
Tian Xin memandangi pemuda remaja tanggung yang bernama Tang Ming San yang telah di selidiki dengan jelas mengenai asal usul dari pemuda itu yang di pilihnya sebagai penerus Kaisar Tang Ming Huan.
" Siapa nama aslimu ,nak ? Siapakah orangtua mu itu dan adakah dirimu nemiliki tanda lahir merah di telapak kaki kirimu yang sama dengan tanda lahir merah di telapak kaki kiri Ayah kandungmu yang di duga olehku adalah Kaisar Tang Ming Huan?" Tanya Tian Xin dengan sangat tajam dan selidik kepada pemuda remaja tanggung itu.
"Nama asli saya Tang Ming San atau Yo San dan orang tua saya Yo Huan atau Tang Ming Huan dan Ling Hua. Ya ,ada..Silakan Anda lihat sendiri kaki kiri saya di telapaknya ada tanda lahir merah nya." Jawab Tang Ming San begitu jujur sesuai dengan bukti yang di perlihatkan pemuda itu kepada Tian Xin.
" Bagus sekali sesuai dengan pengamatanku."Kata Tian Xin menggangguk.
"Tuan Muda, apa yang ingin Anda lakukan kepada Saya ?" Tanya Tang Ming San usai dirinya di bawa Tian Xin keluar dari rumah kecil kumuh di tengah hutan dalam Istana Kekaisaran Tang.
"Lihat saja sendiri dan tunggulah." Jawab Tian Xin begitu misterius sekali.
Tang Ming San mematuhi dan melaksanakan tiap kata -kata yang di ucapkan oleh Tian Xin untuknya.
"Mandilah dan berhiaslah dengan pakaian yang sudah ku siapkan untukmu.Lalu, kau makanlah makanan ini dengan tenang dan kemudian kamu bersiap untuk ikut aku ke Istana Kekaisaran Tang yang sebenarnya."Kata Tian Xin dengan nada yang sangat ramah dan bijaksana kepada Tang Ming San.
" Iya, Tuan Muda aku pasti akan mematuhimu." Jawab Tang Ming San segera kepada Tian Xin
Di bawah sinar mentari pagi yang menyorot ke segala arah dan tempat di seluruh Istana yang amat megah dan berkilauan tampaklah Tang Ming Hu yang menunggu datangnya Tian Xin yang di perintahkannya untuk membawa kepala Selir Ma Ying Ying kepadanya saat menjelang subuh hari di pintu gerbang Istana Kekaiaran Tang.
"Dimanakah Kakakmu yang sombong itu, anak kecil ? " Tanya Tang Ming Hu nada arogan sekali kepada Li Wei Shiang yang datang bersamanya ke pintu gerbang Istana Kekaisaran Tang.
"Entahlah." Jawab Li Wei Shiang acuh tak acuh.
__ADS_1
" Hei, aku tak mau tahu apa yang membuat Kakak mu begitu malas dan lambat sekali dalam jalani perintahku ! Aku hanya perlu tahu kakak mu harus tahu diri dengan siapa dirinya berurusan..!" Kata Tang Ming Hu nada sinis kepada Li Wei Shiang.
" Aku juga merasa heran kenapa ada orang yang tidak tahu berterimakasih sepertimu di dunia ini." Kata Li Wei Shiang nada sarkatis kepada Tang Ming Hu.
" Ka...Kau bocah kurang ajar sekali berani balas setiap perkataanku..Apakah kamu sama sekali tak takut Aku marah dan menghukum matimu." Kata Tang Ming Hu dengan lirikan kilatan kejam kepada Li Wei Shiang.
"Huh kau pikir aku akan takut kepadamu manusia tidak tahu di untung !" Balas Li Wei Shiang.
" Ka...Kau..!" Hardik Tang Ming Hu mengangkat tangannya untuk memukul Li Wei Shiang dengan keras.
Tetapi sebuah kilatan cahaya dari langit telah jatuh ke arah Tang Ming Hu hingga pria ini tewas dalam keadaan wajah dan tubuh hangus akibat sinar halilintar langit yang menolak dirinya ini sebagai calon Kaisar Tang yang baru.
