Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Berhadapan Dengan Ricardo


__ADS_3

Setelah pria misterius itu berhasil memblokir semua serangan yang di arahkan pada mereka, kini pria misterius itu segera menggunakan aura membunuh miliknya untuk menekan seluruh pemburu monster yang ada saat ini.


Pria misterius itu langsung mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat dan seketika itu juga para pemburu monster itu pun langsung terkena tekanan aura tersebut hingga mereka menjadi kesulitan untuk bergerak.


Tubuh mereka semua terasa sangat berat seperti sedang mengangkat beban yang sangat berat.


"Si... Sial!... Aura macam apa lagi ini?!" Ucap Saruto yang kini langsung tertunduk di atas tanah.


Kini semua pemburu monster lainnya pun juga ikut tertunduk dan berlutut karena tak sanggup lagi untuk berdiri dan menahan tekanan aura membunuh itu.


"Berlututlah!" Ucap pria misterius yang satunya itu dan langsung memperkuat lagi tekanan auranya.


Seketika seluruh pemburu monster itu langsung menerima tekanan yang lebih kuat lagi hingga beberapa dari mereka langsung memuntahkan darah dari mulutnya.


"Dasar orang-orang bodoh..." Ucap pria misterius itu sambil menatap Angkio dan yang lainnya dengan tatapan tajam.


"Apa kalian tidak pernah berpikir bahwa semua tindakan kalian saat ini justru merugikan umat manusia?" Tanya pria misterius itu. Lanjutnya, "Jika seandainya kalian semua ku bunuh di tempat ini, atau bahkan jika kalian semua di bunuh oleh Anton di tempat ini... Maka umat manusia tidak akan memiliki masa depan lagi karena sudah tak ada lagi yang bisa menjadi kekuatan mereka ke depannya... Apa kalian semua masih tak terpikirkan hal itu?" Ucap pria misterius itu dengan tenang namun terdengar oleh seluruh pemburu monster tersebut.


Semua pemburu monster itu pun kini hanya bisa menundukkan kepalanya dan merenungkan apa yang di katakan oleh pria misterius itu.


Bahkan kini Angkio, Partono, dan Saruto pun terlihat mulai meragukan tindakan mereka dalam misi pengejaran Anton saat ini.


"Apa yang pria itu katakan memang benar!... Tapi biar bagaimanapun ini adalah perintah raja... Mana bisa kami membangkang... Apa lagi jika semua pemimpin asosiasi sudah menyetujui hal itu!" Ucap Angkio dalam hati.


Setelah membiarkan para pemburu monster itu berpikir sejenak, kini pria misterius itu pun segera menarik kembali aura membunuhnya dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian renungkan baik-baik tindakan kalian saat ini sebelum melanjutkan kembali apa yang kalian lakukan!" Ucap pria misterius itu.


Setelah itu, kini kedua pria misterius itu pun langsung beranjak dari tempat itu dan terbang menjauh menggunakan pedang besar milik mereka.


*******


Di sisi lain, saat ini Anton dan Karina sedang berhenti di sebuah air terjun yang tampak sangat indah yang ada di salah satu pegunungan di hutan tersebut.


Air terjun itu memiliki ketinggian mencapai 50 meter lebih dan terdapat tiga air terjun yang tersusun secara bertingkat, dan di tingkat paling bawah terdapat danau kecil yang cukup luas dengan air yang sangat jernih.


Anton dan Karina saat ini terlihat sedang meminum air di danau kecil tersebut.


"Airnya sangat jernih dan segar saat di minum." Ucap Karina setelah meminum air tersebut.


"Hmm... Kau benar... Selain itu tempat ini juga cukup bagus... Jujur saja, aku baru kali ini datang ke tempat ini, jadi untuk berjaga-jaga, sebaiknya jangan terlalu gegabah." Ucap Anton menanggapi perkataan Karina barusan.


