Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Bunga Seroja Di Taman Istana Kekaisaran Tang Agung.


__ADS_3

Desa yang di datangi Li Bing Han dan teman baru nya yang bernama Yang Ching Ching sungguh amat aneh luar biasa karena di desa itu tak ada satu orang pun penduduk yang menetap di desa itu.


" Kenapa tak ada penduduk di desa ini ?" Tanya Li Bing Han begitu prihatin terhadap desa tersebut.


" Desa ini dahulu ramai ,Kak Han." Kata Yang Ching Ching.


" Lalu kenapa desa ini begitu sepi ?" Tanya Li Bing Han.


" Karena desa ini telah di kuasai oleh Nenek Khu di lembah gunung Khu." Jawab Yang Ching Ching.


" Nenek Khu ?Siapakah Nenek itu ?" Tanya Li Bing Han yang memilih untuk istirahat sejenak di salah satu rumah kosong di desa Khu.


"Dia adalah seorang yang sangat di puja oleh Raja Walet Hitam di pegunungan Walet Hitam."Jawab Yang Ching Ching yang duduk di lantai batu rumah kosong.


"Raja Walet Hitam.." Pikir Li Bing Han bersandar di dinding dan memejamkan sepasang matanya dan tertidur pulas di malam hari itu.


Istana Kekaisaran Tang Agung.


Di taman bunga seroja yang indah dan mewangi di sepanjang malam hari pada musim gugur yang sangat panjang bagi Li Xiao Feng yang sangat rindu kepada muridnya Li Bing Han.


"Bagaimana kabar Han sekarang ini ?" Tanya Li Xiao Feng meniup seruling untuk mengusir rasa sesak di dadanya.


"Yang Mulia ..!"


"Kau siapakah ?" Tanya Li Xiao Feng menghadapi gadis manis yang mendatanginya di paviliun taman bunga seroja.


"Hamba adalah Selir Agung Anda yang sangat di sayang oleh Anda sebelum Anda berubah menjadi sosok seorang suami yang dingin terhadap diriku istri mu sendiri." Jawab Selir Agung Fan Bing Bing kepada Li Xiao Feng yang menatapnya datar saja.


"Hmmm..Aku bukan suami mu ,wanita sesat dan haus kekuasaan." Kata Li Xiao Feng acuh tak acuh kepada Selir Agung Fan Bing Bing.


"Yang Mulia...!Aku bukan wanita sesat dan haus kekuasaan yang seperti di isukan orang -orang mu yang sama sekali menolak kehadiranku di sisimu sebagai Selir Agung-mu."Kata Selir Agung Fan Bing Bing meneteskan air matanya karena Kaisar Tang Ming Huan mengacuhkan dirinya dan nilai dirinya sebagai wanita sesat dan haus kekuasaan.

__ADS_1


" Jangan pernah meneteskan air mata palsu mu di hadapanku ! Aku bicara seperti itu bukan karena isu belaka melainkan aku ada bukti kebenaran tentang kepalsuan hati mu kepadaku ,Fan Bing Bing..!" Suara Li Xiao Feng begitu marah kepada Selir Agung Fan Bing Bing.


Selir Agung Fan Bing Bing mundur lima langkah dari Kaisar Tang Ming Huan seraya menudingkan telunjuknya kepada Kaisar Tang Ming Huan yang begitu mengecewakan hatinya.


" Kau sungguh seorang pria yang tak tahu diri dan melupakan jasa ku yang sudah membantu mu naik tahta menjadi penguasa Kekaisaran Tang.Cih kau benar -benar membuat kecewa aku yang telah memberikan segalanya yang ku miliki kepada mu pria paling ku cintai di muka bumi ini..!" Teriak Fan Bing Bing begitu sakit hati kepada Kaisar Tang Ming Huan.


" Cinta ?Aku sama sekali tidak pernah tahu apa itu cinta yang kau berikan kepadaku itu.." Desis Li Xiao Feng begitu dingin sekali seperti batu es di kutub utara.


