Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Penyerangan


__ADS_3

Anton yang saat ini berada di ruangan tempat ia di jadikan objek eksperimen itu saat ini hanya bisa menatap langit-langit sambil menunggu eksperimen selanjutnya yang akan di lakukan oleh para peneliti tersebut.


Sementara itu para peneliti tampak sedang sibuk-sibuknya di ruangan itu, mereka mondar-mandir kesana-kemari dan mengerjakan berbagai macam hal yang bahkan tidak di ketahui oleh Anton.


"Hah... Ini benar-benar menyebalkan!... Apa kau akan berakhir di sini?" Pikir Anton.


Baru saja Anton berpikir seperti itu, tiba-tiba Sebuah suara sirine terdengar dan itu menandakan ada sesuatu yang buruk terjadi di tempat ini.


Seketika para peneliti itu langsung terdiam seolah sedang memastikan keadaan.


Namun tak lama setelah itu mereka semua kembali bekerja seolah tak ada sesuatu yang terjadi.


"Tenang saja!... Orang-orang di luar sana pasti akan mengatasi segala masalah." Ucap salah satu peneliti.


"Apa yang sedang terjadi?... Kenapa ada alarm yang berbunyi?... Apa di luar sana ada sesuatu?" Pikir Anton.


Lalu Anton pun mencoba menggunakan kemampuan pendeteksian miliknya dan saat ia menggunakan jurus pendeteksian, ia mencoba untuk fokus dan mempertajam pendeteksiannya hingga ia bisa mendeteksi apa saja yang ada di sekitar tempat ini.


Tak butuh waktu lama, Anton pun kini berhasil mendeteksi keberadaan pengguna energi gelap, dan orang itu saat ini telah berhasil mengeluarkan Karina dan yang lainnya dari tempat mereka di kurung.


FLASHBACK


Beberapa hari sebelum kejadian, cerita di mulai saat rekan-rekan Anton, yakni Karina dan yang lainnya sedang di perhadapkan dengan orang-orang yang datang untuk menculik mereka dan menjadikan mereka tawanan agar bisa memperdaya Anton.


Di sebuah hutan, tempat biasanya Anton dan kawan-kawannya melakukan perburuan tampak Karina, Lisa, Anita, Natan, Sisilia, dan Aris tengah berkumpul dan beristirahat setelah melakukan perburuan.


Siang itu mereka berenam duduk berteduh di bawah pohon yang sangat besar dengan daun yang sangat lebar hingga tak ada sedikitpun sinar matahari jatuh ke tanah.


Tempat itu sangat sejuk, di tambah lagi dengan hembusan angin membuat mereka merasa nyaman berteduh dan beristirahat siang di bawah pohon besar itu.


"Hah... Apa Zero masih belum selesai melakukan observasi wilayah?" Ucap Aris sambil bersandar di batang pohon.


"Entahlah, Ini sudah hari ke tiga dia melakukannya... Tapi yang jelas katanya jika hari ini ia tidak menemukan monster yang sangat berbahaya maka ia akan menyatakan wilayah itu layak untuk kita tempati berburu." Balas Natan sambil berbaring di atas rumput yang ada di bawah pohon itu.


Mereka berenam pun mulai berbincang-bincang panjang lebar sambil bersantai.


Mereka bergurau dan saling bercanda dan tertawa dengan penuh kebahagiaan.

__ADS_1


Namun candaan mereka tiba-tiba terhenti karena Karina yang memiliki kepekaan yang tinggi dalam merasakan adanya bahaya kini langsung menghentikan candaan teman-temannya.


"Diam sebentar!" Ucap Karina sambil mengangkat tangan kanannya memberi kode agar yang lainnya bisa diam dan tidak bersuara.


Karina kini mulai menoleh ke segala arah seperti orang yang sedang mencari-cari sesuatu.


"ada apa Karina?" Tanya Sisilia.


"Aku merasakan keberadaan orang yang lebih kuat dari kita di tempat ini... Selain itu, aku juga merasakan adanya niat jahat dari mereka!" Ucap Karina dengan ekspresi serius dan terus terlihat waspada akan sekitarnya.


"Apa?!" Ucap Sisilia sedikit terkejut mendengarnya.


Bukan hanya Sisilia saja, kini mereka semua yang mendengar ucapan Karina langsung terlihat waspada.


