
Li Xiao Feng memutuskan untuk menemui Putri Chao Ying agar dirinya tak merasa sedih akibat merindukan Tian Lan yang tak ingat dirinya lagi di kehidupan mereka yang baru di alam manusia di era dinasti Ching.
"Kau harus menciptakan sebuah sistem untuk dirimu tak terpengaruh rasa yang tak nyaman di dekat Shiu Chiu karena wanita mu itu tak ada rasa cinta lagi terhadapmu, Li Xiao Feng..! " Kata Li Xiao Feng untuk dirinya tegar dan kembali lagi sebagai Li Xiao Feng yang dingin dan tak pernah mengenal kata cinta terhadap wanita di dunia manapun jua.
Li Xiao Feng memeluk Li Wei Shiang dengan hangat seraya menyanyikan lagu tidur anak -anak di era dinasti Qin untuk putrinya yang kini berwujud bayi perempuan yang bernama Putri Chao Yue.
' Rumput nan hijau lembut terhampar sebening air sungai mengalir..
Hati siapa yang tak 'kan resah menanti hari tuk berjumpa..
Rindu dan cinta datang menggoda..Mengusik Jiwa...
Rindu dan Cinta nan bergelora..Merasuk sukma
' Musim silih berganti dan tak pernah berhenti di dalam hidup ini
Kala hidup anak -anak menerpa..Menyejukkan hati orang tua .
' Wahai senyum anak yang manis bagaikan sinar matahari yang cerah..
Dunia orang tua pun menjadi cerah...'
Suara Li Xiao Feng yang bening dan sejernih air sungai di langit menentramkan bayi perempuan yang di gendongnya itu. Ia tak pernah berhenti untuk mengecup dahi halus putrinya kecilnya itu yang dari hari ke hari tumbuh besar.
" Wei Siang, AYAH akan selalu menjaga kamu sampai kapan jua, maka kau tumbuhlah menjadi seorang anak perempuan yang tangguh dan penuh cinta kasih antar sesama, ya nak? Ayah sangat menyayangimu..!" Kata Li Xiao Feng nada lembut kepada bayi Chao Yue.
******
Perjalanan Xiao Hong dan Wu Song menuju ke Huijiang cukup menyita waktu selama kurang lebih tiga hari perjalanan yang telah di lalui oleh keduanya untuk menuntaskan tugas yang telah di berikan Li Xiao Feng kepada mereka.
"Xiao Hong, kau tunggulah aku sebentar! " Seru Wu Song mengejar lari nya Xiao Hong yang amat cepat.
" Iya, Wu Song, ini aku sudah memperlambat lari Ku..! " Sahut Xiao Hong di depan Wu Song.
Mereka memasuki sebuah desa kecil yang terlihat mencekam sekali seakan- akan desa itu tidak ada penghuni nya sama sekali sampai suara tikus pun tak terdengar oleh mereka.
" Desa apakah ini yang tak sengaja kita datangi? " Tanya Wu Song mulai waspada.
" Entahlah, Aku juga tak tahu nama desa kecil ini. " Jawab Xiao Hong mengedarkan pandangan mata nya ke sekeliling desa kecil itu.
Tak berselang beberapa lama terdengar suara alunan musik yang dimainkan oleh sejumlah orang yang memakai jubah warna hitam yang melayang turun dari langit ke tanah desa kecil itu dan tepat di depan Xiao Hong dan Wu Song.
__ADS_1
" Kalian berdua sungguh lancang sekali tanpa izin mendatangi desa hantu kecapi maut yang merupakan tempat tinggal Tuan Besar Hu kami..! " Kata salah satu dari pemain alat musik kecapi dengan nada angkuh kepada Xiao Hong dan Wu Song.
"Ouh, ternyata kita telah tersesat di desa dunia lain yang menyelinap di perjalanan kita menuju ke Huijiang... " Kata Xiao Hong.
" Ya, sepertinya..! " Jawab Wu Song.
Sekelompok orang itu menjentikkan senar Guqin dengan suara melengking- lengking menyerang Xiao Hong dan Wu Song yang segera dengan cepat menghindari serangan tersebut.
