
Ular emas melipat tubuh dengan kepalanya berdiri di atas batu yang tertutup lumut di depan Li Xiao Feng duduk bersila untuk memulihkan kekuatan tubuh nya yang menyerap energi tiga alam yang ada di seluruh Alam Semesta.
" Katakan kepadaku , Ular Emas. Darah manusia siapakah yang kau berikan kepadaku ?" Tanya Li Xiao Feng dengan nada suara yang persis mayat hidup milyaran tahun.
" Darah seorang wanita yang sedang mengandung bayi setengah manusia dan setengah makhluk abadi yang terbunuh oleh seorang pemuda yang memegang pedang berlambang naga kepala sapi yang mengeluarkan sinar biru keemasan yang gelap gulita." Jawab Ular Emas gemetaran sekali saat melihat perubahan wajah Li Xiao Feng yang tampak menggelap.
" Wanita yang sedang mengandung bayi setengah manusia dan setengah makhluk abadi ? Siapakah dia wanita itu ? " Tanya Li Xiao Feng dengan nada suaranya bergetar cemas membayangkan wanita itu adalah Deng Wu Ji istrinya sendiri yang berada di Kekaisaran Deng.
" Ah ,tidak..! Aku tak baik berpikir buruk di dalam benakku untuk nasib Deng Wu Ji di saat aku harus mengendalikan sekejap perasaan jiwa yang amat menghantui ku jika Aku gagal mengendalikannya maka Aku akan menjadi seorang Iblis yang sangat menakutkan dan berbahaya untuk manusia dan Tian Xin pasti akan menjadi musuhku di masa depan." Kata Li Xiao Feng mengusir rasa khawatir di hatinya tentang diri Deng Wu Ji.
" Tuan Besar , wanita yang Anda sebutkan itu dia lah yang darahnya Saya ambil untuk Anda di saat yang tepat sebelum darahnya di hirup oleh gadis buruk rupa yang memegang tombak trisula wajah trenggiling merah." Kata Ular Emas yang sangat terkejut sekali mendengar Li Xiao Feng begitu mengenal wanita manusia biasa yang berasal dari Kekaisaran Deng di Utara.
" Apa kamu yang katakan tadi kepadaku?" Tanya Li Xiao Feng nada tinggi yang sangat dingin luar biasa kepada Ular Emas yang di cekik lehernya oleh Li Xiao Feng secara tiba -tiba.
" Tu..Tuan Besar tolong ampunilah nyawa Hamba yang rendah ini..Hamba sama sekali tidak pernah tahu kalau Anda mengenali wanita manusia biasa itu..!" Jerit Ular Emas yang di remas hancur oleh Li Xiao Feng karena amarah yang sangat besar.
Kress..!!
Brrr..!!
Li Xiao Feng tak membuang waktu untuk lebih lama lagi untuk Li Xiao Feng segera berkelebat luar biasa cepatnya menuju ke Kekaisaran Deng dengan waktu hanya satu setengah menit saja.
Whooshhh..!!
Li Xiao Feng menangkap tubuh Wen Qing yang jatuh dari menara Istana Kekaisaran Deng yang sangat tinggi untuk melindungi Kekaisaran Deng dari serangan musuh yang jumlahnya ratusan ribu pasukan Kekaisaran Ming yang menyerbu masuk ke Istana Kekaisaran Ming.
__ADS_1
" Qing Qing..!" Pekik Li Xiao Feng memeriksa nadi tubuh gadis remaja tanggung yang merupakan putri angkatnya dan Deng Wu Ji.
" Ayah angkat akhirnya kau datang juga untuk melihat ku terakhir kali. Terimakasih atas cinta kasih mu yang besar menjadi ayahku..Aku minta tolong selamatkanlah Qiao Qiao yang Ibunda Wu Ji sembunyikan di dalam lumbung beras di dapur dekat Istana Kakak Tian Xin." Kata Wen Qing nada lemah sebelum menghembuskan napas terakhir di pelukan Li Xiao Feng.
" Tidakk..!! Kau tidak ku izinkan untuk pergi dariku secepat ini..Qing Qing..!" Jerit Li Xiao Feng yang menangis tanpa airmata di sepasang mata merah darahnya hanya wajahnya yang kaku itu berkerut pilu.
Arwah Wen Qing langsung di sambut oleh Dewa penjaga Alam Akhirat begitu arwah gadis manis itu keluar dari raganya dengan airmata mengalir deras menatap Li Xiao Feng yang menaburkan abu dupa Dewi Kuan Im di raganya untuk kremasi raganya dengan sempurna.
