Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Dibawah Cahaya Rembulan Purnama.


__ADS_3

Tian Xin menundukkan pandangan matanya ke arah Pangeran Tang Ming Khu yang menggeliat di atas tumpukan jerami dan terlihat akan segeralah membuka sepasang mata dan mengerang halus sebelum melompat kaget dan duduk dengan raut wajah bingung di atas jerami.


" Aku dimana sekarang ? Dimanakah para pajurit ku yang mengawal ku pulang dari rumah istirahat ku di desa He ?,"Tanya Pangeran Tang Ming Hu kepada orang -orang yang mengelilinginya di ruang dalam rumah yang sangat sederhana sekali namun bersih dan rapi.


" Kau berada di rumah kosong di pusat kota Bu dan mengenai para prajurit mu itu. Mereka semua sudah tewas akibat serangan dari pihak Ibu selir mu yang tak menginginkan mu hidup dan menjadi penerus Kakakmu Tang Ming Huan."Jawab Tian Xin menghampiri Pangeran Tang Ming Khu.


" Lalu kau ini siapakah dan siapakah mereka yang di sekitar ku ? " Tanya Tang Ming Hu nada angkuh kepada Tian Xin.


" Nama ku adalah Tian Xin dan mereka berdua ini adalah adikku dan sahabatku." Jawab Tian Xin singkat.


" Apakah kamu yang sudah menyelamatkan ku di luar hutan kota Ci dari penyerangan para pasukan Ibu Selir Ma ? " Tanya Tang Ming Hu memandangi Tian Xin dengan kagum melihat tatapan mata Tian Xin yang luar biasa indah dan menarik baginya.


" Ya , Akulah yang telah menyelamatkanmu di luar hutan kota Ci." Jawab Tian Xin asal saja namun sangat menyakinkan sekali.


" Terimakasih atas pertolongan mu kepadaku. Ohya apakah kau mau membantu ku untuk lawan kekuatan para pasukan Ibu Selir Ma agar Aku bisa menjadi Kaisar di Kekaisaran Tang ?," Nada suara Tang Ming Hu bukanlah perkataan untuk meminta tolong melainkan nada memerintah kepada Tian Xin.


" Sombong sekali..! " Umpat Li Wei Shiang.


" Ei , gadis kecil siapakah kau yang berani berkata aku sombong ?," Tanya Tang Ming Hu menatap sangar Li Wei Shiang.


" Ihhh...Apa -apaan kau menatapku seperti itu ? ," Tanya Li Wei Shiang dengan nada galak sekali pada Tang Ming Hu yang membelalakkan mata karena baru kali ini ada seorang gadis remaja yang berani membentaknya.


" K..Kauuu..?! "


" Hei , Wei Shiang jaga kesopananmu dan Yang Mulia tolong maafkan kenakalan adikku yang masih kecil dan belum mengerti apa -apa." Kata Tian Xin menengahi keduanya dengan nada yang sangat sabar dan tenang sekali.

__ADS_1


" Ahmm, baiklah karena Aku memandangmu maka ku maafkan adikmu itu." Kata Tang Ming Hu nada halus sekali kepada Tian Xin.


" Sepertinya ada yang salah dengan diri Pangeran Tang Ming Hu ?," Pikir Wu Lei cermat mengamati perilaku dan nada suara Sang Pangeran muda itu yang begitu halus terhadap Tian Xin.


" Terimakasih Yang Mulia Anda sungguh murah hati sekali." Kata Tian Xin nada sopan dan hormat kepada Tang Ming Hu.


Sesuai dengan rencana yang sudah di persiapkan secara matang oleh Pangeran Tang Ming Hu agar Tian Xin memberikan bantuan untuk misi yang sangat penting bagi keselamatan dan keamanan Kekaisaran Tang.


Tian Xin di minta untuk pergi lebih dahulu ke arah Istana Kekaisaran Tang untuk mengambil stempel nags emas dan pedang pusaka Kekaisaran Tang dari dalam ruang rahasia di dalam kamar tidur Ibu Suri Kekaisaran Tang untuk Pangeran Tang Ming Hu.


