
Li Bing Han mengumpulkan seribu butir mutiara yang berasal dari biji bunga teratai yang di tata rapi membentuk susunan manusia yang di taburi bunga -bunga teratai putih di atas lantai kuil.
Lalu Li Bing Han berbaring di atas susunan butir mutiara itu.Ia memejamkan kedua matanya di saat Li Xiao Feng menggunakan dupa emas yang di pinjamnya dari daun bambu ungu yang berada di guci keramik milik Dewi Kuan Im.
Li Xiao Feng menyayat kulit dan mengambil tusuk rusuk Li Bing Han yang di keluarkannya dari tubuh Li Bing Han ,kemudian di susun seperti susunan butir mutiara bentuk manusia.
" Berbaringlah kau di samping Li Bing Han." Kata Li Xiao Feng yang mengembalikan kulit Li Bing Han di tubuh anak itu dengan menjahitnya kembali mengunakan daun -daun bambu ungu dan biji -biji bunga teratai.
"Aroma bunga teratai emas tersebar ke segala penjuru arah kuil kosong ini." Kata Le Le takjub.
" Roh Ching Mei Lan telah bersatu dengan biji -biji teratai itu dan membentuk kerangka manusia baru bagi Ching Mei Lan bahkan daging dan kulit serta tulang bisa seperti manusia sesungguhnya," Kata Chen Chen terkagum -kagum dengan cara yang di lakukan oleh Li Xiao Feng terhadap Ching Mei Lan.
" Sekarang yang terakhir yang harus kita lakukan adalah Li Bing Han menyalurkan napas surgawi miliknya kepada tubuh baru Ching Mei Lan ,maka Ching Mei Lan akan hidup baru dengan raga dan jiwa yang baru." Kata Li Xiao Feng sesuai dirinya lihat Li Bing Han telah sadar kembali.
Li Bing Han membungkukkan tubuhnya dan juga mendekatkan dirinya terhadap Ching Mei Lan yang terbaring di lantai kuil kosong ,lalu Li Bing Han meniupkan aroma surgawinya melalui dirinya mencium mulut Ching Mei Lan selama lima belas menit.
Tak berselang lama kemudian ,Ching Mei Lan pun sadar dan hidup kembali di hadapan Li Bing Han dan Li Xiao Feng serta yang lainnya. Gadis kecil itu mengerjapkan kedua matanya sesaat karena dia terkejut sekali.
" Di manakah aku dan siapakah aku sekarang ini dengan ragaku yang baru ,Kak Han ?" Tanya Ching Mei Lan suaranya halus sekali dan bening sekali.
" Zhao Ling Er namamu yang baru ,kau berada di kuil kosong Dewi Kuan Im Kota Hijau ,dan di mulai saat ini kau akan selalu bersama dengan ku untuk selamanya di sisi ku yang selalu berada di dekat Guru ku ,Li Xiao Feng ini." Jawab Li Bing Han nada ramah yang sangat lembut sekali terhadap Zhao Ling Er atau Ching Mei Lan sampai Xiao Xiao yang masih berwujud roh halus itu merasa tersishkan.
__ADS_1
"Aku kenapa ya ?" Pikir Xiao Xiao bingung sendiri dengan terbersitnya perasaan aneh yang saat ini menderanya melihat Li Bing Han begitu dekat dan baik hati terhadap Ching Mei Lan atau Zhao Ling Er.
" Waduh..Han er menimbulkan masalah rumit di masa depan yang akan menjadi rintangan yang sangat berat baginya." Batin Li Xiao Feng yang bisa melihat masa depan muridnya itu.
" Kehadiran dua orang gadis kecil yang sama -sama dekat dengan Han ini di suatu hari nanti Han pasti akan kerepotan mengurus kedua gadis kecil itu." Kata Chen Chen yang bicara apaadanya.
" Menurutku ,Han Er di masa depan akan banyak sekali gadis -gadis yang tergila -gila terhadapnya karena dia begitu tampan dan manis serta baik hati serta hangat terhadap siapa pun jua yang di temui dan di kenalnya." Kata Lao Yan yang sangat menyayangi Li Bing Han.