"Begitu ya... Jadi sekarang kemampuanmu sudah semakin terasah." Balas Anton sambil tersenyum tipis. Lanjutnya, "Memang benar, di bawah sana ada sesuatu... Rasanya seperti ada monster yang bersembunyi di bawah sana, namun kemampuan pendeteksian milikku tak bisa menggapainya... Sepertinya mahluk yang satu ini punya trik tersendiri agar dirinya tidak di ketahui oleh lawan." Ucap Anton.


"Jika memang begitu, maka bisa saja mahluk ini bahkan jauh lebih kuat dari kita kan?" Tanya Karina.


"Itu belum tentu, namun 75% hal itu memang mungkin." Jawab Anton.


Saat ini Anton memang tak bisa mendeteksi dengan benar tentang mahluk yang ada di dalam danau tersebut.


Danau itu tidak begitu luas seperti danau-danau besar lainnya, namun bisa di pastikan bahwa danau itu sangatlah dalam, dan di kedalaman danau itu terdapat sesuatu.

__ADS_1


"Kemampuan mahluk ini cukup bagus... Jika orang-orang dengan kemampuan pendeteksian yang tidak begitu kuat datang ke tempat ini, maka orang itu pasti tidak akan bisa merasakan keberadaan mahluk ini!" Ucap Anton dalam hati.


Tak lama setelah itu, kini Anton pun mendeteksi keberadaan sekelompok pemburu monster yang bergerak ke arahnya.


"Seperti yang Karina katakan.... Mereka benar-benar akan selalu menemukan ku karena aku sudah tertangkap oleh kamera satelit para pemburu monster itu!" Ucap Anton dalam hati sambil menatap tajam ke arah di mana para pemburu monster itu berdatangan.


Saat ini, Anton pun mulai bersiap untuk menghadapi para pemburu monster yang akan datang itu.


Anton berdiri dengan santainya sambil menoleh ke arah datangnya para pemburu itu dan bersiap menunggu mereka tiba di tempat itu.


Begitu jarak pemburu monster itu sudah dekat, kini Karina pun juga bisa merasakan keberadaan para pemburu monster itu, lalu Karina pun juga segera menoleh ke arah yang sama dengan Anton.


Kejap berikutnya, sebuah jarum berukuran besar pun melesat dari arah datangnya para pemburu monster tersebut.


Jarum berukuran sangat besar itu memancarkan aura racun yang sangat kuat dan melesat sangat cepat ke arah Anton.


Namun begitu jarum besar itu berada di depan Anton, Anton hanya menjentikan jarinya dan seketika itu juga sebuah petir menyambar sangat kuat dari jari Anton dan langsung menghantam dan menahan jarum besar itu.


Kini jarum besar itu pun berhenti tepat di depan Anton karena pergerakannya di tahan oleh petir milik Anton.


Lalu dari arah depan muncul Ricardo sambil mendorong tangannya maju sekuat tenaga.


Tampak di tangan Ricardo terpancar aura racun yang sama dengan yang ada di jarum besar itu dan ketika Ricardo mendorong tangannya ke depan dengan hentakan yang cukup kuat, kini jarum besar itu pun langsung memancarkan aura racun yang lebih banyak lagi serta membuat jarum tersebut langsung mendorong mundur petir milik Anton.


Sementara itu, Karina yang melihat ayahnya menyerang Anton kini jadi sedikit terkejut. Namun Saat ini Karina sudah memutuskan untuk memihak Anton sehingga ia pun mencoba untuk menghentikan serangan ayahnya.

__ADS_1


Karina dengan segera menembakkan bola api yang cukup besar ke arah ayahnya, dan hal itu pun membuat fokus ayahnya jadi sedikit kacau karena terpaksa harus menangkis serangan Karina menggunakan jarum racun lainnya yang ia munculkan dengan cepat di udara menggunakan tangan kirinya.


"Apa yang kau lakukan Karina!" Ucap Ricardo dengan ekspresi kesal melihat tindakan putrinya itu.


__ADS_2