
Saat ini empat pemimpin cabang asosiasi pemburu monster tengah merencanakan hal jahat pada sosok Zero, yakni Anton.
Mereka berniat mengirim seseorang untuk membunuh Anton saat Anton sedang melakukan perburuan di hutan.
"Apa kau yakin orang itu bisa di andalkan?" Tanya Posepa si pemimpin asosiasi pemburu monster cabang ke empat.
"Tentu saja bisa, lagi pula aku sudah memberikan tugas ini pada orang itu, dan saat ini aku yakin orang itu sedang mencari Zero sekarang." Jawab Buro si pemimpin asosiasi pemburu monster cabang pertama yang berada di kota tembok ke dua.
"Hahaha... Kalau benar-benar orang yang selalu bergerak cepat Buro." Ujar Nadoyo si pemimpin asosiasi pemburu monster cabang ke lima yang bertempat di tembok ke enam.
Sementara itu, jauh di salah satu wilayah hutan tempat perburuan monster yang baru-baru ini di urusi oleh Anton tampak sosok Anton sedang berjalan-jalan di wilayah itu untuk mencari dan membunuh monster-monster baru yang hendak masuk ke wilayah yang sudah ia bersihkan dari para monster itu.
Sementara Anton masih asik-asiknya berjalan di sekitar wilayah itu, tiba-tiba sosok seorang pria bertopeng muncul di hadapan Anton.
Pria bertopeng itu tampak berdiri sambil memegang pedang di kedua tangannya.
"Pengguna pedang ganda?" Pikir Anton.
Tak lama setelah itu, kini pria itu langsung menghentakkan tubuhnya dan seketika itu juga terjadilah ledakan energi yang cukup kuat di sekitar tubuh pria itu.
Bersamaan dengan ledakan energi itu, kini aura membunuh milik pria itu langsung menyebar dan sampai kepada Anton.
Seketika bulu kuduk Anton langsung berdiri saat merasakan aura membunuh yang sangat mengerikan itu.
Seketika Anton pun langsung pasang kuda-kuda bertarung sambil memunculkan pedang petir dan angin di masing-masing tangannya.
"Siapa orang ini?!" Ucap Anton yang sedikit panik sambil mencoba mengidentifikasi pria itu menggunakan alat pendeteksi miliknya.
Namun saat melakukan pendeteksian, kini yang muncul di layar virtual Anton menunjukkan bahwa pria itu bernama 'Noname', dan ia saat ini berada di level nol, sama seperti Anton.
Melihat status orang itu, seketika Anton pun langsung membelalakkan matanya sambil pasang ekspresi terkejut di balik topeng yang di pakainya saat ini.
"Siapa orang ini?... Apa dia juga sama seperti ku?" Ucap Anton dalam hati.
"Apa yang kau inginkan?!" Tanya Anton dengan suara yang terdengar meninggi.
"Aku menginginkan kepalamu!" Jawab pria itu dengan tatapan yang terlihat kosong dan datar.
Mendengar jawaban itu, Anton pun bisa merasakan bahwa pria di hadapannya saat ini memang sudah jelas akan membunuhnya.
Namun karena semua sudah benar-benar jelas, kini Anton pun jadi sedikit tenang karena pada dasarnya, Anton saat ini bisa serius melawan orang ini.
"Sejujurnya aku tak ingin membunuh manusia, akan tetapi, jika aku harus membunuh demi membela diri, maka aku siap melakukan hal itu!" Ucap Anton yang kemudian langsung berdiri dengan tenang.
__ADS_1
Saat ini Anton bisa merasakan kekuatan pria itu.
Sekalipun pria itu menggunakan alat yang sudah di modifikasi seperti milik anton saat ini, namun itu tidak bisa menipu kemampuan pendeteksian bawaan milik Anton.
Berdasarkan pendeteksian bawaan milik Anton, Anton bisa merasakan dengan jelas bahwa pria itu saat ini berada di tingkat elite level 49 atau jika di levelkan seperti alat pendeteksi level maka akan menunjukkan level 179.
Tingkatan Anton dan pria itu saat ini tidak jauh berbeda, namun tetap saja, pria itu tentunya sedikit lebih kuat dari Anton.
Ya, jika bicara tentang kekuatan tentu memang benar adanya bahwa pria itu sedikit lebih kuat dari Anton, namun bukan berarti Anton bisa kalah jika melawan pria itu karena pada dasarnya, kemenangan tidak hanya di tentukan oleh kekuatan semata, melainkan segala yang dimiliki, mulai dari kelicikan, kelincahan, ketepatan dalam penggunaan jurus dan berbagai macam hal lainnya. Itu semua bisa berpengaruh dalam memastikan seseorang untuk bisa menang atau tidak.
Anton pun kini sudah siap dengan kedua pedangnya, dan begitu juga pria misterius itu yang kini juga sudah siap dengan kedua pedang-nya.
Sedetik kemudian...
WHUUUSSSS
Keduanya langsung melesat secara bersamaan dengan kecepatan yang sangat tidak biasa sampai wujud mereka berdua kini terlihat hanya seperti sebuah cahaya yang sedang bergerak.
SINGGGG!!
DUAAARRRR!!
Kedua pedang dari Anton dan pria misterius itu saling berhantaman dan menghasil-kan ledakan yang cukup kuat sampai memberikan efek hentakan di udara.