Wush..!!
Cring..!!
Xiao Hong mengayunkan pecut nya secara lihai sekali untuk membalas serangan senar Guqin dari sekelompok orang itu sehingga beberapa orang itu memecah belah untuk sebagian dari mereka dapat menghadapi Wu Song.
Brr..!
Wu Song menanggapi serangan musuh dengan telapak tangan menghantam beberapa musuh itu yang memekik kesakitan terkena serangan maut dari Wu Song.
Plak..!!
Dess!
" Auw..! " Pekik beberapa musuh yang berhasil di lumpuhkan oleh Wu Song.
Wuss!!
Crassh!!
Xiao Hong menghujani para musuh dengan pecut nya sehingga para musuh dengan cepat menyambut serangan pecut nya dengan senar - senar Guqin yang membahayakan nyawanya.
Crash!!
Tetapi ujung pecut Xiao Hong telah melilit leher sejumlah besar musuh yang kemudian hangus tersambar petir dari kekuatan pecut halilintar ungu.
" Aaaaghhh...!! " Teriakan kematian sejumlah musuh nya itu.
Sementara itu Wu Song mendapatkan musuh yang sulit untuk di kalahkan nya karena itu Wu Song terpaksa harus mengeluarkan pedang biru nya untuk menghadapi musuh tangguh nya itu.
Wushh...!
Crashh..!
__ADS_1
Serangan pedang biru milik Wu Song menebas hancur musuh itu yang merupakan salah satu dari anak buah Setan Desa Kecapi Maut yang menjadi penghalang jalan Wu Song dan Xiao Hong menuju ke Huijiang.
Blaar..!
" Wu Song berhati - hatilah dengan senar Guqin warna perak yang di luncurkan oleh Ratu Setan Desa Kecapi Maut itu..! " Seru Xiao Hong yang melihat adanya serangan maut yang datang dari belakang Wu Song untuk menebas punggung pria sahabatnya itu.
Maka, Xiao Hong melemparkan paku emas dari telapak tangannya menyerang senar Guqin yang menyerang punggung Wu Song dengan tangkas sehingga Xiao Hong berhasil menyelamatkan Wu Song.
Wer..!
Blaar..!
" Kurang ajar ku habisi kalian..! " Hardik Ratu Desa Kecapi Maut dengan murka menyerang Xiao Hong dengan kecapi maut yang bergerak lincah ke arah Xiao Hong.
Brakk..!
Wu Song menebas kecapi maut milik Ratu DESA Kecapi Maut yang menyerang Xiao Hong gadis pujaan hatinya itu sehingga Xiao Hong merasa bersyukur telah di selamatkan oleh nya.
" Setan tak tahu diri..! Ku habisi kau karena kau sudah lancang menyerang Xiao Hong- ku..! " Hardik Wu Song dengan marah sekali kepada Ratu Desa kecapi maut.
Wu Song menerjang Ratu desa kecapi maut itu dengan pedangnya melesat menembus raga Ratu desa kecapi maut sehingga penguasa desa kecapi maut tewas di tangan nya.
Swushh..!
Crashh..!
Cep..!
Xiao Hong melompat mundur ketika sebuah jari raksasa dari langit ingin menangkap nya dengan cara mencengkram tubuhnya yang untungnya Ia sangat lah lincah sehingga Ia berhasil terhindar dari bahaya.
Hap..!
Tangan raksasa bergerak ke samping dengan kecepatan tinggi bak angin kencang di gurun pasir yang sangat mengancam keselamatan Xiao Hong dan Wu Song.
Wushh..!
Wu Song menyambar lengan Xiao Hong dengan cepat ke arah lain untuk menghindari tangkapan tangan raksasa yang di lakukan oleh Raja Setan Desa kecapi maut untuk menghabisi mereka.
Wuuuuushhh!
Dari arah lain tangan lain menyerang keduanya dan nyaris menghancurkan keduanya dengan sergapan yang mengejutkan mereka berdua yang kini berada dalam bahaya sekali.
__ADS_1
Bersambung..!!