Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Hal Yang Ingin Di Sampaikan


__ADS_3

Saat ini Anton dan yang lainnya telah tiba di kediaman Arsila, tepatnya di rumah orangtua Karina.


Rumah itu sangat mewah dan sangat luas.


Rumah itu memiliki banyak hiasan serta benda-benda unik dan mewah yang terpajang di beberapa sudut ruangannya.


Saat Anton dan yang lainnya masuk ke dalam rumah itu, tampak mereka semua pun terlihat kagum sambil mengedarkan pandangan mereka ke segala arah dan mengamati isi rumah yang tampak sangat mewah itu.


"Tidak ku sangka rumah Karina ternyata semewah ini." Ucap Anton dalam hati sambil mengedarkan pandangannya.


"Jika dia sudah terbiasa tinggal di rumah semegah ini, aku benar-benar tidak bisa membayangkan kira-kira kenapa ia bisa tinggal di rumah sempit yang bertetanggaan dengan ku?... Apa mungkin ia ada masalah sampai-sampai harus pergi dari rumah atau semacamnya?" pikir Anton lagi.


Sementara itu, tak butuh waktu lama, kini mereka semua pun di sambut oleh ibu Karina yang saat ini datang menghampiri mereka.


Ibu Karina itu saat ini datang bersama dengan seorang wanita yang merupakan seorang pelayan yang tinggal di rumah tersebut.


"Karina!" Ucap sang ibu sambil berlari mendekati Karina dan langsung memeluknya.


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu?... Mendengar informasi yang ayahmu beritahukan padaku membuatku khawatir!" ucap Elsa dengan ekspresi yang tampak lega karena sudah bertemu kembali dengan putri semata wayangnya itu.


"Maaf Bu... Aku sudah membuatmu khawatir." Ucap Karina membalas pelukan ibunya.


Setelah itu Elsa pun menoleh ke arah Anton dan yang lainnya yang saat ini sedang berada di belakang Karina.


"Siapa mereka?" Tanya Elsa, ibunya Karina, sambil menoleh ke arah salah satu anggota yang sebelumnya mengantar mereka ke kediaman keluarga Arsila.


"Mereka adalah teman-teman nona karina." Jawab pria itu.


"Aku mengajak mereka menginap di sini... Apa boleh?" Sambung Karina meminta izin dari ibunya.


"Oh... Begitu ya... Boleh kok." Jawab Elsa sambil tersenyum ramah menatap ke arah Anton dan yang lainnya.


"Baiklah kalau begitu sebaiknya sekarang kalian segera istirahat saja." Ucap Elsa.


Lalu Elsa pun langsung menyuruh pelayan yang datang bersamanya tadi untuk menunjukkan kamar yang bisa di tempati untuk teman-teman Karina yang datang saat ini.


Anton dan yang lainnya pun kini langsung di bawa ke kamar khusus untuk para tamu.

__ADS_1


Di rumah itu terdapat setidaknya empat kamar tamu, dan mereka semua pun di tempatkan di keempat kamar tersebut.


*********


Setelah beristirahat semalaman, matahari pun mulai menyingsing dan pagi di hari berikutnya pun telah di mulai.


Pagi ini Karina dan yang lainnya bangun cukup terlambat, sementara itu Anton-lah yang lebih dulu bangun.


Anton perlahan membuka matanya dan ia kemudian menoleh ke sampingnya tepat di sebelahnya Aris dan Natan sedang berbaring.


Karena ranjang cukup luas, jadi semalam mereka bertiga pun memutuskan untuk tidur sekamar.


Anton yang telah terjaga lebih dulu kini langsung bangun dan turun dari ranjang.


Ia kemudian berjalan keluar dari kamar itu dan mulai berjalan-jalan sebentar di sekitaran rumah itu.


"Rumah ini benar-benar luas." Ucap Anton dalam hati sambil memperhatikan sekitar.


Lalu Anton berjalan ke dekat jendela serta mencoba melihat ke luar.


Saat ia menatap ke luar, ia bisa melihat sebuah taman mini yang ada di halaman rumah itu.


Anton pun mulai beranjak dari tempat itu. Saat ini ia berniat untuk turun untuk menghirup udara segar di taman mini tersebut.


Namun begitu Anton berada di ruang tengah, ia berpapasan dengan Elsa, ibu Karina.


"Pagi Tante." Ucap Anton mencoba menyapa dengan ramah.


