Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Kisah Sang Waktu...


__ADS_3

Hari demi hari telah di lalui oleh Wu Ji semenjak dirinya dinobatkan sebagai Ratu Deng yang baru setelah wafatnya Ratu Deng Lan Ibunda tercinta dari Wu Ji.


Wu Ji memerintah seluruh negeri Deng dengan sangat baik sesuai dengan amanat terakhir dari Ratu Deng Lan sehingga dirinya di juluki sebagai Sang Naga Utara di seluruh wilayah Utara.


Wu Ji memandang seluruh rakyatnya yang melalui atap genteng menara tertinggi di Istana Deng di setiap malam hari.Ia juga menantikan kedatangan Li Xiao Feng suaminya yang sudah kembali ke pulau pribadi milik suaminya bersama ketiga anak asuh suaminya.


"Kakak Feng ,ku sudah menanti mu datang kepada ku sejak lima tahun yang lalu hingga hari ini.Aku yakin suatu hari kau akan menemuiku di Istana ku yang juga rumahmu dan rumah kita sendiri."Kata Wu Ji memegang tiang menara Istana Deng,dan Ia mengarahkan pandangan matanya kejauhan.


Wu Ji tak pernah menyadari dari puncak pohon ek yang paling tinggi dan rimbun di bagian barat dari pandangan matanya yang menatap laut yang tak jauh dari pedesaan kecil di wilayah Kekaisarannya yang dapat terlihat dari puncak menara Istananya.


Ada Li Xiao Feng yang memandanginya dengan sorotan mata yang penuh kerinduan terhadapnya namun Li Xiao Feng tak bisa menyentuh Wu Ji dari dekat.


"Kau manusia biasa ,Ji Ji ,sedangkan Aku ini ialah vampir yang sangat ganas."Gumam Li Xiao Feng.


"Dan bodoh serta dungu bukan main."Sindiran itu berasal dari Li Bing Han yang sudah berusia 11 tahun dan bergelayutan di dahan pohon ek yang paling tinggi dan lebat.


"Oi,bocah jam sekarang ?Apakah kau sudah lupa dengan pelatihan menangkap gurita mata satu di dasar laut timur Kekaisaran Deng untuk ambil pil lidah es di dalam perut gurita itu?"Tegur Li Xiao Feng menggeretakkan gigi kepada Li Bing Han.


"Ya,Guru ku terbodoh di dunia percintaan."Kata Li Bing Han yang segera lenyap dari dahan pohon ek agar terhindar dari pecut ujung lengan baju Li Xiao Feng yang amat gemas mendengar sindiran anak kecil itu.


Wesshhh...!!


"Ayah angkat..Tolong saya..!"Teriak Wen Qing yang kini sudah berusia 8 tahun dan sedang berlatih di hutan bagian barat Kekaisaran Deng untuk ambil jantung kijang tanduk warna hijau atas perintah Li Xiao Feng.


"Lakukan seperti yang sudah Ayah angkat ajari melalui buku tulis mu ,Qing Er."Kata Li Xiao Feng dapat melihat Wen Qing mengejar seekor kijang di balik pepohonan yang sangat rimbun sekali yang menandakan betapa liarnya hutan tersebut.


"Iyaaa..!"Sahut Wen Qing bergulingan di udara dan kakinya terangkat ke atas lalu sinar merah telah meluncur dari kaki kanan gadis kecil itu sehingga kijang yang diincar Wen Qing telah tertangkap tali pita merah milik Wen Qing.


Wirr...!!


Serrrtt..!!


Bruakk..!!


"Yeay..Aku berhasil menangkap kijang bertanduk hijau..!"Sorak Wen Qing bertepuk tangan riang.


"Chao Er,bagaimana dengan dirimu?"Tanya Li Xiao Feng memantau putri asuhnya yang lain yang juga sedang berburu kijang bertanduk hijau di bagian lain dari hutan liar di pinggir wilayah Kekaisaran Deng.

__ADS_1


Seorang gadis kecil usia lima tahun yang amat manis terlihat di antara suara -suara dedaunan di sekitar hutan tersebut dengan berkelebatan tubuh mungilnya yang sangat cepat luar biasa sekali.


"Yaa..Kijang tanduk hijau yang ku inginkan telah di ambil gadis kecil itu."Kata Wen Chao yang sudah berusia lima tahun namun sangatlah lihai bukan main berkat didikan Li Xiao Feng sejak bayi di pulau cincin api.


Wusshhh...!!


Wen Chao mengejar larinya gadis kecil yang telah mengambil hewan buruannya dengan kecepatan yang tak kalah cepat dengan larinya seekor singa kecil.


Wutt...!!


Seerrr...!!


"Heiitttt...!!" Wen Chao terkesiap juga karena gadis kecil sebaya dirinya sanggup mengelak darinya di saat Wen Chao berniat ingin merampas kijang di tangan gadis kecil ajaib itu.


Tiba -tiba gadis kecil itu mengangkat tangan ke depan untuk membalas Wen Chao sampai Wen Chao meliukan tubuh ke arah samping lain gadis kecil itu.


Wutt..!!


"Gadis kecil kurang ajar kau siapakah?"Tanya Wen Chao bertolak pinggang di atas batu.


"Cih..Kau sendiri gadis kecil sepertimu berani ada niat berkenalan denganku."Kata Gadis kecil itu nada sombong sekali.


"Auhh..!!" Pekik Gadis kecil itu yang dahinya telah di pukul Li Bing Han dengan daun bunga teratai.


"Sudah merampas barang orang lain masih berani bersikap sombong di depan Adik keduaku."Tegur Li Bing Han yang membuat gadis kecil itu terdiam sesaat.


