Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Batin Seorang Murid.


__ADS_3

Setibanya Li Bing Han , Lai Zhan Er dan Le Le di lokasi yang diperkiraan sebagai tempat bagi Li Bing Han , Lai Zhan Er dan Le Le dapat bertemu Li Xiao Feng dan yang lainnya yang telah terpisah dengan mereka selama tiga pekan.


" Hutan ini kenapa tak seperti yang kita dapatkan petunjuk dari Siluman berengsek itu ?" Tanya Le Le mengendus -endus untuk menghirup aroma Li Xiao Feng atau yang lainnya untuk mempermudah mereka dalam mencari tahu keberadaan Li Xiao Feng dan yang lainnya.


Mereka mengamati hutan yang mereka datang ini sama sekali bukanlah hutan daun bintik -bintik merah melainkan hutan yang pohonnya semuanya berwarna ungu.


" Aneh sekali hutan apakah ini ?" Tanya Lai Zhan Er mengedarkan pandangan matanya yang sangat tajam ke segala penjuru arah hutan itu.


" Ini hutan daun ungu ," Jawab seseorang yang di bawah pohon rindang yang menjadi satu -satunya pohon yang warna daunnya adalah kecoklatan.


" Hutan daun ungu itu berasal dari gugusan lava dan lahar dari puncak Gunung Kristal Ungu yang berada di ujung dalam hutan ini." Kata Li Bing Han yang memanggil Dewa Bumi yang berlokasi di hutan itu.


" Dewa Bumi Hutan Daun Ungu bisakah Anda yang budiman memberitahukan petunjuk kepada saya Li Bing Han? di manakah saya bisa menemukan Guru Li Xiao Feng dan saudari-saudari angkat saya yang telah terpisah dari saya di tepi danau desa kecil daun bambu kuning ? " Tanya Li Bing Han menjura hormat kepada Dewa Bumi yang kini berhadapan langsung dengannya.


" Yang Mulia Tian Xin , ada bisa menemukan Guru Anda hanya melalui darah anda yang di percikan ke pohon daun kecoklatan itu." Jawab Dewa Bumi kepada Li Bing Han.


" Baiklah , terimakasih atas petunjuk mu kepadaku Dewa Bumi , " Kata Li Bing Han sopan dan hormat kepada Dewa Bumi.


Kemudian , Li Bing Han menggerakkan kaki kirinya membentuk ukiran patkwa di tanah dan menggigit jari kelingking kanannya ,lalu memercikan darah ke pohon yang daunnya berwarna kecoklatan.


Tak lama berselang hutan pun berubah menjadi sebuah bangunan yang persis seperti pagoda yang sangat tinggi sekali dengan ujung pagoda itu nyaris menggapai awan -awan yang berarak -arak di langit biru cerah.


" Pagoda Awan Biru." Kata Le Le membaca tulisan di tiang pintu pagoda itu.


" Aroma Guru tercium oleh ku ," Kata Li Bing Han cepat menggerakkan tangannya ke arah samping lalu meluncurlah sinar keunguan menghantam ke pintu pagoda.


Sing..!


Brakkk...!!


Di dalam pagoda ada sejumlah pasukan berwujud kadal bersiap untuk menghadapi mereka bertiga untuk menghalangi jalan mereka menuju ke lantai atas.


" Pasukan Kadal tanpa ekor yang menghalangi kita di pintu menuju tangga ke lantai atas ," Kata Le Le yang mempraktekkan ilmu barunya kepada pasukan kadal tanpa ekor yang menyerang bagai hujan senjata menerjang mereka.


Wushh....!!

__ADS_1


Le Le membuat lingkaran udara lalu meluncurlah sebutir kelereng rubah kuning yang menghantam hancur pasukan kadal tanpa ekor secara ganaa luar biasa.


Wutt..!!


Duarr..!!


Li Bing Han menerjang dengan gerakan kakinya menendang secara beruntun telah membasmi pasukan kadal tanpa ekor yang menghalanginya di tangga dalam pagoda.


Wushhh...!!


Duk , duk , dukk..!!


" Ayo kita harus cepat naik ke lantai pertama untuk memastikan kalau Guru Li berada di sini." Kata Li Bing Han berkelebat cepat menaiki tangga tanpa berhenti.


