
Kini Bruno, Lisa dan Anita langsung mengikuti ke mana arah Anton pergi.
Sementara itu, Anton saat ini merasakan bahwa monster itu sedang bergerak menjauh dari mereka.
"ayo bergegas!... Sepertinya monster itu sedang mencoba kabur dari kita!" Ucap Anton sambil menoleh ke arah Bruno, Lisa, dan Anita.
Mendengar ucapan Anton, mereka bertiga pun langsung mengikuti kecepatan Anton saat berlari.
"Oke!" Jawab mereka serentak.
Setelah beberapa saat mereka berlari, kini mereka pun melihat ujung dari hutan itu.
Mereka melihat di luar sana tampak seperti ada ruang kosong yang tidak di tumbuhi oleh pepohonan.
"Ada apa di tempat itu?" Pikir Bruno saat melihat Anton yang terus bergerak ke tempat itu.
Begitu mereka berempat keluar dari hutan itu, ternyata mereka berada di sebuah danau kecil yang tepat berada di tengah-tengah hutan tersebut.
Danau itu tidak terlalu besar, kira-kira luasnya hanya satu hektar saja. Namun jika di lihat dari keadaan airnya, sepertinya danau itu cukup dalam bahkan mungkin sangat dalam.
"Lihat!" Ucap Anton menunjuk ke arah air danau tersebut.
Seketika itu juga Bruno, Lisa, dan Anita langsung menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Anton.
Lanjut Anton berkata. "Air di danau ini tampak masih beriak, padahal jika di lihat-lihat ada kemungkinan danau ini sangat dalam... Bisa kita simpulkan, kemungkinannya monster barusan sudah berada di dalam sana!" Ucap Anton.
"Kau benar!" Balas Bruno.
Setelah itu Anton pun kembali menggunakan jurus pendeteksian miliknya untuk memastikan keberadaan monster tersebut dan seketika itu juga kini Anton merasakan bahwa di bawah danau itu terdapat sangat banyak monster yang cukup kuat.
Rata-rata monster yang ada di danau itu berada di level 50 sampai level 62, sementara salah satu di antaranya yang kemungkinan adalah pemimpin mereka berada di level 95.
Dengan kata lain, monster itu jauh lebih kuat dari Bruno, Anita, dan Lisa. Namun tidak bagi Anton yang levelnya tentu jauh lebih tinggi dari si monster tersebut.
Setelah merasakan hal tersebut, kini Anton pun meminta mereka semua untuk mundur terlebih dahulu karena ia merasakan bahwa monster-monster itu saat ini sedang mencoba untuk keluar dari danau tersebut.
"Ayo menjauh dari sini!... Di bawah sana ada sangat banyak monster yang berada di level 50 ke atas, dan satu di antaranya berada di level 95!" Ucap Anton dengan tegas.
"Apa?!"
__ADS_1
Bruno, Lisa, dan Anita langsung terkejut mendengar apa yang di sampaikan oleh Anton.
"Ayo menjauh!" Ucap Anton yang kemudian langsung melompat mundur menjauh dari danau itu.
Sementara itu, Bruno, Lisa, dan Anita yang melihat Anton kini hanya bisa memiringkan kepala mereka karena merasa sedikit bingung dengan tindakan Anton.
"Apa dia benar-benar merasakan dan mengetahui level monster semudah itu bahkan tanpa harus melihatnya langsung?" Ucap Lisa dengan ekspresi bertanya-tanya sambil menoleh ke arah Bruno dan Anita.
Bruno dan Anita pun hanya bisa membalas tatapan Lisa dengan ekspresi yang sama terukir di wajah mereka.
"Cepat menjauh dari sana sekarang!" Ucap Anton memberi perintah.
Namun baru saja Anton berkata seperti itu, tiba-tiba tiga tentakel yang cukup besar muncul dari danau tersebut dan langsung menyambar ke arah Bruno, Lisa, dan Anita.
Seketika mereka bertiga pun langsung terkejut melihat hal itu, dan rasa terkejut itu membuat mereka terlambat untuk melakukan tindakan perlawanan ataupun pertahanan.
"Sial!" Ucap Anton dalam hati sambil melesat-kan tebasan petir ke arah monster itu.
Namun tebasan petir milik Anton berhasil di tahan oleh perisai air milik monster tersebut sehingga tentakel monster gurita itu kini berhasil melilit Bruno, Lisa, dan Anita.
"HUAAA!!" teriak mereka bertiga yang kini langsung di tarik oleh monster gurita itu ke dalam danau.
"Sudah ku bilang menjauh! malah batu!" Pikir Anton yang kemudian langsung melesat dan melompat ke dalam danau tersebut.
Setelah Anton melompat ke danau itu, Anton pun langsung memunculkan pedangnya untuk bisa melesat di dalam danau tersebut dengan cepat.
