
Saat ini, Karina yang sedari tadi merasa sedikit terganggu oleh perasaan gelisah dan sulit tidur akibat keberadaan Anton kini langsung berniat untuk menemui Anton dan membicarakan hal itu dengan Anton.
Karina saat ini berharap agar Anton memiliki saran yang tepat untuk masalah yang ia miliki saat ini, oleh karena itu ia berniat langsung menemui Anton.
Karina pun kini langsung menanyai Anton yang berada di kamar sebelah.
"Anton, apa kau sudah tidur?" Tanya Karina yang masih berbaring.
"Ada apa?" Ucap Anton menanggapi dari ruang kamar sebelah.
Mendengar Anton yang menanggapi pertanyaannya, kini Karina pun mulai memberanikan diri untuk berbicara langsung pada Anton.
"Aku harus berbicara padanya!... Hal ini tidak boleh ku biarkan terus menerus... Siapa tahu ia punya solusi untuk masalah ini!" Ucap Karina dalam hati.
Lalu Karina pun segera bangun dari tidurnya.
Ia segera berdiri dan langsung berjalan keluar dari ruangan itu.
Setelah Karina keluar, kini Karina langsung berjalan ke pintu kamar sebelah, yakni ruangan Anton saat ini.
"Apa aku boleh masuk?" Tanya Karina dari luar.
Anton yang sebelumnya sedang bersemedi pun kini langsung menghentikan semedi-nya, namun ia tetap duduk bersila di atas ranjang.
"Silahkan masuk." Ucap Anton tanpa pikir panjang.
Saat ini Anton sudah melepaskan semua pakaian penyamaran yang ia gunakan sehingga saat ini ia sedang berada dalam wujud Anton yang sebenarnya.
Mendengar Anton yang mempersilahkan ia masuk, kini Karina pun langsung membuka pintu kamar dan masuk ke kamar Anton.
"Ada apa?" Tanya Anton lagi saat Karina sudah berdiri cukup dekat di depannya.
Karina tampak sedikit ragu untuk menjawab, ia terlihat seperti sedang mencoba mengumpulkan kesiapan diri untuk mengatakan sesuatu pada Anton.
"Katakan saja apa yang ingin kau katakan, kau tak perlu tahu." Ucap Anton dengan nada datar.
Karina pun langsung menghela nafas panjang, dan sesaat setelah itu Karina mulai membuka mulutnya dan berbicara.
"Baiklah, aku akan berbicara sekarang, tapi ku harap kau jangan tersinggung." Ucap Karina.
Anton yang mendengar perkataan Karina kini hanya bisa sedikit memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.
__ADS_1
"Katakan." Ucap Anton.
"Sebenarnya selama ini aku tak bisa tidur dengan tenang, aku selalu merasa gelisah dan ketakutan semenjak aku bertetangga denganmu... Padahal aku sudah berusaha untuk menghilangkan perasaan itu dengan cara mendekati dirimu dan berusaha akrab denganmu, namun hal itu sama sekali tak berhasil... Aku tidak berniat menyuruhmu menjauh dariku atau semacamnya, hanya saja aku memang merasa tak nyaman saat kau berada di sekitarku." Ucap Karina menjelaskan semuanya pada Anton.
Memang selama ini hal yang membuat Karina tak bisa seenaknya mengatakan hal itu pada Anton karena ia takut bahwa Anton akan berpikir bahwa Karina ingin Anton menjauh dari hidupnya.
Hal itu membuat Karina enggan untuk bercerita, namun malam ini Karina sudah membulatkan tekad dan mencoba untuk bercerita dengan Anton mengenai hal itu.
Anton yang mendengar cerita Karina kini hanya bisa menghela nafas panjang.
"Sebenarnya aku sudah menduga hal ini akan terjadi." Ucap Anton.
"Sepertinya ini sudah saatnya bagiku untuk pindah rumah." Ucap Anton dengan entengnya.
Mendengar ucapan Anton mengenai pindah rumah, Karina pun merasa sedikit tidak enak karena itu berarti Anton harus membeli rumah baru sementara rumah yang Anton miliki saat ini juga masih belum lunas.
"Apa tak ada cara lain untuk mengatasi apa yang ku rasakan saat ini?" Tanya Karina.
