
Tembok ke enam. Muncul tiga portal dimensi yang baru.
Dari tiga portal dimensi itu bermunculan para monster dalam jumlah yang banyak serta beragam.
Monster Ular, kiranya memiliki tiga jenis dan warna berbeda. Monster harimau, memiliki dua jenis, yang satu bertanduk sementara yang satunya tidak.
Monster berperawakan seperti beruang dan monyet, namun bentuk tubuh sangat abstrak sehingga tak terlihat sepenuhnya mirip.
Monster-monster ini bermunculan di tembok ke enam. Tepatnya muncul dari portal-portal yang baru.
Tidak hanya itu saja, monster-monster ini juga banyak bermunculan di wilayah tembok lainya, yakni wilayah tembok ke dua sampai wilayah tembok ke lima.
Hal itu di karenakan mulai dari tembok ke dua sampai ke enam muncul portal dimensi yang baru di waktu yang hampir bersamaan.
Jumlahnya sangat banyak dan tak sanggup lagi untuk di atasi oleh para pemburu monster yang ada di kerajaan Sulteng saat ini.
Semua orang kini hanya bisa menunggu datangnya bala bantuan, yakni para pemburu monster yang sebelumnya mengejar Anton.
Oleh karena itu, para pemburu monster saat ini hanya bisa mencoba untuk terus bertahan.
Di sisi lain, para pemimpin asosiasi cabang saat ini mulai kembali ke cabang masing-masing dan mengurusi monster yang menyerang wilayah mereka.
Semenjak mendapatkan informasi ini, mereka semua segera berpencar dan memutuskan untuk mengurusi wilayahnya masing-masing.
*****
Kantor pusat asosiasi pemburu monster.
Terlihat tuan Hiruzwen sedang berjalan keluar dari pintu depan kantor tersebut.
Di luar sana ada beberapa pemburu monster yang merupakan pegawai kantor pusat tersebut.
Tuan Hiruzwen berjalan di tengah-tengah mereka dengan langkah yang tegas.
Dari raut wajahnya tampak ia terlihat sangat serius menanggapi masalah ini.
Melihat kedatangan tuan Hiruzwen di halaman kantor itu membuat semua pegawainya langsung memahami situasi.
"Sepertinya tuan Hiruzwen akan segera turun tangan!"
"Sang mantan top satu ranking pemburu monster akan bertarung!... Aku yakin masalah ini bisa lebih cepat di selesaikan!"
Para pegawai tampak sangat antusias melihat kedatangan Hiruzwen di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Hiruzwen tetap tenang, ia menoleh ke arah para pegawainya itu, dan tatapannya berakhir pada Ligoso, wakil pemimpin asosiasi pusat.
"Aku serahkan tempat ini sementara waktu untuk berjaga-jaga jika saja terjadi masalah tak terduga di wilayah tembok pusat ini." Ucap Hiruzwen yang tetap berusaha terlihat tenang meskipun hatinya sedang menyala-nyala oleh amarah terhadap para monster yang menyerang.
Lalu tuan Hiruzwen pun langsung mengalirkan energinya ke kakinya hingga kedua kalinya kini terlihat memancarkan cahaya kebiruan di sertai percikan-percikan petir kecil.
Detik berikutnya tuan Hiruzwen pun langsung melompat dan berlari cepat di udara.
Tuan Hiruzwen berlari di udara kosong. Kakinya yang berselimutkan cahaya biru dan petir itu terlihat seperti menginjak sesuatu yang tak kasat mata di udara.
Dengan cara itu, tuan Hiruzwen terlihat seolah terbang, namun sebenarnya ia hanya berlari di udara dengan memanfaatkan energi petir yang ia padatkan di setiap langkanya sehingga energi petir itu membuatnya bisa menopang tubuhnya dan berlari di udara.
Semua mata tampak terbelalak. Terkejut melihat hal itu, karena sebelumnya mereka belum pernah melihat jurus yang seperti itu.
"Sejak kapan tuan Hiruzwen punya jurus itu?!" Ucap Ligoso bertanya-tanya karena baru kali ini di lihatnya jurus tersebut.
Ada satu hal yang masih jarang di ketahui oleh para pemburu monster di zaman ini, yakni kemunculan jurus baru saat level mereka berada di tingkatan tertentu.
Biasanya jurus baru tersebut bisa muncul saat pemburu monster mencapai level 250 ke atas, sedangkan tuan Hiruzwen saat ini sudah berada di level 261.
