Pemburu Monster Dari Dunia Lain

Pemburu Monster Dari Dunia Lain
Monster Setengah Kelelawar


__ADS_3

Saat Anton sedang terbang menggunakan pedang miliknya itu, kini Anton di kejutkan oleh sebuah portal yang tiba-tiba muncul di udara, dan portal itu langsung menjatuhkan seekor monster bersayap yang tampak sayapnya seperti sayap seekor kelelawar yang sangat besar.


Monster itu memiliki tubuh yang hampir mirip manusia namun memiliki lengan tangan yang lebih panjang serta kaki yang juga lebih panjang.


Di kakinya terdapat cakar layaknya seekor burung dan di cakar kakinya itu terdapat kuku-kuku yang sangat tajam dan kokoh.


Sementara di tangannya juga terlihat ada kuku-kuku tajam yang sama terletak di jari-jari tangannya.


Anton yang terkejut dengan kemunculan portal serta si monster dari dalam portal itu pun kini langsung bergerak cepat ke samping dan menghindari monster tersebut.


Anton pun kini menatap sosok mengerikan dari monster itu.


Tampak monster bersayap itu sudah banyak mengeluarkan air liur dari mulutnya yang di penuhi oleh gigi-gigi runcing yang menyeramkan.


Monster itu kemudian menoleh ke arah Anton yang juga sedang melayang di udara saat ini, dan begitu si monster menoleh ke arah Anton, seketika aura yang penuh intimidasi langsung terasa oleh Anton. Seketika tubuh Anton seolah terpaku oleh aura yang sangat mengintimidasi itu. Namun dengan segera Anton menggerakkan jarinya dan mencoba menyadarkan diri dari aura yang sangat mengintimidasi itu.


Seketika dari jari tangan yang Anton gerakkan itu memunculkan kilatan petir yang langsung menyambar dan melukai kakinya sendiri dan hal itu memberikan efek kejutan pada dirinya sehingga ia pun berhasil lepas dari pengaruh aura yang sangat mengintimidasi itu.


Baru saja berhasil lepas dari aura itu, kini Anton pun langsung pasang sikap waspada dan siap bertarung.


Ia bergerak mundur menjaga jarak dari monster itu sambil memunculkan pedang petir dan pedang angin di masing-masing tangannya.


"Monster ini!... Dia sudah berada di tingkat Pro level 56... Atau bisa di bilang, setara dengan level 266 dalam level yang tercantum oleh alat pendeteksi level buatan manusia di zaman ini!" Ucap Anton dalam hati saat berhasil merasakan tingkatan dari monster bersayap itu.


Sementara itu, si monster bersayap itu pun kini langsung menatap Anton dengan tatapan tajam setelah Anton berhasil keluar dari pengaruh aura yang di milikinya.


"Tidak ku sangka ternyata monster seperti ini juga bisa mengeluarkan aura yang mengintimidasi... Apa ini salah satu jurus yang di kuasai olehnya?" Pikir Anton.


Setelah itu si monster itu pun langsung terbang melesat dengan cepat ke arah Anton.


Anton yang melihat hal itu pun segera bergerak dengan kecepatan penuhnya untuk menghindari hantaman dari si monster itu.

__ADS_1


Anton langsung terbang ke arah hutan yang ada di luar tembok ke enam dan memancing monster itu untuk keluar dari area tembok ke enam itu.


Monster itu terus mengejar Anton dengan sangat cepat dan bahkan monster itu tampaknya lebih cepat dari Anton.


"Sial!... Dia cepat sekali!" Ucap Anton dalam hati saat melihat monster itu sudah ada di dekatnya.


Sementara itu, si monster yang kini sudah berada di belakang Anton kini langsung menembakkan bola api dari kedua tangannya.


Bola api itu langsung melesat ke arah Anton, namun karena Anton menyadari serangan itu, kini Anton pun bisa dengan cepat menghindari serangan tersebut sambil terus melesat menjauh dari monster itu.


Monster itu tampak tidak menyerah dan ia terus mengejar sambil menembakkan bola api ke arah Anton.


Setiap kali monster itu memunculkan bola api, pergerakan monster itu jadi sedikit melambat dan hal itulah yang membuat monster itu tidak bisa langsung berhasil mendapati Anton dalam jarak yang sangat dekat.


"Kemampuan terbang dari sayap monster ini memang luar biasa, namun sepertinya ia belum sempurna menggunakannya sambil melakukan serangan dari jurus lainnya!" Ucap Anton dalam hati menilai kemampuan dari si monster itu sambil terus menghindari serangan monster itu.


Dengan lincah Anton terus menghindari semua serangan bola api itu. Tampak Anton dengan berbagai cara melakukan rotasi dan bermanuver di udara untuk menghindari serta menebas serangan bola api itu hingga meledak, dan akhirnya kini mereka pun tiba di sebuah hutan yang sudah sangat jauh dari tembok ke enam dan itu sudah termasuk ke dalam wilayah perburuan monster.


