
Saat ini Karina kembali memunculkan puluhan bola api di udara, namun puluhan bola api itu sedikit berbeda karena kekuatannya jauh lebih besar dari bola api yang sebelumnya.
Meskipun bentuknya sama, namun api itu memiliki panas yang berbeda dan jauh lebih panas ketimbang puluhan bola api yang pertama.
Lalu Karina pun langsung mengayunkan tangan kanannya ke depan tepat ke arah Anton.
Seketika itu juga puluhan bola api tersebut langsung melesat cepat ke arah Anton dan menghantam perisai petir milik Anton secara beruntun.
Awalnya serangan itu bisa di tahan oleh perisai petir Anton dengan mudah, namun karena serangan itu terus berdatangan secara beruntun membuat perisai petir Anton kini mulai retak secara perlahan.
Anton yang melihat hal itu jadi sedikit terkejut.
"Ternyata yang kali ini jauh lebih kuat lagi!" Ucap Anton dalam hati.
Kemudian Anton pun menggerakkan tangannya dan menciptakan satu perisai angin untuk melapisi perisai petir tersebut dan kemudian ia mulai memadukan kedua perisai itu hingga terbentuk-lah perisai petir angin yang sangat kuat.
Alhasil semua bola api milik Karina bisa di blokir dengan sangat mudah meskipun ledakan demi ledakan terus berlangsung saat bola api itu menghantam perisai petir angin.
Hasil dari ledakan itu bahkan membuat tanah di samping kiri dan kanan Anton hingga ke belakangnya tampak hancur akibat efek dari ledakan beruntun tersebut.
"Sejak kapan Karina jadi sekuat ini?" Pikir Anton bertanya-tanya saat melihat daya ledakan dari bola api yang cukup kuat itu.
"Jika seandainya Levelku dan level Karina tiska berbeda jauh, mungkin sekarang aku sudah terhempas akibat serangan ini."
Tak lama setelah itu, serangan Karina kini sudah berhenti dan tak ada lagi satu pun bola api yang tersisa di sekitar Karina untuk ia lesatkan ke arah Anton.
Namun wajah Karina saat ini terlihat semakin kesal karena tak satu pun serangannya yang bisa menghancurkan pertahanan Anton.
"Jangan hanya diam dan bertahan saja bod0h!... Ayo serang aku supaya keadaannya seimbang!" Bentak Karina.
__ADS_1
"Menyerang-mu?... Hahaha... Sebaiknya kau sadar diri sebelum berkata seperti itu... Lagi pula aku melakukan ini agar kau bisa sadar bahwa level kita memang berbeda jauh dan kau hanyalah orang lemah yang bahkan tak bisa memberikan serangan yang berarti!" Balas Anton sambil tertawa mengejek.
Sejenak Karina pun terdiam mendengar ucapan Anton karena memang benar dirinya sama sekali tak bisa melukai Anton dengan serangan-serangan yang ia miliki sebelumnya.
"Begitu ya... Baiklah... Kalau begitu akan ku gunakan salah satu serangan terkuat-ku." Ucap Karina dengan ekspresi datar di wajahnya.
Lalu Karina pun langsung menggerakkan kedua tangannya dengan pola melingkar lalu ia berhenti di tengah-tengah dan membuat kedua telapak tangannya yang terbuka lebar itu saling berhadapan di depan dadanya.
Lalu di tengah-tengah telapak tangan yang saling berhadapan itu kini terbentuklah gumpalan api yang sangat padat yang perlahan-lahan semakin membesar dan semakin padat.
"Rasanya aku pernah melihat jurus ini?... Apa ia akan menggunakan jurus laser api?" Pikir Anton.
"Sepertinya memang laser api!" Pikirnya lagi.
"Baiklah, kalau begitu aku kali ini aku akan membalas serangan mu." Ucap Anton sambil mengangkat tangan kanannya ke depan dan mengarah ke arah Karina yang sedang menyiapkan jurus laser api itu.
Kemudian tepat di depan telapak tangan Anton kini mulai terbentuk gumpalan petir dan angin yang saling menyatu dan berbentuk seperti bola yang tidak sempurna.
