau sudah seperti ini maka penyamaran-mu bisa sia-sia sekarang... Apa kau yakin masih akan melanjutkan penyamaran itu?" tanya tuan Hiruzwen yang berpikir bahwa tak ada lagi gunanya menyamar.
"Tenang saja, penyamaran ini sudah pas, aku yakin mereka tidak akan semudah itu menemukan ku!" Ucap Anton dengan percaya diri.
"Tapi tidak mustahil bagi mereka untuk mengetahui wajah di balik topengmu itu, lagi pula mereka memiliki teknologi yang jauh lebar h canggih dari kami dan bahkan mereka bisa saja mendeteksi keberadaan-mu dengan mudah menggunakan kamera satelit milik mereka." Ucap tuan Hiruzwen lagi.
"Hah... Masalah itu lagi... Sepertinya anda memang benar... Ku rasa jika mereka memang ingin tahu siapa aku yang sebenarnya agar bisa lebih mudah menemukan-ku, mungkin saja mereka akan terus mengawasi ku dan itu akan membuat ku kesulitan bersembunyi saat hendak berubah dari mode Zero ke mode Anton." Balas Anton yang menyadari kelemahan dari penyamarannya saat ini.
"Hah... Sudahlah... Ku rasa untuk masalah penyamaran itu pasti masih ada jalan lainnya... Sebagai contoh kau bisa gunakan keramaian tempat ini untuk kembali ke wujud Anton dan setelah itu keluar dari tempat ini tanpa di curigai sedikitpun oleh orang lain." Ujar tuan Hiruzwen memberi sedikit saran.
"Benar juga, aku hanya perlu mencari tempat sunyi di sekitar sini dan kemudian kembali ke wujud Anton tanpa sepengetahuan orang lain." Sanggah Anton menyetujui saran tuan Hiruzwen.
Setelah itu Anton pun segera berubah wujud menjadi dirinya sendir, yakni kembali ke wujud Anton yang sebenarnya dan melepaskan penyamarannya sebagai sosok Zero.
"Hah... Aku tidak terpikirkan ide yang seperti ini sebelumnya... Padahal kan jika ada yang bertanya di mana Zero berada tinggal bilang 'dia susah pergi'... Masalah selesai." Ucap Anton yang kemudian langsung menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Hahaha... Kau ini, padahal sebelumnya ku pikir kau adalah anak yang cerdas, tapi ternyata kau sama saja seperti yang lainnya." Ujar tuan Hiruzwen meledek sambil bergurau.
__ADS_1
"Hei... Aku ini manusia, bukan dewa... Jadi jika aku punya kekurangan maka itu adalah hal yang wajar." Ucap Anton menanggapi gurauan tuan Hiruzwen.
*******
Malam telah larut dan seluruh aktifitas di kerajaan Sulteng telah terhenti.
Di sebuah taman di salah satu kota yang ada di tembok ke tiga, tampak seorang pria sedang duduk di sebuah bangku taman dengan bertemakan sebotol minuman beralkohol.
Pria itu sedang duduk dalam kesunyian malam serta hanya ada satu lampu taman yang remang-remang berada cukup jauh dari tempat ia duduk saat ini.
Pria itu adalah Natan, ia saat ini sedang duduk sambil meminum minuman beralkohol sambil merenungkan semua kejadian yang ia alami hingga saat ini.
Sesekali ia meneguk minuman beralkohol itu dan kemudian menyandarkan tubuhnya dengan rileks di bangku taman tersebut.
"Hah..."
"Kenapa kau pergi secepat ini... Bruno?" Ucap Natan dengan suara yang lirih.
FLASHBACK
Saat ini, di sebuah rumah sakit yang berada di salah satu kota di tembok ketiga tampak seorang Natan sedang duduk di samping seorang pasien yang sedang dalam keadaan sakit dan tidak berdaya.
Pasien itu tengah berbaring dalam keadaan yang sedang tidak sadarkan diri akibat penyakit yang di deritanya.
Pasien itu adalah ibu kandung Natan yang mengidap penyakit kanker dan harus segera di operasi.
Namun saat ini Natan masih belum bisa mengumpulkan uang untuk biaya operasi untuk ibunya, oleh karena itu untuk saat ini ibunya hanya bisa di rawat seadanya saja di rumah sakit tersebut.
__ADS_1
Natan sendiri berasal dari keluarga sederhana.
Ayah Natan telah lama meninggal, sehingga sejak kecil Natan pun hanya di rawat oleh ibunya seorang diri hingga saat ini ia berusia 17 tahun.
Namun hingga saat ini Natan sama sekali masih belum bisa mendapatkan pekerjaan sehingga ia kesulitan untuk mengumpulkan uang untuk pengobatan ibunya.
Oleh karena itu, mulai hari ini Natan pun bertekad untuk mencoba menjadi salah satu anggota pemburu monster.
"Sepertinya tidak ada jalan lain lagi!... Aku harus melakukan hal ini meskipun ibu tak menyetujuinya!" Ucap Natan membulatkan tekadnya.
Sebenarnya Natan susah lama memiliki keinginan untuk menjadi seorang pemburu monster, akan tetapi ibunya selalu melarang dirinya untuk bercita-cita seperti itu di karenakan sebuah alasan masa lalu.
Alasan itu adalah kematian sang ayah.
Ayah Natan adalah seorang pria gagah berani yang merupakan sosok seorang pemburu monster yang di segani oleh orang-orang di kelompoknya karena ia adalah sosok seorang pemimpin di kelompok tersebut.
Suatu hari ayah Natan memimpin para anggotanya untuk melakukan perburuan di salah satu hutan yang belum tersentuh sama sekali oleh para pemburu monster lainnya.
Bisa di bilang hutan itu masih sangat asing dan tidak ada yang tahu monster apa saja yang ada di dalam sana dan tidak ada pula yang tahu level berapa saja kau monster-monster yang ada di dalam hutan tersebut.
Namun ayah Natan yang bernama Bramusa Andrikel tetap memutuskan untuk melakukan perburuan di hutan itu karena mereka menginginkan kristal energi yang berada di level lebih tinggi dari yang biasanya mereka dapatkan.
Bramusa dan kawan-kawan sekelompoknya itu pun segera melakukan penyisiran di hutan yang belum terjamah itu.
Beberapa jam mereka menyisir hutan itu, mereka menemukan banyak monster yang berada di level yang bahkan lebih tinggi dari yang mereka temukan di lokasi yang biasanya mereka tempati berburu.
Namun sejauh ini mereka masih belum bertemu dengan monster yang bisa membuat mereka kerepotan.
__ADS_1
Hingga akhirnya, setelah beberapa jam lagi mereka berburu, kini mereka pun di perhadapkan dengan monster yang sangat kuat dan monster itu pun membantai mereka semua hingga tak tersisa satu pun.