Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Sungai Tak Berwarna..


__ADS_3

Kaisar vampir kuku merah yang marah karena pasukannya telah di tumbang di tangan sosok yang berdiri di hadapannya dengan sinar yang amat terang sehingga ia bergerak mundur dan menghilang di dalam tembok besar.


Bleshh!


" Curang...! " Maki Dewa pelacak Ren Jia Lun dengan nada kesal dengan kelicikan Kaisar vampir kuku merah.


" Kita dapat menemukannya di dunianya yang tak jauh dari desa utara tembok besar atau lebih tepatnya di seberang sungai tak berwarna di balik tembok besar bagian utara ini. " Kata Tian Xin yang tak bisa menahan diri lagi untuk dirinya dapat menghabisi Kaisar vampir kuku merah dan memusnahkan dunia vampir kuku merah dengan tangannya sendiri.


" Anda benar sekali...! Mari hamba tunjukkan jalan menuju ke dunia vampir kuku merah kepada Anda. " Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun yang menggunakan sistem pelacak dunia untuk membuka jalan untuk menuju ke dunia vampir kuku merah.


Sraaashh!


Tembok besar di bagian utara bergerak miring dan membuka sebuah celah yang merupakan air sungai tak berwarna di depan sepasang mata Tian Xin dan yang lainnya.


" Kita harus menggunakan perahu daun bambu desa utara tembok besar untuk mengarungi sungai tak berwarna. " Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun yang segera membuat perahu daun bambu untuk armada mereka bertiga.


" Silakan kamu naik bersama dengan ku, Adik Hua. " Kata Tian Xin yang mengulurkan tangan untuk membantu Xian Mei Hua naik ke perahu daun bambu ciptaan Dewa pelacak Ren Jia Lun.


Kemudian, Dewa pelacak Ren Jia Lun berubah menjadi seorang tukang perahu untuk bertugas sebagai pengendali perahu daun bambu untuk Tian Xin dan Xian Mei Hua.


" Dayung yang kamu gunakan adalah bambu di desa utara tembok besar juga, Dewa pelacak Ren Jia Lun? " Tian Xin mengagumi kemampuan spiritual dan kekuatan Dewa yang dimiliki oleh Dewa pelacak Ren Jia Lun yang di perlihatkan oleh Dewa pelacak Ren Jia Lun kepadanya dan Xian Mei Hua.


" Ya, Yang Mulia. Hamba menggunakan bambu di desa utara tembok besar yang di perhalus oleh serbuk bunga seruni di pinggir sungai tak berwarna agar perahu daun bambu kita dapat berlayar ke dunia vampir kuku merah dengan sempurna. " Jawab Dewa pelacak Ren Jia Lun dengan senyum sopan kepada Tian Xin dan Xian Mei Hua.

__ADS_1


Xian Mei Hua melihat -lihat pemandangan alam di sekitar sungai tak berwarna di perahu daun bambu yang berlayar dengan santai dan tenang di air sungai tak berwarna dengan perasaan hatinya yang bahagia.


" Aku sangat bahagia dapat menjalankan misi bersama dengan mu, Kakak Xin. " Kata Xian Mei Hua dengan nada lembut kepada Tian Xin yang duduk di sampingnya dengan merangkulnya.


" Terimakasih Adik Hua. Aku juga merasa sangat bahagia dengan kehadiran mu di sisiku seperti sekarang ini. " Kata Tian Xin tersenyum manis kepada Xian Mei Hua.


" Yang Mulia, hamba takkan menengok ke arah Anda...! Silakan jika Anda ingin melakukan sesuatu yang berkesan untuk Dewi Bunga Persik Langit di perahu daun bambu. " Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun dengan senyum-senyum mengerti keinginan di hati pasangan itu.


" Hmmm...Apa maksud mu, Dewa pelacak Ren Jia Lun? Aku dan Adik Hua duduk bersama di perahu daun bambu pun sudah sangat berkesan bagi kami. " Kata Tian Xin dengan wajahnya tak mengerti maksud dari perkataan dari Dewa pelacak Ren Jia Lun kepadanya dan Xian Mei Hua.


