
Saat ini Anton tampak hanya memperhatikan pertarungan yang sedang berlangsung di bawah tebing itu.
Tampak pria yang berada di tingkat veteran level 11 itu langsung mengangkat kaki kanannya dan setelah itu ia langsung menghentakkan kakinya ke tanah dan seketika itu juga tanah pun langsung terbelah dan sebelah kaki si monster itu jatuh ke dalam tanah.
Begitu kaki si monster itu jatuh ke tanah, pria itu langsung menggerakkan tangan kirinya ke samping seolah sedang mendorong sesuatu dan di saat itu juga tanah yang terbelah itu langsung menutup.
Namun begitu tanah itu menutup, ternyata monster itu sudah berhasil menarik kakinya dengan cepat sehingga kakinya tidak terjepit oleh tanah tersebut.
Melihat monster yang berhasil menghindar itu, kini pria itu langsung menggerakkan tubuh serta tangan kanannya ke depan sambil melangkahkan satu langkah kaki kanannya ke depan.
Bersamaan dengan gerakan itu kini sebuah tanah berbentuk seperti pilar langsung menjulang dari bawah kaki pria itu dan arahnya langsung tepat ke arah monster tersebut.
Si monster menyadari hal itu dan dengan segera monster itu langsung mengayunkan tangannya untuk mencakar pilar tersebut hingga pilar itu pun langsung mengalami kerusakan yang cukup parah.
Karena kerusakannya cukup parah, kini serangan pilar tanah itu hanya memberikan sedikit efek serangan saja dan itu sama sekali tidak kuat.
Pria itu pun segera melompat mundur saat serangannya di cakar oleh si monster itu, dan saat pria itu mendaratkan kakinya ketanah, pria itu pun langsung melakukan tendangan ke arah pria itu.
Bersamaan dengan ayunan kaki pria itu saat menendang, kini tanah-tanah di bawahnya langsung menjulang ke atas dengan ujung yang runcing.
Tanah-tanah runcing dalam jumlah banyak yang menjulang ke atas itu bergerak ke arah si monster tersebut.
Namun monster itu tampak tidak terlalu peduli.
Si monster itu kini langsung memunculkan petir di kedua tangannya dan setelah itu ia menembakkan laser petir dari kedua tangannya itu.
__ADS_1
Serangan laser petir itu kini menghancurkan banyak pilar-pilar tanah berujung runcing itu dan setelah semua pilar tanah berujung runcing itu hancur kini si monster itu menembakkan laser petirnya ke arah si pria tersebut.
Melihat serangan itu, kini pria tersebut langsung mengangkat kedua tangannya ke atas kepala dengan gerakan seperti sedang mengangkat sesuatu, dan di saat itu juga kini sebuah tanah berbentuk plat besar langsung menjulang ke atas.
Tanah itu memiliki tebal hingga 75 cm sementara lebarnya mencapai 2 meter.
Tanah itu kini menjadi tembok penghalang yang melindungi pria itu dari serangan laser petir tersebut, sehingga laser petir itu hanya menghantam tembok tanah ya g sangat kokoh itu dan tembok tanah itu tidak mengalami kerusakan yang berarti.
Setelah itu kini pria itu pun langsung mengepalkan telapak tangan kanannya dan setelah itu ia pun mengayunkan tinjunya ke tembok tanah yang ada di depannya itu.
Ketika tinju pria itu menghantam tembok tanah yang ada di depannya itu, seketika itu juga dari tembok tanah tersebut langsung muncul beberapa pedang yang langsung melesat ke arah monster itu dengan beberapa pola gerakan saat melesat sehingga arah lesatannya tidak sepenuhnya sama.
Melihat hal itu, kini si monster itu pun segera mengayunkan kedua tangannya untuk mencakar semua pedang api itu.
Dengan cepat si monster itu langsung mencakar-cakar semua pedang berelemen tanah itu hingga pedang-pedang itu hancur berkeping-keping.
Tampak dari bawah kaki si pria itu tampak sebuah beberapa tanah membumbung ke atas dan dengan cepat tanah membumbung itu bergerak ke arah si monster itu.
Tanah itu pun membumbung sampai pada si monster, namun karena bumbungan tanah itu tidak terlalu tinggi jadinya di monster itu sama sekali tak menyadari perubahan tekstur tanah itu.
Begitu pergerakan tanah yang membumbung itu tiba di bawah kaki si monster itu, kini dari bawah tanah yang membumbung itu menjulang sebuah pilar tanah dengan ujung yang sangat runcing.
Seketika itu juga si monster yang sudah terlambat menyadari hal itu kini langsung terkena tusukan dari pilar tanah berujung runcing tersebut.
Tampak pilar tanah itu langsung menusuk monster itu dari bagian perut sampai menembus bagian pundak yang ada di belakangnya.
__ADS_1
Bahkan monster itu pun sedikit terdorong ke atas sehingga dirinya kini terlihat seperti tertancap di atas pilar tanah berujung runcing tersebut.
Dalam waktu yang hanya sekejap itu saja kita ni si monster itu langsung mati akibat serangan fatal itu.
"Huh.... Akhirnya selesai juga." Ucap pria itu sambil mengelap keringat di dahinya menggunakan tangan kanannya.
Di sisi lain, Anton yang saat ini dalam rupa Zero tampak sedikit kagum karena si pria yang belum ia ketahui namanya itu ternyata bisa menang melawan monster yang bahkan levelnya lebih tinggi darinya.
"Bagus... orang ini memiliki potensi... Kalau tidak salah dia juga ada dalam salah satu daftar yang tuan Hiruzwen berikan padaku." Ucap Anton dalam hati.
Setelah mengingat soal daftar dan mengingat bahwa pria yang sudah mengalahkan si monster itu ternyata ada di dalam daftar tersebut, kini Anton pun segera melompat turun dari tebing itu.
Begitu Anton mendarat ke tanah dan berada kira-kira 20 meter dari tempat pria itu berdiri saat ini, tiba-tiba si pria itu pun langsung menoleh ke belakang dengan cepat karena ia menyadari ada yang datang ke tempatnya saat ini.
"Siapa itu?!" Ucap pria itu dengan refleks sambil menoleh dan memutar tubuhnya ke arah belakang.
"tenang saja, aku bukan monster." Ucap Anton segera setelah pria itu melihat dirinya.
Begitu pria tersebut melihat sosok Anton dalam wujud Zero itu, kini pria tersebut langsung merilekskan tubuhnya yang sebelumnya tampak seperti sudah bersiap untuk bertarung lagi.
"Siapa kau?" Tanya pria itu dengan ekspresi datar.
"Ehh?"
Anton yang mendapati pertanyaan itu seketika langsung memiringkan kepalanya karena baru menyadari kalau ternyata dirinya belum seterkenal yang ia pikirkan.
__ADS_1
"Ehm... Ku pikir semua orang sudah tahu tentangku setelah aku membersihkan dua wilayah sekaligus, Tapi ternyata tidak... Hah... Apa mungkin ini karena efek pengalihan cerita dari para pemimpin asosiasi cabang yang hanya ingin mengambil untung dan tidak suka dengan caraku membasmi para monster itu?" Pikir Anton.