
Tian Xin membayangi perjalanan Wen Baoning yang berkuda begitu cepat menuju keluar pintu kota Ma. Gerakan halus yang sangat ringan yang di miliki oleh Tian Xin berhasil menyelamatkan Wen Baoning dari kematian tak wajar akibat di serang secara diam -diam dan curang oleh anak buah dari Siluman Kelinci Api dari pegunungan Bu.
Phi Phi si gadis kelinci buruk rupa dengan raut wajah kesal sekali melihat peristiwa anak buahnya di bunuh oleh pemuda langit yang menjatuhkan hatinya itu demi pemuda itu untuk menyelamatkan nyawa gadis manusia yang membuat hati Phi Phi semakin sakit hati.
" Kurang ajar..! Kenapa Kau menyelamatkan gadis manusia sialan itu dan bertentangan denganku ? " Gumam Phi Phi membanting kaki kanannya dari tempat pengintaiannya di atas pohon rindang di dekat alun -alun kota Ma.
Wen Baoning yang tidak tahu -menahu adanya hal seperti itu sudah berada di depan pintu keluar kota Ma dengan mengulurkan kartu pengenalnya kepada pihak keamanan yang menjaga pintu kota Ma.
" Silahkan.." Kata petugas keamanan pintu kota Ma kepada Wen Baoning yang cepat memacu kuda begitu cepat usai gadis itu mendapatkan kembali kartu pengenalnya dari petugas pihak keamanan yang menjaga pintu kota Ma.
Wen Baoning berkuda di jalanan yang sangatlah penuh hamparan rumput ilalang liar yang sangat rimbun. Gadis ini sama sekali tidak pernah lelah untuk memacu kudanya untuk dirinya segera tiba di kawasan Kekaisaran Yu yang berada tak jauh dari wilayah kawasan Kekaisaran Deng.
Tian Xin menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk wilayah Kekaisaran Yu. Pemuda ini menemukan sesuatu yang sangat janggal dari wilayah Kekaisaran Yu.
Dan , benar saja karena begitu Wen Baoning tiba di kawasan Kekaisaran Yu telah muncul sejumlah orang berpakaian prajurit Kekaisaran Ming yang menghadang jalan kuda gadis itu.
" Berhenti ! "
" Siapakah kalian yang sudah begitu lancang untuk menghadang jalanku untuk masuk ke kota ku sendiri ? " Tanya Wen Baoning angkuh kepada pria berpakaian prajurit Ming yang lebih tinggi di dalam kedudukannya di bandingkan para prajurit lainnya.
" Kami adalah pasukan Kaisar Ming Jian yang kini telah menguasai Kekaisaran Yu. Kau ini bukanlah seorang Ratu Yu lagi , Putri Yu Baoning." Jawab pria itu dengan nada sombong kepada Wen Baoning.
" Apa kau bilang ? ! Kaisar busukmu telah kuasai negeri Yu -ku..?! " Hardik Wen Baoning marah luar biasa seraya melontarkan cambuknya ke arah pria itu.
Tar..!!
Tep..!
" Hehehe Nona Yu ,apakah kau pikir kau mampu untuk menang dari ku , Pangeran Makhota Ming Hu ? ! " Ujar Pangeran Makhota Ming Hu dengan nada meremehkan kepada Wen Baoning yang cambuknya berhasil di tangkap Ming Hu dengan lihai.
" K..Kau bajingan ?! " Bentak Wen Baoning yang berusaha keras untuk merebut kembali cambuk miliknya yang di tarik kencang tangan kuat Ming Hu.
" Hahaha..Yu Baoning menyerahlah dan menikah sajalah dengan ku agar wilayah mu bersatu dengan Ku." Kata Ming Hu yang menarik kencang lengan Wen Baoning dengan maksud untuk gadis itu jatuh dari kuda putih milik gadis itu kepelukan dirinya.
Namun ,sebuah senjata berbentuk bulan sabit telah lebih dahulu menebas leher dan jatuhlah kepala Pangeran Makhota Ming Hu di tanah di depan kuda putih Wen Baoning.
__ADS_1
Wushh..!!
Crakk..!!
Bruk..!!