Jegger...!!
" Wah bukan aku yang membalas perbuatan mu yang ingin memukulku tapi langit yang telah lebih dahulu memukulmu karena kejahatan mu yang melebihi iblis." Kata Li Wei Shiang mencibirkan mulutnya ke jasad Tang Ming Hu yang hangus.
" Apa yang telah terjadi dengan Pangeran Tang Ming Hu ? Hei apakah kau yang telah membunuh Beliau di depan pintu gerbang Istana Kekaisaran Tang ?!" Sejumlah pasukan keamanan Istana telah mengurung Li Wei Shiang yang di tuduh sebagai pembunuh Tang Ming Hu oleh seluruh prajurit di pintu gerbang Istana Kekaisaran Tang.
" Bukan aku..Dia mati sendiri.." Kata Li Wei Shiang.
" Uhhh kurang ajar sekali kau menggunakan kata mati untuk Pangeran Tang Ming Hu kami..!" Hardik seorang wanita berpenampilan agung yang telah mendatangi Li Wei Shiang dengan sikap angkuh.
"Lalu Aku harus mengatakan kata hidup untuk Dia yang sudah gosong itu ?!" Balas Li Wei Shiang tak suka di bentak itu telah membalas dengan nada yang sangat keras.
__ADS_1
"Lancang...!" Bentak wanita itu yang memakai pecut untuk mencambuk Li Wei Shiang.
Wuttzz..!!
Tar..!!
Tep..!
Ujung cambuk wanita itu telah tertangkap oleh tangan Tian Xin yang datang bersama dengan Tang Ming San dengan tepat waktu sebelum pecut itu mengenai kulit Li Wei Shiang.
" Hentikan ! Tak ada seorang pun yang Aku beri izin untuk menyentuh Adikku dengan cara kasar yang kau lakukan itu..!" Kata Tian Xin dengan nada yang sangat berkarismatik sekali.
Wanita itu mendelik marah kepada Tian Xin yang segera melihat wujud asli dari wanita itu yang tak lain adalah sosok arwah Tang Ming Hu yang ingin balas dendam kepada Li Wei Shiang yang di kira telah membunuh pria itu dan roh Tang Ming Hu menggunakan tubuh seorang wanita yang baru saja meninggal dunia karena di perkosa oleh lima orang pria yang berjuluk Lima Pendekar Besar Gu di sebuah rumah kecil di dekat pintu gerbang dari Istana Kekaisaran Tang.
" Tang Ming Hu bertobatlah kau sebelum algojo alam akhirat datang untuk menjemput mu dan menghukum mu hingga kau tak bisa reinkarnasi kembali dalam wujud manusia..!" Perintah Tian Xin.
" Kau yang harus mematuhi perintahku karena Aku Kaisar mu ! " Bantah Tang Ming Hu yang tak mau mendengarkan perintah Tian Xin.
" Cih di dunia manusiapun kau bukan Kaisarku.! Apalagi di dunia arwah mu sekarang kau ini juga bukanlah siapa -siapa bagiku ! Jadi, janganlah kau pernah mencoba memberikan perintah mu di sini kepadaku..! Aku Tian Xin lah yang akan memberi mu perintah yang harus kau taati..! Atau kau akan hancur sebagai arwah nyamuk yang tak berarti di dunia manapun juga...!" Ucap Tian Xin dengan nada yang menggetarkan langit dan bumi sampai tubuh wanita yang di pakai arwah Tang Ming Hu bergetar dan roh Tang Ming Hu keluar dengan sendirinya.
Lalu muncullah sepasang Dewa kepala sapi dan kerbau dari bawah tanah yang mengikat arwah Tang Ming Hu yang berusaha memberontakpun tetap terseret masuk ke tanah dan menembus ke lubang api neraka abadi yang menghancurkan roh Tang Ming Hu hingga tak tersisa lagi.
" Aghhhhhhh.......!! Tidakkkkkk...!!" Pekik Roh Tang Ming Hu yang kesakitan terbakar api neraka abadi hingga hancur.
__ADS_1
Bersambung...!!