Di lantai pertama ada Yeti yang menghadapi tujuh patung berwajah singa yang bergerak begitu amat cepat sekali sampai Yeti harus menggunakan ilmu meringankan tubuhnya agar Yeti tak terhimpit oleh tujuh patung berwajah singa itu.


Wutt..!!!


" Yeti , dimanakah Guru Li , Xiao Xiao ,Zhao Ling Er serta Kakak Chen Chen berada ?" Tanya Li Bing Han yang melayang dengan kepalan tangannya itu menghantam hancur patung wajah singa yang di dekat Yeti.


Duarrr...!!


" Han , Guru Li berada di lantai tujuh karena Beliau ingin menyelamatkan Zhao Ling Er dari sosok pria berwajah duri -duri landak yang telah menculik gadis kecil itu." Jawab Yeti yang menghancurkan patung wajah singa yang ingin mencengkeram Li Bing Han dari samping kanan anak itu.


Brakk...!!!


" Kita habisi mereka dahulu lalu kita langsung ke lantai tujuh dari pagoda awan biru ini." Kata Li Bing Han tenang sekali seraya bergerak bagaikan kincir angin dengan tangan dan kakinya itu telah menghancurkan patung wajah singa yang ingin di hadapi Le Le.


Bughh..!!


Bughh..!!


Duk..!!


Dukk..!!

__ADS_1


Blaar...!!


Lai Zhan Er mengeluarkan ilmu sinar bintang laut biru dari telapak tangannya yang meluncur cepat dan menghantam hancur patung berwajah singa di hadapan nya.


Sringgg...!!


Blaarrrrr...!!!


Sisa patung wajah singa yang lainnya mengurung mereka dengan berputaran di sekitar mereka yang berada di tengah -tengah lalu patung -patung itu menerjang bersamaan untuk menghimpit hancur mereka secara bersamaan.


Namun Li Bing Han menggerakan serulingnya dan menghancurkan patung -patung wajah singa itu dengan ilmu gelombang badai tornado dashyat luar biasa.


Wushhh...!!


Blaaarrrrrr....!!


Mereka segera menaiki tangga dengan gerakan yang luar biasa cepat sekali sehingga mereka tiba di lantai dua. Di mana di lantai dua ada sejumlah lintah ukuran sedang merayap dengan menjijikan menuju ke arah mereka.


" Hadapilah dahulu pasukan lintah ku ini ,jika kau ingin menyelamatkan Guru mu yang bodoh dan menyebalkan itu ...!" Suara seorang gadis muda di tiang tangga menuju ke lantai tiga telah terdengar jelas Li Bing Han.


" Siapakah kau Nona ?" Tanya Li Bing Han yang menyiapkan serbuk tanah api di tangannya untuk menghadapi sosok yang tak terlihat olehnya.


" Kau tak perlu tahu , Anak kecil..,Kau hanya perlu tahu kalau kau harus menyerahkan dirimu kepada kami untuk menemui Ratu kami di Puncak Gunung Kristal Ungu ," Jawab gadis yang suaranya mirip tikus hutan kepada Li Bing Han.


" Ratu mu siapakah dan untuk apa dia ingin jumpa aku ?" Tanya Li Bing Han nada lugu sekali kepada Gadis yang kini telah terlihat olehnya usai Ia telah menaburkan serbuk tanah api secara diam -diam ke dinding tangga.


" Ratu ku itu adalah penguasa pedesaan bambu kuning dan Beliau ingin mengangkat kamu untuk menjadi muridnya." Jawab gadis berwajah tikus itu kepada Li Bing Han.


" Ouh..Tapi , aku tak mau berkenalan dan bertemu serta menjadi murid Ratu mu yang sangatlah buat aku jijik dengan bentuknya yang mirip dengan mu Arwah tikus hutan laknat ." Kata Li Bing Han nada halus namun menyakitkan sekali kepada gadis di tangga.


Gadis itu melotot tajam kepada Li Bing Han , Le Le dan Lai Zhan Er seraya mengelus -elus ekor tikus di belakang tubuhnya karena marah sekali kepada Li Bing Han yang menghina Ratu nya itu.


" Bocah yang tak tahu di untung ! Kau layak mati di tanganku..!" Hardiknya meluncurkan anak -anak tikus hutan untuk menyerang Li Bing Han , Le Le dan Lai Zhan Er secara bersamaan.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2