
Li Bing Han ,Lai Zhan Er dan Le Le bersama -sama melancarkan serangan mereka untuk menghadapi Siluman Tikus Hutan Bambu Kuning yang sudah menyerang mereka dengan sejumlah tikus -tikus yang melompat ke arah mereka.
Citt ,citt ,cittt..!!
Wuungg...!!
Blarr....!!
Li Bing Han menggunakan ilmu cahaya matahari melalui telapak tangannya yang di arahkannya ke sejumlah tikus -tikus yang menyerang dirinya dan kedua sahabatnya itu.
Le Le menggunakan ilmu tapak semut hitam yang sangat mematikan terhadap sejumlah tikus -tikus itu yang tewas oleh serangan mautnya yang tak pernah dapat di hindari oleh musuhnya itu.
Lai Zhan Er menggunakan ilmu pukulan sinar hati ikan duyung menghancurkan sejumlah tikus -tikus yang di lancarkan secara lihai oleh Siluman Tikus Hutan Bambu Kuning.
" Bedebah kaliannnnn....!! " Hardik Siluman Tikus Hutan Bambu Kuning dengan amarah yang amat besar melancarkan serangan demi serangan yang mematikan kepada Li Bing Han , Lai Zhan Er dan Le Le.
Dari telapak tangan Siluman Tikus Hutan Bambu Kuning meluncurlah sejumlah senjata rahasia yang berasal dari lidah -lidah tikus ciptannya ke arah Li Bing Han , Lai Zhan Er dan Le Le.
Weerrrr...!!
Li Bing Han cepat melompat dengan telapak kiri mengeluarkan sejumlah desiran serbuk bunga emas yang menghantam hancur sejumlah senjata rahasia dari Siluman Tikus Hutan Bambu Kuning.
Blarrr....!!
" Aggghhhh....!! " Pekik kesakitan pada Siluman itu yang kulitnya tangan melepuh akibat serangan Li Bing Han.
" Ku bunuh kauuu bocahhh sialannn..!!" Murkanya meluncur begitu cepat menyerang Li Bing Han di hadapannya dengan ilmu racun tikus tingkat tinggi untuk membunuh Li Bing Han.
Wushhh....!!
Li Bing Han tersenyum mengejek di wajah tampan anak itu seakan -akan meremehkan kelihaian dari serangan maut Siluman Tikus Bambu Kuning yang amat murka terhadapnya itu.
" Kau tak kan pernah bisa membunuh ku ,Siluman busuk..!"
Li Bing Han menyambut serangan maut itu tanpa takut sama sekali , Ia gunakan ilmu telapak bunga lotus emas nya.
Dessss ....!!
" Augghhhhh....!!"
Bruakkk...!!
Siluman Tikus Hutan Bambu Kuning terlempar dan ambruk di lantai tak bernyawa lagi dan berubah menjadi jasad seekor tikus tua renta yang kepala dan isi perutnya berhamburan keluar.
__ADS_1
" Ugh menjijikan sekali.." Kata Lai Zhan Er yang cepat gunakan tapak api murni menghancurkan jasad tikur yang berantakan di lantai tiga pagoda awan biru.
Brushh..!!
" Mari kita cepat lanjutkan ke lantai empat ," Kata Yeti melompat cepat dan tiba di lantai empat.
Li Bing Han dan yang lain juga melompat begitu gesit sehingga mereka bertiga dapat tiba di lantai empat di belakang Yeti yang berhadapan dengan tiga sosok berbulu runcing yang menerjang Yeti.
Wusshhhhhh...!!
"Yeti minggirlah..!" Perintah Li Bing Han yang telah menggerakkan kipasnya telah menghancurkan tiga sosok berbulu runcing dengan satu kali kipas saja sampai tembok pagoda di lantai empat jebol.
Brakkk!!!
Namun seseorang yang menggerakkan pedang tipis meluncur dari tembok yang sudah jebol itu telah menyerang kipas Li Bing Han dengan sangat lincah dan hebat.
Wushh...!!
Trang...!!
Li Bing Han membenturkan kipas miliknya dengan pedang tipis di tangan seorang pria kulit halus nan menawan hati.
" Bocah she Li ternyata kau sungguh tak ku duga bahwa kau bisa setangguh ini semenjak kamu ini terlatih di bawah bimbingan Li Xiao Feng laki -laki biadab yang meresahkan Kekaisaran Ming."Kata pria kulit halus nan menawan hati kepada Li Bing Han.
