Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Dua Pria Misterius (2)


__ADS_3

Setelah kedua pria misterius itu membiarkan Ricardo dan tiga orang top ranking pemburu monster lainnya pergi mengejar Anton, kini salah satu dari pria misterius itu langsung memunculkan sebuah pedang petir di udara.


Ia Kemudian melesatkan pedang petir itu ke langit.


Begitu pedang petir itu berada di ketinggian yang sudah cukup, pria itu pun segera menghentakkan tangannya dan seketika itu juga awan gelap yang sangat tebal mulai mengerumuni pedang petir itu hingga pedang tersebut lenyap dari pandangan semua orang karena telah di tutupi oleh gumpalan awan gelap tersebut.


Kini di dalam gumpalan awan gelap itu tampak begitu banyak petir yang menyambar-nyambar secara terus-menerus.


Sambaran petir di sertai kilatan cahaya serta ledakan udara yang di sebut guntur itu kini membuat mata para pemburu monster tersebut terbelalak.


"Semuanya!... Tetap waspada!" Ucap Angkio dengan suara tegas sambil menoleh ke segala arah untuk melihat kesiapan para anggota serta pemburu monster lainnya yang sedang bersamanya saat ini.


Lalu mereka semua pun segera bersiaga dan beberapa dari mereka langsung memunculkan senjata yang mereka miliki.


Begitu senjata para pemburu monster sudah bersiaga, tampak pula si pria misterius kini menggerakkan tangannya dari atas ke bawah.


Seketika itu juga dari gumpalan awan gelap yang sangat tebal tersebut kini melesat pedang petir dalam jumlah yang sangat banyak.


Hujan pedang petir itu langsung berjatuhan ke arah para pemburu monster yang ada di bawahnya saat ini.


Melihat hujan pedang petir itu, kini para pemburu monster itu pun segera mengambil tindakan untuk bertahan dari serangan itu.


Para pemburu monster yang ada saat itu segera melakukan perlawanan terhadap serangan tersebut.


Ada yang menebaskan pedang miliknya untuk memblokir serangan pedang petir, ada pula yang memblokir menggunakan perisai energi masing-masing, dan berbagai macam cara lainya di lakukan oleh para pemburu monster itu.


Sementara itu, Angkio kini terlihat memunculkan balok es dari bahwa tanah dan menjadikan balok es itu sebagai perisai untuk berlindung dari serangan pedang petir tersebut.


Namun setelah beberapa kali terkena hantaman pedang petir yang berjatuhan dari langit, kini balik es itu langsung hancur dan hal itu pun membuat Angkio pun harus memilih untuk menghindari semua serangan pedang tersebut.

__ADS_1


Namun, tampak beberapa pedang berhasil melukai tangan dan beberapa bagian tubuh Angkio karena meskipun luka itu hanya goresan yang tidak begitu dalam karena Angkio masih sempat menghindari serangan tersebut.


Lalu Angkio pun melompat ke depan sambil memutar tubuhnya di udara untuk menghindari serangan pedang petir yang berjatuhan tersebut.


Sambil menghindar, Angkio juga mengayunkan tangannya dari bawah ke atas tepatnya ke arah kedua pria misterius itu.


Seketika itu pula, dari bawah tanah muncul beberapa balok es berujung runcing yang langsung melesat ke arah pria misterius yang saat ini berada di dahan pohon.


Melihat beberapa balok es tersebut, kini salah satu pria misterius itu langsung mengangkat tangan kanannya dan seketika di hadapan mereka muncul perisai petir yang kini menahan semua serangan dari balok es berujung runcing itu sehingga balok tersebut langsung terhenti tepat di perisai tersebut.


Melihat hal itu, Angkio pun segera menekan tangannya ke depan untuk mendorong es runcing miliknya, namun pria misterius yang satunya pun segera melesatkan petir ke arah es runcing itu hingga es runcing tersebut langsung hancur begitu saja.