"Huh..Jangan melihat Kakak ku terus menerus dong..!"Dengus Wen Chao merangkul Li Bing Han dengan sikap manjanya.Li Bing Han terpana juga dengan kecantikan kedua mata gadis cilik yang telah merampas kijang milik Wen Chao.


"Wahh..Kedua mata mu seperti sepasang bintang kejora di malam hari."Puji Li Bing Han begitu saja.


"Kakak Han..Kenapa kau malah memujinya bukan memukulnya lagi ?"Tanya Wen Chao manja sekali terhadap Li Bing Han.


"Tak boleh sembarangan memukul orang lain jika orang itu sudah tahu bahwa dia sudah salah."Kata Li Bing Han yang mengambil kijang di tangan kiri gadis kecil manis di depannya itu yang kemudian berkelebat perginya.


Brrr..!!


"Aihhh..Dia belum minta maaf kepadaku,Kak Han ku yang terlalu baik hati."Kata Wen Chao yang kini bingung karena Li Bing Han memberikan kijang kepadanya.

__ADS_1


Lalu Li Bing Han melesat bak kilatan transparan saja menyusul larinya gadis kecil manis yang ada sesuatu yang membuat Li Bing Han penasaran dan ingin mengenal gadis kecil itu lebih dekat.


Wushh...!!


Tep..!!


Li Bing Han terhenti di tepi pantai memandangi sebuah kapal laut yang mewah telah berlayar jauh dari pantai setibanya Ia di sana untuk berkenalan dengan gadis kecil manis yang membingungkan dirinya itu.


"Siapakah sebenarnya gadis kecil itu dan kenapa aku merasa diriku pernah mengenalnya dan begitu amat dekat dengannya?"Pikir Li Bing Han .


"Ekhemm.."Li Xiao Feng berdeham dari belakang Li Bing Han yang tersenyum memperlihatkan gigi berderet rapi dan bersih kepada Li Xiao Feng.


"Guru ,kau merasa berkecil hati ya melihat diriku yang penasaran terhadap gadis kecil manis yang menukar kijang buruan Adik Chao dengan kapas melalui ilmu sihir bocah perempuan itu yang telah membodohi Adik Chao ,tetapi gadis kecil itu tidak bisa menipuku?!"Ucap Li Bing Han yang bersiap untuk menyelam ke laut lepas di depan mereka.


"Emm..Aku justru ingin tahu tentang masalah hati ku yang mengacaukan diriku terhadap Wu Ji Istri ku sendiri yang selama lima tahun ini belum aku nafkahi lahir dan batinnya karena Aku sangatlah mengkhawatirkan nyawanya ,apabila kami berdua sampai melakukan hubungan suami -istri."Kata Li Xiao Feng mengusap -usap dagunya yang bersih.


"Guru ,kamu bertanya kepada Saya yang hanya anak kecil usia 11 tahun dan yang belum pernah menikah ?Apa itu menikah ,Guru?"Tanya Li Bing Han bingung menggaruk kepalanya yang tak gatal karena perkataan aneh Gurunya itu.


"Mmm..Tadi di atas pohon Ek kau mengatakan ku adalah orang yang bodoh dan dungu tentang hati sendiri ,tapi kenapa sekarang kau yang bingung terhadap perkataan ku tentang pernikahan ku dan Wu Ji ?"Tanya balik Li Xiao Feng duduk di pasir.


Li Bing Han mengangga melihat Gurunya merana dan meratapi nasib di atas pasir pantai laut lepas bagian barat wilayah Kekaisaran Deng.Li Bing Han membatalkan niatnya untuk membuka pakaiannya sebelum menyelam ke dasar laut lepas.


"Aku juga tidak tahu ,Guru.Murid kadang suka bisa bicara yang menyinggung perasaan Guru.Maafkan Murid,ya?!"Pinta Li Bing Han merangkapkan kedua telapak tangannya sambil berlutut di depan Li Xiao Feng.


"Emm..Karena dirimu bukan lagi Tian Xin ku.Aku meniupkan setetes jiwa abadi ku ke dalam raga mu agar raga mu tak ada makhluk lain yang dapat menguasaimu,Han Er.Ah sampai detik ini Aku tak bisa menemukan Tian Xin untuk masuk ke ragamu yang seharusnya menjadi miliknya seutuhnya."


Hati Li Xiao Feng berbicara sambil mengelus -elus lembut rambut hitam panjang Li Bing Han.


Di sebuah kapal laut yang sangat besar tampaklah seorang gadis kecil manis yang di cari -cari Li Bing Han sedang membelah kijang dengan belati kecil yang gagangnya bermotif naga emas di dapur di dalam kapal laut bertuliskan'Naga Hijau'.


"Mei Lan..Kau sedang apa berada di dapur umum seorang diri?"Tanya seorang pemuda cilik usia 12 tahun berpakaian bangsawan Ming.


"Hai ,Kakak Fan Ren Hao..Ini Mei Lan sedang buka tubuh kijang tanduk hjjau untuk ambil jantungnya buat di pakai pelatihan ilmu kesaktian Mei Lan ataa perintah Kakak Ci Yin."Jawab Ching Mei Lan nama gadis kecil manis itu.


"Kak Ci Yin ?Siapakah Kakak Ci Yin itu?"Tanya Fan Ren Hao pemuda cilik sahabat sekaligus menjadi pengawal pribadi dari Ching Mei Lan.


"Kau tak perlu tahu urusan pribadi ku ,Kakak Fan Ren Hao."Jawab Ching Mei Lan yang sebenarnya dapat melihat Roh Tian Xin yang duduk di meja dapur kapal laut milik Adipati Ching bangsawan kelas atas di Kekaisaran Ming.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2