
Anton yang saat ini sudah tampak tak berdaya lagi di mata si monster kini membuat monster itu semakin percaya diri untuk mendekati Anton sambil menggunakan aura yang penuh intimidasi dari tubuhnya.
Namun sayang sekali, monster ini sama sekali tak mengetahui bahwa Anton kini sudah mendapatkan beberapa ingatan lainnya yang bisa membuat Anton menunjukkan performa yang sebenarnya dari kekuatan yang ia miliki.
"Saga? Tingkat Elite level 43, Ksatria Legendaris? Pilar petir? Hewan peliharaan terkuat?... Apa maksudnya semua ini?" Pikir Anton yang masih sedikit asing dengan ingatan itu.
"Tidak-tidak... Ini tidaklah asing!... Benar!... Ini adalah ingatan diriku sendiri!... Aku adalah... Reinkarnasi sang ksatria legendaris penguasa petir!!" Ucap Anton dalam hati yang kini mengingat tentang jati dirinya yang sebenarnya.
Lalu kini Anton pun dengan segera mengangkat tangan kanannya, dan langsung memunculkan sebuah lingkaran energi yang sangat besar tepat di depannya.
Seketika monster itu pun terkejut saat melihat lingkaran energi yang sangat besar itu.
Namun yang paling membuat monster itu terkejut adalah aura yang terpancar dari dalam lingkaran energi tersebut.
Meskipun sesuatu yang ada di dalam lingkaran energi itu masih sangat misterius, namun bisa terlihat kini si monster kelelawar itu langsung terlihat ragu untuk maju. Bahkan tubuhnya kini langsung merinding dan bisa terlihat pori-pori kulitnya tampak seperti terbuka lebar serta bulu kudunya langsung berdiri.
Monster kelelawar itu pun mencoba untuk menjaga jarak. Dengan sangat cepat monster kelelawar itu pun langsung terbang dan mencoba untuk segera menjauh bahkan kabur dari tempat itu karena dirinya kini di penuhi oleh rasa takut akan apa yang ada di balik lingkaran energi yang Anton muncul-kan itu.
Namun baru saja beberapa meter monster kelelawar itu terbang, tiba-tiba aura yang sangat kuat terpancar dari dalam lingkaran energi itu dan aura itu adalah aura membunuh yang begitu mengerikan dan memiliki tekanan yang sangat kuat bahkan lebih kuat dari tekanan aura yang Anton miliki saat ini.
Aura membunuh yang berasal dari lingkaran energi itu pun kini langsung menjatuhkan si monster kelelawar hanya dengan tekanan dari aura itu saja.
Si monster pun langsung terjatuh karena ia merasakan tubuhnya seperti di timpa oleh sesuatu yang sangat berat dan dirinya merasa seperti di tarik oleh sebuah gravitasi yang sangat kuat.
Si monster pun langsung jatuh dan menghantam tanah hingga tanah di sekitarnya langsung hancur berkeping-keping.
Dari Mulut monster itu pun kini langsung bermuncratan darah akibat serangan aura yang sangat menekan itu.
"Kerja bagus Angkura!" Ucap Anton menyebutkan nama dari sosok yang ada di dalam lingkaran energi itu.
Seketika itu juga tiba-tiba terdengar suara tertawa yang menggelegar dari dalam lingkaran itu, dan suara itu adalah suara dari mahluk yang di namai Angkura oleh Anton.
__ADS_1
Perlahan dari dalam lingkaran energi itu sosok seekor naga keluar dengan gagahnya.
Naga itu memiliki tubuh dan ekor layaknya seekor tirex, namun ia memiliki leher yang panjang layaknya seekor jerapah.
Selain itu naga itu juga memiliki sebuah sayap yang sangat lebar yang bisa membawanya terbang dengan bebas di udara.
Sementara itu wajah naga ini tampak sangat sangar dengan tanduk yang cukup panjang di kepalanya serta deretan gigi tajam tertata rapi di dalam mulutnya.
Matanya memancarkan cahaya kebiruan dan menambah sedikit kengerian dari sosok naga itu.
"Kenapa anda lama sekali tuan?... Apa anda benar-benar sudah melupakan-ku selama ini?" Ucap naga yang bernama Angkura itu sambil menoleh ke belakang tepat ke arah Anton.
Sementara itu Anton kini terlah duduk dan memulai semedi-nya agar segera bisa memulihkan diri dari dampak serangan monster kelelawar barusan.
"Soal itu." Jawab Anton menanggapi sambil memulai semedi-nya. "Aku memang lupa ingatan dalam beberapa waktu ini, namun ingatanku baru mulai kembali lagi sejak satu bulan yang lalu." Jawab Anton.