Melihat hal itu, Angkio pun sedikit terkejut.


Namun dari belakang pria misterius itu kini terlihat Saruto yang melompat dari bawah dan langsung melesatkan serangan cakar miliknya.


Lalu Saruto pun melakukan cakaran dari jarak jauh dan saat ia mengayunkan tangannya mencakar udara, seketika terbentuklah tiga bentuk cakaran berwarna merah yang langsung melesat ke arah pria misterius itu.


Namun si pria misterius itu langsung memutar tubuhnya sambil mengayunkan tangan kanannya kebelakang.


Di saat itu juga terbentuk lima petir seperti pola cakaran yang langsung melesat ke arah serangan cakar merah milik Saruto.


Hanya dengan satu ayunan tangan yang menghasilkan petir itu, kini serangan cakar merah milik Saruto langsung hancur bagaikan kaca yang pecah.


Petir itu pun terus bergerak dan menghantam tubuh Saruto dan membuat Saruto terhempas ke belakang.


Begitu Saruto terhempas ke belakang, kini Partono pun segera melesatkan serangan dari jarak jauh.


Dengan kemampuannya yang bisa memunculkan wujud monster landak, kini Saruto pun langsung menembakkan duri-duri landak miliknya ke arah pria misterius itu.

__ADS_1


Namun pria misterius itu hanya menghentakkan kakinya dan dari area yang di pijaki pria misterius itu kini terbentuk gelombang energi yang bergerak bersamaan dengan Sambaran petir yang langsung menghantam semua duri landak itu hingga duri-duri landak itu terhempas.


Duri-duri landak itu terhempas cukup jauh, dan bahkan ada yang hampir mengenai pemburu monster lainnya.


Melihat semua serangan mereka bisa di hentikan dan di blokir dengan sangat mudah membuat mereka semua jadi semakin waspada dan merasa kesal akan hal itu.


Namun kini para pemburu monster lainnya, yakni para rekan dari Angkio, Saruto, dan Partono saat ini sudah selesai menyiapkan serangan masing-masing.


"Terima ini!" Ucap salah satu dari mereka dengan suara tegas.


Lalu mereka pun melesatkan serangan mereka ke arah kedua pria itu.


Serangan bagaikan hujan itu pun mengarah pada kedua pria itu dan mengepung mereka dari segala arah.


Namun semua serangan mereka itu berhasil di patahkan hanya dengan satu jentikan jari dari si pria misterius yang satunya.


Hanya dengan menjentikan jari, seketika itu juga terbentuk sebuah perisai petir berbentuk seperti bola yang membungkus keduanya di dalam perisai tersebut.


Alhasil segala serangan kini hanya menghantam perisai tersebut dan saat semua serangan itu menghantam perisai, seketika terjadilah ledakan yang cukup kuat dan terjadi secara bertubi-tubi hingga semua jurus itu selesai menghantam perisai tersebut.


Setelah ledakan bertubi-tubi itu berlalu, kini asap tebal mengelilingi tempat yang di serang para pemburu monster tersebut dan saat asap tebal itu lenyap, kini terlihat sosok kedua pria misterius itu kini sedang melayang menggunakan pedang yang menjadi pijakan kaki mereka.


Melihat hal itu membuat para pemburu monster tersebut seketika terkejut.


Bukan hanya masih selamat dari serangan yang sangat banyak itu, bahkan kini kedua pria itu susah menunjukkan jurus terbang yang sama sekali tak di miliki oleh para pemburu monster itu.


"Sial!... Mereka masih selamat!... Bahkan sekarang mereka sedang terbang sama seperti bocah itu!" Ucap Angkio dengan wajah yang bermunculan urat.


"Sial!... Kenapa semua serangan kita seolah-olah tak berarti bagi pria itu?!... Sekuat apa sebenarnya mereka?!" Ucap salah satu anggota Angkio.

__ADS_1


__ADS_2