"Sepertinya aku harus melawannya sekarang!... Lagi pula ini sudah sangat jauh dari tembok ke enam!" Ucap Anton dalam hati sambil menoleh ke arah monster yang ada di belakangnya saat ini.


Seketika angin dan petir membentuk sebuah pola sabit dan melesat ke arah monster itu.


Anton bahkan tidak hanya melakukan satu tebasan saja, karena saat berputar-putar di udara ia melesatkan tebasan angin petir itu dengan jumlah yang cukup banyak dan jumlah sabit angin petir yang melesat ke arah monster itu kini cukup banyak dan beberapa dari sabit angin petir itu menghantam beberapa bola api yang di tembakkan oleh monster itu ke arah Anton.


DUAAARRRR!!


Terjadi beberapa ledakan di udara saat bola api di hancurkan oleh tebasan angin petir milik Anton, dan bahkan tebasan angin petir itu ada yang hampir mengenai si monster dan membuat monster harus menghindari serangan sabit angin petir itu dengan cepat.


Anton dan monster itu pun kini berhenti melesat dan tampak keduanya melayang di udara dengan posisi saling berhadapan di jarak kira-kira lima puluh meter jauhnya.


"Monster ini jauh lebih kuat dari-ku!... Apa aku bisa mengalahkannya?" Pikir Anton dengan ekspresi yang tampak sedikit ragu.

__ADS_1


Namun kini si monster itu tampak langsung melesat cepat ke arah Anton, dan begitu monster tersebut berada di dekat Anton, monster itu langsung mengayunkan tangan kanannya dan mencoba mencakar kepala Anton.


Namun karena Anton masih sempat mencoba menghindar, alhasil cakaran dari monster itu hanya memberikan luka gores saja di pipi Anton.


Anton pun segera menjaga jarak dari monster itu, ia kini segera terbang ke samping dengan sangat cepat dan tetap menjaga jarak dari monster itu.


"Cepat sekali!... Apa secepat inikah jika ia tak menggunakan jurus lain dan hanya fokus untuk terbang saja?" Pikir Anton karena sebelumnya si monster tidak lagi menggeluarkan bola api untuk menyerang melainkan hanya menyerang menggunakan cakar yang ada di tangannya saja.


Tak cukup sampai di situ, kini si monster itu kembali terbang melesat dengan sangat cepat ke arah Anton sambil terus menyerang menggunakan cakarnya.


Kecepatan monster itu membuat ia hanya terlihat seperti sebuah bayangan saja yang lewat dengan begitu cepat di udara.


Hal itu pun membuat Anton jadi sangat kerepotan untuk menangkis dan menahan serangan monster itu.


Beberapa serangan dari cakaran si monster berhasil di blokir oleh Anton menggunakan pedangnya, namun tampak beberapa cakaran kini merobek lengan bajunya dan melukai lengannya di bagian tersebut.


Tidak hanya itu saja, tampak di bagian belakang tubuh Anton juga kini terkena cakaran si monster itu sebanyak tiga cakaran dan membuat Anton langsung terdorong kuat ke depan akibat cakaran tersebut.


Anton terkejut bukan main melihat kecepatan monster itu, ia kini benar-benar tak bisa berkutik di hadapan monster itu.


Monster itu kemudian melesat lagi dan mencakar lengan kanan dan lengan kiri Anton hingga Anton pun kini menunjukkan wajah meringis akibat menahan rasa sakit dari serangan cakar monster tersebut.


Tidak cukup di tubuh bagian atas saja, kini si monster itu juga mulai mencakar bagian kaki Anton hingga beberapa kali cakaran dan hal itu membuat Anton terjatuh dari pedangnya.


Anton yang kini jatuh bebas langsung menggunakan jurusnya untuk menarik kembali pedang besarnya itu mengikuti dirinya yang sedang terjatuh saat ini.


Pedang besar milik Anton pun kini berhasil menyusul Anton yang sudah terjatuh Sebelumnya sebelum Anton jatuh sampai ke tanah.


Anton pun kini berhasil kembali berdiri di atas pedang besar itu, namun ia kini tak bisa berdiri dengan baik lagi dan ia hanya memanfaatkan pedang itu untuk melakukan pendaratan yang aman untuk saat ini.


Kini Anton pun berhasil mendarat dengan aman di atas permukaan tanah yang ada di hutan itu.

__ADS_1


Tubuhnya kini di penuhi oleh darah akibat dari luka cakaran yang ia terima dari monster tersebut.


"Sial!... Cepat sekali monster itu!... Aku bahkan sampai tak sempat memunculkan senjata pusaka milik-ku!" Ucap Anton dalam hati dan kemudian bersandar di sebuah batang pohon untuk mengatur pernapasannya agar kembali normal.


__ADS_2