Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Terkepung


__ADS_3

Setelah Anton mendeteksi level para pemburu monster dan mengetahui bahwa mereka semua berada di level 180 ke bawah, maka Anton pun kini mulai merasa sedikit tenang.


"Meskipun jumlah mereka sangat banyak, tapi selama aku bisa mengincar mereka satu persatu maka aku pasti bisa melewati mereka!" Ucap Anton.


Setelah berkata seperti itu, Anton pun segera melesat kembali ke depan dan langsung menghampiri sekelompok orang yang sedang mencoba menyergap dirinya.


Saat ini para pemburu monster tidak tahu bahwa sebenarnya Anton memiliki jurus pendeteksi sehingga mereka pun mengira bahwa mereka bisa menyergap Anton dengan serangan tiba-tiba.


Karena ketidaktahuan mereka itu, kini mereka pun mulai bersembunyi di beberapa dahan pohon serta di beberapa semak-semak sambil menunggu kedatangan Anton.


"Lama sekali!... Apa informasi yang di kirimkan itu benar-benar akurat atau tidak sih?!" Ucap salah satu pemburu monster yang bersembunyi di semak-semak sambil banyak mengeluh.


Tak lama setelah itu, tiba-tiba bahu pria itu langsung di tepuk dari belakang.


Pria itu pun mengira bahwa yang menepuk bahunya itu adalah salah satu rekannya.


"Jangan menganggu dulu!... Aku sedang mengamati sekarang!" Ucapnya sambil menggoyangkan bahunya dan terus mengintip ke luar semak.


Karena pria itu tidak menoleh, maka Anton yang sudah berada di belakang pria itu pun langsung mengalirkan petir yang sangat kuat ke tangannya yang menepuk bahu pria itu.


Alhasil petir itu pun langsung menyambar dan menjalar di tubuh pria itu hingga pria itu kejang-kejang dan jatuh begitu saja ke tanah.


Selain pria itu, ternyata di belakang pria tersebut juga ada rekan-rekan lainnya, namun mereka semua sudah lebih dahulu di buat pingsan oleh Anton.


"Baiklah, di bagian sini sudah di bersihkan!" Ucap Anton sambil menggosok-gosok kedua tangannya seperti sedang bertepuk tangan.


Namun, baru saja Anton berkata seperti itu, tiba-tiba sebuah serangan yang berupa Sambaran petir muncul dari udara dan langsung mengarah kepada Anton.


Melihat hal itu, Anton pun langsung menepis petir tersebut menggunakan tangan kanannya yang saat ini di aliri oleh elemen petir juga.


Begitu serangan petir itu berhasil di tepis dengan sangat mudah oleh Anton, kini seorang wanita yang menyerang Anton menggunakan petir itu kini langsung terkejut melihat serangannya bisa di hentikan dengan sangat mudah.

__ADS_1


"Dia menepisnya semudah itu?!" Ucap wanita itu dengan ekspresi terkejut seolah tak percaya akan apa yang ia lihat barusan.


Setelah itu beberapa pemburu monster lainnya mulai bermunculan dan langsung bergerak ke arah Anton dengan sangat cepat.


Dua pria pengguna pedang melesat cepat ke arah Anton sambil menebaskan pedang mereka.


Namun serangan mereka bisa di hindari oleh Anton hanya dengan melangkah ke samping, depan lalu samping lagi sambil sedikit memutar tubuhnya.


Baru saja kedua pria itu berlalu dari hadapan Anton, kini dari samping kiri anton muncul seorang gadis yang melompat dari dahan pohon sambil membawa sebuah belati beracun di tangan kiri dan tangan kanannya.


"Rasakan ini!" Ucap gadis itu dengan suara keras sambil menebaskan belatinya ke arah Anton.


Namun dengan santainya Anton menggunakan tangan kirinya untuk menepis tebasan dari kedua belati tersebut.


Tampak tangan kiri Anton sama sekali tak bersentuhan langsung dengan kedua belati itu karena tangan kiri Anton telah di lapisi oleh angin padat yang bertekanan tinggi.


