Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Ingatan Tian Xin Terbuka..


__ADS_3

Tian Xin mengalami gejolak jiwa yang membuat dirinya jatuh pingsan yang berkepanjangan dan Ia terbaring di atas jerami di dalam gua gunung Quantian dan di kelilingi oleh teman-teman nya yang selalu menjaganya di setiap saat.


" Kita harus mencari cara untuk membangunkan Yang Mulia dari tidurnya yang panjang. " Kata Xian Mei Hua yang selalu mendampinginya di sisi kanannya.


" Obat luka batin harus di sembuhkan oleh ingatan yang membuatnya terkenang dengan luka batinnya. " Kata Li Wei Shiang yang selalu menyuapi dirinya makan pil embun kehidupan gunung Quantian untuk dirinya cepat sadar dari tidurnya yang panjang.


Di dalam tidurnya yang panjang, Tian Xin masuk ke dunia masa lalunya dan Ia melihat dirinya terperangkap di dalam jeruji alam langit untuk dirinya bisa menyelamatkan seekor rubah emas yang terkurung di dalam jeruji alam langit.


Crash!


" Augh! " Pekik Tian Xin yang merasakan sakit akibat tusukan sejumlah jarum langit yang masuk ke tubuhnya begitu dirinya ingin meraih rubah emas itu.


" Xiao Xiao..! Xiao Xiao bangunlah..! " Kata Tian Xin dengan wajah pucat memandang rubah emas yang menggeliat -geliat di lantai dingin.


" Yang Mulia...! Cepat keluar dari jeruji langit sebelum tombak api langit datang dan akan menembus anda..! " Teriak sejumlah Dewa dan Dewi langit dengan wajah panik kepada Tian Xin.


Tian Xin yang tak sempat untuk keluar dari jeruji langit itu tak pernah menyangka bahwa rubah emas itu terbangun dari tidurnya yang panjang lalu menusuk belati emas alam langit ke tubuh nya.


Cus!


" Aaghhh...! Xiao Xiao kenapa kamu menusuk aku dengan belati emas alam langit yang pernah aku berikan kepada mu?!! " Tanya Tian Xin yang merasakan sakit pada batinnya karena rubah emas yang tepercaya itu bisa melakukan hal keji kepada nya.


"Salah kamu sendiri yang mempercayai siluman rubah emas seperti ku, Yang Mulia. Nah, kamu terimalah kematian mu di tangan Kakakku..! " Kata Siluman Rubah Emas yang meluncur keluar dari jeruji langit dan berdiri di samping seorang pria wajah sangar.

__ADS_1


" Kauuu..??? " Tian Xin semakin lama semakin pucat memandangi rubah emas yang memeluk pria itu yang tak lain saudaranya sendiri di alam langit.


" Tian Xin kau sudah cukup lama menjadi Kaisar langit, maka sudah saatnya kamu serahkan tahta mu kepada ku Tian Lang..! "Kata Tian Lang kakak dari Tian Xin yang dahulunya amat dekat sekali.


" Tian Lang, kau sungguh tak memandang aku sebagai adikmu sendiri sampai kamu tega hati menjebak aku di jeruji langit dengan cara kamu bekerjasama dengan rubah emas sialan itu. .! " Kata Tian Xin yang tubuhnya semakin lemah di dalam jeruji alam langit kepada Tian Lang yang berdiri di samping Xiao Xiao si rubah emas.


" Tian Xin, kau yang bodoh yang sudah percaya dengan aku yang menurut mu, aku mencintaimu dengan tulus dan ingin membahagiakanmu..! Uh, aku sesungguhnya sangat muak dengan mu..! " Kata Xiao Xiao si rubah emas yang tersenyum sadis kepada Tian Xin yang terpuruk di dalam jeruji alam langit.


Para Dewa dan Dewi langit sudah bersiap untuk bertarung melawan Tian Lang dan Si rubah emas dengan kekuatan mereka masing-masing namun munculnya sejumlah pasukan iblis telah menghalangi mereka sehingga mereka fokus menghadapi para pasukan iblis.


Blaar!


"Pedang alam semesta....! " Teriak Tian Xin yang ingin menerjang keluar dari jeruji langit dengan memanggil pedang alam semesta tertahan di karenakan sebuah tombak api langit yang datang dari arah belakangnya telah menusuk tubuhnya hingga hancur.


Swush!