Senyuman di bibir Hu Jin menghilang seketika itu juga setelah Ia mendengar nada cemoohan yang di berikan Li Bing Han kepadanya. Ia mengendus marah lalu menerjang anak laki -laki itu dengan cengkeraman berbentuk cakar elang.
Wushhh...!
Li Bing Han mengelak ke kanan begitu gesit saat cengkeraman maut Hu Jin yang mengarah kepada bahu kirinya ,ia menekuk sedikit kaki kanannya ke punggung Hu Jin hingga remuk dan pria itu pun tewas di lantai dengan darah mengucur keluar di hidung ,sepasang mata dan mulut serta kedua telinga.
Dukk..!!
Brukk..!!
" Han , celaka pintu lantai lima tak dapat terbuka oleh ku meskipun aku sudah mengerahkan tenaga baja es ku ," Lapor Yeti dari tangga di lantai lima di pagoda awan biru kepada Li Bing Han.
" Mundurlah , " Kata Li Bing Han dari lantai empat melayang bak seekor naga terbang menerjang ke pintu lantai lima.
Brrrr...!!
Brakkkk..!!
Pintu lantai lima pagoda awan biru ambruk karena terjangan Li Bing Han yang dashyat. Yeti terkagum -kagum dengan ilmu kepandaian Li Bing Han yang menakjubkan.
__ADS_1
" Luar biasa sekali dirimu ,nak." Puji Yeti kepada Li Bing Han.
Li Bing Han tak menjawabnya karena anak itu kini menemukan Chen Chen yang bertarung melawan lima pria berwajah tikus yang menggunakan rantai besi dalam menghadapi Chen Chen.
Wutt..!
Cring..!
Chen Chen meliukan tubuhnya seraya memutar pedang nya menangkis rantai besi milik lima pria wajah tikus yang menjadi lawannya itu sehingga serangan dari para musuhnya itu berhasil di halau olehnya.
" Chen Chen ,kami datang untuk membantu mu..!!"
Seruan Le Le yang langsung menerjang untuk Le Le bisa membantu Chen Chen menghadapi lima pria wajah tikus yang terkejut sekali melihat ada seorang sakti yang menerjang mereka dengan amat lihai.
Trang..!!
Terjangan Le Le membuat rantai lima pria wajah tikus patah sehingga lima pria itu tak lagi punyai senjata untuk menghadapi Chen Chen yang kini menggerakkan pedang bak hujan badai yang tak dapat di hindari lagi oleh mereka berlima karena pedang Chen Chen telah menebas habis mereka berlima.
Crakk..!
Crak..!
Crak..!
Crak..!
Crak.!
" Chen Chen apa yang telah terjadi kepada dirimu dan di manakah Xiao Xiao ?" Tanya Le Le usai Ia lihat Chen Chen berhasil memusnahkan lima orang musuh itu.
" Aku terseret benang halus oleh sosok makhluk bertubuh lonjong hingga ke tempat ini setelah aku bersama dengan Yeti mengikuti Guru Li yang telah berkelebat begitu cepat untuk menolong anak -anak sampai ke hutan awan biru ,namun kami terpisah karena Guru Li sudah lebih cepat naik ke lantai tujuh untuk menyelamatkan Zhao Ling Er di sana , sedangkan Xiao Xiao..." Jawab Chen Chen dengan wajah cemas dan panik kepada Le Le ,Li Bing Han , Lai Zhan Er dan Yeti.
" Apa yang telah terjadi dengan Xiao Xiao ?" Tanya Li Bing Han dengan nada tenang luar biasa yang segera menenangkan hati dan pikiran Chen Chen yang begitu cemas.
" Xiao Xiao , dia ...?Anak itu telah terhisap jiwanya oleh Siluman Rubah Merah yang saat ini sedang di hadapi oleh Guru Li di lantai tujuh untuk Guru Li dapat menyelamatkan Zhao Ling Er atau Ching Mei Lan dari Tuan Xi yang berjuluk Kijang Perak di seluruh dunia persilatan ," Jawab Chen Chen nada tenang kembali setelah melihat kedamaian yang terpancar dari wajah tampan dan bijaksana Li Bing Han yang mungil itu.
" Hmmm..Tunggu apalagi kita harus menuju ke lantai enam dan tujuh dari pagoda awan biru ini secepatnya." Kata Li Bing Han meluncur bagaikan seekor naga terbang menghantam hancur pintu lantai enam dari pagoda awan biru.
Brrr..!!
Brakkk...!!
Bersambung...!!
__ADS_1