" Iya, Dewa pelacak Ren Jia Lun. Kami begini saja sudah bahagia. " Kata Xian Mei Hua yang wajahnya merona dengan kata -kata godaan dari Dewa pelacak Ren Jia Lun untuknya dan Tian Xin yang menatapnya dengan tatapan mata polos dan tak mengerti sama sekali dengan perkataan dari Dewa pelacak Ren Jia Lun itu.


Dewa pelacak Ren Jia Lun yang merasa gemas dengan keduanya dengan sengaja membuat perahu daun bambu bergerak miring lalu tidak sengaja membuat bibir Tian Xin menabrak bibir Xian Mei Hua.


" Auw..! " Pekik halus Xian Mei Hua yang merona wajahnya usai bibirnya bersentuhan dengan bibir Tian Xin secara tak sengaja.


Dewa pelacak Ren Jia Lun berpura-pura tidak melihat mereka berdua di belakang Dewa pelacak Ren Jia Lun yang sibuk mendayung perahu daun bambu.


" Adik Hua, aku sungguh minta maaf kepadamu aku tak sengaja telah melakukan tindakan yang merugikan mu. " Kata Tian Xin dengan sikap sopan kepada Xian Mei Hua.


" Ah, tak apa -apa , Kak Xin. Aku juga minta maaf karena aku sudah bersikap tak sopan kepada mu yang merupakan Kaisar Langit yang sangat terhormat. " Kata Xian Mei Hua menundukkan wajahnya yang merona.


Tian Xin mengalihkan perhatian ke arah air sungai tak berwarna untuk menghormati Xian Mei Hua yang sedang malu kepadanya dan sikap Tian Xin membuat perasaan di hati Xian Mei Hua terhadap Tian Xin semakin besar dan dalam.

__ADS_1


" Sungguh sopan dan hormat kepada aku yang menjadi kekasihnya sendiri. " Batin Xian Mei Hua yang tak sengaja terbaca oleh Tian Xin yang langsung terbatuk-batuk untuk mengusir rasa malunya juga kepada Xian Mei Hua.


" Aku harus menjagamu sampai waktunya tiba untuk aku memiliki mu untuk selamanya. " Batin Tian Xin.


Air sungai tak berwarna tiba-tiba bergelombang yang menampakkan dasar sungai tak berwarna yang memperlihatkan sebuah istana yang tak dapat di tembus oleh apapun di atas airnya.


" Istana dasar sungai tak berwarna! " Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun yang menggunakan dayung daun bambu memukul dinding tak berwarna itu untuk membuka jalan masuk ke dalam istana di dasar sungai tak berwarna.


Trak!


" Dayung daun bambu mu telah patah, Dewa pelacak Ren Jia Lun ..! " Kata Tian Xin yang kini melemparkan sebutir bintang air sungai tak berwarna ke arah dinding tak berwarna itu.


Lalu...


Cring!


Gubrakk!


Perahu daun bambu membentur di ujung dinding tak berwarna namun di tengahnya ada tangga untuk turun menuju ke istana di dasar sungai tak berwarna.


" Yang Mulia..! " Terdengar suara dari seorang Dewa yang membawa kertas , kuas dan botol tinta di tas yang di gantung di pundaknya kepada Tian Xin yang baru saja akan turun dari perahu daun bambu untuk menginjak tangga.


" Dewa Pelukis Li Xiao Xin..! " Kata Tian Xin yang mengenali Dewa yang mendatangi mereka dari perahu daun bambu lain.

__ADS_1


" Iya, saya adalah Dewa Pelukis Li Xiao Xin..! " Jawab Dewa Pelukis Li Xiao Xin kepada Tian Xin seraya melompat dari perahunya ke perahu daun bambu Tian Xin.


Bersambung!


__ADS_2