" Baik, Aku akan laksanakan perintah Anda." Kata Tian Xin tegas kepada Pangeran Tang Ming Hu.


" Selain kau harus mendapatkan stempel naga emas dan pedang pusaka Kekaisaran Tang dari Ibu Suri Kekaisaran Tang. Kamu juga harus bisa membebaskan Putri Makhota Zhi Wei yang di kurung di dalam pagoda tertinggi di dalam Istana Kekaisaran Tang bagian Putri calon permaisuri Kaisar Tang dan bawa putri itu kehadapanku di pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Tang." Perintah Tang Ming Hu kepada Tian Xin.


" Siap , Yang Mulia." Jawab Tian Xin segera.


" Baik. Terimakasih Yang Mulia." Jawab Tian Xin sekali lagi sebelum Tian Xin berkelebat dan pergi dari rumah kosong kota Bu untuk menjalankan tugas yang di berikan Tang Ming Hu kepadanya.


" Yang Mulia biarkanlah hamba saja yang akan menyelesaikannya untuk Anda dan Anda cukup menunggu ketiga hal itu sampai di tangan Anda dalam waktu satu jam dari sekarang di atas atap rumah kosong kota Bu." Kata Wu Lei yang segera mendatanginya di depan pintu rumah kosong kota Bu.


" Baiklah , Wu Lei. " Jawab Tian Xin dengan nada senang hati untuk memberikan tugas tiga hal itu kepada Wu Lei.


Sesudah Wu Lei menghilang dari pandangan mata Tian Xin. Pemuda langit ini mengarahkan satu jari telunjuknya ke atas langit di tengah malam hari yang di sinari cahaya rembulan purnama yang amat terang benderang.


Sing...!!

__ADS_1


" Cahaya rembulan purnama menyinari mu , Kak Xin." Kata Li Wei Shiang menatap takjub kepada Tian Xin.


" Ya, sinar rembulan purnama dapat memberikan diriku sebuah energi malam langit dan bumi di dunia manusia yang amat besar dan di pastikan dapat meningkatkan kemampuan diriku untuk Aku bisa membunuh Iblis Beruang Malam itu." Kata Tian Xin yang mendadak mengarahkan sinar di jari telunjuknya ke arah barat rumah kosong kota Bu.


Lalu..


Blaarr...!!


" Aghhhhhhh...! " Pekikan kematian yang sangat mengerikan terjadi pada para pasukan Gadis janggut tebal yang terkena kekuatan jari telunjuk Tian Xin.


" Ahh..Kak Xin..Dia berada di sana..! " Teriak Li Wei Shiang memberitahu Tian Xin keberadaan gadis janggut tebal yang sedang bersiap untuk arahkan guci nya ke arah Li Wei Shiang dari arah selatan Tian Xin.


" Iblis busuk kau pikir kau bisa menangkap adikku Wei Shiang dengan guci jelek mu itu..! Aku akan menghancurkanmu..! Lihatlah ini seranganku untuk mu..! " Seru Tian Xin dengan nada tajam dan tangannya mengambil cahaya rembulan purnama yang kemudian di arahkannya langsung kepada gadis janggut tebal dan guci itu.


Kemudian..


Cringg..!!


Duarr..!!


Gadis janggut tebal beserta guci nya telah hancur oleh ilmu cahaya rembulan purnama milik Tian Xin yang sudah sangat marah sekali terhadap gadis janggut tebal yang sudah membunuh Wen Chao dan Yin Hua.


" Kakak Xin , kau sungguh luar biasa sakti bisa menghancurkan Iblis Beruang malam itu." Puji Li Wei Shiang kepada Tian Xin dengan sinar mata yang bersinar -sinar kagum.


" Adik Shiang kau terlalu memujiku. Aku ini biasa -biasa saja dan tak ada kemampuan apa pun di bandingkan dengan Wu Lei yang perkasa dan ada rasa sayang yang amat besar terhadap dirimu." Kata Tian Xin tersenyum kecil kepada Li Wei Shiang.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2