" Aih..! Bedebah laknat siapakah kau yang telah berani mati membunuh Pangeran Makhota Ming Hu dari Kekaisaran Ming ?! " Seru sejumlah para prajurit Kekaisaran Ming kepada pemuda tampan sekali yang tahu -tahu telah duduk di belakang Wen Baoning.
" Kak Xin.." Panggil Wen Baoning terkejut sekali namun senang luar biasa melihat Tian Xin telah datang untuk menyelamatkan dirinya.
" Baoning..Jangan cemas karena Aku akan bantu kau menghabisi seluruh perampok hina yang telah merampas hak mu." Kata Tian Xin melingkarkan lengannya di pinggang Wen Baoning untuk ambil kendali tali kekang dari tangan Wen Baoning.
" Iya..! " Sahut Wen Baoning terharu melihat pria yang menjatuhkan hatinya itu begitu baik kepada dirinya.
Tian Xin mengangguk di belakang Wen Baoning sembari tatapan mata tajamnya terfokus kepada sejumlah pasukan Kekaisaran Ming yang telah bergerak untuk menyerang mereka berdua dari segala penjuru pintu masuk wilayah Kekaisaran Yu.
Whooshh...!!
Syuuttt..!!
Trang..!!
Betzz .!!
Crakkk..!!
Bruak..!!
Gerakan para pasukan Ming memang hebat luar biasa namun Tian Xin menggerakkan kuda putih begitu cepat menerjang maju ke depan seraya pedang bulan sabit perak di tangan Tian Xin telah bergerak dan menebas habis seluruh pasukan Kekaisaran Ming.
Kuda putih telah menerobos masuk ke wilayah Kekaisaran Yu tanpa ada satu seorang pun dari pasukan Ming dapat menghalangi langkah gesit kuda putih yang di pacu luar biasa gesitnya oleh Tian Xin.
" Kakak Xin , kau sungguh luar biasa tangguh tapi apakah kau sanggup untuk mengalahkan mereka yang menunggu kita di pintu masuk ke Ibukota Kekaisaran Yu ?! " Wen Baoning menoleh cemas dan kagum sekaligus kepada Tian Xin yang duduk di belakang punggungnya itu.
" Aku sudah berkata kalau Aku akan membantu mu untuk merebut kembali hak mu daripada para perampok hina di rumah mu . Maka, kau tak perlu cemas Aku tak bisa mengalahkan mereka." Kata Tian Xin nada tenang sekali kepada Wen Baoning.
__ADS_1
" Jumlah mereka ratusan ribu sedangkan kamu ini hanya satu orang saja." Kata Wen Baoning ragu kepada Tian Xin.
Memang jumlah pasukan Kekaisaran Ming sangat menakutkan sekali bagi Wen Baoning yang tahu seluruh wilayahnya telah terjatuh ke tangan Sang Kaisar Ming Jian untuk merebut seluruh wilayah Kekaisaran Deng dari Ratu Deng Wu Ji.
"Hmmmm.." Gumam Tian Xin memahami rasa hati cemas ,ragu dan takut yang menguasai diri Wen Baoning yang melihat jumlah pasukan Ming yang telah mengurung mereka di depan pintu Ibukota Kekaisaran Yu.
" Serbuuuu...Dan habisi mereka lalu bawa pulang kepala Ratu Yu kepada Kaisar Ming Jian kita di Istana Kekaisaran Ming..!!" Perintah Jenderal Besar dari Kekaisaran Ming kepada para pasukan Kekaisaran Ming yang segera meluncur dengan sejumlah senjata perang menyerbu Tian Xin dan Wen Baoning yang duduk di atas punggung kuda putih betina dengan tenang di depan pintu masuk ke wilayah Ibukota Kekaisaran Yu.
Whossh...!!
Syuttt ...!!
Wir..wir..!!
Hujan anak panah api , batu , dan senjata pedang serta tombak berdatangan menyerbu ke arah Tian Xin dan Wen Baoning. Keduanya dengan sigap dan saling melindungi satu sama lainnya telah menggerakkan senjata mereka masing -masing untuk menghadapi serbuan maut dari para pihak musuh mereka yang sangat bernafsu kuat untuk menghabisi mereka dengan cepat dan mudah.
Wuttzz..!!
Trang..!!
Trang..!!
Trang..!!
Trang..!!
Trang..!!
wetzz ...!!
Trang..!!
Trang..!!
Trang..!!
__ADS_1
Bersambung..!!