
Kini Anton hanya bisa mencoba bertahan dari serangan brutal si pria misterius yang di kirim oleh para peneliti untuk membawa anak on ke hadapan mereka.
"Sial!... Orang ini benar-benar sangat merepotkan!" Ucap Anton dengan ekspresi yang tampak sedikit tak senang dengan tindakan pria misterius itu.
Anton terus menghindari serangan orang itu, sementara orang itu terus melemparkan belati dalam jumlah yang banyak.
Namun karena Anton memang cukup lihai dalam menghindari serangan, maka kini tak satu pun serangan pria misterius itu mengenai Anton.
Begitu serangan itu semuanya berhasil di hindari oleh Anton, tampak pria itu memulai melempar-kan lagi belati milik-nya itu ke arah Anton.
Anton kini tidak akan menghindar saja karena kini ia sudah memuncul-kan dua pedang di tangan-nya yakni pedang petir dan pedang angin.
Kini dengan kedua pedang itu Anton pun segera menerjang serangan belati yang di lesat-kan oleh pria misterius itu.
"Aku tak peduli dengan penelitian itu!... Melindungi nyawa ku adalah hal yang terpenting sekarang!" Ucap Anton sambil menerjang dan menebas semua belati yang bergerak ke arah-nya.
Semua belati itu berhasil di tangkis dan di blokir oleh Anton.
Pria itu tampak sedikit terkejut karena belati yang ia lesat-kan itu sangat banyak tapi bisa di atasi oleh Anton dengan mudah-nya.
"Sialan!... Bocah ini memang punya sesuatu yang sulit di jelas-kan!... Pergerakan-nya sangat lincah dan tidak ada gerakan yang tak berguna sedikit-pun." Ucap pria itu.
Sementara itu, kini Anton sudah berada di depan pria itu dan siap menebas pria tersebut.
Namun pria itu dengan sangat cepat langsung memunculkan belati di tangan kiri dan tangan kanan-nya. Lalu dengan segera ia memblokir tebasan pedang petir milik Anton mengguna-kan kedua belati-nya itu dengan posisi belati yang di silang-kan.
Namun serangan Anton tidak cukup sampai di situ saja, Anton kini langsung melaku-kan tebasan memutar dengan sangat cepat dan hal itu memberikan tekanan yang sangat kuat sehingga pria misterius itu pun terdorong mundur dan kakinya saling bergesekan dengan tanah.
"Kuat sekali serangan-nya!" Pikir pria itu berusaha mempertahan-kan posisi-nya.
Kini Anton yang merasa tak bisa menghancur-kan pertahanan kedua belati milik pria itu kini langsung melompat mundur.
__ADS_1
Namun selagi ia berada di udara, ia dengan segera melakukan tebasan di udara sebanyak dua kali dan dari tebasan itu tampak petir dan angin berbentuk melengkung seperti bulan sabit langsung melesat ke arah pria misterius itu.
Si pria misterius kini segera memutar tubuh-nya sambil melakukan tebasan mengguna-kan kedua belati-nya itu sehingga kini kedua belati itu menghantam serangan yang di lesat-kan oleh Anton ke arah pria itu.
"padahal hanya berurusan dengan bocah!... Tapi aku ni benar-benar tidak bisa di sangka-sangka kalau ternyata malah jadi repot begini!" Pikir pria itu karena sebelum-nya ia mengira akan mudah berhadapan dengan Anton karena Anton masih muda dan juga masih berada di level nol.
Sementara itu Anton kini sudah mendarat ke tanah.
Kini Anton mulai memikir-kan cara lain lagi untuk mengalah-kan pria misterius itu.
"Aku sama sekali tidak tahu apa saja yang bisa ia lakukan mengguna-kan belati-nya itu!... Mungkin untuk sekarang aku coba serangan secara acak terlebih dahulu!" Pikir Anton.
Lalu Anton pun menghilang-kan pedang di kedua tangan-nya.
Ia kemudian memuncul-kan senjata energi milik-nya yakni sebuah panah busur yang bisa mengkristal-kan objek yang terkena oleh serangan-nya.
Di sisi lain, si pria misterius itu kini mulai menunjuk-kan jurus lain dari belati milik-nya itu.
Ia kini mengangkat belati-nya itu ke udara mengguna-kan tangan kanan-nya dan setelah itu ia tampak mengalir-kan energi gelap miliknya ke belati itu.
Setelah belati itu menjadi pedang, orang itu pun segera mengayun-kan pedang tersebut ke arah Anton dan seketika itu pula muncul puluhan belati yang kini langsung melesat ke arah Anton.
Belati yang di lesat-kan oleh orang itu kali ini sedikit lebih kuat dari belati yang sebelum-nya.
Namun Anton tentu tidak diam saja, bahkan di waktu yang hampir bersamaan dengan saat pria itu melepas-kan serangan-nya, tampak Anton juga sudah menyiap-kan serangan-nya serta menembak-kan anak panah milik-nya ke arah pria itu.
Kini puluhan anak panah milik Anton langsung berhantaman dengan puluhan belati milik pria itu.
Seketika belati milik pria itu berubah menjadi kristal akibat serangan anak panah yang di lesatkan oleh Anton.
Tidak hanya itu saja, kini belati dan anak panah itu kini secara bersamaan langsung hancur berkeping-keping dengan sendiri-nya.
__ADS_1
Pria itu tampak terkejut melihat hal itu. Ia tak menyangka serangan-nya akan di patah-kan semudah itu.
"Ternyata kekuatan serangan-nya seimbang!" Ucap pria itu dalam hati.
Lalu pria itu segera melesat ke arah Anton dengan sangat cepat.
Anton tidak diam saja, ia kini menembak-kan beberapa anak panah ke arah orang itu.
Orang itu pun segera menghindari semua serangan jantung tu dengan pola pergerakan yang zig-zag, hingga akhir-nya ia tiba di hadapan Anton.
Pria itu segera melompat ke udara dan menebas-kan pedang-nya ke arah Anton, tepat-nya ke arah leher Anton.
Namun Anton dengan segera memuncul-kan pedang petir milik-nya di tangan kanan-nya dan setelah itu ia menahan serangan pria itu mengguna-kan pedang-nya.
Kedua-nya kini kembali beradu keterampilan berpedang.
Tampak kedua-nya bergerak sangat lincah saat menyerang dan menangkis serangan.
Pria itu menyerang, Anton langsung menangkis sambil memutar tubuh dan menyerang kembali pake tendangan.
Pria itu menghindar dan melompat ke belakang agar tak terkena tendangan.
Begitu ia mendarat ia pun kembali melesat ke arah Anton sambil menembak-kan beberapa belati mengguna-kan tangan kiri-nya.
Anton segera menangkis semua belati itu sambil bergerak mundur seolah menjaga jarak.
Tapi tak butuh waktu lama pria misterius itu kini sudah berada di depan Anton dan menebas-kan pedang-nya ke arah Anton.
Anton pun segera melompat ke udara menghindari serangan tersebut, dan selagi Anton masih berada di udara Anton pun mengguna-kan pedang milik-nya itu sebagai anak panah.
Ia menempat-kan pedang-nya di busur itu lalu menarik tali busur tersebut, dan dengan energi Saga yang ia miliki saat ini ia menyatu-kan kekuatan dari panah busur itu dengan pedang petir milik-nya sehingga pedang petir itu kini telah di perkuat.
__ADS_1
Kalau ada yang minat baca karya lainnya bisa cek di profil author ya...