Kini Anton bergerak dengan sangat cepat di dalam danau itu dan akhirnya ia melihat sosok Bruno, Lisa dan Anita yang sedang di lilit oleh monster gurita level 95 itu.
Sementara itu tampak di sekitaran mereka bisa terlihat beberapa monster gurita lainnya yang ukuran tubuhnya sedikit lebih kecil dari monster gurita level 95 itu.
Melihat hal itu, Anton pun langsung memunculkan bola angin di tangan kanannya dan setelah itu ia melemparkan bola angin itu tepat ke arah Bruno, setelah itu ia membuat dua bola angin lagi dan melemparnya ke arah Anita dan Lisa.
Seketika itu juga angin itu langsung membungkus kepala Lisa, Bruno dan Anita.
Dengan bola angin yang cukup besar menutupi kepala mereka bertiga, kini mereka bertiga pun bisa bernafas bebas di dalam air.
Sesudah itu Anton pun membuat bola angin yang yang sama untuk dirinya sendiri.
Setelah membuat bola angin, Anton pun segera melesat cepat menghampiri monster gurita level 95 itu.
__ADS_1
Dengan kecepatannya saat ini ia berhasil tiba di dekat Bruno, Lisa dan Anita dengan cepat.
Lalu Anton segera memunculkan pedang angin miliknya dan segera setelah itu ia pun menebaskan pedang angin itu ke tentakel gurita tersebut.
Namun karena gurita itu menyadari tindakan Anton, gurita itu pun menggunakan tentakelnya yang lain untuk menangkis serangan pedang angin milik Anton.
Kini pedang angin milik Anton pun berhasil di hentikan oleh monster itu dan dengan segera monster gurita itu menggunakan tentakel lainnya lagi untuk memukuli tubuh Anton.
Kini satu tentakel itu langsung menghantam tubuh Anton dan membuat Anton terhempas.
"Sial!... Berada di dalam air seperti ini membuat pergerakanku jadi tidak efesien!" Ucap Anton dalam hati.
Kini tampak beberapa monster gurita lainnya perlahan bergerak dan mengelilingi Anton.
Monster gurita lainnya itu berada di level yang bervariasi, namun level mereka tidak lebih dari level 62.
Melihat Anton yang kini sudah di kepung oleh para monster gurita lainnya, kini Bruno pun memilih untuk menyuruh Anton agar segera pergi dan menyelamatkan dirinya sendiri karena ia berpikir bahwa Anton tidak akan bisa mengalahkan monster gurita itu.
"Cepat pergi dari tempat ini Zero!... Setidaknya salah satu dari kita harus ada yang selamat!" Ujar Bruno.
Sementara itu Lisa dan Anita hanya bisa terdiam, namun entah mengapa mereka juga berpikir demikian. Di pikiran mereka, jika seandainya Anton bisa keluar dari sini dengan selamat, maka suatu saat nanti Anton pasti bisa kembali dan membalaskan dendam atas kematian mereka bertiga hari ini.
"Kau adalah orang yang mengajukan pembentukan kelompok ini!... Aku percaya padamu! Kau pasti bisa memimpin kelompok ini untuk tetap menjadi kelompok yang kuat dan bisa sesuai dengan tujuan kita semua!" Ujar Bruno.
"Bruno benar!... Setidaknya kau bisa selamat!... Dengan begitu kematian kami tidak akan sia-sia!" Timpal Lisa.
"Setelah kau sudah lebih kuat! Kembalilah dan balaskan dendam kematian kami!" Sanggah Anita.
Mendengar ucapan mereka bertiga, seketika Anton pun langsung pasang muka datar di balik topengnya itu.
Tampak ekspresi suram mulai terukir di wajahnya dan kali ini Anton benar-benar akan menunjukkan kekuatannya di hadapan mereka bertiga.
"Sebaiknya kalian tidak berpikir seperti itu." Ucap Anton dengan suara yang terkesan dingin.
Lalu Anton pun sedikit menghentakkan tubuhnya dan di saat itu juga kini dari tubuh Anton muncul petir yang langsung merambat di seluruh permukaan air.
Petir yang merambat itu pun kini langsung menyengat dan menyambar semua monster gurita yang ada di dalam danau itu, dan satu-satunya yang tidak terkena Sambaran petir itu hanyalah gurita berlevel 95 tersebut karena Anton sudah memperhitungkan apa bila si monster gurita level 95 itu kena Sambaran petir, maka Lisa, Bruno, dan Anita pun pasti ikut terkena Sambaran petir.
Meskipun umumnya sebuah petir bisa merambat ke berbagai arah dan menyengat apa saja di dekatnya, namun petir milik Anton ini hanya menyengat apa yang ia sambar saja sehingga objek lain yang ada di sekitarnya tidak ikut terkena efek dari sengatan petir itu.
__ADS_1