" Ya ,dia berbeda jauh sekali dengan Gurunya yang sangat dingin dan arogan serta ketus terhadap semua orang." Sahut Le Le yang tak sengaja telah menyindir Li Xiao Feng.
Li Xiao Feng melirik dan mengernyitkan rongga mulutnya ke arah Le Le yang di sikut Lao Yan dan Chen Chen untuk menyadarkan Le Le atas ucapan yang di keluarkan Le Le tentang perbedaan yang jelas antara Li Xiao Feng dan Li Bing Han.
" Guru..Bagaimana dengan ku ?" Xiao Xiao maju ke depan Li Xiao Feng." Aku juga ingin hidup normal seperti dia." Gadis kecil itu menunjuk ke arah Zhao Ling Er dengan jarinya yang mungil dan wajahnya yang cantik itu begitu sedih kepada Li Xiao Feng.
Li Bing Han menyela sebelum Li Xiao Feng dapat menjawab Xiao Xiao.Anak ini menghampiri Xiao Xiao bersama dengan Zhao Ling Er di sampingnya yang tersenyum tulus dan lembut kepada Xiao Xiao.
" Sungguh kau mau membantu aku juga?" Suara Xiao Xiao begitu memelas di telinga Li Bing Han.
" Iya ,Xiao Xiao.Aku mau membantu kamu karena kau sahabat dekat ku di dunia Langit." Jawab Li Bing Han mengulurkan jemarinya kepada Xiao Xiao.
" Terimakasih ,Kak Han.Kau memang sangat baik sekali." Kata Xiao Xiao membalas genggaman Li Bing Han seraya tersenyum penuh kasih sayang di raut wajah mungilnya itu terhadap Li Bing Han.
__ADS_1
" Ekhemm.."
Li Xiao Feng berdeham memandangi anak -anak itu yang sangat memancing perasaan kasih yang murni seorang Ayah ,Paman ,Guru ,Kakak Tertua dan Sahabat terhadap anak -anak yang berada di hadapannya itu.
" Anak -anak..Kalian sungguh murni dan bersih sekali.Aku akan menjaga ,melindungi ,dan juga ku akan merawat ,mengasuh dan mendidik kalian ini seperti anak -anak ku sendiri." Kata Li Xiao Feng merangkul ketiganya dengan kasih sayang.
" Dia juga bisa menyayangi anak -anak." Kata Le Le tanpa berpikir telah menyeletuk tentang pribadi Li Xiao Feng yang baginya sangatlah penuh misteri ilahi sekali.
" Hati -hati kau akan jatuh cinta terhadapnya.Dia memang ajaib." Kata Chen Chen berbinar-binar di kedua bola matanya menyaksikan peristiwa yang sangat menakjubkan baginya itu.
" Emmm...Kalian berdua juga bisa menimbulkan kerumitan hidup ku bila kalian berdua menatapku seperti itu ," Kata Lao Yan salah pengertian dari tatapan mata Le Le dan Chen Chen yang memang terarah kepadanya karena jarak kedua gadis itu di kedua sisinya yang berhadapan langsung dengan dirinya.
Padahal Le Le dan Chen Chen memandangi Li Xiao Feng yang berdiri memeluk anak -anak kecil itu di tengah -tengah ruangan kuil kosong Dewi Kuan Im.
" Gawat pria tua itu salah mengartikan pandangan mata kita ,Chen." Batin Le Le di seberang Chen Chen.
" Ya ,terlalu percaya diri sekali dia itu." Kata Chen Chen sinis terhadap Lao Yan sambil menjitak Lao Yan dengan kasar sekali.
" Aduh..Chen Chen kenapa kau memukul kepala ku begitu kencang..!" Tegur Lao Yan mengelus -elus kepalanya yang benjol di dahinya itu.
" Karena kau sungguh seorang pria tua yang amat menyebalkan dan juga mengesalkan ku..!!" Bentak Chen Chen mengangkat tinju nya di depan wajah Lao Yan dengan ancaman yang membelalakan kedua mata Lao Yan yang menonjol itu semakin membulat besar.
__ADS_1
Bersambung..!!