Lanjutnya, "Oh iya, sebaiknya jangan kau bunuh monster itu sekarang, cukup tunggu hingga aku bisa kembali sedikit stabil, agar aku bisa membunuhnya, karena saat ini aku merasakan keberadaan benda pusaka dalam diri monster ini dan karena keberadaan benda pusaka itulah yang membuat monster ini bisa menjadi sangat kuat meskipun usianya masih muda!" Ucap anton menjelaskan.
"Baik tuan." Jawab Angkura dengan patuh.
Angkura adalah salah satu dari tujuh hewan kuno legendaris yang hidup sebuah dunia yang merupakan dunia asal di mana Anton seharusnya berada meskipun saat ini Anton masih belum sepenuhnya mengingat tentang dunia itu.
Namun Anton sudah mengetahui nama dunia itu, akan tetapi ia masih belum memikirkan lebih jauh lagi tentang hal itu.
Kini Angkura pun hanya bisa duduk berdiam diri sambil menatap tuannya yang sedang bersemedi untuk memulihkan kekuatannya saat ini.
Sementara Angkura kini sedang mengedarkan energinya untuk melakukan pendeteksian di area hutan ini karena Anton juga kini menyuruhnya untuk berjaga-jaga agar tak ada satu pun yang melihat Meraka saat ini.
Setelah dua jam berlalu, kini Anton pun sudah berhasil memulihkan kekuatannya saat ini.
Ia kemudian bangkit dari duduknya dan segera melangkah santai mendapati si monster kelelawar itu.
__ADS_1
"Apa anda sudah akan membunuhnya?" Tanya Angkura yang saat ini sedang berbaring layaknya seekor naga namun ia mengangkat kepalanya saat melihat Anton melangkah ke arah monster kelelawar itu.
"Ya... Kau tetap tahan dia seperti ini agar aku bisa lebih mudah untuk membunuhnya." Ucap Anton.
"Siap tuan." Balas Angkura yang kemudian kembali menyandarkan kepalanya untuk berbaring sejenak.
"Baiklah, kali ini aku yang akan menang monster kelelawar!" Ucap Anton yang kini sudah berada di atas tubuh monster itu sambil menginjak tubuh si monster.
Monster kelelawar itu kini hanya bisa menatap Anton dengan tatapan yang terlihat sangat tidak ramah serta ia menunjukkan gigi-gigi tajamnya pada Anton.
Namun Anton tak peduli dengan hal itu. Kini Anton pun langsung memunculkan pedang halilintar miliknya dan dengan segera ia pun langsung memenggal kepala monster itu menggunakan pedang halilintar tersebut.
Kepala monster itu pun terpisah dari tubuhnya, dan kini Angkura pun melepaskan auranya yang menimpa monster itu karena kini monster itu sudah terbunuh oleh Anton.
Tampak dari leher yang sudah tak berkepala itu darah mengalir sangat banyak dan membasahi tanah di sekitarnya.
Namun tak lama setelah itu kini sebuah sinar muncul dari dalam tubuh monster tersebut.
Sinar itu berwarna keemasan dan gumpalan cahaya itu pun langsung mendekati Anton dan masuk ke dalam tubuh Anton.
Melihat hal itu Anton pun merasa sedikit terkejut karena ternyata itu adalah pusaka yang dapat melekat dengan tubuh asli penggunanya.
Begitu sinar itu masuk ke tubuh Anton, tiba-tiba di punggung Anton perlahan terbentuk sebuah sayap api yang sangat indah layaknya sayap seekor burung Phoenix yang memancarkan cahaya keemasan dan kobaran api di sekitar sayapnya.
Melihat sayap itu seketika Angkura pun langsung tampak terkejut karena dirinya baru kali ini melihat sayap seindah itu.
"Itu sangat luar biasa tuan!" Ucap Angkura dengan ekspresi kagum memuji tuannya sambil berdiri dan berhenti tidur.
"Kau benar!... Bahkan aku sendiri langsung terpukau melihat sayap ini!" Balas Anton bersemangat.
Lalu Anton pun langsung mencoba menggunakan sayap itu untuk terbang dan begitu Anton menggunakan sayap itu, tiba-tiba tubuh Anton bisa dengan mudahnya beradaptasi dengan kecepatan serta cara pengunaan sayap itu.
__ADS_1
Anton tanpa harus belajar cara terbang dengan sayap tapi kini sudah bisa terbang dengan sangat bebas bahkan dengan kecepatan yang bahkan lebih cepat dari kecepatan terbangnya saat menggunakan pedang besar milik-nya.
"Hebat sekali!" Ucap Anton bersemangat sambil terus melesat dengan hentakan-hentakan energi yang berapi-api di udara.