Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Gunung Quanlian..


__ADS_3

Tian Xin mendengarkan penuturan yang sangat besar hubungannya dengan masa lalunya di Kekaisaran langit dari penjelasan yang telah di kemukakan oleh Dewa pelukis Li Xiao Xin untuk dirinya.


"Dimanakah Dewi Yu Xin berada sekarang ini usai Ia menghilang dari dunia langit di dalam pertempuran besar antara pasukan langit melawan pasukan Iblis pada tujuh ratus ribu tahun lalu? " Tanya Tian Xin kepada Dewa pelukis Li Xiao Xin yang di minta untuk melukis kejadian masa lalu untuknya.


" Baik, Yang Mulia. Hamba akan melukis kisah kejadian masa lalu yang pernah terjadi pada tujuh ratus ribu tahun lalu yakni pada masa Anda menguasai wilayah Kekaisaran Langit dan Alam Semesta. "Jawab Dewa pelukis Li Xiao Xin pada Tian Xin. Segeralah Ia melukis di kertasnya yang di gelar di udara di terowongan menuju ke arah Gunung Quanlian.


" Kita harus meneruskan perjuangan kita untuk menyelamatkan pedang naga siluman seraya kita mencari tahu keberadaan Dewi Yu Xin..!" Kata Li Xiao Feng yang telah melangkah maju ke pintu masuk terowongan menuju ke gunung Quanlian.


" Ya, kau benar sekali. Tetapi, kita juga harus bisa temukan jalan yang tercepat untuk sampai di tujuan kita..! " Kata Putri Shiu Chiu yang jalan di dekatnya bersama dengan anak-anaknya dan Wu Lei.


Daerah yang mereka datangi berubah menjadi daerah yang banyak gunung -gunung yang amat tinggi hingga menembus awan -awan putih dan langit biru sampai mereka memiliki perasaan yang peka terhadap perubahan daerah yang seharusnya mereka inginkan.


" Kenapa daerah ini banyak gunung? " Tanya Li Xiao Feng mengerutkan keningnya. Ia melihat dengan cermat jumlah gunung di daerah itu.


" Aiya, aku salah melukis gunungnya..! " Kata Dewa pelukis Li Xiao Xin yang menepuk dahi usai melihat gunung yang jumlahnya banyak di daerah yang ingin di datangi oleh mereka.


" Kau hapus saja salah satu gunung yang di dalam lukisan mu itu agar kami tak tersesat. " Kata Wu Song yang memberikan penghapus kepada Dewa pelukis Li Xiao Xin.


" Iya, baiklah. " Jawab Dewa pelukis Li Xiao Xin yang mengambil penghapus dari Wu Song lalu ia ingin menghapus salah satu gunung di dalam lukisannya.


Namun lukisannya tergulung sendiri dan hilang dari tangannya dan muncul di tangan seorang pria gagah perkasa yang berdiri di depan Tian Xin.


" Jenderal Ye Chin..! " Kata Dewa pelacak Ren Jia Lun yang mengenal orang itu.

__ADS_1


Jenderal Ye Chin memberikan hormatnya yang tulus kepada Tian Xin dengan menjura hormat di hadapan Tian Xin.


" Hormat hamba kepada Yang Mulia. Selamat datang di gunung Quanlian..! " Sapa Jenderal Ye Chin kepada Tian Xin.


" Terimakasih untuk penghormatan yang kamu berikan kepadaku, Jenderal Ye Chin. " Kata Tian Xin menatap Jenderal Ye Chin dengan sikap Agung sekali.


" Yang Mulia, ada urusan apakah yang membuat Anda berkunjung ke gunung Quanlian? " Tanya Jenderal Ye Chin dengan nada hormat kepada Tian Xin seraya mengedarkan pandangan mata kepada Li Xiao Feng dan yang lainnya.


" Aku ingin kau memberikan kesetiaan mu untuk membantu aku di dalam misi aku di sekitar gunung Quanlian ini..! " Jawab Tian Xin dengan nada penuh wibawa kepada Jenderal Ye Chin.