Natan yang tadinya berbaring langsung bangun dan mulai mengedarkan pandangannya dengan tatapan penuh waspada.


"Apa kau yakin dengan apa yang kau rasakan itu Karina?" Tanya Natan.


"Ya... Ini biasanya terjadi jika ada orang yang jauh lebih kuat dariku muncul dan membawa niat buruk seperti ingin membunuh dan lainnya." Jawab Karina meyakinkan.


"Siapa di sana!... Sebaiknya tunjukkan wujud kalian jika kalian merasa ada perlu dengan kami!" Ucap Aris dengan suara keras sambil mengedarkan pandangannya karena ia tak tahu di mana orang itu berada.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba terdengar suara tertawaan di salah satu pohon yang ada di depan mereka berenam.


Mereka pun langsung menoleh ke arah pohon itu dan mendapati sosok pria misterius yang sedang mengenakan penyamaran layaknya seorang ninja.


"Hahaha... Sepertinya ada satu orang yang sangat peka di antara kalian rupanya!" Ucap pria itu dengan suara yang terdengar sedikit keras.


"Siapa kau?!" Tanya Sisilia dengan ekspresi waspada.


"Sudah jelas dia itu orang jahat!... Aku yakin dia tidak akan mengungkap identitasnya!" Ucap Natan yang sedikit kesal.


Pria misterius itu adalah orang utusan para peneliti yang di kirim untuk menangkap dan menyandra semua anggota serikat pembebasan.


Pria itu memiliki penyamaran yang hampir sama dengan Anton, yakni membuat nama dan levelnya tidak dapat di ketahui melalui alat pendeteksi level milik mereka.


Bahkan nama pria itu hanya bertuliskan 'noname' saja.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, tiba-tiba muncul lagi tiga pria dengan pakaian penyamaran yang sama dengan pria misterius yang pertama datang itu, dan mereka juga sama-sama menyamarkan nama mereka menjadi noname.


"Apa mereka bocah-bocah yang harus kita tangkap itu?' Tanya salah satu dari tiga pria yang baru datang tersebut.


"Ya benar sekali!... Mereka semua orang yang sama dengan yang ada di foto!" jawab pria misterius yang datang lebih awal itu.


"Kalau begitu langsung saja!... Waktu kita tidak banyak sekarang!" Ucap pria misterius lainnya.


Setelah itu, keempat pria misterius itu pun segera mengambil tindakan dan mulai menyerang Karina dan kawan-kawan.


Mereka pun akhirnya terlibat pertarungan karena Karina dan kawan-kawan tentunya tidak akan mudah untuk di tangkap karena Karina dan kawan-kawan terus memberi perlawanan.


Saat ini, keempat pria misterius itu langsung menyerang menggunakan senjata mereka masing-masing.


Satu dari mereka menggunakan tongkat, yang satunya lagi menggunakan pedang, sementara yang dua di antaranya mengenakan tombak.


Namun itu semua adalah senjata energi dan bukan kekuatan mereka yang sebenarnya.


Keempat pria itu hanya melawan Karina dan kawan-kawannya hanya menggunakan senjata energi saja.


Namun senjata energi milik mereka itu sudah berada di tingkat yang cukup tinggi dan sudah cukup mumpuni untuk menghabisi Karina dan kawan-kawannya karena level senjata energi itu serta level pengunaannya jauh lebih tinggi dari Karina dan kawan-kawan.


Dua orang pria pengguna tombak langsung melesat ke arah Karina dan kawan-kawan.


Kedua pria itu mencoba untuk memisahkan mereka berenam agar bisa lebih cepat di atasi.


Dua pengguna tombak itu pun langsung menyerang Karina, Lisa, dan Natan yang saat ini saling tidak berjauhan.


Sementara itu, Anita, Sisilia, dan Aris pun mencoba menyerang balik kedua pria pengguna tombak itu.


Namun sayangnya mereka bertiga langsung di halau oleh dua orang pria misterius lainnya yang menggunakan tongkat dan pedang.


"Hahaha... Kalian tak perlu ikut campur dengan urusan mereka karena lawan kalian adalah kami berdua." Ucap pria itu sambil mengangkat dagu-nya dan menatap Aris, Anita dan Sisilia dengan tatapan angkuh penuh percaya diri.


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...


__ADS_1


__ADS_2