"Ada sih... Tapi itu agak..." Ucapan Anton terhenti. Tidak, lebih tepatnya sengaja ia hentikan karena hal itu memang sesuatu yang tidak ingin ia katakan pada Karina.
"Agak?" Karina bertanya dengan ekspresi meminta penjelasan.
"Kau tak perlu mengetahuinya... Yang jelasnya saat ini aku hanya perlu pindah rumah saja." Ucap Anton.
"Hei... Sudah ku bilang jangan tersinggung begitu!" Ucap Karina dengan nada suara yang sedikit di tekan.
"Aku kemari untuk mencari solusi, dan sepertinya kau punya solusinya... Cepat katakan saja padaku!" Ucap Karina lagi dan sedikit mendesak Anton.
"Tidak bisa!... Itu adalah hal yang tak boleh di lakukan terhadap manusia!... Itu adalah hal yang melanggar hal asasi manusi!" Ucap Anton dengan tegas.
"Ehh?..."
Seketika Karina terdiam dengan ekspresi penuh tanya.
Meskipun ia belum tahu seperti apa solusi itu, namun mendengar ucapan Anton membuat Karina mulai memikirkan hal-hal aneh.
"A... Apa maksudmu?" Tanya Karina lagi.
"Huh... Baiklah, akan ku katakan padamu!... Tapi kau harus merahasiakan hal ini dari yang lainnya!" Ucap Anton dengan ekspresi serius.
"Ba... Baiklah." Ucap Karina sedikit terbata-bata.
__ADS_1
Saat ini Anton sudah sedikit mempercayai Karina untuk menjaga rahasia dirinya, karena sejauh ini Karina masih terus menjaga rahasia dari identitas Anton yang sebenarnya.
"Sebelum aku mengatakan solusinya, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu." Ucap Anton.
Lalu Anton pun segera mengangkat tangannya ke depan tepat ke arah Karina yang berada di depannya dengan posisi telapak tangan terbuka.
"Bisa kau menyingkir dari depanku?" Ucap Anton.
Karina pun tanpa pikir panjang langsung berpindah ke samping Anton.
Ia memberi ruang di depan Anton karena sebelumnya Anton berkata akan menunjukkan sesuatu padanya.
Segera setelah itu, di depan Anton pun muncul sebuah lingkaran energi, dan dari dalam lingkaran energi itu muncul aura yang sangat kuat.
Aura itu berasal dari hewan peliharaan terkuat milik Anton saat ini, yakni salah satu dari tujuh hewan monster legendaris yang pernah ada.
Yakni Angkura, sang naga kuno legendaris elemen petir.
Aura Angkura yang sangat kuat itu langsung terasa sangat mencekam di rasakan oleh Karina.
Seketika Karina menjadi sangat takut akibat aura yang terpancar dari dalam lingkaran energi tersebut dan tanpa sadar Karina pun langsung mendekati Anton secara perlahan dan langsung naik ke atas ranjang serta bersembunyi di belakang Anton.
"Kau tak perlu takut, yang ada di dalam lingkaran energi itu adalah rekanku!" Ucap Anton dengan ekspresi tenang saat melihat Karina bersembunyi di balik tubuhnya.
Mendengar ucapan Anton, Karina pun jadi tersadar kalau dirinya secara naluriah sedang mencoba mencari perlindungan karena rasa takut.
Bahkan ia pun sampai-sampai jadi tidak ragu mendekati Anton.
"Ah... Maaf." Ucap Karina melepaskan tangannya dari bahu Anton.
Tak lama setelah itu, kini dari dalam lingkaran energi itu muncul sosok Angkura, namun ia muncul secara perlahan dari dalam lingkaran energi itu.
Kali ini Angkura sedang menggunakan tubuh manusianya karena Anton sudah menyuruhnya menggunakan tubuh manusianya untuk muncul di dalam ruangan ini.
Melihat kemunculan Angkura dari lingkaran energi itu, seketika Karina pun membelalakkan matanya karena terkejut.
Ia tak menyangka Anton bisa memunculkan manusia dari dalam lingkaran energi itu.
"A... Apa yang sebenarnya kau lakukan... Anton?" Tanya Karina terheran-heran dan masih terus menatap wajah tampan si Angkura.
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...
__ADS_1