Lalu Anton pun menghentakkan tangan kirinya itu dan seketika itu juga si gadis tersebut langsung terhempas.


Anak panah itu datang dari tiga arah mata angin dan hal itu membuat Anton merasa semakin direpotkan.


Lalu Anton pun segera mengatasi hal itu hanya dengan satu hentakan kaki.


"Langkah angin!" Ucap Anton dengan suara tegas.


Seketika itu juga dari tempat yang di mana Anton menghentakkan kakinya kini terbentuklah gelombang angin yang sangat kuat dan padat.


Gelombang angin itu pun langsung bergerak meluas dengan pola berbentuk lingkaran dan gelombang angin yang sangat kuat itu pun kini langsung menghantam semua serangan yang melesat ke arah Anton.


Alhasil semua serangan yang bergerak ke arah Anton kini langsung terhempas begitu saja oleh tekanan angin yang di hasilkan oleh jurus langkah angin milik Anton.


Hal itu tentunya membuat para pemburu monster yang menyerangnya jadi semakin terkejut karena semua serangan sangat mudah Anton hempaskan.

__ADS_1


Tidak cukup sampai di situ saja, tampaknya para pemburu monster yang ada di tempat itu saat ini sama sekali masih belum menyerah dan mereka pun kembali melesatkan serangan dalam jumlah yang banyak ke arah Anton.


Namun hujan serangan yang melesat ke arah Anton itu sama sekali tidak bisa menghentikan Anton.


Anton kini melesat dengan sangat cepat dan menghindari semua serangan tersebut.


Setiap jalur yang Anton lalui saat melesat tampak terbentuk kilatan-kilatan petir, dan dengan kecepatan itu, Anton pun kini berhasil mendekati para pemburu monster itu dan menghajar mereka satu persatu hingga banyak dari mereka yang langsung pingsan begitu saja.


"Semua serangan yang di arahkan padanya sama sekali tak ada gunanya!... Sepertinya semua rumor tentangnya itu bukanlah sebuah omongan kosong belaka!" Ucap salah satu pemimpin kelompok itu saat melihat banyak rekannya yang mulai berjatuhan satu persatu akibat serangan balik dari Anton.


Meskipun demikian, mereka sama sekali masih belum menyerah dan terus menyerang Anton selagi mereka masih belum kehilangan kesadaran.


Tak lama setelah itu, beberapa pemburu monster lainnya pun kini sudah tiba di tempat Anton yang sedang bertarung saat ini.


Mereka semua adalah para pemburu monster yang sebelumnya mengepung Anton di jarak yang jauh dan kini mereka semua sudah berkumpul di tempat itu.


Selain itu, di tengah-tengah kerumunan para pemburu monster yang baru datang itu tampak Karina dan yang lainnya juga sudah tiba bersamaan dengan rombongan pemburu monster lainnya.


"Kepung dia!!" Teriak salah satu pemburu monster yang baru datang tersebut.


Tak butuh waktu lama, kini Anton pun sudah di kelilingi oleh para pemburu monster yang jumlahnya mencapai dua ribu lebih.


Setelah Anton telah terkepung di tengah-tengah pemburu monster yang sangat banyak itu, kini salah satu dari pemburu monster yang levelnya saat ini mencapai level 180 kini langsung berbicara dengan suara lantang kepada Anton dan menyuruh Anton untuk menyerah.


"Menyerah-lah!... Kau sudah terkepung!" Ucap pria tersebut mengancam Anton.


Anton yang mendengar ucapan pria itu kini hanya bisa mengedarkan pandangannya ke segala arah dan tampak dirinya saat ini benar-benar sudah terkurung oleh orang-orang tersebut.


Ke arah manapun matanya melihat semuanya sudah di penuhi oleh para pemburu monster dan yang ia lihat hanyalah para pemburu monster yang sudah siap bertarung melawannya.


Namun hal itu sama sekali tidak membuat Anton menjadi gentar, justru Anton kini langsung menatap mereka dengan tatapan tajam sambil mengulas senyum tipis di bibirnya.

__ADS_1


"Menarik sekali!" Ucap Anton sambil menyeringai.


__ADS_2