" Baik, Yang Mulia. Hamba akan membantu Anda dengan tulus hati. " Kata Jenderal Ye Chin yang mengembalikan lukisan milik Dewa pelukis Li Xiao Xin kepada pemiliknya sendiri yaitu Dewa pelukis Li Xiao Xin sendiri.


Di saat Tian Xin dan Jenderal Ye Chin berbicara tentang tujuan Tian Xin datang ke gunung Quanlian. Tiba-tiba terdengar gemuruh yang amat kencang dari pegunungan Quanlian yang lainnya dan muncullah Iblis Ular Putih dan para pasukannya di hadapan mereka di puncak gunung Quanlian.


" Kenapa di daerah kekuasaan aku ada makhluk hina ini? " Tanya Jenderal Ye Chin dengan nada heran dengan kemunculan Iblis Ular Putih dan para pasukannya di gunung Quanlian nya.


" Apa??? "


Jenderal Ye Chin kaget sekali mendengar soal daerahnya kini di kuasai oleh Iblis ular putih yang tersenyum sinis kepadanya.


" Lihatlah lukisan ku ini, Jenderal. Kamu akan tahu riwayat mereka yang pura-pura perantau polos datang ke gunung Quanlian lalu diam -diam membuat aliansi untuk memperkuat posisi di dunia Iblis mereka dengan mengambil daerah suku Roh yang tertinggi di alam semesta yang di miliki oleh mu sebagai penguasanya..! "


Dewa pelukis Li Xiao Xin memperlihatkan lukisan riwayat Iblis ular putih di udara depan mata Sang Jendral Penguasa Suku Roh. Dari lukisan itu semua yang di katakan oleh Tian Xin kepada Jenderal Ye Chin adalah kenyataan.

__ADS_1


" Kurang ajar! "


" Ya, mereka tak tahu diri..! " Kata Li Xiao Feng.


" Kalian juga untuk apa datang ke gunung Quanlian ku? Aku tak punya urusan dengan kalian..! " Kata Jenderal Ye Chin nada ketus dan tajam kepada Li Xiao Feng.


" Untuk menjadikan mu sebagai kawan kami..! " Kata Li Xiao Feng nada tenang kepada Jenderal Ye Chin yang bersikap dingin kepadanya.


" Aku tak sudi menjadi kawan kalian yang hanya baik dan manis pertamanya saja lalu usai aku berteman dengan kalian..! Eh kalian malah jadi penghianat yang merusak hubungan aku dengan Dewi Yu Xin sang penolong ku..! " Kata Jenderal Ye Chin menatap sinis kepada Li Xiao Feng.


" Siapa juga yang mau berteman dengan orang yang mempunyai pemikiran sempit seperti mu? Aku Li Xiao Feng tak pernah menginginkan mu..! " Balas Li Xiao Feng tak kalah ketus dan sinis kepada Jenderal Ye Chin.


" Kauuuuu..? "


" Ya, aku..! Kenapa? "


Li Xiao Feng mendelik tajam kepada Jenderal Ye Chin yang menuding telunjuk kepada Li Xiao Feng.


" Berhenti..! " Kata Tian Xin yang memejamkan sepasang matanya untuk memperkuat formasi perisai awan alam semesta untuk kekuatan Iblis ular putih tak memperngaruhi teman-teman nya.


Li Xiao Feng dan Jenderal Ye Chin berhenti berdebat setelah mereka merasakan adanya kekuatan hitam yang mencoba menerobos ke pikiran dan jiwa mereka.


" Tutup pikiran dan jiwa kalian..! " Kata Tian Xin yang cepat memberikan petunjuk untuk Li Xiao Feng dan Jenderal Ye Chin agar keduanya tak di masukin gelombang hawa Iblis ular putih yang ingin mempengaruhi mereka dan kuasai mereka secara utuh.

__ADS_1


" Ayah..! " Jerit Li Wei Shiang yang merasakan sakit di kepalanya oleh sesuatu yang ingin masuk ke otaknya.


Bersambung!


__ADS_2