Fan Bing Bing berbalikan badannya dan pergi dari paviliun taman bunga seroja dengan perasaan di hatinya begitu pedih sekali sampai dirinya nyaris ingin sekali melenyapkan dirinya yang bodoh itu.


" Nona Fan...Kau sungguh bodoh apabila kau ingin memilih untuk melenyapkan dirimu karena pria tak tahu terimakasih itu."


Sekonyong -konyong terdengar suara halus yang mengatakan hal itu kepada Fan Bing Bing.


" Kau siapakah ?" Tanya Fan Bing Bing merinding.


Jawaban dari gadis itu adalah sebuah kabut yang menutupi diri gadis itu dan lenyaplah gadis itu dari Istana Kekaisaran Tang Agung.


Dayang itu segera berlari meninggalkan lorong di jalanan menuju ke arah Istana Pangeran keempat.


" Aciu ,kenapa kau berlarian seperti melihat hantu saja ?" Tegur Pangeran Keempat heran kepada dayang istana nya.


" Yang Mulia Pangeran Keempat Tang Ming Hao hamba memang usai melihat hantu di lorong sana yang menculik Selir Agung Fan Bing Bing." Jawab Aciu merinding.


" Eh ,ada hantu di lorong manakah ?" Tanya Tang Ming Hao mendekati Aciu.


" Di sana." Jawab Aciu menunjukkan arah lorong di selatan pintu masuk Istana Pangeran Keempat.


Tang Ming Hao tersenyum seakan menertawakan dayang istananya yang manis itu.Ia malah taruh wajahnya di pundak Aciu sampai Aciu kaget luar biasa.


" Pa..Pangeran Keempat apa yang Anda lakukan?" Dengan gugup Aciu bertanya kepada majikannya.

__ADS_1


" Aciu ,kau sungguh manis luar biasa di mataku." Jawab Pangeran Keempat Tang Ming Hao yang malah merengkuh wajah Aciu dan mencium bibir Aciu dengan lembut luar biasa.


Aciu berdiri termangu di tempatnya sesudah gadis ini sadar bahwa Pangeran Keempat baru saja usai mencium bibirnya.Ia merona seketika itu juga tapi cuma sesaat saja.


" Yang Mulia ,Anda tak bisa melakukan hal itu pada ku?!" Ucap Aciu marah.


" Bisa..!" Kata Pangeran Keempat Tang Ming Hao terkekeh melihat Aciu marah.


" Huh..!" Dengus Aciu menendang lutut Tang Ming Hao.


Duk..!!


Lalu gadis dayang istana itu pergi menuju ke arah tempat tinggalnya yakni di bagian Istana khusus untuk para dayang Istana Pangeran Keempat.Dan, Di sana ,gadis ini memegangi dadanya berdegup kencang sekali.


"Astaga ,ini sungguh keterlaluan namanya.Aku ada di Istana Kekaisaran Tang Agung untuk Aku bisa meraih impianku menjadi Nyonya Selir Kaisar Tang Ming Huan tetapi Aku malah di buat kacau oleh saudaranya Si Pangeran Keempat Tang Ming Hao berengsek itu." Kata Aciu pada dirinya sendiri.


Tang Ming Hao melirik ke bayangan hitam yang berdiri di balik rimbun semak belukar hutan utara Istana nya.Ia menjadi penasaran sendiri ,lalu Ia pun menghampiri untuk mencari tahu tentang bayangan hitam itu.


Wussss...!!!


Namun ,sekelebatan angin yang sangat kencang telah menyerang Tang Ming Hao hingga Pangeran itu membeku di tanah dengan tak bernyawa lagi.


" Kau masuklah ke raga Pangeran bodoh itu." Kata seseorang dengan suara mencekam kepada satu sosok gelap.


Sosok gelap itu menempati tubuh Tang Ming Hao sedangkan roh asli Tang Ming Hao melarikan diri secepat mungkin dari sosok yang telah bunuh dirinya.


"Aku harus pergi secepatnya sebelum sosok yang menyeramkan itu menangkap roh ku.." Kata Roh Tang Ming Hao yang tak sengaja masuk ke kamar tidur Kaisar Tang Ming Huan.


Blessshh...!!


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2