Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Sinar Kasih...


__ADS_3

Di lantai enam pagoda awan biru telah berkumpul sejumlah makhluk yang memiliki sepasang mata yang mencorong luar biasa tajam sekali bagaikan sepasang mata pemburu kelaparan terhadap Li Bing Han , Yeti , Lai Zhan Er , Le Le dan Chen Chen.


" Tuan Bun ,mereka sudah sampai di tempat kita sekarang." Kata sosok bermata coklat dengan luar biasa bengis sekali kepada sosok berjubah hitam yang duduk tenang di kursi satu -satunya di dalam ruang lantai enam pagoda awan biru.


" Apakah anak itu muridnya si bajingan tua dan laknat Li Xiao Feng ?" Tanya sosok berjubah hitam itu kepada sosok bermata coklat yang berdiri di sampingnya seraya menggunakan dagunya untuk menunjuk ke arah Li Bing Han yang berdiri tenang di depan yang lainnya.


" Benar sekali Tuan Bun.., Anak kecil laki -laki itu adalah murid Li Xiao Feng makhluk abadi sialan yang selalu mengganggu urusan orang lain saja yang bukan menjadi urusannya semata ," Jawab sosok bermata coklat nada arogan dan bengis kepada Tuan Bun majikannya.


" Hemm , bagus sekali ! Aku ingin bocah itu dapat jatuh ke tanganku agar Li Xiao Feng berhenti dan tak mencampuri urusan kita lagi." Kata Tuan Bun dengan nada yang mengandung kekejaman yang luar biasa kepada sosok bermata coklat pelayan pribadinya itu.


" Sudah cukup kalian bicaranya ?" Tanya Li Bing Han begitu bosan mendengarkan percakapan di antara musuh -musuh di hadapannya itu.


" Bocah cilik kau sombong sekali persis seperti Li Xiao Feng Guru mu yang laknat itu..Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapakah diantara kita yang akan menang ! " Ujar si mata coklat yang melompat maju ke depan untuk menghadapi Li Bing Han.


Li Bing Han bersedakap tanpa mengubah posisi nya ," Ouw , silahkan kau lihat dan buktikan sendiri apakah kau bisa takabur untuk menangkap aku untuk mengancam Guru ku terkasih?!" Tantang Li Bing Han dengan senyuman mengejeknya kepada si mata coklat yang lawannya itu.


Si Mata Coklat meludah dengan marah sekali dan berkata," Bocah ! Kau jangan pernah bermain -main dengan ku..Deng Peng..!!" Geraham si mata coklat berdecit begitu menyakitkan sekali bagi siapa saja yang mendengarkan suara giginya yang berbunyi ngilu.


Chen Chen dan yang lainnya cepat menggunakan ilmu tenaga dalam mereka untuk menutup indra pendengaran mereka supaya tak pecah dan rusak pada gendang kedua telinga mereka.


Li Bing Han melolong pelan bak suara raungan seekor naga yang menguap karena mengantuk tetapi anak itu membuat mulut si mata coklat itu remuk dan menyelamatkan para sahabatnya.


" Huaaaaammmmmmm...!!"


" Hyaaaaaa...!!!"


" Hueeekkkhhhh...!!"


Si Mata Coklat memegang dagunya yang remuk karena gigi serta rongga mulutnya kini telah hilang berantakan ke lantai .Ia murka sekali dan kini Ia menggunakan gigi nya sebagai senjata rahasianya untuk menyerang Li Bing Han dengan keji sekali.


Wer , wer , wer ....!!


" Uhhhh...!!" Dengus Li Bing Han dengan ringan.

__ADS_1


Li Bing Han mengibaskan kipasnya dengan amat santai sekali ke arah gigi -gigi senjata rahasia dari musuhnya itu.


Wett , wett , wett....!!


Namun akibatnya si mata coklat tersedak karena menelan gigi -giginya hingga dia tak bernyawa lagi di lantai enam pagoda awan biru akibat serangan balik dari Li Bing Han.


" Akhhh...!!" Pekiknya sebelum tewas.


Bruakk..!!


Tuan Bun berubah pucat pasi karena amarahnya yang terpendam terhadap bocah laki -laki yang telah membunuh pelayan pribadinya itu dengan sangat mudah sekali.


