Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Bertarung Dengan Karina


__ADS_3

Saat ini Karina tampak sedang tergesa-gesa mengejar Anton yang sudah keluar dari wilayah tembok ke enam.


Meskipun jarak Anton dan Karina sudah cukup berjauhan, namun samar-samar Karina masih bisa merasakan keberadaan Anton dan dengan kemampuannya merasakan keberadaan Anton itu kini ia manfaatkan untuk mengejar Anton.


Setelah beberapa saat mengejar, kini Karina pun merasakan kalau Anton sudah berhenti bergerak.


"Akhirnya dia berhenti juga!." Pikir Karina. "Apa dia sudah merasakan keberadaan ku sekarang kah?!"


Setelah berkata seperti itu, Karina pun semakin cepat melesat dari satu pohon ke pohon lainnya, hingga akhirnya ia pun bisa melihat posisi Anton yang saat ini sedang berdiri di atas pedangnya yang melayang di udara itu.


"Akhirnya ketemu juga!" Ucap Karina dalam hati.


Begitu Karina tiba di dekat Anton, Karina pun langsung melompat ke arah Anton.


"Kenapa kau tiba-tiba jadi seperti ini!?" Bentak Karina sambil melesatkan tinju ke wajah Anton.


Hal itu pun membuat Anton langsung terjatuh dari pedangnya dan langsung menghantam tanah di bawahnya.


"Sial!.. Aku lengah!" Pikir Anton sambil berusaha berdiri.


Sementara itu, Karina pun kini sudah turun ke tanah dan mendarat tepat di depan Anton.


Lalu dengan ekspresi yang terlihat kesal ia pun langsung menunjuk ke arah Anton dengan tegas.


"Berhentilah meremehkan ku!!... Kau tidak seperti biasanya!!... Apa ada masalah hah?!" Bentak Karina lagi.


Sementara itu, Anton yang mendengar ucapan Karina kini hanya tersenyum tipis.


Lalu ia mengangkat wajahnya dan menatap Karina dengan angkuh.


"Aku tidak meremehkan mu, tapi kenyataannya kau memang hanyalah beban... Sama seperti yang lainnya juga." Ucap Anton.


"Tchi!... Kalau begitu akan ku tunjukkan padamu!... Aku pasti akan mengalahkan-mu dan menjadi yang terkuat!" Balas Karina dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Menjadi lebih kuat dariku?... Yang benar saja... Hal itu tidak akan pernah terjadi." Balas Anton dengan nada meremehkan. "Ah... Kecuali jika kau mau jadi hewan peliharaan ku maka kau pasti bisa jadi lebih kuat... Akan tetapi kau harus melayaniku dengan tubuhmu itu... Hahaha." Ucap Anton sambil tertawa.


Mendengar ucapan Anton itu, Karina pun teringat tentang sebuah ikatan kontrak tuan dan peliharaan yang pernah Anton jelaskan pada dirinya, namun mendengar perkataan Anton tentang melayani dengan tubuh itu membuat Karina jadi sangat kesal pada Anton.


"Dasar lelaki mesum!... Beraninya kau bicara seperti itu!... Kau benar-benar membuatku kecewa!" Bentak Karina dengan ekspresi kekecewaan yang tergambar di wajahnya.


"Kecewa?... Hahaha... Makanya jangan terlalu percaya dengan orang lain dasar bodoh!" Ucap Anton sambil tertawa dan menggelengkan kepalanya.


Kata-kata Anton itu pun berhasil membuat Karina jadi kesal karena dari tadi Anton terus bertingkah angkuh dan tidak seperti biasanya.


"Hoi... Apa ini benar-benar sifat aslimu?" Tanya Karina dengan tatapan datar.


"Entahlah... Mungkin saja iya." Jawab Anton dengan santainya.


Karina pun hanya bisa menggerakkan giginya mendengar jawaban dari Anton.


Lalu ia pun berpikir untuk menghajar Anton karena rasa kesal yang ia rasakan saat ini.


Setelah memunculkan kobaran api itu, kini Karina pun langsung melesat ke arah Anton dengan cepat.