Efek hentakkan itu pun kini membuat dedaunan pohon yang ada di sekitar mereka langsung rontok dan beterbangan di udara.
Keduanya tampak sangat lincah memainkan pedang ganda mereka.
Dengan berbagai macam variasi ayunan pedang Anton terus menyerang dan bergerak maju sambil menebas.
Sementara itu si pria misterius tampak melangkah mundur dengan gerakan menangkis serta menghindari berdoa tebasan pedang yang tidak akan sempat ia tangkis.
Sambil memutar tubuhnya kini si pria misterius langsung mengayunkan pedangnya ke arah Anton.
Namun dengan gerakan yang refleks Anton pun langsung menahan tebasan pedang itu dengan cara memblokirnya menggunakan satu pedang milik-nya.
Di saat yang hampir bersamaan, kini Anton menusukkan pedang yang satunya ke wajah si pria misterius itu, namun pria itu segera memutar tubuhnya, dan menghindari serangan Anton sambil melakukan tebasan ke arah perut Anton.
Anton segera mengantisipasi tebasan itu menggunakan pedangnya yang satunya lagi.
Namun tak di sangka-sangka pria misterius itu dengan segera memutar tubuhnya lagi tanpa melanjutkan tebasannya sebelumnya.
Sambil memutar tubuhnya kini pria itu melangkah menjauh beberapa langkah dari Anton.
__ADS_1
Begitu sudah ada jarak di antara mereka, pria itu langsung melesatkan sebuah tebasan kayu runcing ke arah Anton.
Pria itu memunculkan lima kayu runcing pendek yang melayang di depannya, dan setelah itu pria itu dengan cepat melakukan tebasan ke depan dan ke lima kayu runcing pendek itu langsung melesat ke arah Anton.
Anton pun segera menangkis kelima kayu runcing itu dengan cara mengayun-kan kedua pedangnya dengan pola memutar.
Lalu dengan segera Anton melompat ke belakang karena saat ini pria misterius itu sudah melompat ke arah dirinya yang bahkan masih menangkis kayu runcing yang terakhir.
Saat pria misterius itu berada dekat dengan Anton, pria itu langsung menebaskan kedua pedangnya dengan gerakan memutar di udara.
"Tebasan tornado!" Ucap pria itu dengan suara yang lantang sambil menebas.
Anton yang kini melompat menghindari tebasan itu kini langsung menatap pria itu dengan ekspresi jijik.
"Tchi, selera penamaan jurus-mu sangat menjijikan sekali!" Ucap Anton.
Kini Anton langsung mendarat ke tanah, lalu ia langsung mengayunkan kedua pedangnya ke arah pria itu dengan sangat cepat.
"Rasakan gabungan tebasan pedangku!" Ucap Anton sambil mengayunkan kedua pedang miliknya.
Anton langsung menggunakan dua jenis jurus tebasan pedang dalam satu waktu. Yakni tebasan petir dan tebasan angin sehingga kini kedua jurus tebasan pedang itu langsung membentuk silang X dan melesat ke arah pria misterius itu.
Melihat serangan Anton itu, kini pria tersebut langsung mengayunkan kedua pedangnya ke udara dan seketika itu juga dari bawah tanah muncullah balok-balok kayu yang berukuran 40 x 40 cm.
Balok kayu itu langsung menjulang ke atas dan membentuk sebuah tembok penghalang yang langsung menutupi seluruh tubuh pria misterius itu.
Balok kayu itu menjulang membentuk sebuah bangunan ruang yang berbentuk kerucut dan di dalam ruang kerucut itu pria misterius bisa terlindung dari serangan Anton.
Sehingga kini tebasan petir dan angin milik Anton hanya menghantam balok kayu itu.
namun balok kayu itu tampak hanya mengalami kerusakan kecil saja dan tidak begitu parah.
"Tchi... Kuat sekali pertahanannya!" Ucap Anton dalam hati saat melihat serangannya tidak memberikan efek kehancuran yang berarti pada pertahanan pria misterius itu.
Baru selesai berkata seperti itu, tiba-tiba saja balok beberapa balok kayu lainnya bermunculan dari bawah tanah tepat di sekitaran balok kayu yang bermunculan sebelumnya.
Balok kayu itu langsung bergerak layaknya menjalar di udara bagaikan ular yang sedang mengejar mangsanya.
"Sialan! Balok kayu jenis apa ini?! Lentur sekali!" Ucap Anton yang tampak terkejut melihat jurus pria itu.
"Kau tidak perlu tahu ini balok jenis apa! Lagi pula kau akan segera mati hari ini, jadi percuma saja kau mengetahuinya! Huaahahhaha..." Ucap pria itu yang kemudian langsung tertawa di dalam ruang kerucut miliknya.
Sementara itu, Anton kini terlihat sedang sibuk menghindari serangan balok yang bergerak sangat lentur dan fleksibel itu.
__ADS_1
Tampak beberapa balok kayu itu mengejar Anton layaknya seekor ular yang sedang mengejar mangsanya.
Ujung tumpul dari balok-balok kayu itu dapat bergerak memutar dan mengikuti ke arah mana Anton bergerak, hal itu pun membuat Anton sulit untuk melepaskan diri dari incaran balok-balok kayu itu.