Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Serangan Monster Di Dalam Tembok


__ADS_3

Saat ini Anton telah kembali ke rumahnya, setibanya Anton di rumahnya kini Anton melihat si pemilik perumahan ini sedang berbicara dengan seseorang yang berada di dalam rumah yang bersebelahan dengan rumahnya.


"Ehh... Sekarang rumah kosong di samping rumahku itu sudah ada yang menghuninya ya." Ucap Anton dalam hati sambil terus berjalan ke rumahnya.


Setibanya Anton di depan rumahnya, tampak pemilik perumahan itu baru saja selesai berbicara dengan orang yang ada di rumah yang bertetangga dengan Anton saat ini, dan kini si pemilik perumahan itu berjalan dan berpapasan dengan Anton tepat di halaman Anton saat ini.


"Wah... Lalu lagi ya satu rumahnya pak..." Ucap Anton menyapa pria pemilik perumahan itu.


"Iya nih... Kebetulan kemarin ada yang datang beli satu rumah dan dia memilih rumah itu." Ucap pria pemilik perumahan itu menjawab sapaan Anton dengan ramah.


"Begitu ya... Kalau begitu semoga yang dua di sebelahku ini juga akan segera terjual ya pak... Hehe..." Ucap Anton sambil tertawa hambar dan berbicara basa-basi dengan pria itu.


"Ya amin... Semoga ada yang minat lagi." Jawab pria itu.


Setelah berbasa-basi, kini keduanya pun saling berpamitan dan Anton pun segera masuk ke rumahnya.


Ia saat ini sama sekali tak peduli dengan pendatang baru di tempat itu, ia hanya ingin segera beristirahat saat ini.


Meskipun malam masih belum larut, namun entah kenapa hari ini ia benar-benar merasa lelah dan ingin segera tidur.


"Hah... Mungkin akhir-akhir ini aku terlalu memaksakan diri untuk melakukan perburuan sampai kurang tidur." Ucap Anton.


Memang selama ini Anton benar-benar sangat fokus untuk melakukan perburuan dan pembantaian, bahkan di malam hari pun ia tetap aktif melakukan pembantaian. Sampai-sampai Anton pun sering bermalam di hutan hanya demi bisa membantai para monster setiap saat ketika ia bertemu dengan monster-monster tersebut.


******


Keesokan paginya, kini Anton pun langsung keluar dari rumahnya dan langsung pergi ke kantor asosiasi pemburu monster yang ada di wilayah tembok ke enam, yakni kantor asosiasi cabang ke lima.


Saat ini ia tidak menunjukkan wujudnya sebagai Zero karena ia datang sebagai Anton yang asli dan levelnya kini sudah naik tingkat dari yang sebelumnya level 15 kini jadi level 16.


Namun level itu hanyalah angka hasil manipulasi yang di buat oleh Ligoso dan Hiruzwen yang memiliki kemampuan untuk melakukan modifikasi untuk menciptakan manipulasi tersebut.


Tujuan Anton ke asosiasi saat ini bukan sekedar datang mencari misi semata.

__ADS_1


Tujuan Anton saat ini adalah untuk mencari tahu beberapa informasi dari mulut orang-orang yang ada di asosiasi itu.


Dan benar saja, baru beberapa langkah Anton melangkahkan kakinya ke dalam kantor asosiasi cabang ke lima itu, kini Anton bisa mendengar percakapan sekelompok pemburu monster yang sedang membahas tentang Zero, yakni sosok Anton yang menyamar.


"Hahahaha.... Zero? Yang benar saja! Apa kau yakin berpikir bahwa Zero lah yang sudah membersihkan wilayah itu?" Tanya salah satu anggota kelompok.


"Berdasarkan beberapa rumor katanya memang Zero lah yang melakukannya, akan tetap aku juga mendengar rumor bahwa Zero itu hanya numpang nama saja, dia sama sekali tidak memiliki kontribusi yang besar dalam pembersihan wilayah itu... lagi pula wilayah itu kan wilayah misi dari para pemburu monster level 100 ke atas, nah Zero yang hanya level nol itu mana bisa mengatasi monster di level tersebut hahahaha..." Ucap salah satu yang lainnya sambil tertawa mengejek.


Sementara itu, Anton yang mendengar percakapan sekelompok orang itu kini langsung berhenti sambil bersandar di sebuah dinding tembok yang berada dekat di tempat itu.


Lalu untuk menghilangkan kecurigaan orang-orang, Anton pun mencoba untuk membuka ponsel miliknya, dan membuat dirinya terlihat sedang sibuk dengan apa yang ada di dalam ponselnya itu.


Dengan begitu kini orang-orang pun tidak akan tahu bahwa sebenarnya Anton ke tempat ini hanya untuk mengumpulkan informasi.


Setelah cukup lama Anton berpindah-pindah tempat di kantor asosiasi itu untuk mencari informasi, kini Anton pun pulang ke rumahnya karen ia sudah mendapatkan beberapa informasi yang ia butuhkan saat ini.


Mulai dari informasi tentang orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai yang paling berjasa membersihkan wilayah, sampai pada informasi tentang orang-orang yang ingin bergabung dalam sebuah kelompok tertentu.