Gumpalan petir angin itu juga kini semakin membesar dan semakin padat pula, dan tak butuh waktu yang lama kini jurus laser api dan laser petir angin telah siap.
Mereka berdua telah selesai menyiapkan jurus yang kuat itu.
Lalu Karina pun lebih dulu melesatkan laser api miliknya ke arah anton, sementara itu, saat laser api milik Karina sudah berada di dekat Anton, barulah Anton melesatkan laser petir angin miliknya.
WHUSSSS!!
Seketika laser petir angin milik Anton langsung menghantam dan mendorong mundur laser api milik Karina dengan sangat mudah.
Melihat hal itu, Karina pun langsung terkejut, dan saat ia melihat laser petir angin sudah berada dekat dengannya ia pun langsung menghentakkan tangannya dan memperkuat dorongan dari laser api miliknya.
__ADS_1
Dalam waktu lima detik, laser api milik Karina pun berhasil membuat laser petir angin milik Anton jadi melesat lambat, namun lewat dari lima detik itu kini laser petir angin Anton kembali bergerak cepat dan langsung melenyapkan laser api milik Karina.
Alhasil laser petir angin milik Anton pun langsung menghantam tubuh Karina dan menciptakan sebuah efek ledakan yang cukup kuat saat hantaman itu terjadi.
Ledakan dan hantaman serangan laser petir angin itu kini membuat Karina langsung terhempas dan menghantam sebuah pohon hingga pohon tersebut langsung tumbang.
Sementara itu, Karina yang saat ini tergeletak setelah menghantam pohon itu kini berusaha untuk bangkit dan mencoba untuk berdiri.
"Uhuk-uhuk!" Karina terbatuk-batuk dan dari dalam mulutnya pun keluar darah.
Sementara itu, Anton kini sudah berjalan santai ke arahnya, dan saat Anton sudah tiba di depan Karina, Anton pun langsung menggunakan energi tingkat legendaris miliknya dan kemudian mengeluarkan aura yang sangat kuat dan menekan.
Aura itu pun membuat tubuh Karina terasa sangat berat dan Karina pun jadi kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya.
"La... Lagi-lagi... Kekuatan yang mengerikan!" Ucap Karina terbata-bata sambil menatap Anton dengan tatapan tidak berdaya.
Lalu Anton pun langsung menundukkan tubuhnya, dan setelah itu ia langsung mengangkat tubuh Karina dan menyandarkannya di batang pohon yang sudah tumbang di belakang Karina saat ini.
Setelah menyandarkan tubuh Karina di pohon itu, Anton pun langsung menghilangkan topeng penyamarannya dan kemudian langsung mencium bibir Karina dan ******* bibir Karina dengan lembut.
Seketika Karina pun langsung terkejut saat Anton melakukan hal itu pada dirinya.
Entah kenapa rasanya ia jadi semakin kesal karena Anton bertindak seenaknya terhadap dirinya.
Namun di lain sisi ia tak bisa menjelaskan perasaannya sendiri di karenakan jantungnya kini langsung berdegup kencang dan entah kenapa ada perasaan suka yang tak bisa ia jelaskan dengan kata-kata muncul dalam hatinya, apa lagi selama beberapa waktu ini ia memang sudah menyimpan rasa terhadap Anton meskipun sebenarnya ia sendiri masih belum sepenuhnya menyadari perasaannya tersebut.
Karena hal itu, kini perasaanya pun jadi campur aduk dan hal itu membuat dirinya jadi kebingungan hingga akhirnya malah berakhir menjadi semakin kesal baik itu terhadap Anton dan terhadap perasaanya sendiri.
Namun saat ini Karina benar-benar tak bisa berbuat apa-apa karena aura Saga tingkat legendaris milik Anton masih membuat dirinya kesulitan untuk bergerak.
__ADS_1
Meskipun begitu, ia tetap berhasil menggigit bibir Anton hingga mengeluarkan darah dan hal itu pun membuat Anton langsung berhenti mencium bibir Karina.
Karina kini hanya bisa menatap Anton dengan ekspresi kesal dan tampak wajah Karina mulai merah merona serta air matanya kini perlahan mengalir membasahi pipinya yang merah merona itu.