Pendekar Naga Siluman

Pendekar Naga Siluman
Rasa....


__ADS_3

Li Bing Han menatap tajam sosok gadis cantik di hadapannya yang membawa payung merah yang telah membunuh Le Le ,Chen Chen dan Lai Zhan Er di hutan barat desa kecil Hsinchu.


"Siapakah kau yang sudah berani membunuh para sahabatku ?" Tuding nya tegas kepada Gadis yang tersenyum -senyum centil kepadanya.


" Aku Xu Xu dari Kekaisaran Kelabang Hitam ,anak manis." Jawab Putri Xu Xu memainkan kunciran rambutnya dengan sikap genit kepada Li Bing Han di hadapan.


" Aku tidak perduli siapa dirimu .Aku mau kamu bertanggung jawab atas perbuatan mu yang telah membunuh para sahabat ku dengan nyawamu juga." Kata Li Bing Han menghunuskan pedang di depan gadis itu.


" Anak manis semua adalah salah mu sendiri yang begitu arogan menolak undangan ku ke rumahku dengan cara kau membunuh seluruh anak buah ku begitu kejam.Maka ,janganlah kau salahkan aku membalas perbuatan mu keji mu dengan cara aku membunuh para sahabat mu." Kata Putri Xu Xu yang menghunuskan payung untuk menghadapi pedang naga giok langit milik Li Bing Han.


" Cih !Mengundang ku ke rumah mu adalah siasat licik mu untuk menyanderaku agar kau dapatkan hadiah dari Tuan Besar mu itu di Negeri Zu..!Puh Siluman Kelabang Hitam Betina hina..!" Maki Li Bing Han yang tak banyak bicara lagi telah mulai menggerakkan pedang naga giok langit di tangan kanannya menyerang payung merah milik Putri Xu Xu.


Trang..!!


Trang...!!


Trang..!!


Trang...!!


Putri Xu Xu meliukkan payung merah dengan amat gesit luar biasa di sertai tubuhnya berputaran di udara menyerang pedang naga giok langit milik Li Bing Han.


Cring..!!


Cring..!!


Cring...!!!


Li Bing Han begitu lihai sekali mengadu pedang di tangannya melawan payung merah milik Putri Xu Xu sehingga menimbulkan percikan api yang amat menyilaukan.


Wutt...!!


Plakkk..!!

__ADS_1


Plakkkk..!!


Desss...!!


Putri Xu Xu tidak hanya menggunakan payung nya untuk menghadapi pedang naga giok langit milik Li Bing Han tetapi gadis ini juga menggunakan ilmu tapak kelabang hitan menyerang Li Bin Han.


Li Bing Han menyambut pukulan maut dari Putri Xu Xu dengan ilmu pukulan api bunga persik yang dashyat sehingga tangan Putri Xu Xu melepuh dan terlihatlah tangan kelabang milik gadis itu yang asli.


" Bedebah cilik yang tak tahu diri..!!Ku bunuh kauu sekarang juga..!!" Lengking Putri Xu Xu yang kini menggerakkan tangan kelabang di tangan kiri dan payung merah di tangan kanan untuk menghadapi Li Bing Han.


Wuttttttttzzz...!!


Li Bing Han bergerak cepat luar biasa membuat Putri Xu Xu tercengang sedetik karena gadis ini kehilangan lawannya yang bergerak begitu cepat bagaikan kilatan petir saja.


" Siluman sekarang kau harus bayar perbuatan mu keji mu dengan nyawamu..!!"Suara mencekam Li Bing Han tahu -tahu terdengar di atas kepala Putri Xu Xu yang tak sempat menengadahkan kepala untuk melihatnya karena telapak tangan Li Bing Han telah mencengkeram dan memukul hancur kepala Putri Xu Xu.


Dessssss...!!


Li Bing Han turun kembali ke tanah untuk melihat puing -puing tubuh Le Le ,Chen Chen dan Lai Zhan Er dengan berjongkok dan mengumpulkan semua itu dengan jemarinya sendiri.