" Mereka akan mendapatkan hukuman yang layak mereka terima dariku..! " Geram Li Xiao Feng yang melayang menuju ke Istana Kekaisaran Deng dan menemukan Tian Xin bertarung sengit melawan seorang pemuda yang memegang pedang yang sesuai dengan yang di ceritakan Ular Emas pada Li Xiao Feng di ruang rahasia bawah tanah Istana Kekaisaran Qin.
" Tian Xin...Kau harus bunuh dia dengan pedang naga siluman mu bukan dengan pedang bulan sabit murahan mu itu..! " Perintah Li Xiao Feng di pintu masuk Istana Kekaisaran Deng kepada Tian Xin.
Tian Xin yang mendengar seruan Gurunya itu pun segera mengganti pedang bulan sabit dengan pedang naga siluman yang mengeluarkan hawa energi luar biasa hebatnya sehingga pedang naga kepala sapi milik pemuda yang ternyata salah satu dari si kembar Fan Ren Hao yang bernama Fan Ren Cheng.
Singg..!!
Blaaaarr..!
" Ahhhhh...Kurang ajar..! " Hardik Fan Ren Cheng yang marah sekali pedangnya hancur melawan pedang naga siluman yang bergerak sesuai batin Li Xiao Feng perintahkan dari jarak dan tempat yang berbeda dengan tempat Tian Xin bertarung melawan Fan Ren Cheng, yakni Li Xiao Feng telah berada di Istana Utama Ratu Deng untuk mencari jasad Deng Wu Ji dan bayi mereka yang sudah di lihat Li Xiao Feng melalui batinnya.
" Bedebah laknat kau anak haram yang lancang tangan mencampuri urusan kami dengan Ratu Deng dan semua orangnya yang ada di Istananya ini , Istana Kekaisaran Deng..!! " Hardik Fan Ren Cheng mengeluarkan ilmu seribu bunga seruni hitam untuk menghadapi Tian Xin di Istana timur Kekaisaran Deng.
Whooshhhh..!!
Hujan bunga seruni hitam menyerbu ke segala arah titik penting dari organ tubuh Tian Xin dari kedua telapak tangan Fan Ren Cheng yang telah mengarah langsung tanpa ampun kepada Tian Xin.
__ADS_1
Singgggg...!!
Wuuutzzzz...!!
Bressss....!!
" Aghhhhhhhh...!! "
Serbuan hujan bunga seruni hitam musnah oleh sinar pedang naga siluman yang melindungi diri Tian Xin dengan tepat waktu dan melesat cepat menembus raga Fan Ren Cheng hingga hancur lebur.
" Pedang Naga Siluman kau habisi mereka yang berada di istana timur. Aku harus segera pergi menyusul Guru Li ke Istana Utama Ratu Deng di selatan Istana Kekaisaran Deng..! " Kata Tian Xin kepada Pedang Naga Siluman yang mematuhi perintahnya dengan melesat ke segala arah istana timur untuk menghabisi seluruh pasukan Ming yang menyerbu masuk dari pintu gerbang Istana timur Kekaisaran Deng.
Buzzzz...!!
" Kyaaaaaa...!! " Pekik kematian sebagian dari para pasukan Kekaisaran Ming yang tertebas hancur pedang naga siluman.
Li Xiao Feng mengerahkan kekuatannya yang amat besar sekali menyapu habis segala yang ada di hadapannya termasuk sejumlah pasukan Ming yang sudah masuk ke Istana Utama Kekaisaran Deng untuk mendapatkan jasad Ratu Deng atas perintah Kaisar Ming Jian yang telah menanti jasad Ratu Deng di paviliun barat Kekaisaran Ming bersama dengan Putri Ming Lian Hua mantan kekasih Li Xiao Feng yang ingin balas dendam pada Deng Wu Ji.
Bresssss....!!
" Aghhhhhhhh..!! "
Brukkkkk...!!
Pasukan Ming runtuh bagaikan terkena badai tornado yang sangat dashyat dari berbagai arah di Istana Utama Kekaisaran Deng tanpa mereka bisa mengetahui dari mana datangnya angin yang sangat besar itu menerjang mereka hingga ada begitu banyak dari mereka menjadi mayat yang tertimbun bangunan Istana Utama Kekaisaran Deng yang runtuh.
__ADS_1
Bersambung..!!