Saat ini Anton sedang berencana membentuk sebuah kelompok yang akan menjadi kelompok pembebasan bagi umat manusia agar umat manusia tidak lagi hidup dalam ketakutan akibat serangan dari para monster yang berasal dari dalam portal dimensi itu.


Saat ini, Anton yang baru saja duduk di kursi ruang tamu miliknya tiba-tiba di kejutkan oleh suara gemuruh dari luar rumah.


Suara gemuruh itu di sertai teriakan beberapa orang yang terdengar seperti sedang menjerit ketakutan.


Anton pun langsung berdiri dan segera berlari keluar serta mencoba mengecek apa yang sedang terjadi di luar sana.


Begitu Anton keluar, kini Anton melihat sebuah pemandangan yang cukup mengerikan di mana di depan rumahnya saat ini ada seekor monster dengan bentuk tubuh mirip seekor gorila namun kepalanya berbentuk seperti kepala kerbau dan memiliki tanduk layaknya tanduk seekor kerbau pada umumnya.


Monster banteng yang berdiri layaknya manusia itu memiliki tubuh yang tampak kekar dengan tinggi badan yang mencapai lima meter dan tampaknya monster kerbau itu dapat mengendalikan elemen besi.


Hal itu bisa di lihat dari beberapa tempat yang rusak saat ini terdapat beberapa bongkahan besi serta pilar besi yang menjulang dari bawah tanah.


Anton yang melihat hal itu seketika langsung masuk ke dalam rumah dan segera berlari ke pintu belakang.

__ADS_1


Anton saat ini sedang mencoba untuk menjauh dari keramaian dan mencari tempat yang pas untuk menggunakan wujud zero tanpa di ketahui oleh orang-orang agar orang-orang tak mencurigai dirinya.


"Jika aku berubah jadi Zero di rumah ini bisa-bisa orang-orang akan mencurigai diriku dan akan terus mencari tahu tentang Zero dariku!" Ucap Madika dalam hati.


Di sisi lain, si monster kerbau yang sedang mengamuk itu tampak sedang menyerang beberapa rumah yang ada di perumahan itu.


Orang-orang di sekitar perumahan itu pun segera berlari berhamburan dan mencoba menyelamatkan diri mereka sendiri.


Sudah cukup banyak rumah yang ada di tempat itu di Rusia oleh si monster kerbau tersebut. Hingga akhirnya di salah satu reruntuhan rumah itu terdengar suara anak kecil yang sedang menangis dan tampak mencoba untuk merangkak keluar dari dalam puing-puing rumah yang saling berdempetan saat ini.


Si monster kerbau yang mendengar suara itu kini langsung mendekati tempat si bocah tersebut.


Bocah itu tampaknya masih berusia sekitar Satu setengah tahun dan ia tampak terus menangis mencoba keluar dari puing-puing itu.


Begitu si monster kerbau itu tiba di tempat anak kecil itu, kini si monster banteng pun langsung mengangkat tangannya dan mengepalkan telapak tangannya serta bersiap untuk melesatkan tinju ke arah anak kecil dan puing-puing rumah itu agar anak itu mati karena ia merasa suara anak kecil itu sangat mengganggu.


Namun belum sempat si monster itu melesatkan tinjunya, kini sosok Karina dengan tubuh yang di penuhi oleh aura api yang membara dan menyala-nyala kini muncul dari samping si monster, dan dengan cepat Karina pun melesatkan tinju api miliknya ke wajah si monster kerbau itu.


DUAAARRRR!!


Seketika terjadilah ledakan yang sangat kuat saat tinju api Karina menghantam wajah si monster kerbau itu.


Monster kerbau itu pun langsung terdorong ke samping dan dirinya sedikit hilang keseimbangan sejenak. Namun dengan segera keseimbangan tubuhnya telah kembali dan ia langsung menoleh ke arah datangnya tinju api itu.


Namun saat ia menoleh, kini ia melihat sosok seorang gadis yang kini sudah berhasil menyelamatkan seorang anak kecil dari puing-puing bangunan tersebut.


"Monster sialan! Jangan pikir kau bisa melukai anak ini!" Bentak Karina.


Setelah itu Karina pun langsung melompat menjauh ke belakang sambil menggendong anak kecil itu.


Setelah mendarat ke tanah yang berada cukup jauh dari si monster, kini terlihat ibu dari si anak kecil ini langsung berlari menghampiri Karina dan putra kecilnya itu.


Setelah si ibu itu tiba, kini Karina pun langsung menyerahkan anak kecil itu pada ibunya dan ia pun langsung menyuruh ibu itu untuk segera menjauh dari tempat ini karena tempat ini sangat berbahaya bagi masyarakat biasa seperti mereka.

__ADS_1


"Biar aku yang menahan monster itu, kau bawa putramu menjauh dari sini agar bisa aman dari serangan monster ini." Ucap Karina memberi perintah.


Mendengar perkataan Karina, kini si ibu itu pun langsung melakukan apa yang Karina katakan dan ibu itu pun kini mengikuti beberapa orang yang saat ini sedang melakukan evakuasi mandiri.


__ADS_2