Lalu Li Bing Han mengkremasi tubuh Le Le ,Chen Chen dan Lai Zhan Er dengan ilmu api surgawi melalui kipas naga giok langit yang terjulur ke arah kumpulan tubuh ketiga orang gadis sahabat baik Li Bing Han.


Creshhh...!!


Brushhh!!


Li Bing Han meneteskan air mata melihat raga Le Le, Chen Chen dan Lai Zhan Er merubah menjadi abu yang menyatu dengan tanah di hutan barat desa kecil Hsinchu.


" Han.." Suara bening yang menyadarkan Li Bing Han dengan cepat.


Li Bing Han menengok ke arah suara bening yang memanggil dirinya.Ia menemukan sosok pemuda tampan menatap dirinya dengan senyuman kejam dan menakutkan.


" Bocah kau jangan menangis sesedih itu karena aku akan mengirim mu untuk bertemu dengan para sahabatmu di neraka." Kata Pangeran Muda Song Wen yang telapak tangannya terarah ke atas kepala Li Bing Han.

__ADS_1


Li Bing Han mengangkat telapak tangannya untuk melindungi dirinya dari telapak racun kelabang merah milik Pangeran Muda Song Wen dengan ilmu telapak naga giok langit.


Dessssssssss....!!


" Aghhhhhhhhhhhhh..!!!" Pekik kematian Pangeran Muda Song Wen yang terbakar hangus oleh Li Bing Han.


Li Bing Han menggunakan rumput perak yang di oleskan pada sepasang matanya lalu terlihatlah olehnya sebuah danau yang beku di tengah hutan barat desa kecil Hsinchu.


" Lintah Es muncullah di hadapanku." Kata Li Bing Han memasukkan daun rumput perak ke dalam air danau es.


Li Bing Han menunggu selama empat menit untuk lintah es terjerat daun rumput perak yang mencuat keluar dari air danau es di hadapan Li Bing Han di tepi danau es.


" Tuan muda selain Anda memerlukan ku untukmu dapat memulihkan seluruh kemampuan mu yang lalu di masa kau menjadi Kaisar Langit Nirvana di dunia Langit.Anda juga harus menemukan tujuh butir pil kehidupan Alam Semesta yang hilang dari raga asli Anda begitu jiwa Anda terserap kedalam raga Li Bing Han." Kata Lintah Es yang berada di genggam jari Li Bing Han.


"Tujuh pil kehidupan Alam Semesta adalah raga asli ku yang terpecah-pecah di seluruh bumi ini.Di manakah aku dapat menemukannya ?" Tanya Li Bing Han mencelupkan lintah es di dalam kantung api abadi dan menelannya bersama cairan api abadi di dalam kantung mustika naga cincin api.


" Hanya diriku yang bisa melakukannya." Kata Li Bing Han pada dirinya sendiri dengan sepasang matanya berkilat -kilat api dan es menjadi satu di sepasang bola matanya.


Dengan kibasan lengan bajunya yang panjang, Li Bing Han berkelebatan cepat di atas awan hujan menuju ke sebuah pegunungan yang berbentuk kelabang raksasa warna merah.


" Pegunungan Kelabang Merah bersiaplah untuk kalian hancur olehku..!!"


Lengkingan suara Li Bing Han menggelegar di atas langit pegunungan kelabang merah sehingga menimbulkan kegemparan bagi seluruh rakyat dan pasukan Siluman Kelabang Merah yang berada di pegunungan tersebut.


Sekelebatan sinar kemerahan hadir di atas puncak pegunungan Kelabang Merah dan sosok pria tua berwujud kelabang raksasa luar biasa besar telah berdiri di atas batu tebing tertinggi pegunungan itu.


" Bocah setan kau sungguh lancang menimbulkan kegaduhan di daerah ku dengan suaramu yang sombong itu ingin menghancurkan pegunungan ku yang sudah berdiri semenjak kau belum lahir di dunia ini...!!" seru Kaisar Siluman Kelabang Merah dengan panji bergerigi di kibarkan ke atas awan di mana Li Bing Han berdiri tegak dengan senyuman mematikan.


Bersambung...!!


Hai guys silahkan di lihat novel terbaru dan oke dari sohibku terbaik.Semoga kalian suka ya!


__ADS_1


__ADS_2