Lalu ia menyerang Anton menggunakan serangan bola api yang muncul dari pukulan yang ia lakukan dari jarak jauh sambil bergerak mendekati Anton.


Melihat serangan bola api itu, Anton pun segera melapisi kedua tangannya dengan elemen petir miliknya dan seketika kedua tangan Anton memunculkan percikan-percikan petir serta di kelilingi oleh aura yang merupakan elemen petir itu sendiri.


Setelah itu Anton pun menepis serangan bola api Karina itu menggunakan tangannya.


Sedetik setelah Anton menepis bola api itu, kini Karina sudah berada di depan Anton sambil melesatkan tinju tangan kanan ke wajah Anton.


Anton pun segera menghindari tinju itu dengan cara bergerak ke samping.


Namun begitu tinju itu berhasil di hindari, Karina pun langsung membuka kepalan tangannya dan kini telapak tangan kanannya itu dalam posisi terbuka, lalu ia mengayunkan tangannya ke samping dengan gaya menebas.


Namun dengan segera Anton pun mengantisipasi gerakan tersebut dengan cara mengangkat tangan kirinya dan memblokir tebasan tangan Karina.

__ADS_1


Tidak cukup sampai di situ saja, Karina pun kini bergerak memutar dan menyerang Anton menggunakan tangan kiri, namun lagi-lagi serangan Karina bisa di hentikan oleh Anton.


Karina terus menyerang dari jarak dekat dengan berbagai teknik serangan yang ia miliki.


Ia mengkombinasikan berbagai gerakan untuk melawan Anton, ia menyerang dengan gerakan maju mundur, dan sesekali melakukan tendangan serta menembakkan bola api dari jarak yang tidak begitu jauh.


Namun semua serangan itu seolah sia-sia saja karena semuanya bisa di blokir oleh Anton dengan mudahnya.


"Sudah ku bilang... Sekalinya beban ya beban." Ucap Anton seolah sengaja memancing amarah Karina.


"Aku tahu aku ini memang lemah!... Tapi aku pasti akan mengubah pikiranmu itu dan membuatmu kembali seperti sebelum-sebelumnya!" Ucap Karina dengan tegas. "Kau yang saat ini, rasanya sangat berbeda!... Apa yang kau sembunyikan dari kami?!"


"Kau tak perlu tahu tentang hal itu... Lagi pula jika memang kau ingin mengubah keputusanku, maka sebaiknya kau tunjukkan semua kemampuan yang kau miliki dan buktikan kalau kau memang berbeda." Ucap Anton seolah menantang karina.


Karina pun merasa semakin kesal karena Anton sama sekali tak mau mendengarkan dan mengindahkan niat baik darinya.


"Kalau memang itu keinginanmu, maka aku tidak akan ragu lagi!" Bentak Karina.


Lalu Karina memunculkan puluhan bola api di udara, dan dengan segera ia menembakkan puluhan bola api itu ke arah Anton.


Melihat puluhan bola api bergerak ke arahnya, Anton pun segera memunculkan pedang petir di tangan kanannya. Lalu Anton segera menebas semua bola api yang melesat ke arahnya.


Namun saat Anton menebas semuanya, Anton bisa merasakan bahwa bola api yang Karina tembakkan saat ini jauh lebih kuat dari yang sebelumnya dan saat bola api terkena tebasan dari Anton, bola api itu langsung menghasilkan ledakan yang kuat dan membuat Anton sedikit terdorong ke belakang.


Setiap kali Anton menebas bola api itu, bola api tersebut selalu menghasilkan ledakan yang kuat dan membuat Anton terdorong.


"Tchi!... Sepertinya dia mengalami sedikit perkembangan sekarang!" Ucap Anton.


Lalu Anton pun segera memunculkan sebuah perisai petir untuk menahan serangan bola api itu.


Alhasil semua serangan bola api berhasil di blokir menggunakan perisai petir tersebut.


Karina yang melihat hal itu kini kembali menggertakkan giginya, lalu ia kembali memunculkan puluhan bola api lagi di udara. Namun kali ini puluhan bola api itu sudah ia perkuat dan tentunya jauh lebih kuat dari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2