" Bocah setan ! Ku habisi kauu...!Semua seranggg anak itu dan para sahabatnyaaa..!" Perintah nya dengan amarah luar biasa kepada para anak buah nya yang segera menerjang maju untuk mematuhi perintah nya.


Wushhhh....!!


Sekitar lima ribu makhluk berbentuk ekor kadal menerjang Li Bing Han dengan desiran angin yang sangat kencang bukan main dan di sertai duri -duri tajam yang mengarah ke segala titik penting di tubuh Li Bing Han dan para sahabatnya.


Li Bing Han mengangkat kipasnya di depan dada lalu di gerakkanlah kipas itu dengan ringan sekali dan akibatnya ribuan makhluk ekor kadal yang di hadapinya itu telah hancur terkena ilmu serpihan cahaya kasih nya.


Wess...!!


Blaar...!!


Tuan Bun melihat hal ini semakin murka sekali.Ia bergerak bagaikan terjangan yang dashyat luar biasa dengan kursinya ke arah Li Bing Han dan para sahabatnya.


Wetttzzzzzz...!!


Li Bing Han melakukan gerakan membentuk limas melalui kipasnya lalu dia hempaskan terjangan Tuan Bun yang terhentak kaget sekali karena pria sosok ekor kadal raksasa itu telah terpotong pada kedua kaki nya yang berada di kursi nya itu.


Betzzz....!!


Crakkkkkkkkkk....!!

__ADS_1


" Aghhhhhhh....!"


Tuan Bun terjungkal dari kursinya ke lantai enam pagoda awan biru dengan posisi tengkurap.Ia pun membalas serangan Li Bing Han dengan ilmu nya yang berdasarkan ekor -ekor duri -duri landak ke arah Li Bing Han tanpa mengubah posisinya yang tengkurap itu.


Wetttzzzzzzzzz...!!


Tetapi Ia di kejutkan oleh pedang ular putih milik Chen Chen yang bergerak bak hujan saja telah membabat habis ekor -ekor duri landaknya dan Ia tak dapat mengelak lagi untuk menyelamatkan nyawanya.


Karena Yeti telah memukul punggungnya dengan pergelangan tangan berat dan besar milik Yeti dan remuklah dirinya hingga jatuh dari ketinggian yang di sebabkan ambruknya tanah lantai enam dari pagoda awan biru itu.


Bugghhhhhhhh...!!


Bruuukkkkk......!!


Brrrrrrr....!!


Li Bing Han dan yang lainnya sudah melayang ke lantai tujuh yang pintunya sudah tak ada lagi. Di sana , Li Bing Han dan yang lainnya menemukan Li Xiao Feng bertarung melawan sosok berbentuk rubah merah dengan luar biasa tangguh sekali.


Plak ,plak..!!


Di sisi lain Li Xiao Feng yang bertarung melawan Siluman Rubah Merah yang menghisap Xiao Xiao telah terlihat Ching Mei Lan atau Zhao Ling Er di borgol oleh seorang pria ganas yang memegang linggis baja berkarat. Pria itu menyeringai kejam begitu melihat kehadiran Li Bing Han dan para pengikut lain Li Xiao Feng di ruangan lantai tujuh pagoda awan biru.


" Han , berhati -hatilah kamu dalam menghadapi si tua busuk itu agar kau tak melukai Ling Er yang di borgol olehnya ," Kata Li Xiao Feng kepada Li Bing Han sembari dirinya bertarung melawan Siluman Rubah Merah yang amat sakti itu.


Siluman Rubah Merah menyerangnya dengan ilmu dashyat yang mengharuskan dirinya harus hati -hati dalam menghadap lawannya itu yang telah menghisap anak Dewa Bintang Biru dan Dewi Api Ungu sehingga Siluman Rubah Merah dapat dan bisa menggunakan energi Xiao Xiao untuk hadapi dirinya.


Wuttt...!!!!


Sinar bintang biru di sertai api yang berkobar -kobar berwarna ungu yang mengelilingi Siluman Rubah Merah begitu ganas sekali menerjang Li Xiao Feng yang mundur untuk hindari dirinya bisa terbakar hangus oleh ilmu api ungu dari anak Dewi Api Ungu langit lapisan ke empat itu.


Brrr...!!


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2