Mendengar sapaan Anton, kini Elsa pun hanya bisa tersenyum ramah menanggapi.


"Kau sudah bangun ya... Bagaimana dengan yang lainnya?" Tanya Elsa basa-basi.


"Mereka masih tertidur... Sepertinya mereka sangat kelelahan menghadapi masalah yang terjadi beberapa hari ini." Ucap Anton.


"Begitu ya." Ucap Elsa dengan ekspresi yang tampak sedikit penasaran dengan masalah yang sedang terjadi dan di alami oleh putrinya dan teman-teman putrinya itu.


"Hei... Boleh aku bertanya?" Ucap ibu Karina.

__ADS_1


"Bertanya soal apa?" Tanya Anton balik.


"Ini soal masalah yang terjadi pada kalian... Sebagai orangtua Karina, aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya." Ucap Elsa dengan ekspresi penasaran dan tampak cukup serius.


"Ehm... Soal itu... Sebenarnya mereka menjadi tahanan para peneliti yang ada di kantor pusat penelitian energi gelap." Ucap Anton mulai memberi penjelasan dengan jujur.


Lalu Anton menjelaskan bahwa sebenarnya yang menjadi tujuan para peneliti itu adalah dirinya sendiri, dan bukan Karina serta rekan-rekan yang lainnya.


Ia menjelaskan bahwa Karina dan yang lainnya adalah korban dari masalah yang ia alami saat ini.


Namun dalam penjelasan itu, Anton sama sekali tidak mengungkap jati dirinya yang sebenarnya.


Ia memilih untuk tetap merahasiakan alasan para peneliti mengincar dirinya dan terutama tentang energi Saga yang ia miliki saat ini.


"Begitu ya... Lalu bagaimana keadaanmu?... Apa mereka melakukan eksperimen yang aneh-aneh pada diri-mu?" Tanya Elsa menyelidik.


"Uhm... Kalau soal itu tak perlu di tanyakan lagi... Mereka sebenarnya sudah melakukan beberapa eksperimen aneh pada diriku... Sepertinya mereka ingin menggunakan-ku sebagai kelinci percobaan untuk melakukan uji coba dari penemuan gila mereka." Jawab Anton berbohong.


"Begitu ya..." Balas Elsa menanggapi sambil memegang dagunya seperti sedang berpikir. Lanjutnya, "Sebenarnya apa yang sudah mereka temukan sehingga membuat mereka membutuhkan kelinci percobaan dengan cara paksa seperti itu?" Ucap Elsa berpikir.


Setahu Elsa, selama ini para peneliti tidak pernah melakukan hal seperti itu karena setiap kali mereka menemukan sesuatu yang baru, maka mereka akan membuat sebuah pengumuman untuk mencari orang-orang yang bersedia secara sukarela untuk berpartisipasi dalam eksperimen dan uji coba yang mereka adakan. Namun kali ini kesannya seperti sebuah pemaksaan dan hal itu membuat Elsa mulai berpikir, 'Apa mungkin Zero memiliki sesuatu yang istimewa sehingga hanya dia yang di butuhkan dan harus dia yang menjadi bahan uji coba itu.'


Kini Anton dan ibu Karina berbincang-bincang sambil duduk di sofa yang berada di ruang tengah.


Setelah cukup lama mereka berbincang, kini Karina dan yang lainnya mulai bangun satu persatu.


Saat ini Karina pun keluar dari kamarnya bersama dengan Sisilia.


Lalu mereka berdua pun beranjak dari kamar dan menuju ke ruang tengah.


Saat mereka turun dari tangga, keduanya melihat Anton dan ibu Karina yang sedang berbincang-bincang di ruang tengah.


"hm... Sepertinya Anton adalah tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain." Ucap Sisilia saat melihat ibu Karina sedang berbincang dengan Anton.


"Entahlah... Mungkin memang begitu." Balas Karina menanggapi.


*******

__ADS_1


Setelah pagi sudah menjelang siang, akhirnya Anton dan seluruh anggota serikat pembebasan memutuskan untuk berkumpul di markas mereka untuk membahas sesuatu yang hendak di sampaikan oleh Anton pada mereka.


"Hari ini ada yang ingin ku sampaikan pada kalian... Tapi sebelum itu, untuk sekarang sebaiknya kita berkumpul di markas terlebih dahulu dan membahasnya di sana." Ucap Anton dengan suara yang terdengar datar.


__ADS_2