Tuan Hiruzwen memulai pertarungannya dari wilayah tembok ke dua.
Di wilayah tembok ke dua ini hanya muncul satu portal dimensi saja.
Kekacauan hanya terjadi di dua kota saja.
Narido memimpin pertarungan dengan tiga orang pemburu monster lainnya yang merupakan orang pilihan yang kekuatannya cukup mumpuni.
Sementara di kota yang satunya masih sementara dalam proses pertarungan.
Pertarungan sengit di kota yang satunya itu di karenakan di sana hanya ada Buro seorang diri yang mengatasi ratusan monster yang menyerang.
Monster-monster tersebut menyerang dengan membabi-buta.
Setiap serangan yang mereka arahkan pada Buro sangatlah mematikan.
Tiap jurus mengandung aura membunuh yang luar biasa.
Tingkatan para monster itu juga terbilang cukup tinggi, namun yang paling tinggi hanya beberapa saja dan tidak sepenuhnya banyak.
Namun hal itu sudah cukup membuat Buro kerepotan.
Serangan Buro memang sangat mematikan dengan duri-duri api yang ia miliki.
__ADS_1
Namun apalah daya, musuh berjumlah sangat banyak dan memiliki kemampuan yang bervariasi.
Beberapa monster menyerang dengan cakar yang kuat dari tangannya.
Cakar tersebut melesat bagaikan sabetan senjata tajam yang bergerak cepat ke arah Buro.
Menghindar dan menangkis serangan. Hanya itu yang bisa Buro lakukan.
Beberapa menit telah berlalu dan Buro hanya bisa menumbangkan beberapa monster saja.
Meskipun cukup banyak yang ia tumbangkan, namun jumlah monster masih terlalu banyak.
Selang beberapa menit kemudian, sebuah petir yang sangat besar menyambar dari langit.
Petir tersebut bergerak turun dan menghantam tanah hingga terjadi ledakan yang cukup kuat di sertai suara gemuruh guntur yang memekakkan telinga.
Petir yang menghantam tanah itu kini seolah menjelma menjadi akar tanaman yang bergerak ke berbagai arah dalam radius yang cukup jauh.
Pergerakan petir itu pun langsung mengarah pada setiap monster yang ada di sekitar Buro serta memberi sengatan yang sangat mematikan pada monster-monster tersebut.
Buro terkejut melihat kejadian tersebut. Namun sedetik kemudian ia bisa langsung menebak siapa pemilik dari serangan ini.
"Akhirnya kau datang juga." Ucap Buro sambil menoleh ke langit dan melihat sosok pria yang sedang berdiri di udara dengan kaki yang di selimuti oleh cahaya kebiruan yang berpadu dengan percikan petir di sekitarnya.
"Sepertinya kau sangat kerepotan di sini." Tutur tuan Hiruzwen menyapa Buro.
"Kalau kau sendiri sudah turun tangan... Itu artinya situasi saat ini benar-benar sudah sangat mendesak." Balas Buro.
"Benar sekali... Kau sendiri harusnya sudah menyadari itu."
Setelah perbincangan tersebut, kini mereka berdua pun kembali melakukan pertarungan melawan para monster.
Karena saat ini sudah ada bantuan, maka Buro pun sudah tak kerepotan lagi karena bisa saling melengkapi dengan keberadaan tuan Hiruzwen.
Keduanya bisa mengkombinasikan kemampuan masing-masing guna saling melindungi dari serangan para monster. Bahkan saat menyerang pun mereka berdua bisa dengan kompak dan cepat mengatasi lawan dengan jurus-jurus yang mematikan.
Satu tangan di arahkan ke depan. Sedetik kemudian melesat puluhan duri api dari depan Buro ke arah para monster.
Sementara dari tangan kanan tuan Hiruzwen menyambar petir dalam jumlah banyak serta melumpuhkan para monster akibat sengatan yang begitu mematikan.
Keduanya berhasil membasmi semua monster di tempat itu dengan cepat.
"Bagaimana dengan para masyarakat?" Tanya tuan Hiruzwen setelah semua musuh di kalahkan.
__ADS_1
"Mereka semua sudah di evakuasi melalui jalur bawah tanah." Jawab Buro.
"Baguslah kalau begitu." Tutur tuan Hiruzwen yang kemudian bersiap pergi ke tempat selanjutnya.