" Yang Mulia.... !!! " Teriakan para Dewa dan Dewi langit yang terperangah melihat Tian Xin hancur berkeping-keping karena tusukan tombak api langit yang berasal dari seseorang yang tak terlihat olehnya karena terhalang kabut rotasi reinkarnasi.


Tian Xin masuk ke tubuh seekor naga warna emas yang tertidur di dalam lautan langit dan bumi alam semesta dan naga itu terbangun lalu melesat ke seluruh dunia lainnya dan jiwa Tian Xin yang lainnya masuk ke dunia bunga persik.


" Dimana aku sekarang ? Aku bukanlah diriku yang sebenarnya...? " Tanya Tian Xin di tubuh bermacam-macam kehidupan yang di jalani nya sampai Ia masuk ke raga seorang anak kecil yang menjadi muridnya Li Xiao Feng.


" Tian Xin, kau harus bangun dan jangan sampai kamu terkurung di lubang batin mu sendiri..! " Suara Li Xiao Feng dari dunia yang lain dan terdengar jauh sekali darinya.

__ADS_1


Gelombang kabut lain mengurung Tian Xin di alam tidurnya yang panjang di gua gunung Quantian sampai Lung Erl si jiwa pedang naga siluman menembus masuk ke dalam alam tidurnya..


" Kakak Xin..! Cepatlah kau ikuti aku keluar dari sini sebelum jiwa mu terkikis oleh alam tidur mu yang mengenang masa lalu dan peristiwa yang menyakitkan bagimu..! " Kata Lung Erl yang tiba-tiba mengeluarkan raungan dari mulutnya yang kecil lalu melesat ke arah Tian Xin yang di belenggu oleh tubuh naga siluman hingga Tian Xin terbangun dari tidurnya yang panjang.


" Ahhh! "


" Yang Mulia, syukurlah anda telah tersadar kembali..! "Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun yang rupanya menggunakan kekuatannya untuk jiwa Tian Xin yang sekarang ini tetap berada di tubuh nya yang telah tercipta dari alam semesta yang baru.


" Rubah emas Xiao Xiao dan Kak Tian Lang adalah musuh -musuh terdekat ku yang telah mengkhianati aku hingga aku seperti sekarang ini..! " Kata Tian Xin mengepalkan tinjunya dengan geram.


" Ya, selain mereka berdua, juga ada seseorang yang harus di catat sebagai musuh yang harus anda musnahkan setelah anda pergi ke dunia langit. "Kata Lung Erl yang sudah kembali menjadi gadis yang amat cantik jelita di samping kiri Tian Xin.


"Siapakah musuh ku yang lainnya selain Kak Tian Lang dan Xiao Xiao Rubah emas yang harus aku catat dan ingat sampai kapanpun? " Tanya Tian Xin yang menatap Lung Erl dengan rasa penasaran sekali.


" Ching Mei Lan. " Jawab Xian Mei Hua yang selalu ingat musuh utamanya itu.


" Bukan hanya Ching Mei Lan yang harus Anda musnahkan tetapi juga Dewa Cincin Api Langit. " Kata Lung Erl yang mengambil lukisan Dewa pelukis Li Xiao Xin untuk di perlihatkan kepada Tian Xin.


Tetapi, lukisan ini meledak di udara sebelum Tian Xin melihat lukisan itu lalu terdengarlah suara Li Xiao Feng yang datang dari pintu gua gunung Quantian sambil membawa batu segel gunung Quantian di tangannya.


" Guru..! " Tian Xin menoleh kepada Li Xiao Feng dengan wajah penasaran terhadap gurunya itu


" Ayahhh...! " Panggil Li Wei Shiang, Li Zhao Min dan Li Zi Lan dengan wajah senang melihat Li Xiao Feng kembali kepada mereka dalam keadaan sehat dan selamat tanpa ada luka sedikit pun.

__ADS_1


" Aku berhasil mengalahkan Dewa naga penjaga lembah sungai Quanlian dan mendapatkan batu segel gunung Quantian untuk membebaskan kalian di penjara air kawah gunung mata iblis tetapi penjara sudah di bobol oleh murid ku yang hebat ini sehingga batu segel gunung Quantian tak ada fungsinya lagi. " Kata Li Xiao Feng yang memandang bangga kepada Tian Xin yang juga memandang dirinya dengan rasa bakti yang tinggi.


Bersambung!


__ADS_2